The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
169. Flashback.off



***


Setelah kepergian Zi Hua, Long Wei pun tersadar dari lamunannya. dia kembali menyusul kepergian gadis itu.


sampai tiba di sebuah halaman, di sana ia melihat Zi Hua tengah bercengkrama dengan hewan-hewan. senyuman tulus nan canyik gadis itu menyapa semua makhluk hidup berdarah panas dan dingin.


melihat senyuman gadis itu, Long Wei kembali terpesona dengan kecantikan dan keramahan nya. hati nya bergetar dan menuntunnya bergerak mendekati Zi Hua.


sesampainya di sana Long Wei memperkenalkan dirinya. namun tak di tanggapi oleh Zi Hua.


meskipun tidak di tanggapi oleh Zi Hua, Long Wei tetap bersikeras mendekati gadis itu, dan akhirnya Zi Hua pun luluh. mereka pun menceritakan kisah hidup masing-masing. kini Zi Hua telah mengetahui jika Long Wei adalah seorang kaisar dari kerajaan kegelapan.


Beberapa bulan kemudian, Zi Hua dan Long Wei menjalin sebuah hubungan asmara yang berujung pada sebuah pernikahan.


Zi hua memberikan satu syarat pada Long wei jika dia bersikeras untuk menikahinya.


syarat nya berbunyi seperti ini,


"jika kamu ingin menikah dengan ku, maka berjanjilah engkau akan setia dan tidak menikah dengan gadis manapun sampai aku tiada. jika demikian syarat itu kau langgar, aku akan meninggalkan dunia ini agar kau bisa merasakan rasanya sakit hati." begitulah bunyi syarat yang di ajukan Zi hua.


Long wei meraih kedua tangan Zi hua dan menjawab persyaratan nya dengan anggukan kepala dan kata-kata yang dapat meyakinkan Zi hua. "aku berjanji akan setia dan tidak akan menduakan mu. jika hal itu aku rela kau hukum aku dengan kematian."


mereka mengikrarkan janji pernikahan di tahun itu. pernikahan mereka hanya di hadiri penghuni hutan kehidupan. bumi dan langit yang menjadi saksi dalam pernikahan mereka.


pada malam itu juga Long Wei mendapatkan kepuasan batin yang di luar biasa. dia membobol keperawanan Zi Hua. darah suci yang berasal dari gadis cantik yang polos, tak tersentuh oleh lelaki manapun. hal itu semakin membuatnya bahagia dan semakin mencintai Zi Hua.


Hari demi hari mereka jalani dengan damai. namun, kedamaian itu sirna tatkala Long Wei mendapatkan kabar tak mengenakan dari orang kepercayaannya. kabar itu dia dapatkan dari kemampuan telepati nya.


sebuah kabar akan keadaan kerajaan yang tengah di serang oleh kerjaan yang menjadi musuh bebuyutannya. kejadian itu terjadi saat musuhnya mengetahui jika sang kaisar Long Wei tidak ada di istana dalam beberapa bulan terakhir ini.


ternyata mereka mendapat informasi itu dari orang yang bersangkutan dengan istana kaisar Long Wei. penghianat kerajaan itu telah di tawan oleh orang kepercayaan Long Wei.


mendapat kabar seperti itu Long Wei bingung, antara ia harus pergi membawa istrinya Zi Hua ke istana atau meniggalkannya di hutan kehidupan. dia tahu jika istrinya tidak pernah keluar setelah kedatangan nya bersama ayahnya dulu.


"istri ku, keadaan istana ku sedang tidak baik. bagaimana jika engkau ikut bersama ku." lirih Long Wei merengek agar Zi H ua bersedia ikut dengan nya.


"aku tidak bisa pergi, aku tidak bisa meninggalkan mereka suamiku." jawab Zi Hua yang di sebut mereka adalah semua hewan yang tengah dia latih agar bisa menjadi penjaga hutan. "jika aku pergi, siapa yang akan melatih mereka. aku di tugaskan untuk berada di sini selama hidup ku." jawab Zi Hua dengan nada yang sedih karena tidak bisa ikut dengan suaminya.


"aku yakin mereka akan baik-baik saja. aku tak tega meninggalkan mu sendirian di hutan ini." ujar Long Weiyang tidak mengingat jika sebelum dirinya datang, Zi Hua adalah manusia satu-satunyad i hutan ini.


Zi Hua terkekeh mendengar rengekan suaminya. "tenang lah suami ku, aku akan baik-baik saja. bukan kah sebelum kau datang aku selalau sendiri, ingat lah mereka juga keluarga ku. kau pergilah dan kembali dengan selamat. jika kau tidak kembali dalam sat bulan aku akan menyusul mu dan mencari mu sampai aku berhasil menemukan mu." jelas Zi Hua dengan memegang kedua pipi Long Wei.


"apa kau akan benar-benar mencari ku jika aku tak kembali.?"


"ya aku akan mencari mu, jika aku tidak menemukan mu di istana mu. aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia, agar kau tahu bahwa aku sangat mencintai dan menyayangi." hibur Zi Hua.


"baiklah.. aku akan pergi." ucap Long Wei sembari memeluk tubuh kecil istrinya. "seminggu lagi aku akan kembali." sambungnya dalam balasan pelukan dari Zi Hua.


"aku akan selalu menunggu mu." lirih Zi Hua dalam pelukan suaminya Long Wei.


mereka pun melakukan rutinitas pasangan suami istri. tubuh Zi Huabagaikan candu bagi Long Wei, begitupun seballiknya.


Pagi harinya Long Wei pergi dari hutan kehidupan mengunakan kuda iblisnya. terdapat raut kesedihan dari wajah Zi Hua, dengan kepergian Long Wei. ia akan merasa kesepian.


hari demi hari berlalu, Zi Hua melakukan rutinitasnya seperti biasa. dia melatih hewan hewan itu dalam pelatihan kultivasi. agar mereka bisa berubah menjadi manusia. karena mereka di tugaskan untuk menjadi penjaga hutan kehidupan.


hari telah berganti minggu, bahkan berganti bulan. sosok yang selama ini Zi Hua rindukan tak kembali. muncul pertanyaan dalam benak nya.


"tidak terasa sudah satu bulan. kenapa suami ku tidak kembali? apa dia baik-baik saja? apa terjadi sesuatu pada nya? atau terjadi sesuatu pada kerajaannya? apa dia mendapat serangan saat perjalanan pulangnya?" sekiranya itu lah pertanyaan yang di utarakan oleh Zi Hua.


...


Karena merasa khawatir, Zi Hua keluar dari hutan kehidupan. menyusul kepergian suaminya ke kerajaan kegelapan. sebelum pergi, Zi hua telah memerintahakan Bai shizi untuk mengatur penjagaan hutan kehidupan. dan dia telah memerintahkan satu pasang hewan buas untuk menjaga pintu gerbang air terjun hutan kehidupan.


setelah itu Zi Hua pergi dengan kuda putihnya. perjalanan dari hutan kehidupan ke kerajaan kegelapan membutuhkan waktu selama satu hari satu malam baginya.


berbeda dengan manusia lainnya yang akan membutuh kan waktu perjalan selama dua hari dua malam. mungkin karena ia adalah ratu atau kemampuan kuda putih nya yang sangat cepat dala berlari.


Zi Hua tiba di kerajaan kegelapan pada malam hari. bahkan keadaan di sana sangat sunyi, mungkin karena semua orang tengah tertidur pulas.


Zi Hua menghentikan kudanya di sebuah penginapan yang buka 24 jam, kiranya. di sana ia memesan kamar dan memesan makanan. ia berniat untuk beristirahat sebelum dia bertemu dengan suaminya.


saat tengah asyik menunggu makanan, terdengar percakapan dari beberapa orang yang tengah membicarakan nama seseorang yang tak asing baginya.


"apa benar kaisar Long Wei menikahi putri perdana mentri?"


"aku dengar sih seperti itu," jawab temannya sembari menyeruput teh yang di pesannya. "sebulan yang lalu, kaisar long wei kembali bersama kuda iblisnya dan penghianat kerajaan telah di eksekusi beberapa hari yang lalu. tidak sangka penghianat kerajaan itu adalah paman kandung nya sendiri."


"cih.. penghianat sepertinya memang pantas di hukum mati.!"


"sudah-sudah lebih baik habiskan makanan ini dan pulang. karena hari esok kita akan makan enak di aula."


Percakapan itu terhenti dan mereka melanjukan kembali rutinitas makannya. beda hal nya dengan gadis di sebrang sana yang tengah terkejut dengan percakapan para pria di sebarang tempat duduknya.


saat itu juga hati nya merasakan sakit yang begitu perih, hati nya bagaikan di sayat-sayat oleh belati. bahkan perasaan itu lebih sakit saat di tinggal oleh kepergian ayahnya.


saat itu juga Zi Hua keluar dari kedai dan pergi ke arah kerajaan kegelapan. mengacuhkan penjaga kedai yang berteriak memamnggil namanya.


kini wajah cantik nya terlihat suram. bagaimana tidak, wajahnya tidak suram tatkala mendedngar kabar suaminya akan menikah dengan gadis lain.


apakah kepergian Long Wei saat itu berhubungan dengan pernikahannya besok pagi.?


Beberapa menit kemudian, Zi Hua tiba di dekat gerbang istana. ia ingin sekali menghilang dan muncul di hadapan suaminya. kemudian menanyakan kenapa dia tidak kembali dan kenapa ada kabar jika dirinya akan menikah.


Zi Hua tidak bisa berteleporatasi seperti Xia yu, karena dia berasal dari dunia itu. sedangkan Xia yu berasal dari dunia modern, bisa di bilang jika dirinya telah menembus ruang dan waktu.


terlihat beberapa pria dewasa berjaga di depan gerbang. mereka di tugaskan untuk menjaga pintu masuk istana kerajaan tuannya.


Zi Hua tidak masuk lewat pintu gerbang. ia memilih menyelinap masuk ke dalam kerajaan dengan cara melompati dinding pagar pembatas istana. sebelumnya Zi Hua mengikat tali kekang kuda putihnya di sebuah batang pohon tempat dia berhenti.


dia mengenakan topi jubah nya. ternyata jubah berwna hitam itu bisa membuat tubuhnya tak terlihat oleh makhluk hidup lainnya. sedangkan dirinya dapat memlihat dengan jelas mereka. jubah itu pemberian dari ayahnya, yang ia berikan sebelum beliau meninggal.


Zi Hua tiba di sebuah ruangan yang begitu terang dan terdapat hiasan khas pernikahan yang berwarna merah.


di dalam ruangan itu terdengar suara desahan khas dari dua orang dewasa yang tengah melakukan hubungan intim. desahan itu terdengar sangat erotis dan sangat menggairahkan membuat Zi Hua semakin menajamkan indra pendengarannya.


..DEG..


hati Zi Hua terasa lebih sakit tatkala mengenali salah satu suara desahan itu. ya, desahan itu milik suaminya.


dengan langkahnya yang getir, Zi Hua memberanikan diri untuk mendekati dua sosok yang tengah beraktivitas di atas tempat tidur. tempat tidur itu di tutupi dengan kain merah yang sedikit menerawang.


dengan kehati-hatian dia berjalan dan membuka sedikit kain merah yang menutupi tempat tidur itu. 'suamiku..!!' jerit Zi hua dalam hati saat melihat keintiman yang menyesakan hatinya itu.


merasa ada bebauan yang dia ketahui, kaisar Long wei berhenti dari rutinitasnya. dia berbalik dan mendapati tirai merah penutup nya terbuka. "ada apa sayang..?" lirih gadis yang berada di bawah rengkuhan tubuhnya yang tidak lain adalah istri baru nya.


rahang kaisar Long wei mengeras saat mendengar pertanyaan istri barunya yang mengganggu konsentrasinya. "diam lah..!!" bentaknya.


"aku kecewa pada mu..!!" lirih Zi hua sebelum meninggalkan ruangan itu. dia tidak kuasa menyaksikan penghianatan dari suaminya yang berjanji akan setia padanya dan tak akan pernah menikahi gadis lain nya.


mendapatkan penghianatan seperti itu. Zi hua memilih pergi, dan tak menoleh ke arah belakang tak memperdulikan celotehan suaminya yang kini sadar jika dirinya telah berhianat.


***


Zi hua sampai di hutan kehidupan dan langsung menemui semua hewan yang dia latih. dia memberitahukan pada mereka jika ini terakhir kalinya dia bertemu dengan mereka.


tent saja kabar itu mengejutkna semua hewan. mereka merasa sedih dan bingung kenapa ratu nya berbicara seakan-akan ia akan meninggal.


Zi hua memberikan tugas pada semua hewan penjaga untuk mulai berjaga malam ini juga. dia yakin bahwa semua hewan terlatih nya dapat menjalankan tugas yang dia berikan. setelah itu dia memberikan pelukan terakhir bagi mereka.


tangis haru kesedihan tak dapat mereka tahan. air mata yang hangat keluar dengan mulus dari kornea mata mereka, bahkan Bai shizi seperti anak yang takut kehilangan induk nya. dia menangis dengan histeris. tak ada yang menyangka bukan jika hewan berdarah panas itu dapat menangis seperti itu. Bai shizi saat itu masih berumur belasan tahun. dia adalah salah satu dari keturunan hewan yang abadi.


setelah melakukan pelukan perpisahan itu, Zi hua langsung pergi dari tempat itu dengan langkah nya yang pendek nya. melihat itu, bai shizia dapat menduga jika praduga nya memang benar. dia segera menaikan tubuh Zi hua yang dia anggap sebagai ibunya itu ke atas punggungnya. dia segera berlari dan membawa ratunya ke dalam goa.


setibanya di sana, zi hua turun dari punggung bai shizi, dan berjalan ke arah pusat spiritual yang berbentuk lingkaran itu. dia bermeditasi di dalam ruang rahasianya. ruangan yang berada di dalam goa dan di lapisi dengan mantra sihir yang di turunkan oleh leluhurnya tempat itu hanya bisa di masuki oleh penerus selanjutnya atau pemimpin baru. tempat itu ialah tempat yang kini Xia yu datangai.


setelah berhasil memasuki ruangan itu, tubuhnya mulai mendingin. bagaikan orang yang telah kehilangan nyawanya. peringatan yang dia jadikan syarat untuk suaminya itu berimbas pada dirinya. suaminya tidak bisa menjaga hati dan kesuciannya. dia menghianati dan melanggar syarat sekaligus peringatan yang di berikan Zi hua.


kenapa Zi hua memberikan syarat seperti itu?


itu karena dia mendapatkan sebuah peringatan dari ayahnya. bahwa seorang penerus/pemimpin tidak di perboleh kan untuk mendua atau di duakan. intinya, jika sang penerus melanggar peringatan, kematian lah yang dia dapatkan.


karena seorang pemimpin haruslah yang suci, baik hati, berwibawa, seseorang yang tidak melakukan kejahatan yang menyakiti hati pasangannya. jika melakukan kekerasan, itu berlaku hanya untuk orang yang melakukan kejahatan, tidak untuk orang baik. satu hal lagi. seorang pemimpin harus lah berbudi luhur, dan memiliki sifat keadilan sosial yang tinggi.


lingkaran pusat spiritual itu menggelap. entah apa yang terjad di dalam. bai shizi dan kuda putih zi hua berharap-barap cemas melihat hal itu.


Dalam lingkaran itu Zi hua mengucapkan permintaan terakhirnya pada sang pencipta yang di anutnya.


"Oh.. dewa, jika malam ini adalah malam terakhir ku. aku ingin membuat permintaan. tolong kabul kan permintaan ku dewa." lirih nya setelah membuat permintaan dalam hatinya, dia hanya ingin dewa saja yang mengetahui permintaan itu.


'jika aku bereinkarnasi, aku ingin tetap menjadi diriku sendiri. satu tahun, dua tahun atau bahkan seribu tahun. aku ingin reinkarnasi ku kembali ke tempat ini. tolong beri dia kemampuan dan ketulusan hati yang suci melebihi kesucian ku. dan aku mohon untuk jangan membawa roh ku bersamaan dengan raga ku. aku ingin melatih penerus hutan kehidupan selanjutnya. agar dia dapat melanjutkan tugas ku yang tak usai. aku cabut peringatan yang leluhur berikan pada ku. agar kelak sang penerus tak mendapatkan apa yang aku dapatkan jika ia di hianati oleh orang yang dia cintai. Tolong kabul kan permintaan ku dewa..' permintaan Zi hua dalam batinnya.


setelah itu tubuh nya menghilang dan menyisakan bayangan dirinya yang transparant. posisi tubuhny terduduk layaknya orang yang tengah bermeditasi. kedua matanya tertutup dengan tangan yang di letak kan pada masing-masingujung lututnya.


dia tidak merasakan apa-apa lagi. kini tubuhnya, layaknya seorang pertapa yang tengah bertapa dan aura sepiritual berkumpul di tubuhnya.


**Flashback_off


**tbc


maaf kyun autor ya. lima hari kemarin author sibuk kerja. tiap hari lembur, jadi ga ada waktu untuk menulis. apalah daya jika seorang aku hanya single parents yang berjuang mengais rejeki untuk menghidupi ketiga anak ku..


maaf jika satu eps ini tidak memuaskan kalian. terimakasih untuk semua reader yang telah setia membaca dari awal dan menunggu up cerita xia yu. semoga kalian tidak kecewa.. author akan tetap menyelesaikan novel ini koq. jadi tenang saja ya dan do'a kan authoragar selalu sehat.


salam sayang dari author buat kalian..😘**