
***
"Nona, Raja Liu mengumumkan dirinya akan kembali menikah dengan Anda!"
Pernyataan itu terlontar dari bibir Xiao huang. Kata-kata yang barusan terdengar bagaikan sebuah bumerang menghantam ketenangan Pengawal Daihe, pria gagah yang sedari tadi menyimak percakapan antara Calon Istri Tuannya dengan dua orang kepercayaannya.
Raut wajah Daihe tiba-tiba berubah suram, rahangnya mengeras berusaha menahan keterkejutan yang baru saha dia dengar. Tubuhnya menegang dan entah sejak kapan kedua tangannya mengepal di balik punggung kekarnya.
Xia yu menoleh ke arah Xiao huang, sekilas tatapannya menangkap perubahan ekspresi wajah Pengawal Daihe, sebelum tatapannya terpaku pada sahabatnya. Kemudian Xia yu berbicara secara sengaja menggantungkan ucapannya.
"Raja Liu.."
Suaranya terdengar lembut, siapa yang menyangka kalau pemilik suara lembut itu adalah pengendali tongkat pancing? Xia yu dengan sengaja merengutkan alisnya, terlihat seperti berpikir sebelum dia melanjutkan ucapannya, menjawab dan memberikan pertanyaan pada Xiao huang.
"Mantan Suamiku?" Imbuh Xia yu yang langsung di angguki oleh kedua sahabatnya.
Tepat setelah kata terakhir terucap dari bibi manis Xia yu. Telinga seseorang terasa berdengung dengan keras, diikuti rasa terbakar yang terasa seperti mengeluarkan asap putih dari kedua telinganya saking panasnya. Daihe menoleh dengan cepat kearah si pelempar umpan, dia melihat anggukkan kecil yang di lakukan dua pria berhadapan dengan gadis yang selama satu minggu ini menjadi tanggung jawabnya.
'Nona Xia yu pernah menikah! Haiih.. Bagaimana mungkin? Lalu, bagaimana dengan Tuan? Apa, Tuan tahu tentang pernikahan sebelumnya?' Suara hati Daihe, pria itu banyak melontarkan pertanyaan dalam hatinya. Dan Xia yu dapat mendengar semua keluhan Daihe.
Kabar yang dibawa Xiao huang dan Hei tian mampu membuat seorang Daihe, pengawal kelas kakap Kerajaan Kegelapan tercengang tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Daihe melemparkan tatapan tajam langsung kearah Xia yu, tak mempedulikan gadis dihadapannya adalah perempuan pilihan Tuannya. Daihe merasa Tuannya telah dibodohi. Bagaimana mungkin Tuannya yang perkasa dan agung harus menikahi wanita bekas orang lain?
Xia yu dapat merasakan tatapan menyelidik dan tidak menyenangkan dari Daihe, mau tidak mau dia membalas tatapan pengawal itu. Xia yu dapat melihat kekecewaan, kepanikan dan amarah dari sorot mata Daihe. Xia yu tahu apa yang menjadi kekhawatiran pria itu, maka dari itu dia menjelaskan pada Daihe bahwa dirinya memang pernah menikah.
"Aku memang pernah menikah!" Ucap Xia yu masih terus menatap mata pengawal itu. Xia yu beranjak dari duduknya dan berjalan kearah jendela, disana dirinya menatap kosong pada halaman paviliun yang di penuhi oleh pohon sakura.
"Kurang lebih, Dua tahun yang lalu.. Aku menikah dengan salah satu anggota kerajaan. Raja Liu Xing Shen, putra kelima dari Kaisar Jiazhen pemimpin Kerajaan Xing. Pernikahan itu hanya bertahan selama satu tahun, dan di tahun berikutnya aku meminta cerai," Xia yu menghentikan ucapannya, dia memutar tubuhnya dan kembali menatap Pengawal Daihe. Kemudian melontarkan pertanyaan pada pria itu.
"Pengawal Daihe, pasti terkejut mendengar kabar ini bukan?"
Pengawal Daihe tidak menjawab, dia hanya terdiam dan terus menatap Xia yu tanpa memperdulikan orang lain di tempat itu. Xia yu tahu pria itu terkejut, namun dia ingin terus memberikan umpan pada pria itu. Xia yu yakin, setelah ikan kecil kenyang memakan umpannya. Ikan kecil itu akan segera memberitahu ikan besar bahwa ada orang baik yang memberikan umpan secara cuma-cuma. Bisa di pastikan bahwa ikan besar akan mendatanginya setelah memakan ikan kecil itu. Dan ketika ikan besar itu mendatanginya, Xia yu akan memberikan umpan yang lebih besar agar ikan besarnya tertarik dan tertangkap dalam jeratannya.
'Sungguh gadis yang licik!' Batin Daihe, dia merasa kesal dengan kebohongan status kehidupan Xia yu.
Sementara Xia yu hanya melirik Pengawal Daihe dan menyeringai ketika pria itu berlalu pergi dari hadapannya. Pertanyaan terakhir tadi mengakhiri suasana tegang yang ada di ruang tamu Xia yu. Ketiga sahabatnya menyambut Xia yu dengan senyuman dan tepukan tangan ringan. Mereka yakin, ikan kecilnya telah terpancing dan sekarang akan pergi menemui ikan besar.
Daihe pergi kearah Menara Medis, dalam perjalanan menuju tempat itu. Dia tidak berhenti mengumpati Xia yu. Daihe yakin, Tuannya akan murka setelah mendengar kabar yang akan dia berikan padanya. Daihe harus siap menghadapi kemurkaan Tuannya.
Sesampainya di Menara Medis, Daihe segera menemui seseorang yang bertugas mengirimkan kabar antar dua kerajaan. Daihe segera menulis surat di atas kertas tipis. Disana dia menulis semua kebenaran yang baru saja dia dapatkan dari gadis bernama Jing Xia yu. Setelah itu, Daihe menggulung kertas itu dan memasukkannya ke dalam bambu tempat menyimpan surat. kemudian memberikannya pada pria itu pengantar kabar. Biasanya kabar itu akan sampai dalam kurun waktu dua hari, tapi dia menginginkan kabar itu sampai hari ini juga.
Pengantar surat itu, bukan pengantar surat biasa. Dia adalah salah satu prajurit bayangan yang bertugas di wilayah kerajaan Kegelapan. Tugas mereka mengawasi siapa saja yang terlihat mencurigakan, dan ketika mereka mendapat tugas mengirim kabar. Mereka akan melakukannya secara estafet.
Prajurit bayangan itu segera menerima gulungan surat yang di berikan Daihe. Dia siap menjalankan tugas yang di berikan oleh pengawal bayangan, yang jabatannya lebih tinggi dari prajurit bayangan. Sekali lagi, Daihe melihat kepergian prajurit it sebelum dia meninggalkan Menara Medis dan kembali berjaga di Paviliun Sakura.
***
Di lain tempat, di dalam sebuah lorong terlihat seorang pria berprawakan tinggi dan gagah sedang berjalan dengan langkah tegas nan anggun. Wajah tampannya terlihat dingin tanpa ekspresi, namun aura kepemimpinan menguar dalam dirinya. Langkah pria itu di ikuti oleh dua pria di belakangnya, dan beberapa pengawal pria lainnya.
Dialah Kaisar Yuan Zhu-Ming, pemimpin yang kejam namun dihormati. Dan dua pria di belakangnya adalah Pengawal Yuche dan Pelayan Mo, atau sering di panggil dengan sebutan Bayangan Satu dan Serigala abu-abu.
Yuan Zhu-Ming tidak mengerti, mengapa Raja iblis tidak ada bosannya mengirimkan orang-orangnya ke kerajaan Kegelapan. Mereka juga menghasut petinggi kerajaan agar melakukan pemberontakan. Apa yang sebenarnya dia inginkan?
Hari mengerikan itu berlalu dengan cepat, keesokkan harinya para petinggi kerajaan kembali berkumpul di Istana. Melakukan sidang, mendiskusikan pemberontakan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Jika Yuan Zhu-Ming tidak tepat waktu, mungkin saja dia akan di lengserkan dari jabatannya oleh para petinggi istana. Namun, itu hanya bualan semata. Siapa memangnya yang mampu melengserkan seorang pemimpin yang terkenal kejam pada pengkhianat dan baik pada rakyatnya. Meskipun sikapnya dingin dan angkuh, tapi bagi seorang pemimpin itu sah-sah saja bukan.
Rapat antar jajaran istana itu berakhir dengan cepat. Kaisar Yuan Zhu-Ming telah kembali ke ruang kerjanya dan di temani oleh Yuche yang berjaga di depan ruang keja. Sementara Mo Han atau Serigala abu-abu sedang memberikan perintah pada koki istana.
Ling Mo han atau Serigala Abu-abu kembali bersama beberapa pelayan pria yang membawa nampan makanan. Dalam perjalanan itu, dia mendengar gosip tentang tuannya dari tiga pelayan wanita. Secara tiba-tiba wajah hangatnya berubah dingin. Kedua matanya menatap tajam pada kumpulan pelayan wanita yang berdiri tidak jauh dari rombongannya.
Rahang Serigala abu-abu mengeras dan kedua tangannya mengepal kuat, ketika rumor tak baik tentang tuannya terdengar oleh kedua telinganya. Dengan langkah lebar dia menghampiri pelayan itu. Dan saat itu juga terdengar suara nyaring yang begitu mengejutkan.
'Wushh!'
Serigala abu-abu mengarahkan kepalan tangannya secara acak pada kumpulan pelayan itu. Kekuatan yang lumayan besar menghantam tubuh mereka, membuat mereka terbang beberapa meter dan berakhir menghantam tanah.
Sontak saja, kejadian itu mengundang tanya orang-orang yang bekerja di istana. Bahkan ada yang berteriak karena saking terkejutnya. Serigala abu-abu tidak memperdulikan keterkejutan mereka, dia segera menghampiri ketiga pelayan wanita yang sedang meringkuk di atas tanah, aura yang dimiliki Serigala abu-abu sama besarnya dengan yang di miliki oleh Pemimpin mereka, meskipun jabatannya adalah pelayan Raja. Tapi kekuatannya tidak kalah dengan seorang jenderal, bahkan melebihi jenderal itu sendiri.
Tepat di hadapan tiga pelayan wanita itu, Serigala abu-abu bertanya dengan suara yang tinggi, bahkan terdengar membentak keras.
”Apa yang kalian bicarakan tadi, Hah?"
Ketiga tubuh pelayan wanita itu bergetar hebat karena takut. Mereka tahu betul apa yang ditanyakan oleh pria di hadapan mereka. Salahkan saja mulut mereka yang tidak bisa menahan diri untuk tidak bergosip. Lantas gosip apa yang sebenarnya mereka obrolkan, sehingga membuat pelayan berwajah ceria itu menjadi menakutkan.
Bingung harus menjawab apa, Ketiga pelayan wanita itu malah saling melempar pandangan dan berbisik. Berdiskusi secara diam-diam.
"Bagaimana ini, apa yang harus kita jawab?" Tanya pelayan satu.
"Aku tidak tahu, aku sangat takut dengan pria itu." imbuh pelayan dua.
"Kita semua takut, tapi kita harus menjawabnya, jika tidak kita akan terbunuh." Protes pelayan tiga.
"Tapi.." Pelayan dua merasa ragu.
"Ya sudah, kita pura-pura tidak mengerti kesalahan kita saja." Usul pelayan satu yang langsung di anggukki oleh kedua pelayan lainnya.
Ketiga pelayan itu berlutut dan bersujud di atas tanah, kemudian mereka bertiga berbicara secara bersamaan.
"Ma.. Maaf, Tuan. Ka.. Kami tidak mengerti apa yang Tuan tanyakan." Sergah mereka bertiga setelah saling berdiskusi. Bodohnya mereka malah tidak mengakui perbuatannya, dan hal itu tentu saja memancing amarah yang lebih besar dari Serigala abu-abu.
"Ck.. Sepertinya, kalian meminta hukuman yang lebih berat karena telah mencemarkan nama baik pemimpin kalian sendiri rupanya.." Decak kesal Serigala abu-abu, bibirnya menyeringai menjadi sangat menakutkan. Serigala abu-abu menoleh kepada para pengawal yang mengelilingi mereka, kemudian dia berkata.
"Pengawal, seret mereka ke penjara bawah tanah!"
Perintah itu terdengar sangat menakutkan. Tidak ada yang pernah kembali hidup-hidup setelah pergi ke penjara itu. Memikirkan hal itu tentu saja membuat ketiga pelayan wanita ketakutan. Mereka bertiga segera bersujud di kaki Serigala abu-abu, namun pria itu malah menjauhkan kakinya dari mereka.
**tbc
Maaf, kemarin anak author sakit jadi ga bisa update**..