
***
Di dalam sebuah ruangan yang besar dan megah. terdapat sosok lelaki paruh baya yang tengah mengamuk. lelaki itu melempar semua barang yang ada di dalam ruangan.
..bang..
..prang..
..prakk..
suara barang-barang yang di banting ke lantai. lelaki itu adalah tuan Li zhu yang tengah murka setelah mendengar kabar buruk dari bawahannya.
"sialan.!!" umpatnya di sela membanting barang-barang itu.
pengawalnya yang tadi memberitahu kabar buruk itu, mendatanginya dengan tergesa-gesa. takut tuannya melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.
"tuan,.. tuan hentikan.! jika anda seperti ini, anda bisa melukai diri Anda sendiri, saya mohon hentikan tuan." lirih pengawal itu mencemaskan tuannya.
bukannya berhenti tuan li zhu malah memukul pengawal itu.
..Brugh!..
"beritahu aku siapa orang yang berani membawa kedua tahanan ku?!" tanyanya penuh penekanan.
"ha.. hamba tidak tahu tuan. mohon bersabar tuan, hamba telah menyuruh bawahan hamba untuk mencari para pelayan yang menghilang dari pengasingan." jawab pengawal itu dengan rasa takut.
"tadi kau bilang jika semua penjaga di sana mati dengan luka cakar di sekujur tubuhnya.?" tanya tuan Li zhu.
"benar tuan.."
tuan Li zhu mengerutkan kedua alis nya dan menampakan wajah yang terlihat bingung bercampur dengan marah.
"siapkan kereta.. aku ingin melihat semua jasad itu.!"
"baik tuan.."
pengawal itu pun pergi keluar dari ruangan tuan Li zhu dan memberitahu bawahannya untuk mempersiapkan kereta.
kereta megah yang selalu dinaiki oleh tuan nya telah siap. pengawal pribadinya memberitahu tuan Li zhu bahwa keretanya telah siap.
mereka pun pergi ke arah bukit tempat pengasingan tuan Li Wei dan li zyan. sebelum pergi, tuan Li zhu telah mengirim surat kepada para alchemist golongan hitam, dengan bantuan burung gagak hitam yang bertugas untuk mengirim surat.
di dalam surat itu tertulis bahwa tuan Li zhu menyuruh mereka untuk berkumpul di tempat pengasingan.
setibanya di sana dia dikejutkan dengan belasan para penjaga yang berjajar rapi di dalam halaman pengasingan. semua tubuh penjaga itu ditutupi oleh kain putih. terdapat bercak darah di atas kain putih itu.
bercak darah itu berasal dari luka yang mereka dapatkan dari cakaran kuku hei tian saat menjelma menjadi seekor macan.
para penjaga lainnya yang sudah berdatangan bersama tuan Li zhu bergidik ngeri menatap jasad-jasad penjaga itu. bahkan bulu kuduk mereka berdiri, membayangkan jika mereka ada dalam situasi seperti jasad-jasad itu.
"mengerikan.!" gumam mereka menatap ngeri dan menelan Saliva mereka dengan kasar.
"hewan buas apa yang telah menyerang pengasingan ini.?" tanya mereka dalam bisiknya.
gumaman itu sama halnya dengan yang diutarakan oleh tuan Li zhu. namun diutarakan di dalam hatinya agar kecemasannya tidak terlihat.
tuan Li zhu pergi ke ruangan yang selalu di tempati nya saat berkunjung ke tempat itu. beberapa hari yang lalu dia baru saja menyuruh anak buah nya untuk menyiksa kedua tahanannya.
dia sangat menyukai kesengsaraan saat menyaksikan penyiksaan anak dan cucu dari kakak kandungnya itu. selama hidupnya dia selalu iri dengan kecerdasan dan penghormatan yang di miliki kakaknya.
sekitar satu jam kemudian. pengawal yang di suruh mencari para pelayan pun tiba dengan dua wanita yang bisa dipastikan adalah salah satu dari pelayan yang menghilang dari tempat itu.
wanita itu adalah ketua pelayan. dia di temukan oleh pengawal itu saat dia akan menaiki kendaraan yang akan membawanya ke sebrang.
kedua tangan wanita itu terikat dengan tali yang terbuat dari akar pohon yang telah di bentuk menjadi sebuah tambang kecil.
wanita itu terjatuh di hadapan tuan Li zhu dan pengawal pribadinya. ya, wanita itu terjatuh karena dia di dorong oleh tangan kasar si pengawal yang menangkapnya.
"salam hormat pada yang mulia.." lirih pria itu memberi hormat pada tuannya. jika di tempat ini tuan Li zhu di panggil yang mulia karena dia adalah ketua dari alchemist golongan hitam.
"siapa dia?" tanya tuan Li zhu mengacuhkan salam hormat pekerjanya.
"dia adalah pelayan yang bekerja di pengasingan ini tuan. saya menemukannya saat dia akan pergi bersama orang-orang yang akan pergi ke desa sebrang." jelas pria itu.
"bicaralah..!" perintah tuan Li zhu.
wanita itu diam tak mengeluarkan satu patah kata pun, dia bungkam seribu bahasa. untungnya dia tidak memiliki keluarga yang bisa menjadi ancamannya.
..Bugh!..
pukulan telak mengenai punggung wanita itu dengan sangat keras. pria di belakangnya mengangkat pedang yang masih memakai sarungnya untuk memukul wanita itu.
"jawab jalan*.!" bentak si pria agar wanita itu menjawab perintah tuannya.
"s..sa..saya tidak tahu apa-apa tuan.!" jawab wanita itu dengan gelagapnya bersikeras tidak menjawab tuannya.
"ternyata kau ingin mendapatkan hukuman yang lebih berat rupanya." cibir pengawal pribadi tuan Li zhu. dia pun mengisyaratkan agar bawahannya memberi hukuman yang lebih dari sekedar pukulan.
'dasar dewa iblis.!' umpat wanita itu dalam hati. dia bersikeras tak mau menjawab pertanyaan tuan li zhu atau para pengawalnya.
kenapa wanita itu bersikeras tak mau menjawab mereka.?
itu karena dia adalah salah satu pelayan yang setia pada tuan li yue. namun di kediaman klan li tidak ada yang mengetahuinya jika dirinya berpihak pada tuan li yue. hanya dia dan saudaranya yang kini telah mendapat kehidupan kedua dari gadis yang membawa tuannya. wanita itu adalah saudara dari bibi may.
dia selalu di panggil bibi ying, kini tubuh bibi ying telah di penuhi dengan luka lebam ada pula yang sampai berdarah. dia tak sadarkan diri karena bersikeras membungkam mulutnya sendiri.
alih-alih memberitahu tuan li zhu, dia lebih memilih untuk mati dari pada memberitahu siapa yang membawa tuan li wei dan tuan muda li zyan nya. dia bersumpah akan mempertaruhkan nyawanya agar mereka selamat.
tuan Li zhu berdecak kesal kepada wanita di hadapannya yang terus saja bungkam sedari tadi. tangannya mengepal menyalurkan kekuatan aura mistik dalam tubuhnya. dalam kepalan tangan itu terdapat aura kegelapan yang akan segera ia layangkan pada sosok wanita yang lemah tak berdaya di hadapannya.
..shash!..
..brugh!..
..argh!..
..ughk!..
tubuh wanita itu terlempar setelah mendapatkan serangan dari tuannya. wanita itu mengerang sakit di bagian dadanya kemudian dia memuntahkan darah segar dari mulutnya.
..hahaha..
bukannya menangis atau memohon. wanita itu malah tertawa dengan suara kerasnya, terbahak-bahak dengan rasa sakit yang sangat-sangat sakit seluruh tubuhnya.
semua orang terkejut dengan reaksinya setelah menerima serangan itu. mereka bingung dengan tingkahnya yang sangat jauh dari kata normal. seharusnya seseorang yang mendapatkan serangan seperti itu, akan memohon, menangis, atau bahkan tiada. namun wanita ini malah tertawa sampai terbahak-bahak disaat nyawanya diujung tanduk.
"dasar ibli*! seta*! bajinga*! tidak punya hati. manusia tidak berakhlak," bentak wanita itu di sela kesakitanya mengungkapkan seluruh kebenciannya terhadap tuan Li zhu.
semua orang mengangkat satu alis mereka. raut wajah kebingungan bercampur dengan kemarahan.
wanita itu menghapus jejak darah segar yang baru saja ia muntahkan. kemudian tatapannya menjadi tajam, bak pisau yang akan segera membunuh mereka dengan tatapannya itu.
"orang-orang di luar sana, mengira dirimu itu adalah seorang dewa. seorang dewa yang mampu menyelamatkan seribu nyawa dengan segala macam penyakit. namun, itu hanya kedok seorang ketua alchemist hitam. kau bukan lah manusia, kau adalah titisan ibli* dan seta*. suatu hari nanti kau akan mendapatkan balasan dari semua kejahatan yang telah kau lakukan." ucap bibi Ying.
selepas itu dia memakan sebuah pil yang di yakini jika itu adalah sebuah racun. di saat itu juga dia menyemburkan darah segar dari mulutnya dan hembusan nafas terakhir wanita itu pun terdengar oleh semua orang.
**tbc