
***
Masa kelam gadis pelindung Fang yin..
Dia adalah Nan Fefei, Putri sulung Jendral Nan Yi dari kerajaan Bei. Gadis itu telah hilang selama satu tahun lebih. Dia adalah gadis yang memiliki kecantikan yang sebanding dengan para putri kerajaan. Namun, Nan Fefei di ketahui lemah secara fisik.
Saat berusia dua belas tahun, Nan Fefei mendadak sakit parah. Hingga membuatnya tidak bisa berkultivasi. Karena itu dia dianggap gadis yang lemah dan tidak berguna. Layaknya sampah yang di pandang sebelah mata oleh keluarga dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Orang-orang menganggap Nan Fefei sebagai penghinaan bagi keluarganya. Dan dia selalu di remehkan oleh saudara-saudaranya. Bahkan ayahnya tidak memperdulikannya lagi. Karena ayahnya menganggap putri sulungnya itu telah menjatuhkan harga dirinya dan mempermalukan jabatannya sebagai Jendral.
Inilah putri sulung yang memiliki kehidupan lebih menyedihkan dibandingkan dengan para pelayan! Namun, dibalik semua kekurangannya itu. Dia memiliki rasa kepedulian dan semangat yang tinggi. Dia pandai dalam belajar beladiri. namun entah mengapa Nan Fefei tidak bisa melakukan Kultivasi. Sepertinya, nasib Nan Fefei tidak jauh berbeda dengan Xia wei.
Nan Fefei telah bertunangan dengan pangeran ke tujuh, putra dari kaisar terdahulu. Setahun yang lalu, Nan Fefei datang ke sebuah tempat yang di tujukan oleh seseorang dalam surat rahasia yang telah dia terima. Surat rahasia itu dikirimkan oleh tunangannya. Namun, gadis itu tidak tahu kalau ternyata pertemuannya itu cuma jebakan.
Tunangannya adalah orang yang terkenal baik, ramah, dan sopan. Dia juga dianggap jenius berdasarkan kemampuannya. Kepribadiannya yang seperti itu tentu dikagumi dan di hormati oleh semua orang yang ada di istana maupun di luar istana kerajaan Bei.
Dia adalah putra ketujuh dari kaisar terdahulu, merupakan adik laki-laki dari kaisar saat ini. Dia di nobatkan sebagai Pria idaman yang ada di kerajaan Bei. Tidak ada satu pun wanita di ibukota yang tidak mengenalnya. Hampir seluruh wanita di kerajaan Bei mengaguminya. Bahkan Nan Fefei yang polos itu juga menyukainya. Dan secara kebetulan, dia beruntung terpilih menjadi Tunangannya.
Namun, siapa yang menduga. Setelah dia terpilih menjadi tunangan pria itu, hidupnya hancur!
Hancur seperti sebuah porselen cantik yang terjatuh dan Pecah! Pecahannya berserak tidak beraturan. Kebenaran yang dia terima bahwa tunangannya tidak menginginkan dirinya. Tapi, karena kaisar sendiri yang memilih Nan Fefei, mau tidak mau pangeran ke tujuh harus menjalankan amanatnya.
Jika dia tidak mau pertunangan itu terjadi. Pilihannya adalah dia mengakhiri hidupnya atau tunangannya menghilang dari dunia ini. Karena itulah, sang Pangeran menyusun rencana untuk hidupnya bersama gadis cantik yang telah dia sukai selama dua tahun terakhir.
Gadis itu tidak lain adalah saudara dari tunangannya sendiri. Mereka berdua menyusun rencana pertemuan itu dengan menjebak Nan Fefei. Pada hari itu juga mereka menyerahkan Nan Fefei pada anak buah dari Pangeran Huang Zhu. Yang kebetulan saat itu sedang mencari gadis suci untuk Tuannya.
Nan Fefei menjadi salah satu korban keperkasaan Pangeran Huang Zhu. Dia adalah korban yang selamat dan hidup setelah di perkosa dengan kejam. Dia di masukan ke dalam Penjara bawah tanah setelah dia diagnosis gangguan mental oleh tabib yang bertugas di wilayah pangeran Huang Zhu.
Secara kebetulan sepuluh hari yang lalu, satu wanita yang keadaannya sama persis dengannya di jebloskan ke penjara bawah tanah. Dan gadis itu tidak lain adalah Fang yin, yang satu sel dengannya.
Semua gadis yang berhasil selamat dan hidup hanya bertahan beberapa hari saja. Sebelum mereka memilih mengakhiri hidup mereka sendiri. Hal itu juga terjadi pada Fang yin. Nan Fefei selalu menjadi pelindung mereka. Namun, satu persatu dari semua korban itu mati. Meninggalkan dirinya dan Fang yin.
Nan Fefei berusaha melindungi Fang yin, dia melihat Fang yin seperti dirinya saat itu. Dia selalu menghadang Fang yin ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Entah kenapa, Nan Fefei merasa kalau dia harus melindunginya. Meskipun dia harus terluka di seluruh tubuhnya demi melindungi Fang yin. Nan Fefei selalu mengucapkan dua kata sebelum dia kehilangan kesadarannya karena terlalu banyak siksaan yang dia terima.
"Sadarlah.. Bangkitlah.." Dua kata yang selalu dia ucapkan.
Kata-kata itu terngiang di kepala seorang gadis yang sedang memeluk Nan Fefei saat ini. Semua kenangan gadis malang itu dapat Xia yu lihat dari dalam matanya. Maka tidak salah jika Xia yu memeluknya dan mengucapkan terimakasih yang dalam pada Nan Fefei.
Sampah? Tidak ada kata seperti itu di dalam kamus Xia yu! Semua sampah bisa di daur ulang dan menjadikan sebuah karya yang berharga!
Dalam pelukannya, bibir Xia yu yang merah merekah agak keatas. Dia terlihat seolah sedang tersenyum, tetapi tidak ada yang bisa menentukan apakah senyum itu sinis atau tidak.
Xia yu melepaskan pelukannya. Kemudian, mengucapkan terimakasih yang dalam pada gadis itu.
"Terimakasih.. Terimakasih telah bersedia melindungi sahabat dan adikku!" Ucapnya sambil membelai lembut wajah kusam Nan Fefei.
'Betapa berat penderitaan hidup yang di alami gadis ini?' Xia yu membatin dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terimakasih.. Karena mu, sahabatku Fang yin masih hidup!" Lirih Xia yu dengan tangan yang masih berada di wajah Nan Fefei. Setelah itu, Xia yu memegang erat kedua pundak gadis di depannya. Kemudian, dia kembali berkata.
"Tenanglah, mulai sekarang aku akan memberimu kehidupan yang selama ini kamu inginkan! Kamu akan mendapatkan keluarga yang menyayangimu, adik dan kakak yang menghargai mu. Akan kupastikan masa depanmu cerah dan indah!" Sumpah Xia yu di hadapan semua orang.
Mereka yang ada di sana hanya bisa terdiam. Begitu pula dengan Nan Fefei, dia masih terkejut! Raut wajahnya terlihat berpikir, dia kebingungan dengan apa yang Xia yu ucapkan. Melihat gadis di hadapannya tidak merespon, Xia yu menyunggingkan senyuman manisnya. Senyuman yang akan dia tunjukkan pada orang yang terpilih.
Xia yu meraih tangan Nan Fefei yang penuh dengan luka. Sesaat raut wajahnya berubah, hatinya merasakan sakit tapi dia segera merubah raut wajahnya lagi. Kemudian, dia bertanya dengan senyuman manis yang dapat meruntuhkan hati yang dingin karena kehangatannya. Sorot matanya di penuhi dengan kasih sayang.
"Mau kah kamu menjadi adikku, Nan Fefei?" Tanya Xia yu tanpa ragu.
Mendengar namanya di panggil, Nan Fefei seolah tersadar dari keterkejutannya. Dia menjatuhkan air matanya dan segera menjawab pertanyaan Xia yu dengan gumaman kecil serta anggukkan kepala.
"Mm.." Nan Fefei benar-benar bahagia mendapat pertanyaan dari Xia yu. Dia tidak pernah mengira jika dirinya akan mendapat kebahagiaan di masa depannya.
Senyuman Xia yu semakin melebar. Dia menghapus jejak air mata dari wajah Nan Fefei, setelah itu mengusap wajahnya yang terasa basah karena ternyata dia juga menangis. Kemudian, dia berkata dengan raut wajah yang terlihat cerah. Tidak seperti sebelumnya.
"Baiklah, adikku.. Mari kita bersihkan dirimu terlebih dulu. Setelah itu aku akan memeriksa keadaanmu." Ajak Xia yu dengan riangnya.
Mereka meninggalkan orang-orang yang masih terkejut dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Xia yu. Berbeda dengan Tuan Neraka, pria dingin layaknya beruang kutub itu tersenyum melihat kepedulian Xia yu. Meskipun di dalam pikirannya banyak pertanyaan yang tidak bisa di jawab olehnya.
***
Kediaman Pangeran Huang Zhu dan Penjara bawah tanah terbakar dalam waktu yang berbeda. Asap tebal masih terlihat di kedua tempat itu. Tandanya masih ada bara api yang menyala. Satu titik berada di dalam kawasan istana. Dan satu titik lagi berada di ujung istana.
Saat ini Raja iblis atau Huang Zhuzi sedang di halaman kediaman pangeran Huang Zhu. Dihalaman itu terbaring sosok pria yang sekujur tubuhnya menghitam karena terbakar.
Kulit di tubuhnya meleleh, memperlihatkan daging merah yang hangus dan sedikit berdarah. Di atas tubuhnya masih terdapat benda mati yang tertancap di bagian dada sebelah kiri. Benda mati itu berubah warna menjadi hitam karena ikut terbakar. Itu adalah tusuk rambut giok yang selalu adiknya kenakan ketika malam tiba. Tusuk rambut giok itu pemberian dari ibu suri. Mendiang ibu mereka ketika dirinya dan adiknya masih kecil.
Tiba-tiba raut wajah Huang Zhuzi berubah. Tatapannya terlihat dingin, kedua alisnya merengut, rahangnya mengeras. Dia marah sejadi-jadinya ketika mengetahui adik semata wayangnya terbunuh di kediamannya sendiri. Siapa kiranya yang berani menjadi penghianat? Dan kenapa ada dua kebakaran yang terjadi di kawasannya ketika dia telah berhasil membawa kembali calon istrinya.
"Siapa yang membunuh adikku?!"
Suaranya terdengar sangat keras. Dengan kemarahan yang terlihat di wajahnya. Semua orang yang sedang berada di sana merasa tertekan dan ketakutan. Mereka berlutut dengan tubuh yang gemetaran. Keringat dingin bercucuran. Seperti akan menghadapi badai yang siap meluluh lantakkan tempat itu.
Seorang pria yang memakai baju setelan berwarna hitam datang menghadap. Dia adalah utusan dari Diyu emo. Orang yang selalu menjadi pengantar pesan antara Huang Zhuzi dan Diyu Emo.
"Ya.. Yang Mulia. Diyu Emo ingin anda menemuinya. Ini berhubungan dengan orang yang membuat kekacauan di istana anda." Jelas pengantar pesan itu.
Setelah mendengar penjelasan pria itu, Huang Zhuzi segera membalikkan tubuhnya. Dan berjalan menjauh dari hadapan jasad adiknya. Baru saja beberapa langkah, tiba-tiba dia berhenti dan memberikan perintah pada anak buahnya.
"Siapkan prosesi pemakaman, setelah aku kembali semuanya harus sudah beres! Mandikan jasad adikku hingga bersih, aku tidak ingin dia terlihat kotor." Suaranya penuh dengan tekanan.
"Baik, Yang Mulia.." Lirih anak buahnya.
Usai memberikan perintah itu, Huang Zhuzi melanjutkan kembali langkahnya menuju gua yang tersembunyi di dalam istananya.
...
Setibanya di dalam gua yang berada di gedung utama, yaitu wilayah kediaman raja iblis. Huang Zhuzi melangkah masuk dengan langkah tegas. Di sana dia melihat sosok yang seseorang yang mereka panggil dengan sebutan Diyu Emo.
Sosok pria paruh baya yang memakai jubah sedang berdiri sambil memegang tongkat roh. Huang Zhuzi berjalan menghampirinya dan memberikan hormat seperti singkat padanya. Setelah itu Huang Zhuzi bertanya siapa yang telah membunuh adiknya dan siapa yang telah membuat kekacauan di kerajaannya.
Diyu Emo menjawab, bahwa orang yang telah membunuh adiknya adalah kelompok manusia yang berjumlah dua belas orang. Salah satunya adalah gadis pelayan istana yang di wajahnya memiliki tanda hitam.
"Kemungkinan gadis pelayan itu yang telah membunuh adikmu. Aku bisa melihat cahaya yang menyilaukan dari tubuhnya. Sepertinya dia adalah gadis titisan Dewi yang selama ini kita cari. Dia adalah masa depanmu, kamu harus membawanya bagaimanapun caranya. Jika tidak kerajaan ini akan hancur dan ramalan itu akan menjadi kenyataan!"
Jelas Diyu Emo. Dalam setiap ucapannya ada yang benar, namun ada kebohongan dalam beberapa kata yang dia ucapkan. Tentang masa depan, yang dia maksud adalah masa depannya bukan masa depan pemuda di hadapannya.
"Gadis Titisan Dewi? Gadis yang selama ini kita cari ada di istanaku? Dia yang telah membunuh adikku?" Huang Zhuzi mengulang kembali penjelasan yang diucapkan Diyu Emo. Dia ingin memastikan apa yang di dengarnya salah atau tidak.
"Ya, Gadis Titisan Dewi. Aku melihatnya dengan kedua mataku. Dia datang bersama orang-orang berjubah hitam. Merekalah yang melepaskan semua tahanan di penjara bawah tanah. Dan mereka juga yang membakar tempat itu. Tapi aku tidak mengetahui siapa mereka." Jelas Diyu Emo.
"Aku tahu siapa mereka! Mereka adalah orang-orang dari Istana Neraka, Kerajaan Kegelapan. Sepertinya mereka datang kemari untuk merebut kembali wanitaku. Akan tetapi mereka gagal, karena salah memasuki kamar. Dan sebab itulah mereka bertarung dengan adikku, karena lawan yang tak seimbang adikku terbunuh!" Huang Zhuzi mengambil kesimpulan bahwa mereka lah yang telah membunuh adiknya.
"Lantas bagaimana keadaan wanita mu itu?" Tanya Diyu Emo yang mengetahui kalau Huang Zhuzi telah jatuh hati pada Tabib Misterius. Tabib yang akan dia rekrut menjadi Alchemist golongan hitam. Karena kabar kejeniusannya dalam meracik obat.
"Dia baik-baik saja, pelayan mengatakan bahwa wanitaku masih berada di dalam kamarnya, karena semalam aku telah menarik kekuatan mistiknya. Mengenai kerajaan kegelapan, bukankah pemimpin Kerajaan itu telah mati sepuluh tahun yang lalu? Lantas siapa yang memimpin kerajaan itu? Apakah pria bernama Ling wei itu mempunyai keturunan?" Huang Zhuzi tampak kebingungan. Berbagai pertanyaan dia ajukan pada Diyu Emo.
Diyu Emo tampak berpikir, menelaah setiap pertanyaan dan kenyataan yang dia tahu. Setelah mendapat solusi, dia pun menjawab.
"Hanya ada satu cara untuk mengetahui siapa orang itu." Imbuh Diyu Emo.
"Cara apa itu?" Huang Zhuzi antusias bertanya.
"Percepat rencana mu! Bukan kah kamu akan menikahi wanita mu. Sebarkan kabarmu yang akan menikah dengan Tabib Misterius, dengan begitu orang-orang dari kerajaan kegelapan itu akan muncul." Jelas Diyu Emo dengan seringai di wajahnya.
Huang Zhuzi tersenyum puas dengan cara yang diberikan Diyu Emo kepadanya. Dia menganggukkan kepala dan berkata.
"Aku akan menikahinya hari ini juga!" Imbuh Huang Zhuzi.
Dia merasa bahagia dan sedih di waktu yang sama. Namun, kebahagiaan itu akan segera lenyap saat dia tahu bahwa perempuan yang akan dia nikahi telah pergi. Dan betapa murkanya ketika dia mengetahui bahwa orang yang telah membunuh adiknya adalah gadis yang dia sukai.
Perang antar kerajaan pun takkan terelakan lagi. Perebutan kekuasaan akan berganti menjadi perebutan wanita tercantik. Dan akan menimbulkan perang yang berkepanjangan!
**tbc