
Xia yu dan Fang yin bangun dari tidurnya setelah mendengar ayam jantan berkokok menandakan jika malam telah berganti pagi. Mereka berdua bergegas melakukan rutinitas paginya dan keluar dari kedai yang menyatu dengan penginapan.
Xia yu dan Fang yin kembali ke kediaman Raja Liu. Di sana sudah ada dua orang yang membawa papan nama pesanan mereka. Xia yu menyuruh Fang yin menghampiri mereka, sedangkan dia sendiri berjalan masuk ke arah paviliunnya.
"Tuan, apa itu papan nama yang saya pesan." Tanya Fang yin menghampiri ke dua orang itu.
"Benar Nona.. Kalau boleh tahu, papan ini mau dipasang disebelah mana Nona?" Jawab salah satu orang itu menanyakan di gantung dimana papan nama itu.
"Disebelah sana tuan. Mari!" Jawab Fang yin mengarahkan satu jarinya ke arah paviliun Xia yu dan mengajak mereka.
"Baik Nona," ke dua orang itu mengikuti Fang yin dari belakang "Saya akan mulai memasangnya." Ujar mereka setelah sampai di depan pintu paviliun.
"Silahkan, saya permisi! Oh ya, jika sudah selesai tolong panggil Saya." Jawab Fang yin mempersilahkan kedua orang itu untuk mengerjakan pekerjaannya.
Kedua orang itu pun mulai memasang papan nama. Tidak jauh dari sana, terdapat seorang pelayan wanita sedang mengawasi apa yang terjadi di depan paviliun Xia yu. Pelayan itu tidak lain suruhan Lien hua yang di perintahkannya untuk mengawasi apa yang terjadi di kediaman Raja Liu, atau lebih tepatnya Mata-mata Lien hua.
Sayangnya, pelayan itu hanya melakukan hal yang sia-sia. Pelayan itu tidak akan bisa menyampaikan informasi yang didapatnya untuk diganti dengan beberapa koin perak, karena Lien hua telah sudah mendekam di penjara.
Dilain tempat, Jendral Ho telah menyiapkan acara kremasi untuk selir Yenny yang masih ditangisi oleh ke dua anaknya. Yihua dan Yue yin belum tahu jika ibunya di hukum oleh korbannya sendiri.
Sekarang dunia seakan terbalik bagi mereka. Karena mereka telah kehilangan orang yang membesarkan dan mengatur jalan hidup mewah untuk mereka. Sekarang dalam hati mereka telah tertanam hawa nafsu yang siap meluiapkan amarahnya yang membuncah. Merka akan membalaskan kematian ibunya yang sangat mengenaskan.
Yihua dan Yue yin, mulai mencari tahu sebab kematian ibunya melalui Jendral Ho yang selaku Ayah mereka. Mereka berdua tahu jika Kasim Lu dari istana, datang untuk memberitahu ayah mereka tentang kematian ibunya. Dari sanalah mereka mendapatkan informasi yang mereka inginkan, melalui salah satu pelayan yang menguping pembicaraan Jendral Ho dan Kasim Lu.
"Nona, ibu anda terbunuh oleh Nona sulung." ujar pelayan yang menguping pembicaraan jendral ho dan kasim lu.
"Xia wei! Gadis jal**g! Berani sekali dia membunuh ibu?!" Ujar Yihua dengan amarahnya yang meradang setelah mengetahui siapa pembunuh ibunya.
"Kak, kita harus membalaskan kematian ibu!" Ujar Yue yin mengusulkan untuk melakukan balas dendam atas kematian ibunya.
"Ya, kita akan balas perbuatannya! Aku akan mencabik-cabik tubuh jal**g gagu itu dengan pedang ku!" Jawab Yihua semakin tersulut emosinya saat dia mengingat xia wei yang dulu sangat di sayang oleh ayahnya. Bahkan dia juga iri saat tahu ibunya menjebak Xia wei dengan pria idamannya, tapi dia puas karena pria idamannya bersikap kasar kepada Xia wei.
"Benar kak. Jangan biarkan Gadis gagu itu memasuki kediaman ini lagi! Kita harus menghasut Ayah agar dia tetap membenci ja**ng sialan itu." Ujar Yue yin menambahkan kadar kebenciannya terhadap Xia wei.
Mereka berdua tidak sudi jika harus berbagi kasih sayang ayahnya lagi. Cukup dengan Xinxin dan Adik laki-laki Xia wei, yang sekarang mendapat kasih sayang lebih dari ayahnya.
"Sekarang dimana jal**g itu tinggal?!" Tanya Yihua pada pelayan tadi.
"Nona sulung berada di kediaman Raja Liu, Nona.." Jawab si pelayan.
"Jangan sebut dia Nona! Di kediaman ini, hanya ada satu Nona sulung. Yaitu Aku!!" Bentak Yihua pada pelayan itu. Dia marah karena pelayan itu menyebut Xia wei Nona sulung.
"Ba..baik Nona sulung, saya pamit undur diri." Jawab si pelayan, dia pun pergi dari hadapan dua kakak beradik itu,
'Dasar ibu dan anak. Mereka tidak ada bedanya! Huh! Sebentar lagi kalian akan mendapat karma karena terlalu tamak. Untung aku tidak memberitahukan perubahan dari Nona sulung. Jika iya, aku tidak tau mereka akan berbuat apa padaku. Semoga mereka cepat-cepat mendapat balasan dari sikap congkak mereka!' Batin si pelayan setelah meninggalkan mereka berdua.
"Xia wei, tunggu pembalasan dari ku! Akan ku buat kau tidak ada lagi di dunia ini dan aku akan merebut pria idamanku kembali." Gumam Yihua setelah kepergian pelayan tadi.
****tbc**
_Author ganti visualnya sesuai janji author karena banyak yang tidak suka semoga dengan visual kali ini bisa memuaskan kalian reader.. tolong di kasih amunisi Author nya biar tetap semangat untuk up oke..