
***
...WUSHH....
Xia yu bersama kedua teman nya tiba di dalam kamar yang ada dalam rumah kumuh itu. xiao huang berada di pundak xia yu sedang kan hei tian duduk di atas paha xia yu.
hei tian menahan malu dan gejolak detak jantung nya yang tiada karuan saat dia berada dalam pangkuan tuan nya. jika hei tian sedang berwujud manusia bisa kalian bayang kan betapa merona nya kedua pipi hei tian.
mata xiao huang mengerjap memperhatikan sekeliling tempat itu. "dimana ini nona..?" tanya xiao huang yang tidak bisa menahan rasa penasaran nya.
"ini tempat persembunyian kita.! ayo kita keluar." ajak xia yu pada kedua teman nya yang sudah berubah menjadi hewan yang menggemaskan. dia menurunkan hei tian dan berjalan ke arah pintu.
..kriett..
fang yin segera menghampiri suara pintu yang terbuka. dia tahu jika suara yang di timbulkan itu berasal dari kamar nona nya.
fang yin menatap kedua hewan yang tidak asing bagi nya. tapi dia bingung bagaimana kedua hewan itu bisa keluar dari dalam kamar nona nya. dia pun bertanya. "nona,.."
ucapan nya terpotong karena xia langsung mengerti pertanyaan nya sebelum kalimat nya terselesaikan. "mereka adalah penghuni ruang dimensi ku.. burung kecil ini xiao huang dan kucing hitam manis ini adalah hei tian.. lihat mereka manis kan..?"
"hei tian..?" beo fang yin dengan tanda tanya besar di atas kepala nya jika dalam komik.
"ya dia hei tian.." ulang xia yu meyakinkan fang yin.
fang yin mengambil kucing kecil itu dengan gesit dan mengangkat nya. mata nya berbinar melihat hei tian dalam bentuk kucing kecil yang terlihat begitu manis.
"ahh.... dia manis sekali..!! emuachh...muach... uhh lembut nya." jerit fang yin dengan ciuman dan belaian lembut pipi nya yang di tempel kan pada wajah kucing hei tian.
..MEONG.... (NONA..!!)
...HA..HA..HA...
...HA..HA..HA...
jerit hei tian telak membuat xia yu tertawa sampai terbahak bahak. sedangkan fang yin terus menciumi hei tian. kalian bayang kan saja lagi wajah hei tian saat ini. betapa merah dan panas nya wajah dia saat diciumi dan di belai oleh seorang gadis.
"meong...meong...!! (tidak..! kesucian ku hilang sudah hu..hu..)" rengek hei tian.
"cuitt...cuitt.. (haha.. untuk aku tidak berubah seperti hewan yang suka dengan belaian.)" ejek xiao huang.
xia yu semakin keras tertawa sampai perut nya terasa sakit karena kebanyakan tertawa. 'fang yin jika kamu tahu kucing yang kau cium itu adalah pria dewasa bagaimana perasaan mu.?' batin xia yu.
"sudah..sudah.. lepaskan hei tian nanti dia ngambek lagi.." xia yu melerai kemesraan yang tidak di sadari oleh fang yin.
"baik nona.." fang yin melepaskan hei tian lalu dia bertanya tentang kondisi xia yu. "nona bagaimana keadaan nona.."
"aku baik-baik saja.. oh ya bagaimana keadaan keli dan shaku.?"
"mereka baik-baik saja nona."
"aku ingin melihat mereka ayok kita keluar.."
mereka pun keluar rumah untuk melihat ke dua kuda yang semalaman tak tidur dengan nyenyak.
"ngiiihh... (nona..!)" ujar mereka berdua melihat kedatangan xia yu bersama fang yin dan kedua hewan kecil itu.
xia yu melihat perbedaan dari keli dan shaku yang terlihat lebih gagah dan lebih segar. dia juga merasakan aura mistis dari mereka berdua. "apakah kalian baik-baik saja.?" tanya xia yu to the poin.
"..ngiihh.. (kami baik-baik saja nona. apa ada yang salah.?)" jawab keli. ucapan nya hanya bisa di mengerti oleh xia yu dan kedua teman kecil nya.
mereka berdua menaiki kuda nya masing-masing dan mulai berlari. kedua kuda itu merasa aneh dengan langkah mereka.
'ada apa ini kenapa aku merasa seperti melayang dan tak menapakkan kaki ku.?'
'kenapa dengan kaki ku..?'
itu lah pertanyaan dalam benak mereka berdua. belum lagi pandangan mereka yang terlihat lebih luas bahkan dalam jarak yang jauh. kegesitan mereka berdua saat berbelok ketika melihat pohon yang menghalangi. kecepatan, kelincahan, jarak pandang yang luas mereka miliki.
bahkan fang yin juga menyadari ada yang berbeda dari kuda nya. dia pun menarik tali kekang shaku untuk berhenti.
'ngiihh..'
xia yu juga berhenti saat mengetahui fang yin menghentikan langkah kuda nya. "kenapa kau berhenti.?"
"nona.. seperti nya ada yang salah dengan kuda ku.?!" jawab fang yin yang dengan polos nya.
"tidak ada yang salah dengan dia.. kecepatan dan kelincahan nya adalah karunia yang mereka berdua dapat kan saat masuk ke dalam ruang dimensi." jelas xia yu.
kini keli dan shaku mengerti, kenapa mereka bisa sebegitu cepat, lincah dan gesit nya saat berlari. pola pikir mereka kini seperti manusia.
"sebaik nya kita lanjut kan perjalanan kita. aku rasa di bagian utara sana ada banyak hewan kecil yang bisa kita jadikan makanan.!" xia yu menunjuk kan arah yang tadi dia tuju.
meskipun masih dalam kebingungan fang yin tetap mengiyakan ajakan xia yu. "baik nona.."
mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka sampai ke tempat yang di tuju xia yu. fang yin selintas melihat ke arah hei tian yang berlari di samping keli. dia takjub pada kecepatan kucing kecil yang bisa menandingi kecepatan keli. padahal jika orang lain yang melihat keli berlari tidak akan ada yang melihat nya dengan jelas. karena kecepatan mereka berlari bagaikan bayangan hitam yang melintas begitu saja dan menghilang.
fang yin baru sadar jika mereka berada di dalam hutan. mata nya terbelalak kaget dengan kemampuan baru kuda nya. dia semakin penasaran kenapa xia yu memasuk kan keli dan shaku ke dalam ruang dimensi nya. terlebih lagi kemunculan nya di rumah kumuh itu. dia mengingat jika diri nya waktu itu berada di dalam rumah milik tuan suji. tapi saat dia muncul malah di tempat berbeda.
...hiii....
xia yu menghentikan keli dan turun dari punggung kuda nya. mata nya menatap satu ekor rusa jantan yang tengah memakan rumput. xia yu mengangkat tangan nya untuk memberi tahu fang yin dan yang lain nya untuk tidak bersuara.
xia yu mengeluarkan belati yang dia selipkan di bagian lengan nya. belati itu dia arah kan pada bagian leher rusa itu dan melempar nya dengan satu kali hentak kan tangan nya.
..'SLAP'..
Belati itu menancap di bagian leher si rusa sampai membuat nya langsung terkapar. yang membuat rusa itu langsung mati karena lemparan xia yu tepat mengenai pembuluh darah nya.
..WOW...
fang yin takjub dengan kemampuan membidik xia yu. dia benar-benar tidak menyangka jika xia yu bisa sehebat itu. tiba-tiba dia mengingat xia wei yang selalu di tindas oleh kedua saudara dan ibu tiri nya. 'jika saja nona ku yang dulu sehebat ini, mungkin dia tidak akan menderita semasa hidup nya.' fang yin membatin.
xia yu menghampiri rusa itu dan memastikan jika binatang berdarah hangat itu telah tiada. ada perasaan bersalah dalam hati nya. baru kali ini dia membunuh hewan yang tidak berdosa. xia yu menutup kedua mata rusa yang masih terbuka saat menjelang ajal nya. "maaf kan aku.." gumam nya.
setelah itu mereka mulai menyiapkan api untuk membakar rusa itu. xia yu memasak rusa itu dengan cara primitif. dari di bakar untuk membuang semua bulu halus dari tubuh si rusa. setelah di rasa bersih dari bulu xia yu memasukan rusa itu ke dalam ruang dimensi.
mereka kembali ke tempat rumah yang kini menjadi tempat persembunyian sementara nya. setiba nya di sana xia yu langsung mengeluarkan rusa itu untuk di bersihkan oleh fang yin.
xia yu memotong kecil-kecil daging rusa itu lalu membumbui nya dengan bumbu dan barang-barang yang dia keluar kan di dalam ruang dimensi nya.
xia yu memasak nya dengan cara barbeque. dia juga melakukan pengasapan pada sisa daging nya untuk persediaan nya nanti malam dan besok hari. dalam satu jam setengah masakan itu telah terhidang di atas daun dan piring dari tanah liat.
xia yu menyuruh fang yin untuk memberikan dua nampan daging rusa barbeque nya kepada keempat teman hewan nya yang menunggu mereka sedari tadi. bahkan saat bau harum yang berasal dari daging rusa itu telah menggugah selera mereka sampai menelan saliva mereka secara kasar dan berkali-kali.
mereka menikmati hidangan itu dengan khidmat sampai suapan terakhir mereka. setelah itu xia yu dan fang yin membersihkan bagian dalam rumah itu agar enak untuk di tinggali. kemudian membersihan diri mereka masing-masing dan beristirahat.
**tbc