
***
Pria dewasa yang memiliki bekas luka di wajahnya, melangkah maju memasuki arena pertarungan. Dia di sambut riuh tepukan tangan dari para pemburu hadiah lainnya, yang ingin menyaksikan pertandingan antara pria itu dengan Gadis misterius yang berpakaian serba merah.
Xia yu keluar dari ruangan VIP, setelah di beritahu oleh petugas Serikat Prajurit Bayaran, bahwa ada yang menerima tantangannya. Dia berjalan dengan anggun melewati para petarung dari tingkat Fighter dan Warrior.
Di atas arena, terlihat pria dewasa dengan bekas luka di wajahnya, tersenyum senang melihat targetnya datang menghampiri. Karena dia mengira, jika kemampuan gadis itu tidak melebihi tingkat kultivasinya, maka dari itu dengan beraninya dia menerima tantangan gadis itu.
Kini mereka berdua berada di atas arena dengan saling berhadapan, dan diantara mereka berdiri seorang petugas atau biasa di sebut wasit, yang selalu ada dalam sebuah pertandingan. Petugas itu memberi isyarat jika pertandingan sudah di mulai.
Kedua mata pria itu dipenuhi rasa percaya diri yang kuat, dia mengepalkan tangannya erat-erat dan menyalurkan energi mistiknya memasuki kepalan tangan itu. Tiba-tiba dia menaikkan pandangan matanya dan menatap gadis berpakaian serba merah di hadapannya, yang tidak lain adalah lawannya.
"Mari kita mulai gadis kecil..!"
Sesaat setelah suara pria itu terdengar, tubuhnya bergerak dengan kekuatan mistik yang luar biasa, menyerang gadis itu dengan kekuatan anginnya.
Angin besar berputar di sekitar tubuh gadis itu, Si Codet ingin menyita udara di sekeliling gadis itu dan menumbangkannya dalam sekali serangan. Pria itu tersenyum senang, karena gadis itu di terkurung dalam putaran angin kecepatan yang tingginya, orang-orang hanya bisa melihat putaran angin itu bagaikan angin ****** beliung.
Semua orang mengira, jika gadis misterius yang ada di dalam kurungan angin itu telah kehilangan oksigen, dan kehilangan kesadaran diri. Tapi, sayangnya hal itu tidak terjadi, Xia yu masih berdiri tegak dengan sikapnya yang dingin, hanya pakaian merahnya saja yang ikut berterbangan karena angin yang di buat pria itu.
"Apa kau sudah selesai?"
Suara dingin terdengar oleh semua orang, saat itu juga mereka tersadar jika serangan Si Codet sia-sia. Gadis itu masih terlihat baik-baik saja, tidak kelihatan kekurangan oksigen atau keseimbangan diri. Xia yu menghirup udara dan melangkah maju dengan langkah anggunnya melewati putaran angin, membuat semua orang terkejut.
Xia yu memanfaatkan keterkejutan pria itu, dia menyerangnya dengan setengah kekuatan mistiknya, mengepalkan tangan dan bergerak cepat ke arah Si Codet. Dalam kepalan tangannya energi mistik berputar membentuk putaran energi kuat dan besar yang mengeluarkan suara keras.
Saat pria besar itu melotot karena kaget, sebuah pukulan pun menghantam dirinya, dan membuatnya terlempar sejauh sepuluh meter. Kekuatan dan kekejaman serangan mendadak itu membuat para penonton terkejut dan melenguh kencang. Suasana di arena pertarungan menjadi tegang.
Ketegangan yang tinggi itu membuat suasana menjadi hening, semua orang merasakan ancaman dari gadis itu, bahkan jika mereka ada di posisi Si codet, mereka tidak bisa membayangkan betapa sakit pukulan gadis itu, bahkan efek pujulannya membuat tubuh kekar Si codet terlempar sejauh itu.
Di bandingkan dengan reaksi para penonton, reaksi Laoban lebih terkesima. Dia melirik arena pertarungan di mana hasilnya akan segera ditentukan, sebelum dia kembali ke tempat semulanya.
Xia yu melompat dengan anggunnya, menghampiri Pria besar yang tergeletak di atas tanah, setibanya di hadapan pria itu, dia berkata dengan suaranya yang dingin dan kata-kata yang sedikit mengejek.
"Hey tuan, apa kau sudah mengaku kalah? Jika iya, aku akan melepaskan mu."
Mendengar kata-katanya yang cenderung mengejek. Si codet merasa geram, dia menggertakkan giginya dan kedua tangannya mengepal. Amarahnya memuncak karena merasa di permalukan di hadapan semua orang, dia segera bangkit dan kembali menyerang gadis itu.
Xia yu bergerak mundur ketika pria itu menyerang kembali, bibirnya melengkung indah mengetahui pria itu tidak mudah berputus asa, dia pun mengikuti permainan lawannya.
Si Codet, mengeluarkan sebilah pedang dari sarungnya yang tergantung di sisi kiri tubuhnya, lalu mengayunkan pedangnya menyerang gadis itu dengan energi Mistiknya, pertarungan sengit pun terjadi.
Xia yu menggunakan ilmu peringan tubuhnya dan kecepatan pergerakannya untuk menghindari serangan pria itu, dengan santainya dia bergerak ke sisi kiri dan kanan, bahkan gerakannya terlihat seperti menari, membuat semua orang hanyut dalam permainannya. Padahal di tangannya terdapat sebuah belati yang sudah di lumuri racun Devil's Liquid (Cairan setan).
Saking terpesonanya dengan gerakan gadis itu, mereka tidak sadar kalau Si codet sudah terkapar tak berdaya, dengan tubuhnya yang di penuhi luka sayatan. Dan di seluruh luka itu terdapat cahaya kemerahan seperti bara api, bau hangus pun tercium bersamaan dengan munculnya asap putih dari seluruh luka itu, tidak berapa lama, tubuh pria itu melebur menjadi serpihan debu.
Semua orang tercengang melihat kejadian itu, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya gadis itu lakukan pada Si codet, sehingga membuat tubuhnya terluka dan melebur menjadi serpihan debu hitam yang membentuk jejak tubuh di atas tanah.
Xia yu mengibaskan kain merahnya, hingga menciptakan angin yang lumayan besar, membuat gundukan debu hitam dari jasad pria besar itu, terbang terbawa angin yang dia ciptakan dari kibasan pakaiannya.
Semua orang kembali terkejut, mulut mereka terbuka lebar dengan mata yang terbelalak karena saking terkejutnya. Mereka bergidik ngeri melihat siluet gadis itu, tidak menyangka jika semua pemburu hadiah yang menghilang, ternyata terbunuh olehnya. Bahkan semua jasad pemburu hadiah langsung terkremasi setelah terkapar tak berdaya.???????
Semua orang bergetar ketakutan, tidak menyangka kalau kemampuan gadis berpakaian serba merah itu sangat setara dengan petinggi kerajaan, atau mungkin lebih. Rasa takut yang luar biasa menyelimuti mereka, sampai-sampai ada yang buang air kecil di tempat, karena saking takutnya.
Xia yu dengan acuhnya berdiri di hadapan semua orang, dan dia bertanya dengan suara dingin yang terasa mengancam mereka.
"Apa masih ada yang ingin bermain dengan ku?" Tanya Xia yu.
Semua orang terdiam mendengarkan suara halus itu bertanya, tidak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan Xia yu, dia pun melanjutkan perkataannya.
"Sepertinya tidak ada.. Syukurlah, kalian tidak menyia-nyiakan nyawa kalian lagi. Aku harap tidak ada lagi Prajurit Bayaran yang datang ke rumah ku, jika tidak... Bersiaplah untuk kehilangan nyawa!"
Setelah mengucapkan kalimat itu, Xia yu turun dari arena pertandingan, meninggalkan orang-orang yang bergetar ketakutan karena mendengar kata-katanya yang mengandung ancaman.
Bahkan Laoban yang selalu tunduk pada Tuan Ketiga dari klan yu, pria paruh baya yang memerintah dirinya memasang sayembara untuk membunuh gadis itu. Dia merasa tertekan ketika berhadapan dengan gadis itu, bukan hanya tekanan yang dia rasakan, tapi dia juga merasakan ancaman yang sangat luar biasa.
Sementara Gadis yang di takuti oleh semua orang yang ada di Serikat Prajurit Bayaran, sedang berjalan dengan santainya keluar dari tempat itu, dia pergi ke arah pelelangan yang ada di pasar gelap.
Xia yu ingin tahu, apa gadis yang menyamar sebagai dirinya ada di pasar gelap. Dan ternyata gadis itu memang masih memakai identitasnya sebagai Tabib Misterius, batu loncatan untuk suatu ketenaran yang dia inginkan.
Yuri adalah sosok gadis yang sangat menggilai ketenaran, bukan hanya menyamar sebagai Tabib Misterius, dia juga pernah menyamar sebagai utusan dari dewa. Tapi saat mendengar ketenaran Tabib Misterius, dia seakan kehilangan akal dan semakin menggila, dia sangat menginginkan ketenaran yang di miliki sosok misterius itu, di tambah dia memiliki keahlian dalam ilmu pengobatan, dan dia juga di dukung penuh oleh keluarganya yang menjadi klan terdekat dari keluarga kerajaan tiankong.
Yuri dan paman ketiganya sedang berada di pasar gelap yang ada di antara kerajaan Bei dan Xifang. Mereka sudah mengetahui kalau gadis yang mereka musuhi ada di pasar gelap, tentunya karena ada yang berjaga di Serikat Prajurit Bayaran, orang itu bertugas memantau perkembangan dari misi yang di pasang oleh tuannya.
Sosok Tabib Misterius KW itu, sedang berdiri di tengah-tengah tetua dari pasar gelap, mereka adalah Tuan Mu dan Tuan Cheng. Kedua orang itu tidak tahu, kalau gadis yang berdiri di tengah-tengah mereka adalah Tabib Misterius KW, dan yang asli sedang berdiri dengan angkuhnya di depan pintu pelelangan.
Xia yu mendelik, dia berbalik arah dan pergi dari tempat itu. Kepergiannya diam-diam di ikuti oleh puluhan pria dewasa, mereka adalah anak buah dari Tuan Ketiga klan Yu, paman dari Yuri dan pria yang terbunuh oleh Xia yu.
Di area yang sepi, semua orang yang tadi diam-diam mengikuti langsung berlari mendekat dan mengurung Gadis berpakaian serba merah itu. Masing-masing dari mereka memegang sebilah pedang yang siap menyayat tubuh targetnya. Seringai kepuasan terlihat dari pria paruh baya yang sedang duduk di atas kudanya, pria itu tidak lain adalah Tuan Ketiga klan Yu.
"Jangan biarkan gadis itu lolos, aku menginginkan kepalanya!" Pria paruh baya itu berseru dengan suara dalamnya.
"BAIK TUAN BESAR!" Semua orang itu menjawab secara bersamaan.
Setelah mendengar jawaban dari mereka, pria paruh baya itu berbalik arah dan menjauh dari kerumunan, membiarkan semua anak buahnya melakukan penyerangan pada gadis yang telah membunuh keponakan laki-lakinya.
'Akhirnya, tikus yang selama ini bersembunyi keluar juga.' Gumam Xia yu dalam hatinya. Dia melirik tajam pada sosok pria paruh baya yang menjauh darinya.
Xia yu menatap kasihan pada semua pria itu, dia sebenarnya tidak terlalu suka dengan perkelahian yang tidak sebanding. Tapi untuk orang-orang yang menginginkan nyawanya, dia dengan senang hati mengikuti permainan mereka, dan hasil akhirnya tetap dia yang menjadi pemenang. Xia yu tidak akan melepaskan orang yang telah memiliki niat untuk membunuhnya, dia pun bertanya pada mereka.
"Apa kalian sudah bosan hidup?"
"Hey, gadis kecil.. Lebih baik, kau serahkan dirimu. Jika tidak aku pastikan kau akan mengalami pembunuhan yang sadis, tubuhmu akan kami kuliti hidup-hidup, dan kepalamu akan kami serahkan pada tuan besar!" Seru pria berbadan kekar dengan kepalanya yang botak.
"Cih... Apa kalian menganggap kata-kataku tadi hanya sebagai candaan?" Tanya Xia yu dengan nada acuhnya.
"Kau hanya gadis sombong, lebih baik kau menghadap dewa kematian! Hiyaaa....!!" Seru Pria botak itu langsung menyerang Xia yu dengan pedang besarnya.
Pria botak itu berlari dengan langkahnya yang besar, sehingga dengan cepat sampai di hadapan gadis itu, semua orang mengikuti pergerakannya, menyerang secara bersamaan. Xia yu tampak kewalahan menghindari semua serangan itu dengan tangan kosong, dia pun mengeluarkan pedang birunya, dan menyerang balik mereka dengan gerakan tangannya yang cepat.
Cahaya biru memancar dari pedang biru, menebas semua orang yang berniat membunuhnya. Hanya dalam beberapa menit saja, puluhan orang itu sudah terkapar di atas tanah, menyisakan beberapa orang dan pria paruh baya. Kini mereka merasa menyesal telah menerima ajakan tuannya, mereka bisa merasakan jika nyawa mereka sudah berada di tenggorokan.
Ya, benar saja. Xia yu kembali membantai orang-oran yang tersisa dengan acuhnya, tidak berbelas kasihan pada mereka. Dia membinasakan orang-orang itu dengan sekali tebasan, menyisakan pria paruh baya yang baru saja terjatuh dari kudanya. Binatang besar itu merasakan ketakutan yang sama dengan semua orang yang sudah berubah menjadi mayat. Kuda itu berlari dengan kencangnya meninggalkan tuannya.
"Dasar kuda sialan!!" Umpat pria tua itu, dia berusaha bangun dan berniat kembali melarikan diri.
"Tidak akan ku biarkan orang sepertimu terlepas untuk kedua kalinya!"
Saat mengucapkan kata-kata itu, Xia yu memicingkan matanya dan kekuatan besar pun mengalir di pedangnya. Dia mengarahkan pedang birunya pada pria paruh baya yang sedang berusaha melarikan diri, lalu melepaskan pegangannya pada pedang itu.
Pedang biru melesat terbang menembus punggung sebelah kiri pria itu, telak mengenai jantungnya, membuatnya kehilangan nyawa dengan rasa sakit yang masih bisa di rasakan olehnya. pria itu berdiri dengan sisa kekuatannya, berusaha menolak kenyataan kalau dirinya akan terbunuh oleh seorang gadis yang memiliki pedang yang melegenda. Jika dia tahu gadis yang di provokasinya adalah pemilik pedang biru, dia tidak akan pernah berani mengusiknya.
Namun, semua itu hanya penyesalan. Pada akhirnya dialah yang kehilangan nyawa, dengan penyesalan terbesar. Dia tidak bisa membanggakan keponakannya lagi, dan dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada kakaknya jika dia tahu, bahwa adiknya yang sudah cacat ini, terbunuh oleh orang yang sama. Gadis yang telah membunuh anak sulungnya dan para prajuritnya, kini dia harus kehilangan adik yang selalu membantunya dalam membimbing anak-anaknya.
Xia yu menarik pedang biru dari tubuh pria itu, dengan sekali tarikan pria itu terjatuh ke atas tanah. Dia pun melangkah pergi, menghiraukan puluhan mayat yang tergeletak berserakan di sana. Besok pagi, pasti akan menjadi hari yang paling bersejarah di kawasan itu.
'Luar biasa!' Decak kagum seorang pria yang tidak sengaja melihat pertarungan, antara Xia yu dan kelompok itu.
'Apa ini keahlian baru yang di miliki Nona Jing Xia yu? Sungguh luar biasa..'
**tbc
Siapa kiranya pria yang tidak sengaja menyaksikan pertarungan Xia yu dengan kelompok itu.
Apa dia sosok pemeran pria pertama, atau pemeran kedua?
Atau mungkin, dia mantan suaminya..