
***
Keesokan harinya, Serigala abu-abu datang ke paviliun sakura pada siang hari. Dia mengetuk pintu dan memanggil seseorang yang tinggal di paviliun itu.
"Tabib Misterius."
Xia yu saat ini sedang berada di halaman belakang, dia memakai pakaian wanita. Ketika dia mendengar ada yang memanggilnya. Dia segera bangkit dari duduknya, namun gadis yang menyamar sebagai Fang yin menghentikannya.
"Biar saya saja yang ke depan, Nona."
"Mm." Xia yu hanya bergumam sambil mengangguk. Dia terlalu malas berbicara dengan peniru itu.
Gadis penyamar itu berjalan ke dalam kamar, melewati ruangan depan dan membuka pintu lalu keluar. Dia melihat seorang pria muda yang sedang berdiri membelakangi pintu.
"Ada apa?" Tanya gadis itu.
Serigala abu-abu membalikkan badannya dan terkejut ketika melihat seorang pemuda yang berwajah cantik membukakan pintu untuknya. Kemudian, dia bertanya.
"Dimana Tabib Misterius?"
"Tuanku, berada di halaman belakang. Ada perlu apa? Biar nanti saya sampaikan padanya." Jawab gadis penyamar itu.
Sementara dari arah belakang datang seorang gadis cantik mempesona. Gadis itu memakai pakaian berwarna merah muda dengan rambut yang tergerai indah. Hiasan kepala yang bernuansa serupa menambah kecantikan dari sosok yang mempesona itu.
'Serigala abu-abu? Dia masih berani menemui aku? Apakah dia tidak takut jika aku kembali menunjukkan jarum ku padanya?' Gumam Xia yu dalam hatinya ketika mengetahui siapa yang mengetuk pintu.
"Serigala abu-abu! Ada apa?" Tanya Xia yu.
Serigala Abu-abu mencari asal suara itu. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat seorang gadis cantik muncul dari bilik bambu. Ternyata benar yang di katakan oleh Bayangan Satu dan Tuannya. Tabib Misterius adalah seorang gadis, bahkan gadis yang sangat cantik. Kecantikannya seperti manusia titisan dewi.
"Serigala abu-abu!"
Xia yu kembali memanggil Serigala Abu-abu yang sepertinya sedang terkejut hingga melongo seperti itu.
Panggilan Xia yu berhasil menyadarkan pria itu. Serigala abu-abu segera menundukkan kepala, dia harus mematuhi peraturan baru untuk semua anak buah Tuan Neraka. Yang dimana, mereka harus menundukkan kepala, bersikap baik dan sopan pada Xia yu. Karena Tuan Neraka telah memproklamirkan peraturan itu tadi pagi.
*Flashback.on
Pagi tadi, Tuan Neraka memberi perintah kepada Bayangan Satu untuk mengumpulkan semua anak buahnya, termasuk Serigala abu-abu yang telah meminta maaf padanya setelah dia mengetahui jati diri yang sesungguhnya dari Tabib Misterius.
Di dalam gedung utama, ada lima belas penjaga bayangan termasuk Bayangan Satu, Daihe dan Serigala abu-abu. Tuan Neraka berkata kepada para anak buahnya.
"Mulai sekarang tugas kalian bertambah. Kalian bukan hanya menjaga keselamatan ku. Tetapi kalian juga harus menjaga keselamatan Tabib Misterius. Entah itu ketika dia berperan sebagai pria atau wanita. Kalian harus siap mempertaruhkan nyawa kalian untuknya. Kalian sudah mengetahui bahwa Tabib Misterius adalah seorang perempuan, dan dia adalah gadis yang sama dengan gadis yang bertemu denganku beberapa bulan lalu ketika kita pergi ke Kerajaan Bei."
"Baik, Tuan Neraka. Kami siap menjaga keselamatan dan mempertaruhkan nyawa kami untuk Tabib Misterius." Jawab seluruh anak buah Tuan Neraka secara serempak.
"Kembalilah, lakukan tugas kalian dengan benar."
Setelah mengatakan itu, Tuan Neraka beranjak dari duduknya. Kepergiannya di ikuti oleh Bayangan Satu, Daihe dan Serigala abu-abu. Tuan Neraka menghentikan langkahnya dan berbicara pada Serigala abu-abu.
"Serigala abu-abu, pergilah ke Paviliun Sakura dan beritahu Tabib Misterius kalau aku mengundangnya untuk makan bersama."
Setelah mendengar itu, Serigala abu-abu langsung menganggukkan kepalanya dan menjawab titah Tuan Neraka.
"Baik, Tuan. Saya akan segera pergi menemui Tabib Misterius." Serigala abu-abu membalikkan badan untuk berlalu dari hadapan Tuan Neraka. Namun langkahnya terhenti ketika dia mendengar suara yang berasal dari belakang.
"Serigala Abu-abu, tunggu!"
"Ya, Tuan." Serigala abu-abu kembali membalikkan badannya.
"Ketika kamu pergi ke paviliun Sakura dan melihat Tabib Misterius memakai pakaian wanita, segera lah tundukkan kepalamu. Kalau kamu berani menatapnya dalam waktu lebih dari lima detik, aku pastikan kau mendapatkan hukuman yang lebih menyenangkan dari hukuman kemarin. Peraturan ini juga berlaku untuk semua penjaga bayangan."
"Baik, Tuan." Ketiga anak buah Tuan Neraka langsung menjawab secara bersamaan.
Serigala abu-abu memberikan jawaban untuk pertanyaan Xia yu.
"Tuan ingin mengajakmu makan bersama."
Setelah mendengar ucapannya, Xia yu tertawa malu-malu. Kemudian, dia berkata.
"Tidak perlu, tidak perlu.. Katakan saja padanya kalau aku sudah makan."
Kemudian, Xia yu langsung kembali ke kamar dan memerintahkan gadis peniru itu untuk menutup pintu.
Serigala abu-abu mengerutkan alisnya ketika dia melihat sikap si ayu titik namun, dia tidak berani menyelesaikannya titik oleh karena itu, dia hanya kembali untuk melaporkannya pada Tuan.
Di halaman gedung utama, Tuan Neraka mendengar laporan yang di berikan oleh Serigala abu-abu. Raut wajahnya menjadi suram.
'Wanita itu berusaha menghindariku!'
Ketika melihat raut wajah Tuan yang tidak ramah, Serigala abu-abu tidak berani mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya berdiri di samping untuk berjaga.
Saat itu, seorang kultivator berjubah hitam masuk ke halaman dengan tergesa-gesa. Dia berlutut dengan satu kaki pada Tuan Neraka.
"Salam, Tuan!"
Tuan Neraka memandangnya dan bertanya. "Kenapa kamu kembali?"
"Tuan, anak buah berhasil menangkap mata-mata itu. Dia sedang menunggu Tuan untuk menginterogasinya."
Setelah mendengar ucapannya, Tuan neraka memicingkan matanya. Dia segera berdiri dan berkata.
"Tunjukkan jalannya!"
Mereka pun pergi ke tempat dimana anak buah Tuan Neraka menyekap mata-mata itu.
...
Xia yu mendengar kabar bahwa Tuan Neraka sedang meninggalkan istana. Kabar itu dia dapatkan dari gadis peniru Fang yin yang selalu mendesaknya untuk segera pergi dari Istana Neraka. Mengetahui itu, Xia yu pun menyetujui ajakannya untuk pergi dari Istana Neraka malam ini juga. Namun sebelum itu dia ingin melakukan sesuatu untuk mengantisipasi kejadian yang tak di inginkan.
Xia yu menunggu sampai malam, setelah Pak Tua Lin menyimpan semua tanaman obat. Dia akan pergi ke Menara Medis dengan cara berteleportasi. Di sana Xia yu mengambil kotak berisi ginseng seribu tahun. Dia mengambil ginseng itu dan memasukannya ke dalam Ruang dimensi. Lalu dia memasukan secarik kertas ke dalam kotak itu. Kemudian, dia menaruh kembali kotak itu ke tempatnya.
"Semoga kamu mengerti dengan apa yang aku maksud!"
Xia yu bergumam dalam keheningan malam sambil memegang erat kotak itu. Kemudian, dia menghilang dari menara medis.
Xia yu kembali ke kamarnya, dia duduk di tepi tempat tidur dan menyelipkan selembar kertas ke bawah bantal. Dia segera keluar dari dalam kamar, yang ternyata sudah ada gadis peniru Fang yin.
"Nona."
"Bagaimana, apakah kamu sudah membereskan ketiga penjaga wanita itu?" Xia yu bertanya.
"Sudah, Nona. Mereka sudah tidak sadarkan diri setelah mereka memakan makanan yang aku campurkan dengan obat pemberian dari Nona." Jelas gadis peniru itu.
"Bagus. Ya sudah, ayo kita pergi sekarang." Ucap Xia yu.
'Untung aku memberikan perintah itu padanya. Jika tidak, entah apa yang akan dia lakukan pada ketiga wanita itu.' Batin Xia yu.
Dia memberikan perintah itu bukan untuk mencelakai sesama wanita, melainkan untuk menyelamatkan mereka. Karena dia takut kalau gadis peniru itu akan membunuh mereka agar bisa membawanya keluar dari Kerajaan ini.
Setelah memastikan mereka masih hidup. Xia yu dan gadis peniru itu segera langsung keluar dari halaman Paviliun sakura. Mereka melewati pembatas yang terpasang. Mereka pun meninggalkan Istana Neraka atau Kerajaan Kegelapan...
**tbc