The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
159. Tuan Jing yu..?



***


Tingkat kultivasi xia yu telah mencapai tingkat delapan warrior. dia telah melewati batas tingkat bagi seorang fighter hanya dalam tujuh hari. setiap hari dia dan fang yin selalu mengurung di dalam paviliun. tidak membiarkan seorang pun masuk ke dalam paviliun nya.


sementara Li zyan berlatih pedang di halaman paviliun dua dan tuan Li wei melatih keenam indranya agar segera pulih. setengah racun di tubuhnya telah di keluarkan oleh bantuan akupuntur xia yu. kini dia mulai bisa melihat dengan jelas dan berbicara sepatah dua patah kata. tangan dan kakinya berhasil di gerakan.


sementara bibi may bertugas mengawasi pekerjaan para pelayan. sesekali dia juga datang ke paviliun dua untuk melayani tuan nya dan tuan muda nya. sudah seminggu lebih mereka berada di kediaman itu. namun mereka belum pernah keluar dari kediaman ini.


bahan kehidupan sehari-hari selalu di antar oleh pihak toko dan itu juga melalui pintu belakang kediaman. kediaman xia yu di kelilingi oleh pagar dinding setinggi dua meter. tidak ada yang bisa melihat ke dalam kediaman jika tidak melewati pagar itu.


kediaman dengan kemegahan di dalamnya hanya bisa di nikmati oleh pembelinya. sang penjual yang ingin berteman baik dengan tuan muda pembelinya pun tidak di perbolehkan masuk oleh para pelayan. si penjual hanya satu kali bertemu dengan pria dan pelayan wanita yang menjadi tangan kanan tuan muda pembelinya.


saat xia yu membeli kediaman ini, dia menyuruh hei tian dan fang yin untuk mengurus urusan jual beli dan menyuruh mereka untuk tidak memberitahu si penjual bahwa pembelinya adalah seorang nona.


xia yu akan menyamar sebagai pria selama dia berada di kerajaan bei ini. jika dia berpenampilan layaknya tabib misterius atau dirinya sendiri itu akan merugikan dirinya.


dia tidak bisa menunjukan tempat tinggal tabib misterius pada orang-orang bukan, dan jika dia berpenampilan sebagai perempuan bukan kah akan mengganggu rencananya karena jika dia berpenampilan perempuan dia akan menebar kecantikannya dimana-mana.


dia terlalu malas untuk berhadapan dengan para kaum Adam yang menyukai kaum hawa karena kecantikan. dia menginginkan sosok pria yang akan mendampinginya karena kepribadian serta kesederhanaanya, bukan kecantikan atau prestasinya.


xia yu bukan sosok perempuan yang suka harta atau ketampanan. dia suka pria sederhana, jujur, setia, dan penyayang.


*mungkinkah di dunia ini xia yu akan mendapatkan pria idamannya.?


kita lihat saja nanti, takdir hidup xia yu ada dalam kedua jempol tangan author 😁.. berdo'a ya semoga author kalian ini segera menampilkan sosok Mr.X, agar momen romantis xia yu segera membuat kalian baper. hehehe..


*lanjut lagi ya..


Setiap hari fang yin pergi ke paviliun dua untuk memberikan obat pada tuan Li wei dan tuan muda Li zyan. fang yin tidak sebegitu canggung lagi saat berhadapan dengan Li zyan. awal nya di selalu canggung jika berhadapan dengan pria tampan, tapi karena sehari-hari selalu melihat dua pria tampan jadi membuatnya tidak terlalu terkejut saat melihat ketampanan Li zyan.


para pelayan tidak mengetahui jika pemuda yang ada di paviliun muda itu adalah pria tampan, yang mereka ketahui hanya seorang tuan muda yang baru saja menetap di kerajaan ini dan menjadikan bibi may pelayan mereka. karena bibi may pula mereka bisa kerja di tempat ini. mereka bersyukur bekerja di tempat ini.


meskipun bekerja di tempat ini banyak larangan dan harus menelan rasa penasaran yang amat besar, mereka tetap berdedikasi dalam pekerjaan mereka. itulah cara mereka berterimakasih pada tuannya dan bibi may.


***


Beberapa hari kemudian, xia yu dan fang yin tidak kembali ke ruang dimensinya. hari ini xia yu akan menjumpai tuan Li wei dan Li zyan untuk menjelaskan siapa dirinya dan kenapa dia bisa mengenal mereka.


xia yu mengikat pay*daranya dengan kemben yang biasa dia gunakan, saat dia akan menyamar sebagai pria. dia mengenakan pakaian hanfu putih yang sopan dan tudung tipis putih polos pasangan dari hanfunya.


xia yu terlihat tampan dengan kesederhanaan namun terlihat sangat anggun. jika payudara nya tidak di samarkan, orang-orang akan langsung mengklaim dirinya adalah seorang perempuan.


mulai hari ini dia akan bercengkrama dengan semua orang yang ada di tempat tinggalnya. sudah seharusnya bukan dia memberitahu mereka sosok tuan muda yang menjadi tuannya.


xia yu tersenyum getir. dia tidak suka dengan salam hormat mereka. dia tidak mau di gila hormati seperti itu. 'tuan muda..?' mendengus dalam batinnya.


"bangkitlah.. tolong jangan memberi hormat seperti itu lagi padaku. mulai sekarang kalian bisa menegakan kepala kalian jika berhadapan dengan ku." ujar suara berat xia yu yang terkesan tegas, dingin, dan berwibawa.


baru kali ini para pelayan itu melihat dan mendengar dengan jelas tuan mudanya. mereka seakan terbawa susana. suara xia yu meluluhkan hati pelayan itu.


para pelayan itu bingung antara senang dan takut menjadi satu. mereka senang karena bisa mengetahui sosok tuan muda nya. di samping itu mereka takut jika melakukan kesalahan akibatnya akan fatal.


tidak ada yang menjawab perintah xia yu. fang yin merasa geram pada pelayan yang masih diam itu. dia pun berdehem untuk menyadarkan lamunan para pelayan. kemudian memperkenalkan xia yu kepada mereka.


"ehemm...! perkenalkan, beliau adalah tuan muda Jing yu dari kerajaan Xing. tuan muda akan tinggal di kerajaan bei untuk sekolah." jelas fang yin yang memang sudah di ketahui oleh xia yu. nama Jing yu di ambil nama xia yu. dia hanya menghilangkan kata xia dalam namanya.


xia yu tahu banyak sekali tuan muda dari kerajaan lain yang datang ke kerajaan ini untuk belajar, maka dari itu dia beralasan bersekolah di kerajaan ini. yang membedakannya hanya dia belajar di ruang dimensi bukan di sekolahan yang ada di kerajaan ini.


para pelayan pun langsung tersadar. mereka segera meminta maaf kepada tuan mudanya. "maafkan kami tuan muda, beribu-ribu terimakasih telah memperkerjakan kami. kami akan selalu setia dan menjalankan semua perintah dan larangan anda." ujar salah satu pelayan mewakili pelayan lain nya.


"lanjutkan pekerjaan kalian.." ujar xia yu kemudian meninggalkan para pelayan dan langkahnya di ikuti oleh fang yin.


fang yin berdandan layaknya pengawal pribadi. dia terlihat tampan sekaligus cantik dengan balutan pakaian hitam di bagian celana dan merah di bagian baju atasannya. rambut nya di ikat tinggi dan di beri hiasan gelang rambut berwarna senada dengan pakaiannya.


kini mereka berjalan ke arah paviliun dua untuk menemui tuan li wei dan li zyan. di sana mereka di sambut bibi may dan Li zyan. mereka tahu jika hari ini adalah xia yu akan memeriksa ayahnya, tuan Li wei.


Li zyan terpesona dengan penampilan xia yu yang berbeda dengan biasanya. dia terlihat begitu anggun dan mempesona dengan hanfu putih dan tudung itu. dia tahu jika xia yu adalah perempuan.


meskipun xia yu sangat tertutup, Li zyan yakin jika xia yu adalah perempuan yang sangat cantik. untuk apa dia menutupi wajahnya jika dia terlihat biasa saja.? tapi berbeda jika dia sangat cantik, dia melakukan hal itu pasti ada alasannya bukan.


"selamat datang tuan yu.." ujar Li zyan yang memang telah mengikuti alur permainan xia yu. untuk berjaga-jaga xia yu telah menyembunyikan jati dirinya sebagai perempuan. Li zyan di beritahu oleh fang yin jika bertemu dengan xia yu dia harus memanggilnya dengan sebutan tuan karena penyamarannya.


tudung putih itu bergoyang dengan arahan xia yu yang menganggukkan kepalanya pelan tanda dia menerima sapaan pemuda di hadapannya.


Li zyan dan bibi may mempersilahkan xia yu untuk masuk ke dalam paviliun. terlihat tuan Li wei yang kini bisa duduk di kursi. xia yu merasa lega saat melihat perkembangan tuan Li wei. pengobatannya tidak sia-sia karena tuan Li wei memiliki semangat yang tinggi untuk sembuh. tentu nya dengan motivasi dari anak dan tabibnya yaitu xia yu.


sampai detik ini xia yu belum menunjukan wajahnya pada mereka berdua. namun hari ini dia akan memberitahu siapa dirinya dan kenapa dia bisa mengenal mereka serta menyelamatkan mereka tanpa rasa takut pada tuan Li zhu. padahal beberapa Mentri yang memihak pada ayahnya di bunuh dengan cara yang sembunyi-sembunyi.


tapi gadis di hadapannya ini malah dengan mudahnya dan santainya menantang tuan Li zhu. mereka juga belum pernah bertemu dengan xiao Huang dan hei tian. bibi may berkata jika dua pemuda itu datang bersama xia yu saat kembali dari pengasingan. tapi sampai sekarang dua pemuda itu tidak pernah muncul lagi.


meskipun penasaran Li zyan tidak berani bertanya karena xia yu pernah mengatakan jika waktunya sudah tepat dia akan memperkenalkan dirinya sendiri dan teman-temannya.


**tbc