The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
246. Menikah?!



***


"Apa kau sudah selesai?!" Suara berat itu bertanya pada Xia yu.


Ternyata Huang Zhuzi mengetahui apa yang sedang dilakukan olehnya saat ini. Dan laki-laki itu malah membiarkan gadis dihadapannya mengetahui tingkat kultivasinya.


Mendengar pertanyaan dari pria dihadapannya. Seketika kedua mata gadis itu menatap tajam pada kedua mata merah milik pria itu. Dari sorot matanya tidak ada ketakutan sama sekali. Yang ada hanya keberanian, kewaspadaan dan keangkuhan.


'Gadis cantik yang pemberani!' Decak kagum Huang Zhuzi. Tatapan yang diberikan Xia yu terlihat mempesona bagi pria itu.


"Saya tanya sekali lagi, siapa Anda?! Dan ada dimana saya saat ini!" Suara tegas Xia yu mulai terdengar. Dalam ucapannya tidak ada kemarahan atau kekesalan saat ini. Yang ada hanya kesopanan dan rasa penasaran yang kuat.


"Gadis kecil, kamu sudah melupakan aku?" Bukannya menjawab, Huang Zhuzi malah balik bertanya.


"Ooh, Kakek Tua! Seharusnya Anda memberi jawaban untuk pertanyaan saya! Bukannya balik bertanya!" Gerutu Xia yu tidak menyukai jawaban dari Huang Zhuzi. Begitulah Xia yu, dia sangat benci ketika pertanyaannya malah dijawab pertanyaan lain.


Wajah Xia yu kini terlihat kesal. Dia menatap jengah lelaki dihadapannya. Kedua alisnya merengut ditambah bibirnya tertutup rapat. Seolah enggan untuk kembali berbicara.


"Kakek Tua?!" Huang Zhuzi mengulang kembali ucapan Xia yu dengan ekspresi wajah yang suram. Diwaktu yang sama, dia kembali bersuara.


"Gadis kecil. Kenapa kamu memanggilku, Kakek Tua?!" Sambungnya dengan intonasi yang kuat ketika mengatakan Kakek Tua.


Kedua mata Xia yu kembali menatap pria itu, dia meneliti setiap pahatan wajah, tubuh dan rambut pria itu. Tidak berapa lama suara gelak tawa memenuhi ruangan kamar itu.


"Hahaha! Hahaha!


Suara gelak tawa itu berasal dari Xia yu. Dia tertawa sampai terbahak-bahak, mengingat panggilannya sangat tidak tepat untuk lelaki dewasa dihadapannya.


Bagaimana tidak lucu? Xia yu memanggil lelaki berumur 30 tahun dengan sebutan Kakek! Ditambah Kata Tua lagi.


Ekspresi wajah Huang Zhuzi terlihat kebingungan. 'Memangnya ada kata yang lucu didalam pertanyaan ku? Hingga membuat gadis kecilku tertawa sampai terbahak-bahak seperti itu!'


Batin Huang Zhuzi bergelut dengan pertanyaan yang hanya bisa di dengar olehnya. Karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan dalam pikirannya. Huang Zhuzi memutuskan untuk bertanya pada Xia yu.


"Gadis kecil, kenapa kamu tertawa? Apa ada yang lucu?" Itulah keputusannya. Dia memilih bertanya kepada Xia yu.


Pertanyaan itu membuat tawa Xia yu terhenti seketika. Dia lupa kalau dirinya sedang kesal. Sekarang dia harus menahan rasa malu, untungnya dia masih mengatasinya. Sebelum menjawab Xia yu berdehem.


"Hemm.. Tuan! Bukankah panggilan Kakek Tua, sangat cocok untuk Anda!"


"Tidak, panggilan itu sama sekali tidak cocok untukku! Memangnya wajahku ini terlihat Tua?!"


"Hum.. Anda memang tidak terlihat Tua! Tapi, rambut andalah yang membuat saya memanggil anda dengan sebutan Kakek Tua! Memangnya berapa usia anda?" Jawab Xia yu sikap tenangnya. Sekarang dia tidak perlu merasa waspada lagi, toh laki-laki di hadapannya tidak berniat mencelakainya.


"Gadis kecil, aku terlahir dengan rambut berwarna putih. Dan Usiaku saat ini adalah 30 tahun! Apakah pantas usia segitu dipanggil Kakek?" Jelas Huang Zhuzi, dengan memberikan pertanyaan diakhir penjelasannya.


"Jadi usia anda 30 tahun! Mm, memang tidak pantas sih.." Xia yu menahan kalimat selanjutnya. Sejenak dia terlihat untuk memberikan sambungan kalimatnya.


Huang Zhuzi merasa kecewa sekaligus senang. Kakak Tua! Kata itu terdengar seperti panggilan khusus yang di berikan oleh Xia yu.


"Baiklah, kamu boleh memanggilku dengan sebutan Kakak Tua. Mulai saat ini kamu akan tinggal di istana ku, dan kita akan menikah dua hari lagi!" Jelas Huang Zhuzi mengalah dengan panggilan yang di berikan Xia yu. Namun kalimat selanjutnya membuat Xia yu terkejut bukan main.


"Apa!!" Teriak Xia yu dengan kedua mata yang terbelalak. Dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Kakak Tua! Apa maksud anda? Kenapa anda memutuskan dimana saya tinggal dan kenapa saya harus menikah dengan anda? Kita tidak saling kenal" Hardik Xia yu. Dia tidak mengerti dengan pola pikir pria dihadapannya.


'Kenapa lelaki ini menyuruhku tinggal di istana dan menikah dengannya? Kenal juga tidak! Apa laki-laki ini sudah gila?!' Batin Xia yu. Ekspresi wajahnya kembali menampilkan ketidaksukaan kepada pria dihadapannya.


Melihat ekspresi Hyang Xia yu, Huang Zhuzi berjalan menghampirinya. Kemudian dia memperkenalkan siapa dirinya.


"Namaku Huang Zhuzi! Aku adalah seorang pemimpin dari Kerajaan Iblis. Gadis kecil, mulai detik ini kamu adalah milikku!" Setelah mengatakan itu, dia pergi meninggalkan Xia yu yang terdiam mematung di tempatnya.


Ucapan Huang Zhuzi telak membuat Xia yu merasa tersambar petir. Namun bukan kesedihan atau kebahagiaan yang muncul di wajah Xia yu, melainkan kekesalan dan amarah.


"Pria sengklek! Gil*! Otoriter!" Decak kesal Xia yu dengan memberikan umpatan kasar untuk pria yang baru saja memutuskan masa depannya secara sepihak. Tiba-tiba pikirannya kembali mengingat pertanyaan pertama yang dilontarkan Huang Zhuzi.


"Gadis kecil, kamu sudah melupakan aku?" Pertanyaan pertama Huang Zhuzi.


"Kenapa sepertinya dia mengenalku? Apa kita pernah bertemu? Atau, lelaki itu mengenal aku yang dulu? (Maksudnya Xia wei)" Pertanyaannya malah menambah pusing.


"Hah, sudahlah.. Tidak perlu menanggapi ucapan Kakak Tua itu, lebih baik aku mandi. Setelah itu aku bisa pergi dari tempat ini sesuka hatiku. Huh! Menikah dengannya, dia pikir aku mau apa? Lelaki Gil*"


Setelah selesai dengan semua umpatannya, Xia yu beranjak dari tempatnya berdiri. Dia mencari kamar mandi yang ada didalam kamar itu. Setelah menemukannya, dia langsung melakukan rutinitas mandinya. Kemudian mengganti pakaiannya dengan setelan yang biasa dia kenakan. Yaitu pakaian serba merah.


Dia berjalan keluar dari kamar dan mendapati orang-orang yang tadi mencari masalah dengannya. Dia menatap mereka dengan acuh tak acuh, kemudian berjalan melewati mereka.


Langkah Xia yu diikuti oleh tiga Kultivator tingkat Warrior. Weyang dan kedua anak buahnya di tugaskan menjaga Xia yu. Tuannya telah memerintahkan mereka mengikuti Tabib Misterius kemana pun dia pergi didalam istana ini. Dia tidak diperbolehkan meninggalkan istana.


Jika memberontak, ketiga pria itu boleh melakukan apapun untuk mencegahnya. Asalkan jangan sampai melukainya.


Xia yu yang sedang kesal itu langsung berbalik ketika mengetahui dirinya diikuti oleh tiga pria. Dia menatap kesal pada mereka dan berkata.


"Berhenti mengikutiku!" Bentak Xia yu.


Ketiga pria itu langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar bentakan dari calon istri Raja mereka. Xia yu kembali melanjutkan langkahnya, dan ketiga pria itu juga melakukan hal yang sama. Xia yu berhenti dan berbalik, dia memicingkan matanya seolah memberi peringatan untuk mereka. Kemudian melanjutkan langkahnya lagi, namun sekarang dia berlari dengan menggunakan ilmu peringan tubuhnya.


Lagi-lagi ketiga pria itu melakukan hal yang sama, mereka bertiga kembali mengikuti Xia yu. Bahkan mereka juga melompat, berlari terbang mengejar kepergian Xia yu.


Xia yu masuk kedalam hutan yang terlihat sangat menyeramkan, dia tidak merasa takut saat memasuki hutan itu. Berbeda dengan ketiga pria di belakangnya. Mereka berhenti sebentar sebelum mengambil keputusan.


Dan akhirnya hanya dua orang yang mengikuti Xia yu, yang satunya lagi memilih kembali ke istana. Untuk memberitahu tuannya bahwa calon istrinya melarikan diri ke hutan neraka.