
***
Di dalam kamar, sekarang Xia yu sudah duduk di atas kursi. Tidak dipangkuan Tuan Neraka lagi. Dia menatap balutan perban putih yang melilit sebagian tangannya yang terluka. Sudut bibirnya berkedut. Dia memiringkan kepalanya ketika melihat Tuan Neraka dalam jarak yang sangat dekat. Pria itu yang sedang melilit bagian luka yang belum tertutup.
Tiba-tiba, Xia yu merasa kalau dia bukan hanya sekali atau dua kali bertemu dengan orang yang memiliki pahatan wajah itu. Dalam pikirannya dia membayangkan di wajah Tuan Neraka terdapat tali kain hitam yang menutup kedua matanya, dan juga jenggot lumayan lebat seperti yang di miliki paman berjenggot.
Kedua mata Xia yu tertutup ketika dia membayangkan semua hal yang menurutnya aneh. Dia terus menggali ingatannya. Mencoba mengingat dimana saja dan kapan dia pernah bertemu dengan orang seperti Tuan Neraka?
Aura dominan kuat yang dimiliki orang seperti itu tidak akan bisa Xia yu lupakan begitu saja. Dia pasti mengingatnya dan menyimpannya dalam ingatan jangka panjang. Hingga akhirnya dia dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah orang yang sama.
'Bangsawan buta, Lelaki cabul didalam goa, Lelaki misterius di hutan dan Paman Ling? Mereka semuanya adalah orang yang sama! Yang tidak lain adalah Kaisar Yuan Zhu-Ming atau Tuan Neraka.'
Tuan Neraka melihat apa yang sedang Xia yu lakukan. Gadis itu memiringkan kepala dengan sedikit menunduk. Kedua matanya tertutup dan alisnya merengut terlihat seperti menyatu. Tuan Neraka pun memiringkan kepalanya setelah dia selesai membebat tangan Xia yu. Kemudian, dia bertanya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, sampai membuatmu berpikir keras seperti itu?"
Ketika suara Tuan Neraka terdengar, Xia yu langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat wajah tampan Tuan Neraka tepat di depan wajahnya. Bahkan napas hangatnya menerpa wajah Xia yu, membuat rona merah di pipi gadis itu kembali muncul. Tanpa sadar dia mendorong tubuh Tuan Neraka.
"Tuan!" Pekik Xia yu terkejut. Dia langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Tuan Neraka. Namun Tuan Neraka malah menarik tangan Xia yu yang tidak terluka dan membuatnya kembali duduk diatas pangkuannya. Tangannya memeluk dengan posesif pinggang Xia yu.
"Berani sekali kamu mendorongku!" Tuan Neraka memandang Xia yu dan suaranya terdengar tajam.
"Apa yang sedang kamu pikirkan sampai melamun seperti itu? Jangan bilang kalau kamu sedang merencanakan sesuatu untuk melarikan diri dari tempat ini!" Tanya penuh selidik Tuan Neraka.
"Tidak! Bukan itu yang aku pikirkan." Sanggah Xia yu memang tidak memikirkan hal yang dituduhkan oleh Tuan Neraka.
"Lantas apa yang kamu pikirkan?"
"Aku sedang memikirkan kamu Tuan." Jawab Xia yu dengan jujur. Dia tersenyum lebar mengusir rasa gugup dan tertekan.
Tuan Neraka melihat kedua mata Xia yu yang melengkung seperti bulan sabit ketika dia tersenyum. Aroma tanaman obat dari tubuh Xia yu juga tercium olehnya. Dia adalah satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak dia benci.
Tiba-tiba, kedua mata Tuan Neraka berubah menjadi tajam secara perlahan. Tenggorokkan-nya terus menelan ludah ketika ada api asmara yang bergejolak dalam dirinya. Tuan Neraka tidak pernah menyimpan perasaan apapun untuk orang lain. Namun entah kenapa, dia merasa memiliki hasrat yang sulit dijelaskan untuk Xia yu. Sepertinya dia mulai paham bagaimana rasanya ketika jantungnya berdebar..
Xia yu melihat Tuan Neraka tidak berniat melepaskan dekapannya. Tatapan Xia yu berubah. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman licik yang disertai dengan hinaan. Dia pun bertanya.
"Tuan Neraka, apa yang kamu rasakan ketika memeluk aku seperti ini? Tidak baik loh, Saat ini aku sedang berperan sebagai pria."
Tatapan Tuan Neraka tertuju pada bibir lembut yang sedang tersenyum licik. Jantungnya berdetak dengan cepat. Dia melirik wajah Xia yu yang terlihat menggoda meskipun tanpa riasan, bahkan menurutnya lebih menggoda dibandingkan dengan kedua gadis cantik tadi.
Bukannya melepaskan gadis itu, Tuan Neraka malah membalas senyum licik Xia dengan senyum evilnya. Dan ketika dia berbicara, suaranya terdengar pelan dan agak serak. Terdengar sangat sensual.
"Sepertinya aku tidak bisa melepaskan mu malam ini. Bagaimana kalau kita melakukan..." Tuan Neraka berbicara sambil menggoda Xia yu dengan mendekati wajahnya, terkesan seperti ingin menciumnya.
"Tidak! Aku tidak mau!" Xia yu langsung memotong ucapan Tuan Neraka.
Buulu kuduk Xia yu berdiri ketika mendengar ucapan dan tingkah Tuan Neraka. Awalnya dia ingin mengolok-ngolok Tuan Neraka, tapi dia malah terjebak dengan olokan-nya sendiri.
Ketika melihat wajah tampan itu mendekatinya. Seluruh tubuh Xia yu memberontak ingin melepaskan diri dari dekapan Tuan Neraka. Dia berteriak lalu mendorong tubuh pria itu dan melompat. Dia segera menjauh dari Tuan Neraka sambil memandangnya dengan waspada. Wajah Xia yu terlihat marah.
"Tuan Neraka! Aku tidak tertarik dengan pria sepertimu! Bahkan jika kamu mencari pasangan untuk dirusak, kamu tidak bisa merusak aku! Aku baru berusia tujuh belas tahun. Aku bagaikan sebuah bunga yang masih kuncup. Aku tidak mau dirusak olehmu!"
Xia yu berkata dengan suara yang cukup keras, namun masih dengan suara pria. Mengingat Tuan Neraka adalah seorang pemimpin dari dua kerajaan. Pikiran Xia yu langsung tertuju pada raja-raja di kerjaan lain. Semua pemimpin yang pernah dia temui itu memiliki wanita lebih dari satu. Dia mengira jika pria dihadapannya itu adalah pemimpin kerajaan yang sama seperti mereka.
Di luar pintu, Bayangan Satu dan Serigala Abu-abu mengangguk setelah mendengarnya. Mereka salah paham mengenai akan ucapan Xia yu. Mereka berbicara dengan suara pelan.
"Benar! Apa bagusnya dia? Selain aneh dan licik, bocah itu tidak tampan sama sekali. Dia malah seperti para pria kurus yang ada di Menara Diatas Awan!" Serigala abu-abu, dia teringat pria-pria gay di Menara laknat itu.
"Jika Tuan benar-benar tertarik pada bocah itu, bukan berarti Tuan bisa merusaknya! Justru kesucian Tuan yang akan di rusak bocah itu!" Sambung Bayangan Satu.
Sedangkan di dalam kamar, Tuan Neraka melihat raut wajah Xia yu yang sedang terkejut. Hatinya yang goyah sedikit demi sedikit menjadi tak bisa dia tahan. Dia berdiri dan berjalan menghampiri Xia yu yang tidak menyadari bahwa dirinya membelakangi tempat tidur.
"Apa yang kamu pikirkan Nona? Aku tidak memiliki niat seperti itu." Ucapnya dengan seringai licik. Tatapan Tuan Neraka seperti seekor Serigala yang siap menerkam kelinci putih yang ketakutan.
Apakah Xia yu akan mempercayai kata-kata Tuan Neraka? Hm.. Tentu saja tidak!
Xia yu melangkah mundur untuk menghindari pria itu. Namun, sayangnya dia malah terjatuh ke atas tempat tidur.
"Nona, sepertinya kamu sudah tidak sabar ya.." Tuan Neraka menyeringai melihat Xia yu terjatuh. Dia bahkan mengejeknya.
"NONA?" Ucap pelan Bayangan Satu dan Serigala Abu-abu secara bersamaan. Mereka terkejut ketika kedua kalinya mendengar Tuan Neraka memanggil Xia yu dengan sebutan Nona.
Kembali ke dalam kamar.
Saat ini, Xia yu berada dalam posisi terpojok. Dia terbaring diatas tempat tidur Tuan Neraka. Dia segera bangun ketika melihat pria berparas tampan itu berjalan kearahnya. Tubuh Xia yu begitu tegang, raut wajahnya yang biasanya tegas tanpa rasa takut sedikitpun hilang begitu saja. Dia yang saat ini terlihat seperti seorang gadis lemah pada umumnya.
"Berhenti disana!"
Teriak Xia yu dengan suara khas perempuan. Kembali mengejutkan dua pria yang menguping di luar pintu. Namun teriakan Xia yu tidak di gubris oleh Tuan Neraka.
Tuan Neraka terus melangkah kearah tempat tidur. Rambutnya yang panjang dengan pakaian hitam terlihat begitu tampan dan gagah. Namun semua itu tidak membuat Xia yu luluh. Gadis itu malah semakin menjauhkan tubuhnya dari jangkauan Tuan Neraka.
"Tuan, saya mohon berhenti di sana!"
Ucap Xia yu mulai panik. Dia tidak tahu pria seperti apa dihadapannya itu. Yang dia pikirkan seorang pemimpin selalu ingin bermain sesukanya. Dan seorang pria dewasa memiliki nafsu birahi yang lebih besar.
"Aaaa!"
Dan jeritan Xia yu pun terdengar. Sialnya usaha gadis itu untuk menjauh tidak membuahkan hasil. Karena Tuan Neraka menarik kaki Xia yu hingga membuatnya kembali terkapar diatas kasur.
Bagian kerah pakaian Xia yu tertarik keatas dan terjatuh kesamping karena Tuan Neraka yang menarik kakinya tadi, sehingga menampakkan pundak dan leher putih Xia yu. Tuan Neraka menelan saliva melihat tubuh mulus Xia yu.
"Tuan, saya mohon jangan seperti ini.." Lirih Xia yu terdengar memilukan. Bahkan di kedua sudut matanya terdapat butiran bening yang mulai mengalir membasahi pipinya.
"Kenapa? Kau takut? Aku bahkan belum memulainya," Ucap Tuan Neraka dengan lirih, dia terus menerus menggoda Xia yu. Dia menarik tubuh Xia yu kebawah tubuhnya dan mendekatkan wajahnya kearah wajah Xia yu. Tapi gadis itu memalingkan wajahnya hingga seperti dibawah ini..👇
...
Dan Eng Ing Eeng..
****tbc
Baper-baper dah.. Haha..
(Gambar diatas hanya ilustrasi, tidak bermaksud memplagiat. Hanya untuk menambah keseruan dalam berhalu**..)