The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
107. Dewi teratai..



..AAAAA...


Xia yu menjerit menyadari tubuh nya sudah berganti pakaian dan sedikit terbuka di setengah badan nya.



"a..apa yang terjadi dengan pakaian ku..?" ujar xia yu terkejut dengan kondisi nya saat ini. dia mengangkat helaian hanfu biru itu dan menutup sebagian tubuh nya yang terbuka dengan tangan kanan nya.


"kenapa bisa aku berganti pakaian..? dan itu...?" lirih xia yu. dia baru saja sadar jika bunga teratai di hadapan nya sangat lah besar dan harum. dia bangkit dari duduk nya setelah merapihkan pakaian nya dan menggenggam pedang yang tadi dia ambil di dalam kolam.


xia yu mendekat ke arah bunga itu dan mencoba menggapai nya, dia memegang kelopak bunga itu betapa dingin nya bunga yang dia sentuh. tidak berapa lama setelah xia yu menyentuh nya suara yang tadi memanggil nya kini menampakan sosok nya.


..WUSHH...


Sosok wanita dewasa memakai hanfu putih dengan sinar bulan dan biru nya langit menambah pesona kecantikan wanita itu. xia yu terdiam sesaat karena terpesona akan kecantikan wanita dewasa di depan nya.



"selamat datang di dunia ini xia yu.." ujar wanita dewasa di depan xia yu.


"si..siapa kamu..?" ujar xia yu kaku.


"aku adalah dewi teratai.." jawab nya.


"dewi teratai..? kenapa kau tahu nama ku.?" tanya xia yu terlihat kebingungan.


"aku adalah pemilik pedang biru yang kau pegang.. dan aku telah memilih mu menjadi pemilik baru dari pedang itu." jawab dewi teratai.


"......" xia yu diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"aku tahu jika tubuh itu bukan lah milik mu, tapi milik dari gadis biasa yang tidak mendapat kebahagiaan di dunia ini..


aku adalah seorang dewi yang telah menjaga hutan ini selama ribuan tahun. aku menginginkan diri mu untuk menjadi penerus ku.." jelas sang dewi menyampai kan niat nya.


"penerus..? bagaimana bisa aku jadi penerus aku bukan seorang dewi seperti diri mu." jawab xia yu.


"bukan kah sedang mencari jati diri mu..?


ini lah jawaban dari semua pertanyaan mu, kau di lahir kan kembali ke dunia ini agar kau bisa mengulang kembali hidup mu yang tidak mendapat kan kebahagiaan akan cinta sesungguh nya dari zaman mu." ujar dewi teratai kembali meyakinkan xia yu.


"apa kah kau dan kakek li yang membawa ku zaman ini..?" tanya xia yu seakan mengerti jika ini ada sangkut paut nya dengan kelahiran kedua nya.


"ya.. kami lah yang membawa raga mu ke dunia ini.." jawab dewi teratai.


"kenapa kalian bisa memilih ku menjadi alat dari balas dendam kalian..? kenapa kalian tidak membiarkan ku hidup di zaman ku..? aku juga memiliki keluarga di sana.. apa kalian tidak memikirkan perasaan ku saat terlahir di dunia yang tidak aku kenal dan meninggal kan keluarga yang menyayangi ku.. ? kalian semua terlalu egois mementingkan diri kalian dan tidak memberi kesempatan pada ku untuk berpisah secara baik-baik dengan keluarga ku." ujar xia yu mengeluarkan semua perasaan yang sebenar nya dia rasa kan selama dia terlahir kembali di zaman kerajaan.


"maaf kami melakukan itu karena kau juga tidak ada pilihan lain dan tidak bisa kembali ke dunia mu..(artinya xia yu akan meninggal dan pergi ke alam baka)" ujar dewi teratai dia mendekat ke arah xia yu dan memeluk nya.


"kau adalah gadis baik yang memiliki hati bersih tidak ternoda oleh lelaki sebelum kau benar-benar menjadi pemilik dari pasangan mu. kau adalah dewi kesucian yang memegang teguh pada kebenaran. semua yang kau lakukan di zaman mu telah mendapat predikat kelulusan menjadi seorang dewi. jadi terima lah takdir yang telah memilih mu untuk terlahir kembali menjadi seorang dewi bagi semua umat manusia di zaman ini.. kau memiliki kemampuan yang di luar batas kemampuan manusia biasa karena ketulusan saat kau mengobati." lanjut nya.


"tapi...." lirih xia yu melepas pelukan dewi teratai.


"tidak ada tapi..! ini lah takdir mu, sekarang berdiri lah dengan benar dan pegang pedang itu dengan benar, aku akan menyalurkan kekutan ku pada pedang itu." titah dewi teratai.


....SRINGG.....


xia yu menutup mata nya saat pedang itu mengeluarkan cahaya biru seperti yang dia lihat saat di dalam air. tubuh nya terangkat oleh pedang itu dan cahaya biru keunguan menyelimuti tubuh xia yu.


mata nya kembali terbuka setelah dia merasakan kaki nya menapak kembali ke atas tanah.


"sekarang pedang itu telah menjadi milik mu seutuh nya. pedang itu bisa berubah menjadi sebuah pecut untuk membantu penyamaran dan mempermudah mu saat mendapat kan bahaya ucap kan saja keinginan mu saat ingin merubah nya." ujar dewi teratai.


"terimakasih telah menghidupkan kembali diriku dan mempercayai ku untuk memiliki pedang ini. maaf karena ke tidak sopanan ku saat aku kehilangan kendali." jawab xia yu.


"Terus lah berbuat baik jangan mengabaikan orang yang membutuh kan pertolongan mu jika kau bisa menolong nya, dan jangan lah kau sombong akan kemampuan mu, karena di atas langit masih ada langit. Jalani lah hidup mu dengan baik kelak kau akan bahagia.." ujar dewi teratai memberikan pesan pada xia yu.


"Baik.. Aku akan mengingat semua pesan mu. " jawab xia yu.


"Besok malam adalah bulan purnama.. Pergilah ke atas gunung berapi dan temukan lah inti api biru di dalam perut bumi itu adalah obat untuk membangkit kan kembali kekuatan dari burung phoniex api mu.. Kau pasti tidak tahu jika burung itu tidak bisa menampilkan wujud asli dari tubuh nya yang sudah besar."


"Ya.. Aku tidak tahu.. Xiao huang bilang jika dia tidak mau menarik perhatian pemburu jika dia menampak kan wujud asli nya."jawab xia yu.


"memang benar apa yang di ucap kan nya namun sebab yang utama nya adalah karena kekuatan nya belum bangkit. jadi tolong kau segera ambil obat itu dan berikan kepada burung itu sebelum gerhana itu menghilang karena pintu masuk ke dalam perut bumi akan tertutup."


"baik lah aku akan melanjutkan perjalanan ku berhubung pedang yang ku cari telah ketemu."


"ingat pesan ku jangan lah menjadi orang yang berbeda setelah kau memiliki kelebihan"


"baik aku akan ingat semua pesan mu."


..wush..


dinding yang memisah kan xia yu dan xiao huang terbuka.


xia huang terbang menghampiri xia yu karena sudah lebih dari tiga puluh menit xia yu berada di gua itu.


"gadis bodoh.. kemana saja kau..? kau tidak terluka bukan..?" cicit xiao huang panik dan cemas.


"diam lah xiao huang..! kau ini cerewet sekali.." jawab xia yu kesal karena xiao huang berbicara sangat dekat dengan telinga nya. dan terjadilah pertentangan antara xia yu dan xiao huang selama lima menit.


"cukup sudah.. apakah kalian ini masih anak anak..?" ujar dewi teratai melerai mereka berdua.


"maaf dewi.." jawab xia yu.


"dewi teratai..! maaf aku tidak mengetahui jika kau berada di sini.." ujar xiao huang terkejut baru menyadari jika di ruangan itu ada sosok dewi yang di kenal nya.


"bersiap lah aku akan mengeluarkan kalian dari tempat ini.." ujar dewi teratai dan di angguki oleh mereka berdua.


xia yu dan xiao huang pun menuruti apa yang di perintah kan oleh sang dewi dan dia pun mengeluarkan mereka berdua dengan satu kibasan tangan nya.


xia yu dan xiao huang kembali berada di dalam hutan arwah dan berada di dekat pohon yang berlubang tadi setelah mereka menghilang dari dalam gua.


**tbc