
***
Xia yu dan teman-temannya berkumpul di dalam paviliun, di sana mereka mulai menanyakan kabar dan perkembangan kultivasi masing-masing. Fang yin sangat mahir dalam berkultivasi, dia sudah meningkatkan level kultivasinya, di tambah telah menguasai ilmu pedang dan panah. Xia yu memberikan ucapan selamat atas pencapaiannya.
Dia mengeluarkan sesuatu dari gelang dimensinya, di tangan kirinya terdapat sebuah kantung ruang dimensi dan busur ajaib, yang dia dapatkan dari jarahannya tadi malam. Dengan perasaan bangga, dia pun memberikan dua barang itu pada Fang yin sebagai hadiah istimewa. Awalnya Fang yin menolak, tapi dengan desakan Xia yu gadis itu kalah.
Kini pertanyaan Xia yu beralih pada Bai shizi, menanyakan tentang kejadian yang terjadi pada penjaga hutan kehidupan. Penjaga hutan manakah yang telah menjadi korban dari kekejaman kelompok manusia serakah itu. Bai shizi pun memberitahu Xia yu, siapa korbannya dan kapan kejadian itu terjadi.
Ternyata korbannya adalah dua macan tutul yang pernah Xia yu temui, mereka berdua adalah macan tutul yang bertugas di bagian depan hutan kehidupan. Kejadian itu terjadi dua hari yang lalu, saat kedatangan kelompok itu ke hutan kehidupan. Sebagai penjaga hutan kehidupan, dua macan tutul itu melakukan tugasnya dengan menghadang mereka. Namun sayangnya kemampuan dua macan tutul itu, tidak sebanding dengan pria muda dan pria tua yang dengan mudahnya masuk ke dalam hutan kehidupan, setelah membunuh mereka dengan kejinya.
Bai shizi sangat berterimakasih pada Xia yu, karena telah membalas kematian dua prajuritnya, dengan kematian salah satu pemimpin dari kelompok itu, dia berlutut di hadapan Xia yu memohon agar dia selalu ada di pihak mereka.
Xia yu bangkit dari sikap duduknya, menatap lekat pada singa putih di hadapannya, dia membelai lembut kepalanya, memberikan perasaan hangat kasih sayang padanya, lalu berkata; "Aku adalah pemimpin hutan ini, sudah sepantasnya aku mengusir orang-orang yang berbuat onar dalam kawasan ku. Aku tidak akan membiarkan orang jahat seperti mereka berada di dalam hutan!"
Setelahnya Xia yu mulai membahas inti dari pertemuannya. Dia berniat untuk melanjutkan kultivasi kembali di dalam goa, dia menyuruh Fang yin dengan Hei tian kembali ke kerajaan Bei, melihat perkembangan dan kabar orang tua angkatnya. Karena entah mengapa dia memiliki perasaaan tak nyaman kepada mereka. Fang yin dan Hei tian langsung menerima tugas yang Xia yu berikan, mereka pergi dari hutan kehidupan dengan bantuan Bai shizi.
Dan untuk Xiao huang, Xia yu membawanya masuk ke dalam ruang dimensi, dia menyuruh Xiao huang beraktivitas di dalam sana. Kalau dia ada di dalam ruang dimensi, Xia yu akan sangat mudah bertemu dengan dirinya, dan jika dalam keadaan mendesak untuk membutuhkan bantuan, Xia yu bisa manggilnya dengan mudah.
πΎπ£πΎπ£
Dalam dua hari Fang yin dan Hei tian sudah sampai di kerajaan Bei, mereka berdua langsung pergi ke kediaman klan Li. Namun di perjalanan mereka di kejutkan dengan pembicaraan orang-orang, yang membicarakan tentang jati diri Xia yu.
Fang yin berhenti di depan mading papan pengumuman, dalam mading itu dia melihat lukisan Xia yu lengkap dengan identitas tentang dirinya. Mereka pun sesegera mungkin sampai di kediaman klan Li, dan ternyata di sana sudah ada dua saudara Jiang yang masih dengan setianya menunggu kepulangan Xia yu.
*Kediaman klan Li..
πππ
"Jiang yu, Jiang ye?!" Ucap Fang yin terkejut dengan keberadaan dua saudara Jiang, yang tengah berbincang dengan Li Zyan.
"Siapa mereka?" Gumam Hei tian bertanya pada Fang yin.
"Mereka adalah dua saudara Jiang, orang yang di selamatkan oleh nona." Jelas Fang yin, dia pun masuk ke dalam kediaman klan Li, Hei tian hanya bisa mengikutinya dari belakang, kini mereka sudah ada hadapan Li zyan dan dua saudara Jiang.
"Fang yin!"
Jiang yu menghampiri Fang yin dengan wajah terkejut sekaligus bahagia, bahkan dia hampir saja lepas kendali, tidak sadar jika dirinya akan memeluk gadis yang selama ini dia rindukan, yang terlihat lebih cantik, segar dan berkarisma. Sementara Hei tian menghindar, memberikan ruang bagi mereka.
Li Zyan dan Jiang ye beranjak dari tempat duduknya, menghampiri mereka bertiga. Mata mereka berkeliaran mencari sosok gadis yang mereka rindukan. "Nona Fang yin, dimana Yu'er ku? Kenapa dia tidak kelihatan? Apa adikku masih di dalam kereta?" Tanya Li Zyan.
"Fang yin, kemana saja kamu? Kenapa kamu bisa bersama nona Xia yu, bukan kah kamu ikut dengan Tabib misterius?" Tanya Jiang ye tidak mau kalah.
Jiang yu segera tersadar dari keterkejutannya terhadap Fang yin, dia pun mulai menanyakan hal yang sama padanya. "Fang yin, beritahu aku. Dimana Nona Xia yu? Orang-orang dari kediaman jendral Ho sangat merindukannya, kami datang kesini untuk mencari keberadaan kalian!"
"Bisakah kalian berhenti!?" Suara keras dari arah belakang, Hei tian terlihat tidak senang dengan perilaku mereka yang memberondong Fang yin dengan berbagai pertanyaan.
"Jiang yu, Jiang ye.. Perkenalkan, dia adalah Hei tian! Pengawal pribadi Xia yu.." Jelas Li Zyan memperkenalkan Hei tian pada dua saudara Jiang. Mereka pun berkenalan, Li Zyan membawa mereka kembali duduk dan memerintahkan pelayan segera menyiapkan hidangan, serta memberitahu ayahnya akan kedatangan Fang yin dan Hei tian.
Fang yin mulai menjelaskan kenapa Xia yu tidak kembali, dan menanyakan kenapa dua saudara Jiang ada di kerajaan Bei. "Nona Xia yu tidak kembali, beliau masih berkultivasi dengan gurunya. Saya datang kesini karena perintah darinya, untuk melihat keadaan kalian. Tapi saya tidak menduga jika kalian berdua ada di kerajaan ini! Apa terjadi sesuatu pada keluarga nona yang berada di kerajaan Xing?"
"Dimana Nona Xia yu berguru? kenapa kami tidak menemukan kalian di perguruan kerajaan bei dan kerajaan Xifang?" tanya Jiang ye.
"Nona tidak belajar di perguruan, dia memiliki Guru pembimbing sendiri, dan hanya dia yang menjadi muridnya! Lalu kenapa kalian ada di sini?" Jelas Fang yin dan bertanya kembali pada dua saudara Jiang.
"Kami di sini karena perintah dari Jendral Ho! Beliau memerintahkan kami untuk mencari keberadaan nona, karena beliau sangat menghawatirkan keadaannya." Jelas Jiang yu.
"Bagaimana bisa, tuan besar mengetahui kalian berhubungan dengan nona?" Tanya Fang yin yang terkejut dengan jawaban Jiang yu. Jiang yu pun menjelaskan kenapa dia bisa ketahuan oleh Dali dan tuan muda Minghao, sampai tiba dimana ia di perintahkan untuk membantu pencarian Xia yu.
"Lalu, apa kalian telah memberitahu mereka jika nona tinggal di kerajaan ini? Dan memberitahu mereka jika nona tinggal dengan keluarga yang mengangkatnya sebagai anak?" Tanya Fang yin menggebu-gebu.
"Kami sudah memberitahu mereka melalui surat jalan! Dan telah mendapatkan balasan dari mereka, dan tadi kita sedang membaca balasan suratnya." jelas Jiang yu. (Surat jalan adalah.. Lembaran surat yang diantarkan oleh seseorang, yang bekerja dalam bidang pengiriman surat)
"Apa aku boleh tahu isi surat itu?" Fang yin bertanya.
"Tentu saja.." Jiang yu mengeluarkan gulungan kertas dari balik pakaian bagian depannya, lalu memberikan gulungan kertas itu pada Fang yin.
Fang yin langsung menerimanya dan membuka gulungan kertas itu, dan ternyata ada tiga lembar kertas surat, dua surat dari Jendral Ho dan satu lagi dari Minghao. Fang yin mulai membaca bait demi bait isi surat itu.
Dalam surat yang pertama berasal dari Jendral Ho di tujukan untuk Xia yu, di sana tertulis jika beliau sangat merindukannya, di dalam surat juga tertulis bahwa raja Liu masih menaruh harapan padanya, tidak lupa dengan berbagai lamaran yang datang sejak kepergiannya.
Surat kedua dari Minghao, di sana tertulis bahwa ia merindukan sosok kakaknya, ia ingin segera bertemu dan ingin melakukan latihan berperang bersama, bercanda ria bersama, intinya ingin melakukan hal yang mereka sukai secara bersama. Dia juga memberitahu bahwa ibu sambungnya dan adik tirinya merindukannya juga.
Surat ketiga di tulis jendral Ho untuk dua saudara Jiang, di sana tertulis sebuah perintah, kalau mereka harus membawa Xia yu kembali bagaimana pun caranya. Karena sekarang mereka membutuhkan kehadirannya untuk meyakinkan orang-orang jika putrinya tidak melarikan diri, putrinya hanya melakukan pelatihan di perguruan nya, tapi yang membuat orang-orang mencurigai dirinya menyembunyikan putrinya, karena tidak memberitahu mereka Xia yu berlajar di perguruan mana.
Dengan kepulangan Xia yu, orang-orang akan mempercayai lagi ucapan Jendral Ho. Tapi jika Xia yu tidak kembali, keluarganya akan mendapatkan sangsi dari pihak kerajaan, karena kebohongan dan kegaduhan yang telah mereka buat.
Kegaduhan dari orang-orang yang merasa di rugikan oleh kepopuleran dan kecantikan anak Jendral Ho, orang-orang itu tidak lain adalah orang yang syirik dan iri, mereka merasa kecantikan Xia yu telah merebut jodoh anak perempuan mereka, secara hampir seluruh bangsawan di kerajaan Xing, memilih Xia yu untuk menjadi istri atau menantu mereka.
Begitulah jika orang yang awalnya di nyatakan bersalah oleh semua orang, tapi dapat membuktikan dirinya tidak bersalah, dan malah membalas kekejaman musuhnya dengan mengungkapkan perbuatan mereka.
Fang yin menggulung kembali surat-surat itu, menyerahkan satu gulungan surat kepada Jiang yu, dan dua surat lagi ia genggam dengan tangannya, kemudian ia berkata; "Dua surat ini akan di kirimkan Hei tian ke tempat nona, Kita tinggal menunggu apa tanggapan dari nona. Untuk sementara aku akan tinggal di sini, nona berpesan jika dia tidak akan cepat-cepat pulang, karena dia masih fokus untuk berlatih, jika dia akan pulang dia akan memberitahu kabar kepada ku." Jelas Fang yin.
"Apa nona Fang yin tidak bisa memberitahu kami, dimana tepannya nona Xia yu berlatih?" Tanya Jiang ye.
"Meskipun saya tahu, saya tidak bisa memberitahu kalian! Itu karena saya hanya menjalankan perintah dari nona Xia yu, jika sudah waktunya dia kembali, kemungkinan nona akan pulang dan bertemu dengan keluarga juga kalian berlima. Jadi kalian berdua bisa beritahukan kepada keluarga nona yang berada di kerajaan Xing, untuk bersabar dalam menghadapi kepribadian nona yang sekarang." Jelas Fang yin, dia beranjak dari duduknya meninggalkan mereka bertiga, karena lagi-lagi Hei tian mengikutinya. Selama Fang yin tidak bersama Xia yu, Hei tian lah yang bertanggung jawab atas keselamatan Fang yin.
**tbc