The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
324. Tahap Keempat, Ujian Berburu..



***


Pada saat malam itu, keadaan di dalam paviliun Naga terasa sangat sunyi dan tenang. Orang yang telah mendatangi kediaman pemimpin kerajaan sudah melarikan diri!


Aneh sekali! Padahal Yuan Zhu-Ming sudah membangun penghalang untuk mencegah orang memasuki wilayahnya sebelum memulai meditasi nya. Jadi, bagaimana mungkin gadisnya itu bisa masuk dan melarikan diri dengan mudah?


Yuan Zhu-Ming memandang Bayangan satu dan kedua pengawalnya yang datang terlambat. Dia pun tersenyum sebentar lalu bertanya, "Kalian pergi menghibur diri kemana saat aku sedang berlatih?"


Meskipun Tuan mereka bertanya selembut angin dan hujan saat musim semi, mereka bertiga gemetar dan berlutut. "Maaf, Tuanku! Kami telah menunggu dalam jarak satu kilometer dari Paviliun Naga.."


"Begitu." Yuan Zhu-Ming memainkan jemarinya lalu bertanya, "Apakah kalian melihat seseorang memasuki Paviliun?"


"Tidak." Jawab mereka bertiga serempak.


Seharusnya mereka bertiga dapat melacak orang-orang ahli, karena mereka dapat dengan mudah merasakan kehadiran dan menghalangi para ahli itu untuk masuk, atau menemukan cara mengalihkan perhatian orang yang mengusik Kultivasi Tuannya.


Yuan ZHu-MIng memandang mereka dan tetap diam.


Saat ini adalah pertengahan musim gugur dan musim semi. Cuaca di malam hari kadang terasa sangat dingin karena angin musim gugur juga masih menerbangkan dedaunan kering di pepohonan. Namun, saat ini udara di sekitar Paviliun Naga semakin hangat hampir seperti musim semi di siang hari.


Yuan Zhu-Ming sedang marah!


Ketiga pengawal bayangan Kaisar Yuan dengan segera berlutut ke tanah, raut wajah ketakutan mengetahui Tuannya marah. Dan sayangnya mereka tidak tahu kesalahan mereka dimana.


Pemimpin mereka sangat luar biasa, dia memiliki kekuatan yang bisa menaikan suhu dingin dari delapan derajat celsius menjadi suhu hangat sekitar delapan derajat celsius.


Tidak banyak hal yang membuat tuan mereka marah. Walau mereka ketakutan, mereka juga merasa kebingungan. Salah satu dari mereka bertanya, "Tuanku, apakah ada yang menerobos masuk kedalam Paviliun?"


Sebelum Yuan Zhu-Ming menjawab, dia melemparkan tatapan tajam pada Bayangan Satu, "Cepat pergi dan cari tahu rencana para penghianat untuk kegiatan besok pagi. Kalian lebih baik tidak kembali jika tidak bisa menemukannya dalam dua jam!"


"Siap!" Bayangan Satu lekas menjawab dan segera bangkit dari tanah. Dia melompat dan menghilang dalam kegelapan malam dalam sekejap.


Yuan Zhu-Ming kembali terduduk seperti sediakala, dan kedua pelayannya diam-diam merasa lega.


"Mo han, Daihe, pergilah dan periksa keadaan permaisuri ku serta keberadaan kedua pengawalnya. Segera kabarkan padaku jika mereka tidak ada di tempat!"


Serigala Abu-abu dan Daihe terkejut mereka saling memandang. Tuannya selalu melakukan meditasi di tengah malam, namun entah mengapa malam ini tuannya langsung memerintahkan mereka memeriksa keadaan istrinya seusai meditasi. Seolah-olah telah terjadi sesuatu pada mereka.


Mau tidak mau Serigala Abu-abu dan Daihe melakukan tugas yang diberikan tuannya dari pada banyak bertanya. Mereka pun mengangguk paham dan segera bergegas pergi ke paviliun peristirahatan.


Setibanya di paviliun Peristirahatan, Mo han melompat ke atas atap bangunan yang di tempati oleh beberapa peserta yang tersisa dalam pemilihan permaisuri. Satu genting diangkat oleh Mo han, dari sana dia dapat melihat keberadaan Xia yu dan Fang yin yang tidur dalam satu ranjang. Berbeda dengan putri lainnya yang membiarkan pelayannya tidur di atas lantai.


Setelah memastikan Xia yu dalam keadaan baik-baik saja, Mo han segera kembali ke Paviliun Naga. Dalam perjalanan kembalinya, dia bertemu dengan Daihe yang memberitahukan padanya bahwa kedua pengawal Xia yu juga berada di tempat yang di sediakan untuk mereka.


Yuan Zhu-Ming merasa tenang setelah mengetahui Xia yu telah kembali dengan selamat. Namun dia tetap merasa heran dan bertanya-tanya. Bagaimana Xia yu bisa masuk dan keluar tanpa diketahui oleh anak buahnya/


***


Keesokan paginya, Xia yu dan beberapa orang yang berada di dalam kamar peristirahatan baru saja bangun.


Xia yu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan menguap tanpa menjaga image dihadapan peserta lainnya. Beberapa pelayan putri menatap sebal melihat kelakuannya yang tidak mencerminkan seorang bangsawan.


Di sisi lain, Putri Yimei yang tidak tinggal bersama peserta lainnya ternyata telah bersiap diri untuk pergi ke tempat perburuan. Dia memakai pakaian yang terlihat mencolok, sebuah mantel bulu berwarna merah dan memiliki tudung kepala. Dapat dipastikan Putri Yimei tidak akan merasa kedinginan ketika berada di dalam hutan saat berburu bersama kedua kakaknya yang akan mengawal dirinya.


Dalam perjalanan menuju aula istana dimana tempat awal mereka pergi ke tempat perburuan, Putri Yimei bertanya dengan wajah yang serius. "Sudah temukan cara membunuh perempuan kepar*t itu?"


"Jangan khawatir, Kita pasti menemukan caranya tanpa seorang pun tahu." Jawab Kakaknya dengan percaya diri.


Mendengar jawaban Kakaknya, seketika Putri Yimei menghentikan langkahnya dan langsung membalikan tubuhnya menghadap pria dewasa itu. Wajahnya terlihat resah, tubuhnya mendadak gemetar tak karuan. Dia menarik kerah baju pria itu kemudian berbicara dengan wajah yang takut sekaligus marah.


"Tadi malam aku bermimpi dia mencekik leherku. Bila tak bisa membunuh perempuan itu, aku bisa tersisihkan dan Kaisar tidak akan memilih.." Teriaknya dengan frustasi , saat akan melanjutkan kembali kata-katanya dia mendengar derap langkah kaki yang sedang berjalan kearahnya.


"Yang Mulia!" Sapa Putri Yimei seraya memberikan senyuman termanisnya. "Pakaian berburu Anda nampak sangat cocok dengan Anda." Ucapnya memuji penampilan Kaisar Yuan yang terlihat begitu tampan dan gagah.


Yuan Zhu-Ming mengangguk dan tersenyum mendapat pujian dari gadis dihadapannya.


"Pakaian Putri juga terlihat sangat bagus. Namun, akan sangat disayangkan jika terkena tanaman berduri. Apa yakin Putri ingin ikut serta dalam ujian kali ini?" Jawab Kaisar Yuan.


"Ujian terakhir dalam pemilihan ini, bagaimana mungkin saya tidak ikut serta?" Putri Yimei menjawab dengan tenang. "Saya berasal dari keluarga apa Yang Mulia tentu saja tahu. Klan Yi dipimpin oleh kakek saya, kami adalah keturunan pendekar dari generasi ke generasi. Yang tidak bisa disangkal juga adalah keterampilan memanah ku. Di antara para wanita yang ada di negeri ini, saya termasuk unggul. Jika hanya berburu, menurut saya bukan ujian yang berat!"


"Mm, jika seperti itu saya hanya bisa menantikan kemajuan Putri dalam ujian kali ini." Yuan Zhu-Ming mengingatkan ketinggalan Putri Yimei dalam tahap ujian sebelumnya.


"Bisa saya pastikan ujian kali ini, saya akan mendapatkan nilai penuh!" Ucap Putri Yimei berbicara dengan penuh percaya diri. Dia bahkan mengangkat dagunya tinggi dan menatap penuh harap pada Kaisar Yuan.


Melihat tatapan harapan dari gadis dihadapannya, Yuan Zhu-Ming memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kemudian dia memperingati Putri Yimei sambil mengambil langkah untuk berlalu dari hadapan gadis itu.


"Lebih baik Putri hati-hati."


"Terimakasih atas perhatian Yang Mulia, saya akan berhati-hati." Putri Yimei merasa terkejut, dia salah mengartikan peringatan dari Kaisar Yuan. Putri Yimei mengira, jika lelaki yang telah berlalu dari hadapannya itu memperhatikan keselamatannya.


>>>


Disisi lain wilayah Kerajaan Tiankong, tepatnya di gunung Woru, orang-orang dari istana tengah memblokade gunungnya.


Para prajurit terlihat sibuk mengikat tali pembatas dari sisi kiri dan kanan. Mereka juga membangun kemah dan para pekerja dan pelayan terlihat menyiapkan tempat singgah untuk para petinggi di istana.


"Cepat selesaikan!" Ucap salah satu ketua prajurit pada anak buahnya.


"Siap!"


Bendera kerajaan dan para anjing pemburu di kerahkan oleh ketiga peserta dari empat peserta yang masih bertahan. Beberapa ketua prajurit terlihat sedang berbincang dalam perjalanan mereka mengecek kondisi tempat perhelatan diadakan.


"Katanya hadiah dari perburuan ini akan menentukan siapa yang layak menjadi Permaisuri Kaisar. Dan bagi siapa yang membantu peserta terakhir yang lolos akan mendapatkan gelar kehormatan, ditambah sepuluh ribu tael emas." Tanya salah satu prajurit.


"Hadiah ini layak diperebutkan." Prajurit lainnya menyahut.


"Menurutmu peserta mana yang memiliki keunggulan dalam ujian kali ini?" Prajurit lainnya bertanya.


"Aku tidak tahu.."


Perbincangan mereka terhenti ketika melihat Panglima Di berjalan kearah mereka bersama Komandan prajurit untuk melihat tugas yang diberikan kepada mereka.


Dari arah yang berlawanan terlihat rombongan salah satu peserta datang menghampiri Panglima Di.


"Panglima Di." Panggil Putri Yimei.


Orang yang dipanggil pun menengok, prajurit lainnya juga berbalik dan memberi hormat pada Putri Yimei.


"Kudengar kau juga ikut serta. Saat ini kau sedang berjalan-jalan, bagaimana denganmu? Apa semua persiapan di sini sudah selesai?" Tanya Putri Yimei dengan wajah yang berseri-seri, dia mencoba bersikap ramah pada orang-orang berada di jajaran petinggi Istana.


"Semua sudah siap." Jawab Panglima Di singkat.


"Meskipun terlambat, ku ucapkan selamat atas pernikahanmu." Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


"Terima kasih." Jawab Panglima Di tetap singkat. Ekspresi wajahnya terlihat acuh dan datar.


"Begini.. Sudah lama tak bertemu, bagaimana kalau kita beristirahat sejenak sambil minum teh di tenda Klan Yi?" Putri Yimei mengajak Panglima Di berbincang didalam tenda yang disiapkan oleh para pengawal yang bekerja dibawah naungan Kakeknya. Namun, sepertinya dia memiliki maksud terselubung.


**tbc