
Situasi di dalam hutan kembali suram setelah xia yu keluar dari balik pohon kembar. burung yang tadi mengantar kan xia yu langsung menghampiri begitu saja setelah melihat nya keluar. burung itu penasaran kenapa gadis yang tidak memiliki kekuatan kulitifasi atau kemampuan alchemist bisa kenal dengan tuan nya.
"siapa kau sebenar nya..? kenapa kau bisa mengenal tuan li..?" tanya si burung tanpa basa-basi.
"siapa aku itu tidak ada hubungan nya dengan mu.. dan kau tidak usah ikut campur akan urusan orang lain." jawab xia yu acuh. dia berjalan melewati si burung yang masih tertegun akan jawaban xia yu.
"hey.. kau..!!" jerit si burung marah di tinggal kan oleh xia yu. dia pun terbang mengejar gadis yang selalu membuat nya kesal sejak pertama bertemu. "dasar tidak sopan.. kenapa kau meninggal kan aku dan tidak menjawab pertanyaan ku.?" lanjut nya terbang di hadapan xia yu.
"kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu..? memang nya kau layak memerintah ku..? kau saja masih di perintah oleh si pria keriput, dan untuk apa aku harus sopan pada mu..? ingat lah kau ini hanya seekor burung kecil, kau tidak berhak mempertanyakan kemampuan ku.. sampai kaman pun kau tidak akan pernah mengetahui tingkat kultifasi ku."jawab xia yu berhenti di tempat nya.
xia yu melontarkan banyak pertanyaan dan pernyataan pada si burung dengan intonasi nya yang sangat tegas dan dingin. dia juga menatap si burung dengan tatapan tajam membuat suasana hutan arwah semakin menyeramkan. bahkan si burung sampai ketakutan di buat nya.
"a..aku.. aku hanya ingin tahu seberapa kuat kemampuan tuan baru ku.." gagap si burung dengan nada ketakutan nya menjawab berbagai pertanyaan xia yu.
"tuan baru mu..? apa maksud mu aku tidak mengerti." ujar xia yu memang tidak mengerti maksud ucapan si burung.
"tuan li menyuruh ku untuk mengabdi kan diriku pada mu.. dan bukan maksud ku meragukan kemampuan mu tapi aku hanya bingung kenapa aku tidak bisa melihat tingkat kultifasi mu." jawab si burung.
"kau meragukan kemampuan ku.. memang nya kau sendiri memiliki kemampuan apa..?" tanya xia yu.
"heh.. kau tidak tahu saja jika aku ini bukan lah burung biasa.. tubuh kecil ku ini hanya lah penyamaran ku saja. jika aku memperlihat kan jati diri ku yang sebenar nya kau akan terkejut sampai kau tidak bisa bernafas." jawab si burung menyombongkan diri nya.
"oh.. jika kau sehebat itu.. tunjuk kan lah diri mu yang sebenar nya. baru aku akan percaya jika kau memang lah bukan burung biasa." ujar xia yu.
"baik.. aku akan memperlihat kan diri ku yang sebenar nya.. tapi aku akan menunjuk kan nya di dalam ruang dimensi mu.. aku tidak mau menarik perhatian para pemburu binatang sakral dan binatang sakral lain nya." jawab si burung.
"baik.. tapi.. ada satu hal yang bermasalah sekarang.." jawab xia yu membuat si burung penasaran.
"masalah apa..?" tanya si burung.
"masalah nya.. aku..mm...aku..belum mengerti cara masuk dan mengambil barang dari ruang dimensi gelang giok ini." jawab xia yu dengan polos nya memperlihat kan gelang giok putih itu dan membuat si burung terkejut dengan kepolosan xia yu.
.....ha..ha..ha..ha.. suara tawa si burung yang terbahak-bahak saat mengerti maksud ucapan xia yu. lain hal nya dengan xia yu yang merasakan malu akan kebodohan nya. bahkan sekarang rona si pipi nya sangat merah menahan rasa malu. jika tidak tertutupi oleh tudung mungkin si burung akan tambah terbahak-bahak akan tawa nya.
"kau ini benar-benar yang penuh dengan kejutan ya.. baru kali ini aku bisa tertawa lepas seperti ini selama ratusan tahun lama nya. hahaha.." ujar si burung semakin membuat xia yu kesal saat si burung sangat menikmati tingkah bodoh nya.
...
"apa kau masih belum cukup tertawa..?" bentak xia yu kesal karena si burung masih tertawa selama 5 menit itu.
"tunggu.. aku masih ingin tertawa. hahaha..." jawab si burung kembali membuat xia yu berdecak kesal.
"kalau begitu aku akan pergi lanjutkan saja tawa mu sampai pita suara mu pecah.." ujar xia yu mulai melangkah kan kaki nya untuk pergi.
"tunggu.. aku akan berhenti tertawa.. tolong jangan pergi.." jawab si burung.
"cih.. kenapa ku harus menuruti mu.. dasar burung laknat.." jawab xia yu mendengus kesal. dia terus saja berjalan mengikuti jalan yang sedikit basah karena hawa dingin hutan arwah.
"hey.. kau akan menyesal jika kau meninggal kan aku.." ujar si burung.
"terserah.." jawab xia yu masa bodo.
'cih.. dasar gadis sombong tidak punya sopan santun. rupa nya kau memang tidak takut dengan ancaman.' batin si burung kesal.
"berhenti lah aku akan memperlihat kan diri ku yang sebenar nya di hadapan mu sekarang juga.. tapi aku tidak akan memperlihat kan diri ku yang sudah besar karena aku tidak mau semua orang tahu jika aku telah terlahir kembali.." ujar si burung menghentikan langkah xia yu.
...WUSHH... burung kecil putih itu berubah menjadi seekor anak burung yang bersayap tiga pasang.
'woww... burung apa ini..? kenapa begitu cantik.. ahh.. aku suka warna bulu dan mata nya itu sangat cantik.. aku ingin sekali menjadi kan nya peliharaan ku.' batin xia yu mengagumi kecantikan burung itu. sampai membuat nya terhanyut dalam lamunan nya.
"ini lah diri ku yang sebenar nya.. aku adalah burung phoniex api.. burung sakral yang melegenda selama ribuan tahun bahkan saat kerajaan belum di dirikan. aku berasal dari negeri sun glory. dan aku baru saja menetas beberapa bulan." ujar si burung.
"ah.. ya aku harus kembali berubah sebelum ada yang merasakan diri ku yang sebenar nya." ujar si burung di pun kembali berubah ke wujud yang sebelum nya.
..WUSHH.. si burung berubah kembali.
"haiihh... kenapa penyamaran mu tidak sesuai dengan bentuk asli mu.. apa lagi wajah imut itu tidak pantas untuk mu.." ujar xia yu tidak menyukai penyamaran si burung.
"hey.. ini adalah penyamaran ku.. jika aku tidak menyamar aku akan di jadikan buruan oleh mereka.." jawab si burung kesal karena xia yu tak menyukai penyamaran nya.
"ubah lah warna bulu mu.. dan postur tubuh mu jangan gembul seperti itu.. kau seperti bola bulu yang terbang terbawa angin tahu.." ujar xia yu menyuruh si burung merubah bentuk penyamaran nya.
"baik lah.. akan aku usaha kan awas kalau kau tidak suka juga.." jawab si burung.
...WUSHH... si burung kembali berubah. kini perubahan nya tidak terlalu jauh dari bentuk asli nya.
"bagaimana..?" tanya si burung meminta pendapat.
"hm.. ini tidak terlalu buruk.. meskipuuun.." jawab xia yu menggantung kan perkataan nya..
"meskipun apa..?" tanya si burung kembali di buat kesal.
"sudah tidak apa.. mm sekarang beritahu aku siapa nama mu..?" jawab xia yu menanyakan nama nya.
"aku belum mempunyai nama.. tuan li selalu memanggil ku burung kecil." jawab si burung dengan nada sedih nya mengingat kakek li.
"hey.. sudah lah jangan bersedih.. aku akan memberi nama.." jawab xia yu membuat si burung senang.
"benar kah.. nama apa yang akan kau berikan pada ku..?" tanya si burung dengan semangat akan mendapat kan nama dari tuan baru nya.
"hm.. tunggu biar aku pikir kan dulu." ujarr xia yu mulai berpikir.
'nama yang cocok untuk si kecil kuning ini apa ya..?' (batin xia yu mulai berpikir.) 'hm.. oh.. ayo lah kenapa tidak ada satu pun nama yang nyangkut juga di kepala ku..' (lanjut nya frustasi belum mendapat kan nama. dia kembali berpikir bahkan menutup mata nya.) 'ayo lah..ayo lah.... ahh.. dapat pasti ini sangat cocok untuk si kecil kuning.' (batin xia yu. dia senang akhir nya mendapat kan nama yang cocok untuk si burung.)
"nama mu adalah xiao huang.. arti nya si kecil kuning.. apa kau suka..?" ujar xia yu setelah berpikir lama.
"xiao huang.. nama yang sangat bagus.. hm.. aku suka, sangat-sangat suka." jawab si burung dia sangat senang mendapat kan nama yang sangat bagus apa lagi dengan arti dari nama itu.
"sekarang aku akan memanggil mu xiao huang bukan si burung lagi.." ujar xia yu dan si author.
"baik nona.. kau belum beritahu aku nama mu." jawab xiao huang.
"nama ku jing xia yu kau panggil aku xia yu saja.. sekarang kita adalah teman." ujar xia yu.
"teman..?" ulang xiao huang dengan mata yang berbinar. dia tidak menyangka jika gadis sombong dan selalu membuat nya kesal tadi. bisa menerima nya sebagai teman bukan sebagai binatang sakral yang harus mengabdi sebagai pelayan pada nya.
"ya teman.. kau sekarang adalah teman ku.. jadi jangan panggil aku dengan embel-embel nona.. mulai sekarang aku minta bantuan pada mu agar kau bersedia menjadi teman dan juga guru ku untu berlatih kultifasi." ujar xia yu semakin membuat xiao huang terlena.
"...." diam xiao huang tak menjawab dia masih tertegun dengan apa yang dia dengar. tengah mencerna semua ucapan xia yu.
.
.
.
.
**tbc