
Xia yu menaiki kereta yang telah di sediakan oleh raja liu. dia hanya membawa satu peti pakaian nya. fang yin juga membawa satu kendi berisi minyak dan juga satu kotak kecil yang berisi barang berharga xia wei. raja liu melirik satu barang yang di pegang oleh xia yu dengan erat. itu adalah kotak yang telah dia ketahui isi nya saat xia yu tidak ada di kediaman nya.
raja liu dan xia yu menaiki kereta yang sama karena raja liu memang hanya membawa satu kereta. dalam perjalanan xia yu tidak bisa menahan rasa kantuk nya. dia memejamkan mata nya begitu saja jika dia merasa kantuk. tidak peduli dimana dia berada di saat itu juga dia akan tidur. inti nya xia yu bisa tidur dimana saja.
sedangkan raja liu mengangkat satu alis nya saat melihat xia yu yang tidur bersandar ke sisi kereta. dia menyilang kan tangan nya di bawah dada mencari kenyamanan dengan gaya tidur nya. bibir raja liu terangkat melihat tingkah tidur xia yu yang waspada.
perjalan dari tempat pengasingan ke kerajaan xing membutuh waktu cukup lama sekitar tiga jam mereka akan tiba di ibu kota xing rui dan sekitar dua puluh menit mereka tiba di kediaman raja Liu xingsheng.
qiu dan sing memberhentikan kereta di depan pintu besar yang di jaga oleh dua pengawal, kedua pengawal itu membuka pintu besar yang mereka jaga saat melihat kereta raja liu.
qiu dan sing kembali menjalan kan kereta nya dan melewati kedua pengawal itu untuk memasuki kediaman raja liu. kereta itu berhenti didepan paviliun besar berwarna coklat raja liu mengulurkan tangannya untuk membangunkan xia yu.
"xia wei..." lirih raja liu membangunkan xia yu dengan suara rendah. xia yu pun membuka mata saat mendengar panggilan pria di hadapan nya.
"hoaahh...." xia yu menguap tanda dia bangun dengan menutup mulut nya.
"kita sudah sampai, turun lah" ujar raja liu memberitahu xia yu. kemudian dia turun dari kereta lebih dulu.
xia yu pun turun dari kereta membuat semua pelayan dan pengawal yang berada di kediaman raja liu terperangah kaget melihat siapa yang turun dari kereta. sedangkan xia yu malah mengacuhkan tatapan mereka. dia lebih memilih melihat apa yang ada di depan mata nya.
'Ooh.... ini kediaman si liu liu...! pantas saja dia sangat arogan ternyata dia kaya' batin xia yu. (ya iya atuh xia yu kan namanya juga raja.
"qiu...sing... antar kan permaisuri ke paviliun Lanhua..'' ujar raja liu memerintah kan qiu dan sing.
saat raja liu memanggil nama xia yu permaisuri para pelayan melihat ke arah raja liu yang hanya seperdetik lalu menunduk kembali. 'paviliun anggrek..?' batin semua orang.
"baik yang mulia" jawab qiu dan sing serempak.
"pergi lah bersama mereka, dan istirahat lah di sana." ujar raja liu pada xia yu dengan penuh perhatian.
ucapan raja liu kembali membuat semua orang terkejut dengan sikap raja nya yang sangat perhatian pada xia yu.
"hm...." jawab xia yu dengan deheman saja
"permaisuri silahkan lewat sini.." ujar sing kepada xia yu dengan hormat.
'sikap yang mulia sekarang berubah kepada permaisuri, sebenar nya apa yang terjadi pada yang mulia..?' ujar sing dalam hati.
"permaisuri kita akan ke paviliun Lanhua apa anda tidak senang.?" tanya qiu kembali karena xia yu diam tak menjawab.
'huh dasar permaisuri arogan sombong' batin qiu menggerutu karena xia yu tak memperdulikan pertanyaan nya.
xia yu mengikuti arah yang di tunjukan oleh sing tidak butuh waktu lama untuk sampai di paviliun lanhua. xia yu melihat paviliun itu lumayan besar. bernuansa coklat dan tirai putih bergelantungan. di halaman paviliun lanhua xia yu melihat pohon besar yang tidak berbunga atau berdaun, pohon itu kering seperti telah mati. pohon itu adalah pohon sakura. xia yu paling tidak suka melihat tanaman yang tak terawat dia mengambil air dari kolam yang tidak jauh dari pohon itu. lalu kembali dan menyiramkan air yang dia ambil ke pohon mati itu.
setelah air itu menyerap kedalam tanah yang di bawah tanah nya adalah akar pohon itu. tidak berapa lama kulit pohon yang tadi nya kering kini terlihat segar. batang pohon itu kini lebih lembab seperti orang yang tengah dehidrasi terus di kasih minum alhasil orang itu aka merasa lega sama seperti yang di rasakan pohon itu. sentuhan kelembutan dan ketulusan dari tangan xia yu dapat di rasakan oleh pohon itu. xia yu seperti dewi kehidupan telah membangkitkan nya.
****tbc**