The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
305. Menjemput Masa Depan..



***


"Kerajaan Xing?" Lirih Xiao huang dan Bai shizi.


Mereka berdua langsung mengalihkan pandangan mereka yang semula melihat ke dalam mangkuk berpindah pada Xia yu. Mereka berdua tahu bahwa Xia yu berasal dari kerajaan yang baru saja mereka berdua sebutkan. Apa yang Xia yu lakukan jika melihat tanah kelahirannya sedang berada di ambang kehancuran?


Xia yu dapat merasakan tatapan yang penuh dengan tanda tanya dari kedua sahabatnya. Dengan sikap dinginnya yang acuh tak acuh Xia yu menaikkan satu alisnya, dia berpikir sejenak. Tidak berapa lama, seringai tipis muncul di bibirnya, kemudian di susul dengan suara yang terdengar dingin dan tajam.


"Cih.. Titisan iblis itu telah mengibarkan bendera perang rupanya." Xia yu berdecih, nada suaranya terdengar acuh tak acuh namun terkesan mengejek.


Xiao huang dan Bai Shizi mendengar jelas kata-kata itu. Mereka tahu siapa titisan iblis yang di maksud oleh Xia yu.


Melihat Xia yu yang masih fokus pada pemandangan miris itu, Xiao huang pun membuka mulutnya karena sudah tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.


"Nona, itu adalah kerajaan Xing, tanah kelahiran mu bukan?"


Xia yu mengakhiri tatapannya pada bayangan itu. Dia membalikan badannya sambil mengibaskan tangannya ke atas mangkuk. Dalam sekejap bayangan mengerikan itu menghilang dan air di dalam mangkuk kembali tenang dan jernih.


"Ya, itu adalah tanah kelahiran ku. Balada panjang akan segera di mulai.." Jawab Xia yu dengan acuh sambil bejalan ke arah pohon kehidupan.


"Balada panjang?" Xiao huang mengulang kembali ucapan Xia yu.


Balada Panjang mengartikan peperangan yang panjang. Perang yang akan tejadi dalam kurun waktu cukup lama, dan mungkin bukan hanya terjadi pada dua satu atau dua kerajaan saja.


Tepat di bawah pohon kehidupan, Xia yu menghentikan langkahnya, dia lalu memutar tubuhnya dan membuka mulutnya untuk berbicara pada dua pria di belakangnya.


"Xiao huang, Bai shizi.. Dengarkan aku baik-baik, tidak peduli masa depan seperti apa yang akan kita hadapi. Aku berharap kalian tetap bersamaku melawan kejahatan dan membela kebenaran, menjunjung tinggi kebebasan bagi setiap manusia yang layak hidup di dunia ini. Hancurkan para penindas, penjahat, pengkhianat, bahkan pembunuh bayaran yang berada di dalam golongan hitam. Hancurkan semua yang akan merugikan kita, dan tetap berjalanlah di jalan kebenaran." Ucap Xia yu panjang lebar pada mereka berdua.


Xiao huang dan Bai shizi mengangguk paham dengan semua kata yang di ucapkan oleh Xia yu. Mereka berdua menganggukkan kepala mereka dan menjawab Xia yu dengan serentak.


"Mm, baik, Nona. Kami akan selalu bersamamu, tidak peduli hidup atau mati kami siap mempertaruhkan nyawa kami untuk mu Nona."


Senyuman terukir di bibir manis dan seksi milik Xia yu. Gadis itu merasa sangat beruntung di kehidupan keduanya. Dia yang dulu tidak memiliki banyak teman, kini di kelilingi orang asing yang bahkan bersedia mati demi dirinya. Namun hal itu tidak membuat Xia yu santai karena ada mereka. Bagaimana pun, dia tidak akan membiarkan orang yang berarti baginya terluka, atau bahkan tiada hanya untuk mempertaruhkan nyawanya. Itu tidak akan terjadi!


Raut wajah Xia yu yang awalnya dingin berubah hangat. Dia tersenyum hangat pada kedua pria di hadapannya. Manusia bisa saja mengkhianati pemimpinnya, tapi Xia yu yakin binatang akan lebih setia dan orang-orang yang dia pilih tidak akan mengkhianatinya.


Xia yu memberikan pelukan hangat kepada dua sahabatnya, tidak lupa dia mengucapkan rasa terimakasih yang dalam.


"Terimakasih.."


Xiao huang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu. Berbeda dengan Bai shizi yang terlihat terkejut saat mendapat pelukan hangat itu. Namun tidak di pungkiri hatinya begitu bahagia di perlakukan sama layaknya manusia sesungguhnya oleh Tuannya.


Acara yang mengharukan itu tidak berlangsung lama, Xia yu dan yang lainnya telah kembali ke hutan kehidupan, lebih tepatnya Istana Air terjun kehidupan. Fang yin dan beberapa penjaga hutan kehidupan menyambut kedatangan Xia yu dan kedua pria yang kembali bersamanya.


Xia yu memerintahkan kepada Bai shizi agar memimpin dan memberikan perintah pada penjaga hutan yang lain untuk menjaga hutan ini lebih ketat. Xia yu berjanji akan mengunjunginya lebih sering karena dia bertekad untuk membuat prajurit bayangan dari orang-orang dan makhluk mistis yang hidup di kerajaan ini. Xia yu akan membawa prajurit yang telah terlatih ke medan perang.


Setelah itu, Xia yu dan ketiga sahabatnya yaitu Xiao huang, Fang yin dan Hei tian kembali ke kerajaan kegelapan dengan cara bertelportasi. Ketiga sahabatnya itu bingung, kenapa mereka harus kembali ke Istana neraka? Kenapa tidak langsung kembali ke Kerajaan Xing saja?


Lalu Xia yu hanya menjawab dengan asal. Dia berkata dia akan menikah!


"Hah, Menikah?!"


Sontak saja jawaban Xia yu membuat Fang yin dan Hei tian terkejut. Berbeda dengan Xiao huang yang telah mengetahui perbincangan terakhir Xia yu bersama Zi hua. Namun Xiao huang juga tidak menduga jika Xia yu akan memikirkan pernikahannya secepat ini. Dia mengira kalau Xia yu akan menikah beberapa bulan ke depan.


Jawabannya tentunya hanya Xia yu yang dapat menjawabnya. Selama beberapa jam sebelumnya, Xia yu telah menyusun rencana akan pernikahan yang akan dia lakukan dalam waktu beberapa hari nanti. Dia yakin rencananya akan berhasil.


***


Keempat sekawan itu melakukan teleportasi ke dalam ruang dimensi. Setelah itu, mereka berpisah di sana. Xiao huang dan Hei tian tetap di dalam Ruang dimensi, sementara Xia yu dan Fang yin kembali ke dalam kamar milik Xia yu yang ada di Paviliun sakura.


Waktu di Kerajaan Kegelapan telah menunjukan subuh dini hari. Xia yu menyuruh Fang yin untuk menyiapkan makanan, sementara dirinya akan melakukan rutinitas mandinya yaitu berendam di dalam bak yang telah terisi air bercampur dengan kelopak mawar merah.


Ini adalah hari ke tiga setelah Tuan Neraka pergi ke Kerajaan Tiankong. Di sana, Tuan Neraka atau Yuan Zhu-Ming sedang sibuk dengan prajurit bayangannya menguak pengkhianat di kerajaannya. Sementara itu, setelah Xia yu menyelesaikan rutinitasnya bersama Fang yin. Xia yu mulai menyusun rencana apa yang akan dia lakukan dan kapan dia bisa segera menjalankan misi pertamanya.


Dan waktu itu datang pada hari dimana Tuan Neraka melakukan sidang. Tepat di hari ketujuh sepeninggal Tuan Neraka, Xia yu menjalankan aksinya.


Xia yu melakukan Teleportasi. Dia menghilang dari kediamannya dan muncul di luar istana neraka. Di tempat sepi dan sunyi tak terlewati oleh orang-orang, Xia yu mengeluarkan kedua sahabatnya dari ruang dimensi. Tidak lupa dia juga mengeluarkan Qiaokeli dan Shaku kedua kuda milik Xia yu dan Fang yin.


Keli akan menjadi kuda Xiao huang sedangkan Shaku akan menjadi kuda Hei Tian. Mereka saling memahami bahasa masing-masing. Di tempat itu, Xia yu memberikan arahan apa yang harus di lakukan oleh kedua sahabatnya. Empat sekawan itu akan melakukan sandiwara untuk menjemput masa depan Xia yu.


Setelah memastikan empat sekawan itu mengerti tugasnya. Xia yu kembali melakukan teleportasi untuk kembali ke dalam kamarnya. Selama tujuh hari itu, orang-orang yang berada di istana neraka mengira jika Xia yu selalu mengurung diri. Nyatanya tidak! Dia memiliki dunia sendiri dan memiliki cara yang tidak di miliki oleh siapa pun.


Tepat setelah Xia yu menghilang, Xiao huang dan ketiga kawannya mulai menjalankan aksinya. Mereka berdua menunggangi kuda masing-masing dan pergi ke arah gebang istana Neraka.


Para penjaga di sana berjaga dengan sangat ketat. Mereka mengintrogasi siapa saja yang melewati gerbang itu, tak terkecuali Xiao huang dan Hei tian. Mereka berdua di hentikan oleh penjaga.


"Berhenti!"


Suara bariton itu terdengar dari pria berbadan kekar yang sedang duduk di atas kuda jantan berwarna coklat. Di atas kepalanya dia memakai helem yang terdapat kain merah. Menunjukan dirinya adalah ketua dari penjaga yang menjaga pintu gerbang.


Xiao huang dan Hei tian menghentikan Keli dan Shaku, tepat setelah suara bariton itu terdengar.


"Siapa kalian? Dari mana kalian berasal? Ada urusan apa kalian datang ke desa kabut ini?" Ujar pria kekar itu.


Desa kabut?



Ya, Desa kabut.. Selama ini, Kerajaan kegelapan tidak pernah di ketahui oleh siapa pun. Yang mereka kenal tempat ini adalah Desa kabut. Karena memang sebelum melihat adanya sebuah kerajaan, orang-orang akan melewati desa ini. Kerajaan kegelapan tidak pernah terlihat oleh orang-orang. Bahkan dari atas langit, seorang kultivator yang terbang dengan artevak terbang tidak akan menyangka jika di bawah kabut tebal itu ada sebuah kerajaan megah. Mereka yang melintas hanya akan kabut yang menutupi sebuah desa yang terkenal dengan sebutan Desa kabut.


Xiao huang menatap pria kekar itu, lalu dia menjawab pertanyaan pria itu dengan sopan. Hal itu di lakukan agar tidak memancing masalah yang tidak di inginkan Tuannya. Xiao huang memberitahu alasannya datang kemari dan dari mana dia tahu.


Para penjaga itu tampak terkejut, mereka tahu bahwa ada orang yang begitu hebat di istana Neraka. Tapi mereka tidak mengira jika orang hebat itu adalah Tabib Misterius. Tabib yang terkenal dengan pengobatannya yang luar biasa. Xiao huang memberikan tanda pengenal mereka. Dia juga memberikan token yang secara khusus tertulis orang yang berada di bawah naungan Tabib Misterius. Di tambah dia memberikan secarik kertas yang ternyata surat kecil yang bertanda tangan Tabib Misterius di akhir kata-kata itu.


Mengetahui kedua pria tampan itu utusan Tabib Misterius, pria kekar itu langsung memerintahkan bawahannya agar mempersilahkan mereka masuk. Xiao huang dan Hei tian mengangkat satu sudut bibirnya. Mereka tidak mengira akan semudah itu mengelabui para penjaga.


Xiao huang dan Hei tian di tuntun masuk oleh salah satu penjaga. Sementara pria kekar tadi terlihat sedang menulis sesuatu di kertas kecil. Itu adalah sebuah surat. Tidak menunggu lama, pria kekar itu menggulung kertas kecilnya menjadi gulungan kecil. Setelah itu dia bersiul, memanggil sesuatu yang terbang dari sangkarnya untuk keluar.


Seekor burung rajawali datang menghampiri pria kekar itu. Pria itu mengangkat lengannya tinggi agar burung yang gagah itu hinggap di tangannya. Tepat setelah burung itu mendarat, Pria kekar langsung menyelipkan gulungan kertas pada bambu kecil yang hanya sebesar kelingking anak-anak. Tidak berapa lama, setelah menyelipkan gulungan kertas, pria itu kembali menerbangkan burung rajawali nya.


Kepakan sayap burung itu begitu nyaring, dia terbang dalam kabut gelap. Meskipun pandangannya tidak jelas, burung itu tahu kemana dia harus pergi. Dia adalah burung yang di tugaskan untuk mengirim kabar pada seseorang yang jauh di sana.


Siapakah orang yang akan menerima surat kabar itu?


**tbc