The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
130. Festival lentera..



***


Mereka berlatih sekitar beberapa hari di dalam ruang dimensi. karena perbedaan waktu yang sangat jauh membuat mereka tenang melakukan latihan selama yang mereka mau. tidak ada perbedaan yang jauh dari dunia nyata nya. hanya saja di ruang dimensi tidak terdapat manusia lain nya.


xia yu dan fang yin melakukan kultivasi selama berjam-jam. mereka juga melakukan latihan beladiri lain nya. seperti silat, wushu, *** chi dan berlatih dengan pedang serta pecut yang di ubah dari pedang biru nya.


kini tiba waktu nya mereka kembali ke dunia nyata. xiao huang dan hei tian berjanji jika mereka telah berhasil melakukan jurus perubah wujud akan menemani xia yu dan fang yin di dunia nyata.


***


Mereka tiba di dunia nyata pada pukul enam sore. ini adalah saat nya mereka berdua untuk bersenang-senang menikmati perayaan festival lentera yang akan di adakan malam ini.


semua penduduk di kerajaan xifang akan membuat permohonan pada dewa, agar putri bungsu dari keluarga kerajaan segera di sembuh kan dari penyakit yang di derita gadis kecil itu.


xia yu membersihkan diri nya selama beberapa menit. kemudian dia memakai hanfu berwarna putih yang memiliki kerah tinggi, terdapat kain yang menerawang di bagian pundak sampai lengan nya.


xia yu tidak terlalu pandai dalam menghias rambut. dia selalu menunggu fang yin untuk membantu menata rambut nya dengan model yang trend di sana yang menurut xia yu ribet. karena itu xia yu lebih memilih merias wajah nya dengan alat rias yang dia buat sendiri dengan bahan alami yang dia temukan di dalam hutan.


di tempat lain yaitu kamar fang yin. dia terlihat sangat antusias dengan acara malam ini. fang yin memakai hanfu biru yang dia bawa dari kerajaan xifang. hanfu itu pemberian dari bibi nya. setelah itu dia mulai menata rambut nya dan memakai hiasan jepit bermotif bunga yang sama dengan yang dia berikan pada nini. setelah selesai merias diri nya. fang yin bergegas ke kamar xia yu.


fang yin tahu jika nona yang sekarang tidak pandai dalam menata rambut, tapi jika itu berurusan dengan merias wajah xia yu lah ahli nya. saat di kediaman raja liu, xia yu pernah bilang jika tatanan rambut rakyat biasa saja sangat rumit, apa lagi tatanan rambut putri, permaisuri dan ratu. padahal dia sendiri salah satu yang di sebut kan nya.


tapi saat xia yu masih menjadi permaisuri raja liu, dia tidak pernah merias rambut nya dengan banyak nya hiasan, xia yu hanya memerintah kan fang yin memakai kan satu atau dua hiasan rambut saja. karena dia tidak terlalu suka dengan kemewahan yang berlebih. dia lebih suka terlihat sederhana namun tak dapat di lupakan.


sesampai nya di kamar xia yu. fang yin langsung menghampiri nona nya yang sedang menyisir rambut nya. dengan cekatan fang yin mengambil sisir itu dan mulai menata rambut xia yu.


fang yin mengikat satu perempat rambut xia yu dan menata nya dengan model tatanan rambut sederhana. xia yu menyuruh fang yin memakai hiasan gelang rambut yang di beli nya kemarin saat tiba di kerajaan xifang.


xia yu selalu puas dengan tatanan rambut fang yin. dia berpikir jika fang yin berada di zaman nya, pasti dia telah menjadi hair style yang terkenal deh. pikir xia yu.


kini mereka berdua telah siap dengan penampilan mereka yang memukau. penampilan yang dapat menghipnotis setiap mata yang memandang mereka.


xia yu dan fang yin keluar dari rumah dan menunggangi kuda mereka masing-masing menuju aliran sungai kerajaan. kuda yang mereka tunggangi berjalan dengan langkah kaki mereka yang seirama menyusuri jalanan desa yang terlihat terang berbeda dari malam biasa nya.


di sepanjang perjalanan, xia yu melihat semua rumah warga di hiasi dengan lentera merah yang menyala dan lentera lampion yang berjajar menggantung dari satu rumah ke rumah lain nya, dengan bantuan seutas tali menghiasi jalan yang mereka lewati. mereka juga melihat lentera berwarna jingga menyala mulai berterbangan menghias langit yang gelap.


...Indah... satu kata itu lah yang di sebutkan oleh xia yu mewakili rasa kekaguman nya akan keindahan yang sedang dia nikmati.


saat menuju ke aliran sungai kerajaan. xia yu berpapasan dengan para warga yang sedang berjalan ke arah yang sama dengan tujuan mereka. semua orang terdiam saat melihat xia yu dan fang yin yang melintasi mereka dengan menunggangi kuda nya.


xia yu terlihat sangat anggun dengan pakaian putih yang kontras dengan warna coklat dari tubuh keli. langkah keli yang pelan dan berirama menambah kesan anggun dan berkelas pada gadis yang menjadi tuan nya. xia yu bagaikan seorang putri dari kerajaan yang sedang melakukan pelarian. semua orang menatap nya dengan tatapan kagum akan kecantikan yang di suguh kan nya.


xia yu dan fang yin berhenti di dekat jembatan. mereka berdua menitip kan kuda mereka di penitipan kuda yang tersedia di sana. xia yu memberi kan satu koin emas agas orang yang bertugas menjaga kuda nya tidak lalai dan mengakibat kan kuda mereka hilang. xia yu berjanji akan memberikan mereka bonus saat dia kembali jika melihat kuda nya baik-baik saja.


xia yu adalah gadis yang posesif setiap benda atau benda hidup milik nya. tapi itu berlaku untuk yang setia pada nya saja.


kini mereka tengah berada di hadapan jembatan yang selalu warga lewati untuk bisa melihat para bangsawan dan pangeran yang selalu melakukan rutinitas bermain dan berbelanja nya.


ibarat kata tempat itu seperti komunitas untuk para kalangan atas. di sana terdapat restaurant, rumah bordil, penginapan, toko-toko yang menjual baju, obat, senjata, dan masih banyak yang lain nya.


paman dari su fanghua juga menunjuk kan salah satu rumah yang bisa di sewa nya di daerah sana. tapi xia yu menolak karena dia tidak terlalu suka tinggal di tempat yang ramai. menurut nya itu akan mengganggu konsentrasi nya. kalian faham lah kan saat di abad-21 xia yu selalu berdiam diri di dalam ruang laboraturium. dia hanya dekat dengan beberapa orang saja.



Semua mata tertuju pada xia yu dan fang yin saat dia melangkah kan kaki nya di atas jembatan itu.


"Lihat ada gadis cantik..!"


"siapa dia..?"


"aku baru pertama kali melihat nya di kerajaan ini."


"benar baru kali ini juga aku melihat gadis secantik dia."


"lihat.. pakaian nya sangat indah."


itulah beberapa ungkapan dari orang-orang yang terpesona pada xia yu. bukan hanya tatapan kagum namun tatapan iri juga tersirat dari para gadis yang merasa tersisih kan karena kehadiran xia yu.


tapi xia yu tidak terlalu memperdulikan percakapan dan tanggapan mereka, selagi mereka tidak mengganggu nya. tapi jika ada yang berani mengganggu nya siap-siap saja menerima murka nya.


xia yu menyuruh fang yin berhenti di sebuah kedai kecil yang menjual lentera. dia membeli beberapa lentera untuk membuat permohonan. ya dia hanya ingin membuat permintaan. entah itu terkabul atau tidak dia tetap ingin melakukan nya, tidak ada hal yang tidak mungkin bukan.?


xia yu dan fang yin bergegas ke arah aliran sungai. di sana mereka tetap menjadi pusat perhatian semua orang. fang yin mulai membakar kain putih yang telah di beri cairan minyak dengan api yang dia dapat dari obor yang berjajar rapi di setiap jalan. tidak berapa lama lampion itu telah terisi penuh dengan asap dan menerbangkan nya.


para pemuda dan para gadis yang berada di sana selalu memperhatikan semua gerakan xia yu yang terlihat anggun bahkan saat dia mencoba menerbangkan lampion nya. dia seperti seorang dewi yang sedang bermain dengan cahaya lampion itu.



"hati-hati nona.." lirih fang yin takut jika jari tangan xia yu terbakar karena api yang terdapat di dalam lampion.


"iya bawel.. dari tadi kau terus menerus menceramahi ku saja." jawab xia yu dengan nada kesal nya. bibir nya mengerucut membuat para lelaki di sana ingin sekali mencicipi bibir ranum itu.


masih saja xia yu tak peduli dengan keadaan di sekitar nya. dia memilih kembali fokus pada benda yang telah mengembung sempurna dan siap di terbang kan.


xia yu melepas kan lampion itu dengan senyuman indah yang terukir di kedua sudut bibir nya. semakin membuat para gadis di sana berdecak kesal pada nya. para gadis itu adalah para nona dari keluarga bangsawan.


"wow.. lihat lentera ku terbang, indah bukan..?" ujar xia yu takjub dan senang karena berhasil menerbangkan lentera nya.


"benar nona, itu sangat indah. ternyata nona sangat pandai bermain lentera." jawab fang yin kembali menyerahkan satu lentera yang telah.


"kau ini bisa saja ya, dari mana pandai nya coba.? lihat lah.. seumur hidup ku, baru kali ini aku memegang lentera.!"


"m.. meskipun baru, nona terlihat sangat pandai. aku pikir jika nona itu gadis yang jenius."


"huh.. kau mencoba menggoda ku ya.. hemm?"


"bukan seperti itu.. nona memang pandai koq tidak di ragukan lagi. nona adalah gadis terpandai yang aku temui."


"ah.. kau semakin ngelunjak ya.. terus saja kau puji aku mungkin sebentar lagi aku akan terbang melayang karena pujian mu."


itu lah senda gurau yang xia yu dan fang yin selalu lakukan. jika di rumah nya atau di ruang dimensi mereka akan mungkin akan saling puji dan berhenti setelah kata pujian mereka habis.


Di kehidupan nya yang dulu xia yu tidak memiliki waktu seperti sekarang. saat xia yu remaja, dia hanya fokus dalam belajar. tidak pernah ada niatan untuk bermain dengan teman atau keluarga nya. hanya satu tujuan hidup nya saat itu.


xia yu remaja bercita-cita menjadi dokter ahli kimia yang terkenal di dunia. tapi dia harus merelakan kehidupan nya berakhir saat dia di khianati oleh kekasih dan sahabat nya saat cita-cita nya tercapai.


xia yu mulai membuat harapan dengan tangan yang saling berpegangan dan menempel kan nya di depan dada. mata nya mulai terpejam saat dia membuat permintaan dalam hati nya.


*tuhan.. terimakasih telah memberi ku kehidupan kedua, aku sangat bersyukur atas rahmat mu.. aku hanya akan membuat satu permintaan untuk kedua keluarga ku yang berada di masa ini dan masa depan. tolong engkau jaga dan lindungi mereka dari segala macam bahaya. di kehidupan ini aku akan tetap bekerja keras dalam mencari kebahagian ku dan memperjuangkan setiap tindak ketidak adilan dari orang yang tidak bersalah. tolong bantu aku mendapat kan kemudahan dalam semua urusan ku.. amiin..*


itu lah kutipan do'a dari xia yu.


setelah berdo'a xia yu kembali bersenda gurau dengan fang yin sambil menyaksikan keindahan di sekeliling nya. keindahan yang tidak pernah mereka lihat. kenyamanan akan kebebasan yang mereka rasakan. hanya itu saja sudah membuat mereka bahagia.


di sisi lain, ada beberapa pasang mata dari arah penginapan yang dekat dengan sungai itu. beberapa pasang mata itu tengah memperhatikan xia yu dan fang yin.


mereka adalah su fanghua dan kedua kakak lelaki nya serta beberapa pengawal yang mengawal mereka. su fanghua sangat bahagia karena xia yu menepati janji nya. dia sengaja pergi keluar bersama ke dua kakak nya setelah mereka selesai melakukan ritual persembahan dan melakukan pelepasan lentera.


su fanghua menyuruh salah satu pelayan dan pengawal nya menjemput xia yu. fanghua ingin sekali menghampiri xia yu sedari tadi. tapi fanghua urungkan karena tidak bisa sembarangan keluar.


bisa saja di luar sana ada musuh kerajaan nya yang menyamar sebagai rakyat biasa dan mencelakai nya. atau bisa membahayakan xia yu dan fang yin jika mereka menghampiri nya.


**tbc