
***
"Oh, jadi ini Nona Xing yang sedari tadi kita tunggu-tunggu? Aku kira, seorang dewi yang turun dari langit ternyata hanya seorang pengecut yang tidak berani menunjukkan wajahnya." Seorang pria paruh baya langsung mencibir Xia yu dengan tatapan menghina, dia sedang menyuarakan kekesalannya atas keterlambatan Xia yu.
Xia yu dan teman-temannya menoleh kearah pria paruh baya yang duduk di barisan depan. Pria itu menyeringai melihat gadis yang di cibir merespon ucapannya. Ternyata tidak hanya pria itu saja yang tidak menyukai kehadirannya, di sana juga ada seseorang yang ternyata memiliki tingkat kultivasi seorang warrior abadi. Dapat Xia yu simpulkan, jika pria paruh baya yang mencibir adalah antek-antek dari pria itu atau mungkin orang itu yang menyuruhnya.
Xiao Huang ingin menjawab ucapan pria itu akan tetapi Xia yu lebih dulu menahannya, dia ingin lihat bisa sampai mana orang itu menghina dirinya.
"Apakah kamu tahu siapa gadis-gadis yang berada dibelakang mu? Aku lihat kultivasi mu hanya mencapai tingkat Warrior level terendah, sangat jelas mereka itu bukan tandingan mu! Sebaiknya kamu kembali ke ibumu." Pria paruh baya itu kembali menghinanya.
Xia yu pun membalikkan tubuhnya menghadap pria itu. Ketika mendengar penghinaan itu dirinya tidak tahan lagi, dia pun melayangkan tatapan tajamnya dan berkata dengan suaranya yang tegas.
"Meskipun saya tidak tahu mereka siapa dan seberapa hebat mereka, tapi saya bisa menebak bahwa anda berasal dari kementerian dan level anda juga berada di tingkat Warrior. Dan bukankah orang-orang selalu berkata bahwa orang yang datang ke tempatmu harus diperlakukan seperti tamu. Lalu apa-apaan ini? Apakah anda selalu bersikap seperti ini ketika melayani tamu?" Ujar Xia yu dengan nada mengejek, bahkan dia menyilang kan kedua tangannya di depan dada seolah menantang pria paruh baya itu.
"Kamu!" Pekik pria paruh baya itu menunjuk Xia yu dengan telunjuknya.
"Menteri Chu, Nona Jing benar. Setelah memasuki ruangan ini, dia adalah tamu. Anda seharusnya tidak boleh bersikap seperti itu." Seorang pria paruh baya lainnya yang duduk di kursi utama berbicara. Suaranya yang lirih dipenuhi dengan otoritas menegur pria paruh baya yang bersitegang dengan Xia yu. Hal itu membuat Menteri Chu yang masih marah tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
Saat itu, orang-orang lainnya juga ikut berbicara.
"Yang Mulia, Nona Jing masih mengenakan tudung dan cadarnya seolah dia tidak berani berhadapan dengan orang lain. Saya mempertanyakan asal-usulnya. Bagaimana kita bisa mempercayai kalau dia memang salah satu kandidat yang terpilih?"
"Benar, Yang Mulia. Kita tidak mungkin membiarkan Nona yang tidak jelas asal-usulnya ini mengikuti seleksi tahap akhir dalam pemilihan permaisuri. Lihatlah sikapnya yang malas, aku menduga Nona ini bahkan belum tidak tahu tata krama menjadi seorang Permaisuri kerajaan. Bagaimana gadis sepertinya bisa terpilih? Mungkinkah dia melakukan sesuatu yang licik agar bisa mencapai tujuannya?"
Kaisar Yuan Zhu-Ming dan Xia yu saling memandang dalam diam. Tatapan Kaisar tertuju pada kain tipis yang dikenakan oleh gadis pilihannya, sementara Xia yu menatap lekat mata elang laki-laki yang menjadi pilihannya, dia solah bisa membaca gerakan Kaisar yang sedang memberikan sebuah isyarat pada pria paruh baya yang duduk di barisan depan, kursi yang disediakan untuk para juri.
Salah satu Juri berdiri dan berbicara pada Xia yu.
"Saya ingin tahu apakah Nona Jing yang terhormat bersedia melepaskan tudung dan cadar yang Nona kenakan? Dan bisakah Nona menunjukkan wajah pada kami?"
Xia yu tersenyum ramah seraya mengangkat satu alisnya memandang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya. Setelah itu, dia pun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh juri.
"Bukankah dengan saya bisa hadir disini telah membuktikan bahwa saya memang kandidat yang terpilih. Terlebih saya juga mendapatkan perlakuan yang sama seperti kandidat lainnya ketika melewati proses pemeriksaan!" Jelas Xia yu tersenyum penuh arti pada juri itu. "Tapi, kenapa saya merasa seperti tidak diundang secara pribadi dan harus mendapat perlakuan seperti ini. Saya mengira, orang-orang yang berada di kerajaan tingkat tertinggi akan memiliki sopan santun yang luar biasa. Ternyata sama saja seperti orang desa yang tidak terlalu paham tata krama!"
Xia yu membalikkan tubuhnya menghadap kaisar, dia membersihkan pakaiannya seolah telah terkena kotoran. Setelah itu dia berbicara padanya dengan ekspresi datar.
"Karena anda sekalian tidak mempercayai saya, maka Yang Mulia bisa menemukan orang lain yang lebih baik untuk melakukanya! Sejujurnya, saya tidak benar-benar tertarik untuk menjadi seorang Permaisuri!" Setelah Xia yu selesai berbicara, dia tidak menunggu pria yang berada di atas sana mengatakan apa pun, segera berbalik arah dan mengajak teman-temannya berjalan menuju pintu.
Kasim ketua dan Panglima Di terkejut, tiba-tiba merasakan tatapan tajam dari seseorang. Mereka tahu jelas siapa gadis itu sebenarnya meskipun baru pertama kali bertemu dan mereka juga tahu bahwa gadis itu sedang berbicara langsung kepada pemimpin mereka. Karena tidak ingin membuat sang penguasa murka, mereka berdua pun segera menghentikan langkah Xia yu dan teman-temannya.
"Apakah Nona Jing yang terhormat bersedia berhenti sebentar?" Kasim utama berbicara.
Para penjaga di luar aula segera memblokir jalan mencoba menghentikan Xia yu. Namun saat mereka berusaha menghalangi jalan, secara tiba-tiba Xia yu melemparkan mereka semua hanya dengan satu kibasan tangannya.
"Enyahlah!" Teriak Xia yu, dia telah menunjukkan sifat aslinya yang tidak sabaran.
Ketika teriakan yang tajam itu terdengar, dua penjaga langsung terjatuh sambil mengerang kesakitan. Semua orang yang berada di dalam aula terkejut, mereka mengira kalau Xia yu tidak akan berani berbuat seperti itu.
Beberapa orang di dalam aula langsung beranjak dari kursi ketika melihat Xia yu menyerang penjaga. Salah satu dari mereka berteriak dengan penuh amarah, siapa lagi kalau bukan Menteri Chu yang menjadi provokator dalam acara ini.
"Penjaga! Tangkap gadis liar itu!" Teriak Menteri Chu seraya menunjukkan telunjuknya kepada Xia yu, dia kembali melakukan provokasinya.
Seketika beberapa penjaga berjalan menghampiri Xia yu, namun sebelum bisa mencapai gadis itu seseorang lebih dulu menghentikan mereka.
Kaisar Yuan Zhu-Ming berteriak dengan keras sehingga seluruh penjaga segera menghentikan langkahnya, mereka menoleh pada sang penguasa. Semua orang yang ada di aula bahkan menghadap ke arahnya dengan tatapan tak percaya.
"Apakah kalian semua tidak menganggap keberadaanku 'Hah? Kalian semua lupa dengan kedudukan kalian?!" Suara Kaisar Yuan begitu menggelegar membuat semua orang seketika menundukkan pandangan mereka. Hanya Xia yu yang masih menatapnya dengan acuh tak acuh.
Menteri Huang Yi yang duduk di kursi utama datang menghadap, dia segera berlutut dihadapan kaisar. "Mohon maaf Yang Mulia, bawahan anda telah lalai dan bersikap tidak sopan." Ujarnya dengan suara yang lirih.
Semua jajaran istana ikut berlutut, mereka meminta maaf dengan tulus pada pemimpin mereka.
"Bangunlah.." Titah Kaisar, semua orang pun kembali duduk dengan tenang.
"Tamu yang terhormat bersediakah anda memaafkan tindak kesopanan Menteri Chu?" Seorang juri berbicara pada Xia yu.
Xia yu berpikir sejenak sebelum menjawab. Dia tersenyum penuh arti di balik cadarnya. "Baiklah, untuk kali ini bisa saya maafkan. Tapi tidak dengan berikutnya!"
"Syukurlah, kalau begitu bersediakah anda kembali melanjutkan sesi perkenalan?" Menteri Huang Yi kembali bertanya.
"Tentu." Jawab Xia yu kembali ke posisi semula, bedanya kali ini tidak bersama teman-temannya.
Semua orang kembali tenang, mereka mulai menyimak perkenalan kandidat nomor sepuluh.
Pertama-tama Xia yu meminta maaf atas ulahnya dan keterlambatannya. Dia memberitahu siapa dirinya dan darimana dia berasal hingga dirinya yang pernah menikah. Dia menjelaskan bahwa selir atau istri kedua dari ayahnya telah menjebaknya dan membuatnya menikah dengan salah satu raja dari kerajaan Xing. Dia juga memberitahu mereka bahwa dirinya masih suci dan ikatan pernikahan itu telah batal karena dirinya bisa membuktikan kejahatan yang dilakukan oleh selir ayahnya.
Kemudian Xia yu memberitahu mereka bahwa dirinya selama kurang lebih satu tahun hidup mengembara bersama teman-temannya yang sekarang menjadi pengawalnya. Satu hal yang tidak Xia yu beri tahu bahwa dirinya adalah Tabib Misterius. Biarkan mereka menghinanya saat ini, yang terpenting bisa tetap menjalankan siasatnya.
Semua orang tampak tidak percaya Xia yu bisa melalui hal itu. Beberapa orang merasa kasihan padanya, gadis lain mungkin tidak akan sekuat dirinya menghadapi kehidupan yang dijalani olehnya. Ada juga orang-orang yang senang dengan nasibnya, mensyukuri ketidak adilan yang diterimanya. Beberapa gadis yang berada di sisi aula dapat menerima Xia yu, namun ada juga yang tidak bersedia.
Keputusan Xia yu bisa melanjutkan sesi selanjutnya hanya bisa di tentukan oleh pada para juri. Di sisi lain, Kasim pembawa acara berjalan menghampiri para juri. Dia memberikan gulungan kertas yakni dekrit undangan khusus yang di dapatkan Xia yu. Juri di sana tentu terkejut saat melihat Stempel Kaisar tercetak jelas dibawah nama gadis itu. Secara langsung mereka telah memasukkan nama Xia yu ke dalam daftar kandidat terkuat!
Upacara perkenalan pun usai, Panglima Di berjalan menghampiri Xia yu. Dia berbicara dengan sopan.
"Tamu yang terhormat, silahkan duduk." Tangannya memberikan isyarat agar Xia yu duduk di kursi terakhir dari barisan meja para kandidat yang telah melakukan sesi perkenalan.
"Terimakasih, Tuan." Xia yu pun beranjak dari tempatnya berjalan menuju kursi yang di tunjuk oleh pria paruh baya tadi. Sudut bibirnya melengkung ketika dia berlalu dari hadapan orang yang memprovokasinya. Tepat dihadapan kursi miliknya, tiba-tiba sebuah kekuatan mendorong kursi itu.
Xia yu melirik pria paruh baya yang sedari tadi bersitegang dengannya. Xia yu menarik salah satu sudut bibirnya keatas tersenyum menyeringai pada pria itu. Setelahnya dia mengeluarkan kekuatan mistik dari telapak tangan dan menarik kursi yang terdorong mundur. Akhirnya kursi itu kembali ke posisi semula, saat itu juga Xia yu duduk disana dengan tenang.
Tiba-tiba suara deritan terdengar, tidak lama setelah itu kaki kursi yang tengah di duduki oleh Menteri Chu patah, membuat pria paruh baya itu terjatuh begitu saja hingga akhirnya terduduk di lantai yang keras. Dia pun menjerit kaget.
"Aahhh!!"
Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung tersenyum. Mereka segera memalingkan pandangan dari sana saat tatapan menteri Chu melihat sekeliling aula. Wajahnya menjadi merah ketika melihat tatapan gadis yang sedari tadi dia singgung tengah menyeringai padanya. Rasa malunya berubah menjadi amarah, dia pun mulai berteriak pada Xia yu sambil berdiri dari lantai.
"Keberanian macam apa itu? Berani-beraninya kamu memainkan trik ini pada ku!" Teriakan menteri Chu mampu membuat seisi ruangan aula karena suara lantangnya.
"Menteri Chu, perhatikan sikapmu berhenti membuat kegaduhan!" Menteri Huang Yi kembali menegur Menteri Chu. Pria paruh baya itu pun beringsut karena tatapan tajam yang tertuju padanya. Dia kembali kehilangan kendali.
'Dasar kampungan, dia benar-benar membuat ku malu dengan sikapnya!' Batin Menteri Huang Yi, dia begitu kesal dengan orang di sebelahnya itu. Bukannya membuat Xia yu tereliminasi, yang ada dirinya malah ikut terseret lumpur hidup yang tidak ada habisnya membuat keributan. Dia yakin kandidat ke sepuluh bukan gadis yang terpilih, tapi kenapa gadis ini tetap bisa lolos dari pertanyaan para juri.
'Sebenarnya siapa gadis liar ini?'
**tbc