The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
217. Dia lagi..



***


Di dalam perjalanan menuju perbatasan kerajaan Xing, lebih tepatnya di area hutan bambu. Terlihat beberapa orang menghadang laju kuda yang di tumpangi oleh kedua gadis muda, yang berniat untuk kembali ke kerajaan Bei.


'Haish.. Dia Lagi? Kenapa laki-laki ini tidak bisa berhenti mengejar ku sih? Membuatku kesal saja..'


Gerutu Xia yu ketika mengenali seseorang yang sedang berdiri di tengah jalan, laki-laki itu di temani beberapa orang yang memakai pakaian yang sama, mereka berdiri dengan sejajar, layaknya kelompok bandit ketika menghadang jalan target buruannya.


Seketika Xia yu dan Fang yin menghentikan kudanya, dan Xia yu menatap malas kepada laki-laki yang sedang memberi perintah pada pengawalnya. Setelah di beri perintah pengawal itu berjalan ke arah Xia yu dan Fang yin, lalu menyampaikan pesan yang di berikan oleh tuannya untuk Xia yu.


"Maaf Nona Jing.. Raja Liu memerintahkan saya menyampaikan pesannya." Ucap pengawal yang bernama Qiu setelah sampai di hadapan Xia yu.


"Apa yang di inginkan oleh tuan mu?" Meski kesal, Xia yu tetap bertanya apa yang di inginkan oleh orang-orang yang berhubungan dengan masa lalu pemilik tubuhnya.


"Raja Liu meminta anda ikut bersamanya ke sebuah tempat." Jawab Qiu singkat.


"Kenapa aku harus mengikuti keinginan tuan mu?" Alih-alih menyanggupi permintaan itu, Xia yu malah kembali bertanya.


"Saya tidak tahu! Raja Liu hanya berkata, jika anda tidak mau ikut dengannya, dia akan membawa anda secara paksa, dengan memerintahkan semua pengawal yang ada di sana."


'Cih.. Si liu-liu pikir, aku akan takut dengan gertakkan seperti itu.' Gerutu Xia yu di dalam hatinya, lalu dia berkata.


"Kalau begitu, aku akan menolak untuk ikut dengan tuanmu. Kebetulan beberapa hari ini teman ku belum berlatih." Ujar Xia yu melirik ke arah Fang yin yang masih mengenakan pakaian pria. Gadis itu tersenyum seraya menganggukkan kepalanya pelan, kemudian Xia yu melanjutkan kembali perkataannya.


"Jika kalian dapat mengalahkannya! Aku akan dengan senang hati ikut bersama tuanmu. Jadi silahkan sampaikan pesan ini kepada tuanmu."


Qiu benar-benar terkejut ketika mendengar jawaban Xia yu, dia tidak pernah menduga jika Gadis di hadapannya berani menentang permintaan tuannya, di tambah dia memerintahkan semua pengawal raja Liu yang berada di tingkat Fighter, melawan temannya yang tidak kelihatan memiliki tingkatan kultivasi.


Mau tidak mau Qiu pergi dari hadapan Xia yu dan berlari ke arah tuannya, kemudian menyampaikan pesan dari gadis itu. Raja Liu pun terkejut dengan pesan yang di berikan Qiu, tapi dia tidak goyah, melainkan segera memerintah semua orangnya mendatangi kedua orang yang masih duduk manis di atas kuda yang mereka tumpangi.


Seketika semua orang yang tadi menghadang jalan langsung mengepung kedua gadis itu, namun bukan Xia yu namanya jika dia harus takut dengan ancaman. Dia malah tersenyum di balik cadarnya dan menyerahkan semua orang itu pada Fang yin, yang telah dia anggap saudara.


"Apa kamu sanggup?" Tanya Xia yu pada gadis di sampingnya, yang kini ketularan sikap dingin dan acuh darinya.


Senyum samar yang begitu misterius terlihat dari bibir Fang yin, kemudian dia menjawab Xia yu dengan anggukan kepalanya.


"Ingat, jangan buat mereka cidera terlalu parah! Jika masih ada yang membandel, buat mereka tidur saja.." Xia yu berpesan pada Fang yin untuk tidak melukai mereka, karena mereka tidak tahu apa-apa.


Xia yu memutar balikan kudanya, kemudian berkata sambil menepuk pundak Fang yin. "Ku serahkan semuanya padamu!"


"Mm.." Gumam Fang yin.


Setelah itu Xia yu keluar dari kepungan itu sembari menggiring kuda yang tadi di kenakan oleh Fang yin, dan menyaksikan pertarungan mereka dari jarak lima sampai tujuh meter. Para pengawal Raja Liu mulai menyerang Fang yin yang kini berada dalam kepungan mereka.


Pertama-tama mereka menyerang dengan tangan kosong, namun semua serangan mereka tidak sedikit pun mengenai gadis yang berpenampilan seperti pria itu. Dia seperti ular yang sangat licin untuk di pegang, begitu lincah dan cepat dalam menghindar dan menyerang balik.


Kemampuan beladiri Fang yin meningkat pesat, kini gerakan bela dirinya lebih lincah dan cepat dari orang-orang pada umumnya. Dia telah berhasil menumbangkan beberapa pengawal Raja Liu, bahkan salah satu pengawal pribadi Raja Liu juga sudah turun tangan.


Fang yin bergerak ke kiri dan kanan dengan gerakannya yang cepat, bahkan dia juga telah menguasai gerakan kayang. Hal itu di tunjukkan ketika dia berusaha menghindari tendangan yang di berikan oleh pengawal pribadi Raja Liu.


Selang beberapa saat kemudian, kini hanya tinggal beberapa orang saja yang masih berusaha mengalahkan teman dari gadis yang pernah menjadi istri dari tuannya.


Raja Liu tidak tahan melihat semua pengawalnya tergeletak di atas tanah setelah menyerang teman Xia yu. Mereka semua tidak sadarkan diri karena Fang yin menyerang titik saraf mereka tanpa sepengetahuan orang lain, terkecuali dirinya dan Xia yu yang mengajarkan jurus itu.


Tidur seperti itulah yang di maksud oleh Xia yu, dengan membuat mereka semua pingsan sama saja dia memberi kehidupan kedua bagai mereka. Karena kematian hanya untuk orang-orang yang berniat menyakitinya, bukan untuk mereka yang hanya menjalankan tugas, selama itu tidak bersangkutan dengan keselamatannya.


Kini tersisa Qiu yang masih berusaha mengalahkan Fang yin, wajah Raja Liu semakin suram, dia menganggap hubungan Xia yu dan Fang yin bukan sekedar teman. Karena hal itu dia mulai menghampiri Fang yin secara diam-diam dan mencoba menyerangnya tanpa sepengetahuan mereka. Tapi Raja Liu tidak tahu jika rencananya telah di ketahui oleh Xia yu.


Mengerti maksud dan tujuan Raja Liu, tentu saja Xia yu tidak senang. Dia pun segera menggunakan ilmu peringan tubuhnya dan melompat dari kudanya, kemudian menghadang serangan Raja liu yang di tujukan untuk Fang yin.


'Bugh!'


Kedua orang yang tadinya asik berkelahi, sontak saja terhenti ketika mendengar suara pukulan dari arah belakang.


Dan di arah belakang mereka terlihat seseorang sedang terduduk lemas, dengan tangan yang memegang perut bagian kirinya, dia merasakan sakit pada bagian itu. Semua orang yang masih sadar, seketika terkejut melihat hal itu, mata mereka terbelalak ketika mengetahui siapa yang terkena pukulan keras itu.


"Nona!"


"Xia yu!"


Fang yin dan Raja Liu memanggil Xia yu secara bersamaan, mereka berdua bergegas menghampiri Xia yu dengan wajah cemas. Sedangkan gadis yang di maksud sedang berusaha berdiri, dia merintih, merasakan sakit dibagian perut kirinya. Ternyata Raja Liu menyerang Fang yin dengan kekuatan dalamnya, hingga tendangannya itu memiliki tenaga yang kuat, bahkan tendangannya bisa menghancurkan sebuah meja.


**tbc