The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
226. Tuan Jing Xi..



***


Suasana di dalam ibu kota kerajaan Bei menjadi semakin ramai, setelah desas desus akan keberadaan Sang Tabib Misterius yang muncul di Kerajaan Bei tersebar. Bahkan para konglomerat dari kerajaan tetangga berdatangan mencari keberadaannya.


Sayangnya, tidak ada satu pun orang yang mampu menemukan jejak kaki tangan Sang Tabib Misterius, entah mengapa mereka yang berniat mengikuti Fang yin atau kedua saudara Jiang selalu kehilangan jejaknya.


Hari demi hari telah berlalu, Xia yu yang setiap harinya membuat obat pun merasa lelah. Karena dia merasa obat dan penawar yang dia buat selalu salah, dan semua obat buatannya ternyata berkualitas tinggi, namun semua obat buatannya hanya menjadi barang yang mahal di pelelangan pasar gelap.


Dan sejak beberapa hari yang lalu, sahabatnya Fang yin mendapat desakan dari ketua pasar gelap yang ada di kota Bei, mereka meminta Fang yin membawa orang yang membuat obat-obatan, yang dia jual ke pelelangan untuk datang ke pasar gelap.


Bulan depan adalah waktunya perlombaan para peramu obat-obatan, atau sering di sebut Alchemist. Dan acara itu akan di selenggarakan di perguruan klan Alchemist golongan putih, yang berada di Negeri Awan.


Ketua Pasar Gelap Kerajaan Bei bernama Rong Xi, dia adalah lelaki paruh baya berumur lima puluh tahun lebih, yang sering di kenal dengan panggilan Tuan besar Rong.


Pria setengah abad itu memiliki kesan yang dalam pada sosok gadis yang bernama Feng yi, seorang pelayan wanita dengan kultivasi yang berada di tingkat 9 warrior, yang sudah beberapa kali menjual obat-obatan kualitas tinggi ke serikat pasar gelapnya.


Gadis itu tidak lain adalah Fang yin, yang merubah namanya ketika berinteraksi dengan orang-orang yang berada di pasar gelap, ketika dirinya berperan sebagai pelayan Tabib Misterius.


Tuan besar Rong memiliki niat pada tuan dari pelayan itu, dia ingin menjadikannya salah satu kandidat dari perlombaan yang akan di selenggarakan bulan depan, karena menurutnya tuan Misterius itu sangat cocok mewakili Pasar Gelap kota Bei.


Selain karena dia cocok, Tuan Rong juga yakin bahwa tuan dari pelayan, yang sering menjual obat ke pelelangannya adalah Alchemist yang hebat, bahkan dia juga mengira jika tuan yang tidak pernah datang ke tempatnya itu adalah Tabib Misterius.


Maka dari itu, tuan Rong tidak segan lagi mendesak Fang yin untuk membawa tuannya datang ke Pasar Gelap.


Hingga akhirnya Xia yu dan Fang yin datang berkunjung ke pasar gelap, tapi waktu itu dia tidak mengenakan jubah biru navy-nya lagi. Dia muak ketika ada orang yang meniru identitas dirinya sebagai Tabib Misterius, maka dari itu dia memilih mengenakan pakaian dengan warna yang lebih mencolok namun sederhana.


Xia yu hanya memakai hanfu sederhana berwarna merah cerah, dan mengenakan jubah dengan kerah tinggi, dengan warna yang senada sebagai setelan hanfu-nya.


Xia yu tidak lagi mengenakan topeng biru putih, dia memilih topeng emas dengan ukiran burung Phoenix, hingga tidak akan ada yang bisa menyamainya lagi, karena topeng itu adalah salah satu barang miliknya dari kehidupan masa lalunya, yang selalu dia gunakan saat beraksi.


Seluruh rambutnya di ikat ke atas dan menyisakan anak rambut yang keluar dari barisannya, hingga memperlihatkan kerah jubah merahnya yang tidak menutupi tengkuk lehernya yang berwana putih bersih.


Penampilannya yang sekarang sangat sulit di tebak, semua akan mengira dia adalah laki-laki, karena yang tampil sekarang adalah Gadis tomboy yang selalu bergelut dengan dunia bawah tanah, ketika dia hidup di zaman modern.


Penampilan yang begitu Misterius namun terlihat sangat mempesona..


Dimana pun Xia yu berada, dia selalu menjadi pusat perhatian. Kedatang Xia yu dan Fang yin di sambut hangat oleh tuan Rong dan seluruh orang yang ada di pasar gelap. Mereka belum mengetahui siapa Xia yu sebenarnya, karena menurut kabar yang mereka dengar, sang tabib Misterius berada di kerajaan Tiankong.


Lalu siapa Xia yu bagi mereka?


Karena identitas Tabib Misterius telah di curi oleh Yuri, lebih baik memperkenalkan diri sebagai dirinya sendiri, tentunya Xia yu tidak menyebutkan keseluruhan namanya.


"Ji-jika saya boleh tahu, dengan siapa saya bicara?" Tuan Rong bertanya dengan gugup, seakan tak ingin melakukan kesalahan dalam kata-katanya.


Hingga tiba pada akhirnya Xia yu menerima undangan dari Tuan Rong, untuk menjadi salah satu kandidat dari perlombaan itu. Tentunya karena dia ingin lebih mengenal tentang ilmu pengobatan dan tanaman herbal spirit yang ada di negeri itu, dan lagi dia ingin


mencari tanaman herbal kualitas tinggi untuk menyembuhkan lengan kakaknya.


Di Negeri Awan, Xia yu juga akan menggali lebih dalam tentang para Alchemist Golongan Hitam, salah satu klan yang akan ikut andil dalam penyerangan yang di lakukan oleh pemimpin yang keji.


***


*Kediaman Klan Li....


Terlihat sebuah keluarga kecil baru saja selesai melakukan rutinitas makan malam bersama, dan kini hanya tinggal beberapa orang saja yang masih tinggal di ruangan itu, sementara tuan besar keluarga itu telah kembali ke kamarnya untuk rutinitas malamnya.(Tidur)


Seorang gadis muda nan cantik melambaikan tangannya pada para pelayan, yang baru saja melayani keluarganya dengan makanan yang mereka buat. Gadis itu memerintahkan para pelayan untuk membubarkan diri, para pelayan itu segera keluar dari ruangan, saat mengetahui nona besarnya membutuhkan ruang pribadi antara mereka berdua.


"Li'er.. Tadi sore Fang yin datang ke kamarku, dan dia bilang kamu ingin berbicara dengan kakak. Ada apa?" Li Zyan memulai pembicaraan, dia kini sedang duduk berhadapan dengan Xia yu.


Xia yu mengangkat teko di atas meja dan menuangkan teh hangat kedalam dua cangkir teh, kemudian dia berkata.


"Kakak, Tuan Rong memintaku datang ke pasar gelap, dan meminta bantuan padaku untuk membantu mereka. Kapal terbang yang di kirim untuk menjemput ku akan tiba besok pagi." Ujar Xia yu yang memang sudah menyetujui permintaan Tuan Rong. Dan juga kakak laki-lakinya itu telah mengetahui jati dirinya sebagai Tabib Misterius yang sedang ramai diperbincangkan. Xia yu melanjutkan ucapannya.


"Tapi, perjalananku kali ini akan membutuhkan waktu beberapa bulan. Aku akan merepotkan kakak untuk membantuku mengurus hal-hal yang ada di rumah."


Mendengarkan penuturan Xia yu, Li Zyan sedikit terkejut dengan apa yang di dengarnya. "Mengirimkan kapal terbang untuk menjemputmu?"


Li Zyan terlihat begitu bersemangat, dan bertanya tentang artefak terbang ajaib yang selalu di elu- elu kan oleh semua orang. "Apakah itu artefak terbang ajaib? Kapal itu bukan suatu barang yang bisa dimiliki oleh Negeri biasa. Apakah negeri yang akan kamu kunjungi adalah negeri awan?"


Li zyan memberondong Xia yu dengan pertanyaannya, dia begitu antusias ketika mendengar Artefak Kapal Terbang. Li zyan tidak tahu saja, jika adik perempuannya malah punya Kapal terbang yang lebih besar, dari kapal terbang yang ada di Negeri Awan.


Xia yu menggelengkan kepalanya pelan, lalu menjawab. "Entahlah, aku belum sempat bertanya tentang Negeri apa yang akan di tuju. Kakak, apakah aku harus memberitahu ayah, tentang identitas ku sebagai Tabib Misterius? Aku tidak ingin ayah cemas saat aku pergi beberapa bulan lamanya."


"Tenanglah, urusan itu biar aku yang menjelaskan sendiri pada ayah. Sebaiknya kamu tidak perlu memberitahu identitas mu sebagai Tabib Misterius, lebih sedikit orang tahu, lebih sedikit juga masalah yang akan datang." Li zyan tidak ingin ayahnya mengetahui identitas Xia yu sebagai tabib, karena dia tahu ayahnya itu orang yang berperasaan atau tidak enakkan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan berangkat besok pagi bersama Fang yin. Dan tolong kakak jangan sungkan meminta bantuan pada orang-orang ku, mereka semua bisa di percaya." Tutur Xia yu, orang-orang yang di maksudnya adalah Kelima saudara Jiang, dan kelima penjaga yang telah berhasil menjadi pengawal bayangan berkat pelatihan dari Xia yu.


"Hum, lebih baik sekarang kamu istirahat.. Kakak tahu kamu pasti lelah, setelah beberapa hari tidak tidur dengan benar." Sebenarnya Li zyan sangat cemas ketika Xia yu berpamitan padanya, tapi apa mau di kata. Meskipun dia sangat menyayangi adiknya, dia tidak bisa mengekang mimpinya menjadi seorang Alchemist, dia hanya bisa mendoakan dan memberi semangat lebih untuknya.


Tentunya, ketika ada bahaya, Li zyan akan dengan senang hati menjadi prisai hidup yang akan menghadang semua serangan. Cinta dan kasihnya melebihi rasa kasih sayang dari keluarga kandung.


**tbc