
***
Xia yu terkurung di dalam ruangan. Dia paham bahwa dia tidak akan bisa melarikan diri. Dia tidak lagi memikirkannya. Namun hanya Xia yu yang menyadari bahwa pria itu menyegel kekuatan mistik, tanpa menemukan kekuatan spirit-nya. Dengan demikian dia hanya perlu mendapatkan kesempatan yang tepat. Dengan cara itu mungkin dia bisa segera lolos dari mereka.
Tapi sebelumnya, Xia yu ingin tahu kenapa orang-orang itu menangkapnya?
Istana Neraka? Dia tidak pernah mendengar ini sebelumnya!
Kemudian dia teringat akan sosok paman berjenggot yang telah menolongnya. Semenjak Xia yu sadar, dia tidak melihat paman berjenggot-nya.
'Kemana sebenarnya Paman berjenggot? Kenapa yang muncul di sini hanya para pekerjanya saja? Jangan bilang kalau mereka telah sekongkol dengan pria misterius itu! Tidak, kalau sampai itu terjadi, berati Paman Ling berada dalam masalah besar. Aku harus menanyakannya pada pria itu.'
Esok paginya, Xia yu dibawa naik ke atas kapal terbang oleh para penculiknya. Ketika kapal terbang, terbang menuju langit, Xia yu yang duduk di dalam akhirnya berjalan keluar. Dia melihat seorang pria sedang duduk di depan kapal sambil meminum anggur Merah. Xia yu mempercepat langkahnya untuk menghampiri pria itu, namun dia terhenti di tengah jalan.
"Biarkan dia lewat." Tuan Neraka memberi perintah tanpa menoleh.
Saat Xia yu berjalan mendekat, dia duduk tanpa bertanya dan segera mengambil segelas anggur Merah.
Setelah meneguknya, Xia yu langsung bertanya. "Dimana paman berjenggot yang bersamaku kemarin siang?"
Tatapannya yang dingin mengarah pada sosok pria dewasa yang mengenakan Topeng perak. Pertanyaan Xia yu sontak membuat seluruh pria yang ada di sekitarnya menoleh padanya.
Bahkan kedua alis Tuan Neraka terangkat sedikit terkejut ketika mendengar pertanyaannya. Bagaimana tidak terkejut, dia adalah sosok pria berjenggot yang ditanyakan oleh pemuda dihadapannya. Dengan nada yang santai dia pun menjawab pertanyaan Xia yu.
"Dia telah kembali ke kota asalnya."
Xia yu menatap kedua mata milik pria itu, dia sedang mencari kebenaran akan jawaban yang dia berikan. Tapi semua itu tidak membuahkan hasil, lagi-lagi dia tidak dapat membaca kenangan dari pria misterius. Dia adalah orang kedua yang tidak bisa di baca ingatannya oleh Xia yu.
Xia yu memilih kembali meneguk anggur merah yang di lpegangnya. Setelah itu dia kembali bertanya.
"Siapa yang ingin kamu selamatkan, sehingga kamu menangkap ku seperti ini? Atau kamu hanya mengincar bakat ku seperti yang dilakukan oleh orang-orang dari kerajaan iblis?"
Meskipun orang-orang itu penuh dengan Aura haus darah, namun mereka tidak berusaha membunuhnya. Kalau tidak, Xia yu tidak akan bertahan hidup hingga sekarang. Xia yu menebak bahwa satu-satunya hal yang dia miliki adalah kemampuannya dalam penyembuhan dan obat-obatan.
Saat melihat sikap Xia yu yang santai dan ceria tanpa rasa takut sedikitpun, kedua mata Tuan Neraka terlihat berbinar. Dia pun bertanya
"Apa kamu tidak takut jika aku akan membunuhmu?"
"Kamu pasti sudah melakukannya jika memang kamu berniat membunuhku. Lalu, kenapa kamu harus menunggu hingga sekarang?"
Ucap Xia yu dengan santai, saking santainya dia memegang perutnya dan bertanya kepada penjaga yang berdiri disampingnya.
"Eh, apakah ada makanan? Jika ada, tolong berikan sedikit saja padaku. Aku belum makan apa-apa sejak kemarin."
Penjaga itu menoleh pada Tuan Neraka. Setelah mendapatkan persetujuan, dia segera berjalan ke tengah kapal. Dia segera membawa beberapa piring berisi makanan ringan dan meletakannya di atas meja, bersebelahan dengan anggur merah yang sedang di nikmati oleh Tuan Neraka.
Wajahnya yang bersih tanpa kotoran terlihat sangat bercahaya. Tanpa riasan wajah, Xia yu benar-benar terlihat seperti seorang gadis, namun apalah daya semua orang disana mengira dirinya seorang pria. Dan Xia yu tidak ingin meluruskan kesalahpahaman mereka terhadap dirinya, toh dia belum mengetahui maksud dari pria misterius itu.
Tuan Neraka menatapnya dan berkata. "Makanlah perlahan. Masih ada yang lain jika makanan itu belum cukup."
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
Ketika pria itu berbicara, Xia yu langsung tersedak karena kaget. Makanan yang ada di tenggorokkan-nya tidak naik dan tidak turun. Wjahnya yang putih bersih menjadi merah karena tersedak.
Saat melihatnya seperti itu, Tuan Neraka mengerutkan alisnya. Dia melihat Xia yu memukul dadanya dengan perlahan sambil menuangkan segelas air. Dia bergegas meneguk air untuk melegakan tenggorokannya. Setelah Xia yu berhasil mengatur nafasnya, dia menatap Tuan Neraka dengan tatapan kosong.
"Ada apa?" Tanya Tuan Neraka.
'Bocah ini benar-benar aneh!' Sambung Yuan ZHu-Ming dalam hatinya.
Kedua mata birunya yang jernih melirik beberapa kultivator pengawal yang memandangnya dengan wajah terkejut. Dia mengerutkan alisnya ketika menatap mereka.
"Kenapa kalian berdiri di sana sambil bengong? Cepat keluar!" Bentak Yuan Zhu-Ming pada para pengawalnya.
"Baik, Tuan!"
Para Kultivator itu segera menjawab. Ketika mereka pergi dari tempat itu, mereka melirik sosok berpakaian merah yang ada di sana. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang istimewa dari pemuda itu, sehingga Tuan Neraka berbicara kepadanya dengan lembut.
Setelah Xia yu menatap Tuan Neraka selama beberapa saat, dia mengabaikannya dan lanjut makan. Cara makannya menjadi lebih lambat kali ini. Kedua matanya yang setengah terpejam terlihat kebingungan. Terlihat seperti sedang berpikir.
'Kenapa semakin mendengarnya bicara, aku semakin mengenali suara itu? Dimana aku pernah mendengar suara orang ini sebelumnya?' Pikir Xia yu.
Malam pun tiba. Kapal terbang berhenti di sebidang tanah yang datar. Tuan Neraka turun dari kapak terbang, Xia yu mengikutinya dari belakang. Tapi beberapa saat kemudian, kedua mata Xia yu di tutup oleh kain.
Xia yu dipimpin oleh mereka untuk berjalan. Yang dia tahu bahwa itu adalah rute yang panjang dan berliku. Dia mendengarkan beberapa orang dengan hormat menyambut kembalinya Tuan Neraka yang agung.
"Biarkan dia ganti pakaian. Lalu bawa dia ke menara medis."
Setelah suara Tuan Neraka terdengar oleh Xia yu, dia dibawa pergi oleh beberapa orang. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan. Salah satu Kultivator membuka kain hitam yang menutupi mata Xia yu. Pada saat yang sama, dia melemparkan satu setelan jubah abu-abu padanya.
"Cepat ganti pakaian! Setelah itu, ikuti aku!"
Kultivator itu tetap berdiri di dalam ruangan yntuk mengawasinya. Hal itu membuat Xia yu menatapnya dengan tajam sambil berkata.
"Kalau begitu, keluarlah! Bagaimana aku bisa ganti pakaian kalau kamu menatapku seperti itu?!"
"Kita berdua kan sama-sama laki-laki. Apa yang tak boleh aku lihat? Cepatlah! Berhenti mengoceh!"
**tbc