The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
211. Tantangan dari Gadis buruan semua pemburu hadiah..



***


"Hum.. Jadi kalian berasal dari pasar gelap?" Gumam Xia yu pelan. Dia menatap dingin pada kelima mayat itu, lalu melanjutkan gumaman-nya. "Sepertinya, aku akan berurusan lagi dengan pasar gelap. Cih.. Menyebalkan!"


Xia yu mendengus kesal, dia pun mengeluarkan sebotol cairan dari Gelang spasialnya, kemudian menuangkan cairan itu pada kelima mayat yang tergeletak di halaman rumahnya. Semua tubuh mayat itu mengeluarkan asap tipis, bau hangus seperti terbakar pun tercium, kelima mayat prajurit bayaran itu melebur menjadi serpihan debu, dan semua debu itu menghilang terbawa angin, bahkan pakaian mereka juga juga terbakar menjadi debu.


Cairan yang Xia yu tuangkan pada kelima mayat itu, adalah racun mematikan tingkat satu yang di buatannya. Xia yu menamai cairan racunnya dengan bahasa Inggris, yaitu, Devil's Liquid (Cairan setan). Cairan itu dapat meleburkan jasad utuh dalam beberapa menit, dengan cara itu dia menghilangkan jejak pertarungan ketika mendapat serangan di kehidupannya yang lalu.


Menjadi seorang Alchemist bukanlah yang hal mudah, kejeniusan yang di milikinya dapat menimbulkan keserakahan bagi orang yang ingin memanfaatkan bakatnya, maka dari itu dia harus memiliki kemampuan beladiri yang tinggi untuk melindungi dirinya, saat berhadapan dengan bahaya.


Maklum obat buatannya selalu mengundang para mafia dan direktur rumah sakit yang ingin memiliki obat atau racun buatannya dengan cara apapun. Di kehidupan yang lalu, Xia yu memiliki laboratorium pribadi. Hal itu menguntungkan dirinya, dia bisa melakukan apapun di laboratorium nya, termasuk membuat racun.


Keputusan untuk tidak kembali ke ibukota kerajaan Bei, memang keputusan yang benar. Selama mereka berdua tinggal di kota B, setiap malamnya ada saja prajurit bayaran atau pembunuh yang datang ke tempatnya. Sayangnya semua prajurit bayaran itu tidak kembali ke dengan selamat, kehidupan mereka terputus setelah menerima sayembara yang tertera di papan pengumuman pasar gelap.


Selama sepuluh hari penuh, prajurit dari pasar gelap tidak henti-hentinya datang ke rumah kecil itu, setiap malam Xia yu selalu memberikan obat tidur pada kakaknya ketika makan malam, dengan begitu kakaknya tidak perlu ikut andil dalam membasmi tikus-tikus yang membuatnya jijik itu.


Xia yu merasa sangat bosan dan kesal dengan ulah mereka, malam ini dia memutuskan untuk datang ke pasar gelap. Dia ingin bertemu dengan orang yang telah memasang pengumuman pembunuhan untuk dirinya, entah apa yang akan terjadi pada orang yang telah dengan beraninya memasang sayembara itu.


...


Pasar Gelap, Serikat prajurit bayaran...


Terlihat seorang Gadis berpakaian serba merah datang ke Pasar Gelap, dia datang ke pasar gelap dengan aura yang begitu mencolok. Gadis itu terlihat begitu mempesona sekaligus liar, tapi dia juga terlihat begitu misterius dengan tudung wajah yang menutupi bagian atas tubuhnya (kepala, wajah, hingga bagian dadanya).


Dia berjalan dengan anggun, melewati beberapa pasang mata yang menatapnya dengan berbagai pertanyaan di kepalanya. Mereka penasaran akan sosok merah yang penampilannya terlihat begitu familiar.


Terdengar keriuhan dari arah papan pengumuman. Gadis berpakaian merah itu pun melangkah maju menghampiri keriuhan.


"Bagaimana bisa, peringkat gadis di lukisan itu melonjak hingga tingkatan ketiga dari lima terbesar? Bahkan hadiahnya mencapai lima ratus ribu!"


"Sepertinya kamu baru saja kembali, dan pastinya kamu tidak tahu. Kalau semua prajurit bayaran yang menginginkan hadiah ini, telah menghilang dari dunia ini."


"Kenapa begitu?"


"Karena tidak ada prajurit bayaran yang bisa kembali hidup-hidup setelah mengambil misi itu. Hanya dalam kurun waktu sepuluh hari, banyak prajurit bayaran yang kehilangan nyawa, dikalahkan oleh gadis di lukisan itu. Bahkan sekarang orang-orang disini tidak berani mengambil misi itu."


Dari jarak tiga meter, Xia yu mempelajari berbagai sayembara dan hadiah yang di tawarkan oleh Serikat Prajurit Bayaran. Bibirnya melengkung, menampilkan seulas senyuman tipis yang manis tapi bikin meringis, ketika dia mengetahui hadiah yang di tawarkan. Xia yu tidak menyangka, jika hadiah yang di tawarkan untuk kepalanya menduduki peringkat ketiga tertinggi dari semua sayembara.


'Cih.. cih, benar-benar menyebalkan!' Gerutu Xia yu masih tenggelam dalam pemikirannya.


Kedua orang yang tadi berbincang di depan papan pengumuman, membalikan badan dan seketika terkejut saat melihat seorang gadis berpakaian merah cerah berdiri tepat di belakang mereka. Kedua orang itu saling pandang seolah melontarkan pertanyaan dalam sorot matanya. Belum lagi tubuh mereka berdua gemetar hebat ketakutan, merasakan aura yang kuat dari gadis berpakaian merah di hadapan mereka.


Mereka ingin sekali mengutarakan pertanyaan untuk gadis itu, namun, mereka hanya bisa melihat, tak berani untuk bertanya atau mendekat, sama halnya dengan yang lainnya.


Terlihat beberapa petugas dari Serikat Pasar Gelap berjalan mendekat ke arah mereka, dan bertanya dengan sopan kepada gadis berpakaian serba merah itu.


"Nona, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang petugas dengan suara gemetar.


Xia yu menatap petugas itu, lalu menjawabnya. "Bisakah aku bertemu dengan Ketua Serikat Prajurit Bayaran?"


Petugas itu sedikit terkejut, dan ragu-ragu untuk menjawab. Dari arah jauh datang petugas lainnya dan membisikkan sesuatu pada petugas yang bertanya pada gadis berpakaian merah. Tidak berapa lama, petugas itu memberikan Jawaban pada gadis itu.


"Tentu saja nona, mari.." Petugas itu mengarahkan lengannya mempersilahkan gadis berpakaian merah itu, sang gadis mengangguk dan mengikuti arahan mereka berdua.


Sosok berpakaian merah itu di bawa masuk ke dalam ruangan khusus, tempat para tamu dari kalangan atas yang ingin bertemu dengan pendiri Serikat prajurit bayaran.


Tidak berapa lama setelah gadis berpakaian merah itu masuk, keluarlah satu orang petugas berjalan ke papan pengumuman, petugas itu menurunkan satu lukisan gadis berpakaian serba merah lengkap dengan tudungnya.


Dari situlah orang-orang yang tadi penasaran dengan sosok merah itu langsung tersadar dan menyimpulkan, jika gadis berpakaian merah tadi adalah sosok gadis yang ada dalam lukisan. Seketika itu pula orang-orang yang berada di Serikat Prajurit Bayaran terkejut dan tercengang, tidak menduga jika gadis itu berani datang ke tempat yang memasang misi untuk membunuhnya.


Awalnya masih ada orang yang tertantang untuk mengambil misi itu, namun nyali mereka sedikit menciut ketika mengetahui beberapa kelompok prajurit bayaran yang mengambil misi itu menghilang tidak ada kabar, setelah memutuskan penyerangan saat itu juga.


Kini mereka melihat dengan mata mereka sendiri bagaimana penampilan sosok gadis yang ada di lukisan. Orang-orang di sana langsung bergidik ngeri ketika merasakan tekanan yang kuat berasal gadis itu. Di tambah lagi, keberaniannya yang dengan santainya mendatangi tempat yang memasang pengumuman untuk membunuhnya.


Sungguh dia bukan gadis biasa..!


*R**uangan VIP*..


Di dalam ruangan vip terdapat dua orang tengah duduk saling berhadapan dalam satu meja. Kedua orang itu adalah, Ketua Serikat Prajurit Bayaran yang biasa di panggil Laoban (bos), dan satu orang lainya adalah gadis berpakaian serba merah yang tidak lain adalah Xia yu.


Xia yu mengeluarkan satu peti berukuran lima puluh centi meter dengan kedalaman ukuran sepuluh centi, di dalamnya terdapat enam belas tael emas tertata rapi. Tael emas yang di keluarkan oleh Xia yu adalah ukuran kedua dari yang paling besar, berat satu taelnya kurang lebih tiga ratus gram.




(Gambar di atas hanya berperan sebagai ilustrasi)


Laoban sangat terkejut ketika melihat Xia yu mengeluarkan peti berisi emas itu, dia pun memberanikan diri untuk bertanya pada gadis di hadapannya.


"Maaf nona, bisakah anda beritahu saya, untuk apa semua tael emas besar ini?"


Xia yu pun menjawabnya dengan suara yang dingin terkesan menakutkan. Dia meminta Laoban menurunkan lukisannya dari papan pengumuman, dan dia juga meminta Laoban memberi pengumuman kepada seluruh orang yang berani bertarung dengannya. Jika mereka berhasil mengalahkannya, dengan senang hati Xia yu akan memberikan nyawanya dan semua tael emas itu kepada pemenangnya. Namun jika mereka kalah, tubuh mereka menjadi taruhannya.


Setelah mendengar jawaban Xia yu, Laoban kembali bergidik ketakutan. Dia tidak bisa menebak tingkat kultivasi gadis itu, entah apa yang akan terjadi pada orang yang berani mengambil tantangannya. Dia hanya bisa mendoakan orang yang mengambil tantangan gadis itu tidak kehilangan nyawa, tapi jika sampai terjadi, mungkin itu memang takdirnya. Dan gadis di hadapannya pasti akan mendapat julukan baru setelah pertunjukannya malam ini.


Dengan berat hati Laoban memerintahkan orang-orangnya melaksanakan permintaan yang di inginkan oleh Xia yu.


'Goong! Goong! Goong!'


Suara gong terdengar dari atas arena pertarungan, seorang petugas Serikat Prajurit Bayaran berdiri tepat di tengah arena. Dia membawa satu gulungan kertas yang di dalamnya terdapat lukisan Xia yu.


Petugas itu memberitahu semua orang yang ada di Serikat Prajurit Bayaran, bahwa gadis yang ada di dalam lukisan berada di sana, dan gadis itu memberikan tantangan kepada semua orang yang ada di sana.


"Barang siapa yang berani menerima tantangan gadis ini, maka dia dengan senang hati memberikan nyawa dan hadiah tambahan kepada orang itu, namun semua itu jika orang yang menerima tantangan berhasil mengalahkannya!"


Semua orang terkejut mendengar proklamasi petugas itu, mereka juga penasaran dengan kemampuan gadis itu.


Bagaimana tidak terkejut?


Seseorang yang tengah menjadi buruan para pemburu hadiah, dengan beraninya menantang mereka di sarang para pemburu. Berbagai pertanyaan pun terlontar dari orang-orang yang ada di sana.


"Berani sekali gadis itu?"


"Darimana asal gadis itu?"


"Kultivasi gadis itu, berada di tingkatan apa?"


Petugas Serikat Prajurit Bayaran kembali menyuarakan suaranya, dia bertanya ada semua orang. "Apakah ada yang berani menerima tantangan ini? Jika ada, silahkan maju ke depan arena."


Terlihat seorang pria dewasa yang berada di depan arena tersenyum lebar, dia merasa tertantang dengan permainan gadis itu. Dia pun melangkah maju dan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, kemudian berkata dengan suara yang kuat.


"Aku!"


Tatapan semua orang tertuju pada pemilik suara itu, mereka tahu jika pria itu salah satu petarung yang handal dalam misi pemburuan hadiah. Pria itu memiliki bekas luka yang panjang di wajahnya, dan dia sering di juluki dengan panggilan Codet!


Julukannya terdengar sedikit menggelikan, namun wajahnya terlihat sangat menakutkan, bahkan mengerikan.



(Visual pria codet itu)


Si Codet, baru saja menyelesaikan misinya. Dia sedang menikmati anggur merah kesukaannya, di tangannya terdapat satu kotak kayu yang terisi penuh dengan koin emas. Dia sangat tergiur dengan hadiah yang di tawarkan petugas itu, dan dia juga merasa tertantang untuk mengalahkan gadis itu. Di dalam hatinya ada keinginan kuat untuk memenangkan tantangan itu, dan dia tidak pandang bulu terhadap targetnya. Entah itu perempuan atau laki-laki, tua atau muda. Dia yakin bahwa dia pasti bisa memenangkan pertandingan itu.


Kira-kira, apa yang akan terjadi pada Si Codet?


****tbc


Maaf dua hari ini tidak up, pertama keyboard saya rusak, kedua saya sibuk kerja sampingan, ketiga saya susah mendapatkan imajinasi...


Terimakasih untuk semua reader yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita Xia yu, insyaallah author akan tetap up meski kelamaan up-nya. Dan pastinya, kisah Xia yu akan happy ending. Kedepannya akan ada bebagai konflik, mulai dari keluarga, kerajaan, asmara dan lainnya.


Jangan malas bersedekah ya..


Like, Vote dan Rate termasuk sedekah tidak terasa loh. Jadi jangan sungkan tekan logo jempolnya ya 👍, masukin favorit ❤️, kasih bintang lima kalo bisa ⭐⭐⭐⭐⭐.. Jangan lupa untuk terus dukung author lewat kolom komentar 💬 ... Terimakasih 🙏😘😘😘**