The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Kedatangan Raja Liu..



Setelah membersihkan diri xia yu kembali ke ruang makan disana sudah ada fang yin yang sedang melihat makanan dengan ke dua tangan yang menyanggah dagunya sedangkan lidahnya tak berhenti bermain membasahi bibirnya, mata yang berliaran menatap hidangan di atas meja sedangkan hidungnya mencium semua aroma yang sangat mengggugah itu sampai membuatnya menelan salivanya berkali-kali...kruwuk..kruwuk... bunyi dari perutnya kembali terdengar.


xia yu melihat semua tingkah fang yin jadi ingin mengerjainya tapi niatnya ia urungkan karena mendengar suara perut fang yin jadi merasa tak tega xia yu pun berjalan menghampiri meja itu dan duduk di hadapan fang yin membuatnya tersenyum lebar seakan menerima ungkapan cinta dari orang yang kita suka.


"kau sudah lapar dari tadi.. kenapa tidak duluan makan..?" tanya xia yu satelah duduk di hadapannya.


"saya menunggu nona untuk mebelah ikan besar ini.. saya tidak sanggup untuk membelahnya pesona ikan ini sangat kuat" canda fang yin dia menunggu karena menghormati xia yu tapi karena dia disini telah seminggu jadi dia sudah terbiasa berbicara seperti itu jika tidak ada orang lain.


"ya ampun.. apa kau kira ikan ini terbuat dari emas...? dan juga kosa kata darimana itu..? pesona ikan.. memangnya kau kira ikan ini raja muda yang tampan dan gagah.." jawab xia yu setelah mendengar jawaban fang yin.  tidak berapa lama setelah ucapan xia yu terlontar terdengar suar aderap langkah yang tidak beriringan menghampiri pintu kamar kediaman xi wei.


..tap..tap..tap.. suara langkah beberapa kaki yang kini berhenti di depan pintu kamar xia wei.


......YANG MULIA RAJA LIU TELAH TIBA....


ujar seorang laki-laki yang berpakaian seperti seperti kasim.


'ciih... si liu liu sama bodyguardnya pada datang lagi, ga tepat banget sih waktunya, aahh... bodo amat perutku sudah laper banget lagi makan saja lah ngapain ngurusin dia' batin xia yu menggerutu. sedangkan fang yin menghela nafas karena tidak dapat menikmati makanan di hadapannya dia pun berdiri dari duduknya dan membuka pintu sedangkan xia yu mulai makan.


"salam hormat yang mulia" ujar fang yin setelah membuka pintu dia berlutut di sisi pintu yang terbuka. raja liu tidak menghiraukan salam dari fang yin dia berjalan melewatinya begitu saja sedangkan xia yu uyang sedang makan dalam hatinya marah karena temannya tak di hiraukan oleh raja liu.


kini raja liu telah berada di hadapan xia yu yang sedang pokus makan dengan satu kaki di atas ala makan orang sunda dia bertingkah seperti itu karena makan memang sejak datang ke zaman ini dia tidak dapat makan dengan sendok dan garfu karena tidak ada. sedangkan untuk sumpit dia tidak bisa menggunakannya karena waktu dia belajar beladiri di zamannya jari tangannya patah saat dia duduk di banku sd.


raja liu melihat semua masakan yang tertata rapi di meja 'sejak kapan dia makan semewah ini bukannya pelayan hanya mengantarkan beras dan beberapa sayuran, tapi apa semua ini darimana dia mendapatkan ini semua?' batin raja liu bertanya-tanya


'masakan apa ini terliihat sangat lezat' batin sing pengawal raja liu


'wah ikan ini begitu besar dan bau harum ini apa dari ikan ini?' batin qiu


...Prakkk... suara pecahan dari piring yeng membentur lantai tanah.


"beginikah cara kau menyambut suami..?" bentak raja liu pada xia yu tapi masih di acuhkan. "sungguh tidak tau tata krama" ujar raja liu kembali


xia yu menyelesaikan makannya dia mencuci tangan dengan air yang telah di siapkan oleh fang yin setelah itu dia meneglapnya dengan kain di sebelah air. xia yu bangkit dari duduknya semua orang mengira jika dia akn memberi hormat pada raja liu tapi ternyata tidak xia yu melewati raja liu begitu saja tanpa melihatnya sama sekali.


xia yu berjalan ke arah pintu tempat dimana fang yin berlutut, xia yu mengulurkan tangannya dan mememgang bahu fang yin agar dia bangun dari hormatnya pada raja liu tapi fang yin tak berani. xia yu melihat ketakutan dalam mata fang yin kemudian dia mengatakan sesuatu yang membuat fang yin mendongkak melihat xia yu.


"kau adalah temanku bukan pelayanku apa lagi pelayannya..!!  aku tidak akan membiarkan mu berlutut pada orang lain di hadapanku jika kau tetap melakukannya kembalilah ke kediaman nene." ujar xia yu menahan amarahnya. sedangkan fang yin sangat bahagia di perlakukan seperti itu di hadapan semua orang meskipun ketakutan pada raja liu masih di rasakannya.


"kau...!! berani sekali kau mengacuhkan suami mu..!!" ujar raja liu dengan menunjukan jarinya kepada xiia yu.


"cih.... kau bilang suami.?  sejak kapan kau bersikap seperti suami..?" tanya balik xia yu membuat semua orang disana di serang denagn ke kagetannya. (kalau orang-orang itu punya riwayat jantung pasti pada skakmatt di tempat)


"permaisuri anda adalah seorang istri setelah menikah dengan yang mulia jadi sekarang yang mulia adalah suami anda permaisuri" ujar qiu menjawab pertanyaan xia yu karena raja liu tidak menjawab xia yu dia hanya diam tak bersuara setelah di lontarkan pertanyaan itu oleh orang yang di anggapnya kotoran.


"ciihh.... kau tukang intip..!!" ujar xia yu membuat semua orang kembali  melongo, qiu yang mendengar xia yu menyebutnya tukang intip menatap tak percaya dengan apa yang di dengarnya 'apa wanita ini tau kalu aku selalu mengawasinya' batin qiu


'apakah ini masih permaisuri yang bungkam seribu bahasa itu..?' batin para pelayan dan pengawal


'permaisuri sekarang seperti singa berina yang baru saja bangun dari tidurnya, dia akan menyerang siapa saja yang berani mengganggunya' batin sing


**tbc