The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
252. Kemunculan Binatang Sakral Kuno Phoenix Api..



***


Beberapa menit sebelum Xia yu dan Xiao huang mendarat ditepi sungai kerajaan Tiankong!


...🦗🦗


Dalam suasana malam yang hening dan sunyi. Terdapat beberapa pasang mata yang masih terjaga dimalam yang sudah semakin larut. Mengusir rasa kantuk mereka dengan bercanda tawa bersama teman berjaga-nya.


Namun canda tawa mereka terganggu, ketika salah satu dari mereka melihat cahaya merah yang cemerlang berasal dari langit. Cahaya itu terlihat begitu menyala dalam kegelapan malam. Bagaikan kobaran Api yang membara, terbang di langit malam yang gelap.


"Kawan-kawan, lihat! Cahaya apa itu?!" Teriak salah satu penjaga sambil menunjuk cahaya merah yang menyala di atas langit.


Mendengar teriakan temannya, mereka langsung mengikuti arahan petunjuk yang sedang di lihat oleh penjaga itu.


Mata mereka terbelalak kaget! Terkejut ketika menatap kobaran api yang terbang di langit malam dengan penuh rasa tak percaya. Kobaran api itu memenuhi seluruh kegelapan malam dengan warna merah yang cemerlang.


Pemandangan indah yang mengguncang itu membuat orang-orang terpaku. Hati mereka telah tergerak oleh gelombang itu dan menolak untuk menetap dalam waktu yang lama.


"I-itu. Itu adalah Phoenix! Itu Binatang Sakral kuno yang melegendaris, Phoniex Api!"


"Binatang Sakral Kuno muncul di sini? Siapa yang memiliki Binatang Sakral Kuno itu?"


"Apakah Binatang Sakral itu milik Kaisar Yuan?!"


Mereka semua ragu dan berteriak kaget. Pikiran dan pandangan mereka benar-benar dipenuhi oleh gambaran Phoenix Api yang luar biasa cemerlang dan memenuhi seluruh langit malam.


Beberapa waktu yang lalu, mereka mendengar bahwa Binatang Sakral itu muncul di hutan Arwah. Tapi mereka tidak pernah melihat dengan mata mereka sendiri, bagaimana rupa dari Binatang Sakral Kuno itu.


Kemunculan Burung Phoenix Api itu menarik perhatian para Kultivator dari negara-negara lain pergi ke hutan Arwah untuk mengincar hadiah itu.


Namun, tidak ada yang menduga jika akhirnya Binatang Sakral Kuno Phoenix Api, akan muncul di kerajaan Tiankong. Meskipun Kerajaan itu dapat menjadi satu-satunya kerajaan yang bisa mereka duga.


Melihat sayap lebar yang mengepak dengan anggun ketika tubuhnya terbakar kobaran api, Phoenix Api membuat darah dalam hati mereka mendidih.


Itulah bentuk sebenarnya dari Phoenix Api kuno!


Di negara tingkat sembilan, ternyata mereka punya kesempatan untuk menyaksikan Binatang Sakral Kuno. Bagaimana mungkin mereka tidak gelisah?!


Ternyata, bukan hanya para penjaga yang melihat penampakan Binatang Sakral Kuno itu. Ada beberapa orang yang bergegas menuju tempat kobaran apa itu.


Dari orang-orang yang pergi ke hulu sungai, terdapat sosok pria tampan yang juga menatap sosok yang berapi-api di langit malam. Dia adalah Yuche, orang kepercayaan Kaisar Yuan Zhu-Ming. Ternyata sosok pengawal itu mempunyai kebiasaan yang tidak diketahui orang lain, terkecuali tuannya.


Saat ini dia sedang mengikuti Binatang Sakral Kuno, Phoenix Api yang menjadi pemimpin tertinggi dari seluruh burung-burung. Itu adalah pemandangan yang sangat mulia dan benar-benar di luar dugaan!


Meskipun jantungnya berdetak sangat kencang serta penuh semangat saat melihat sosok berapi itu. Dia tidak berhenti terlalu lama, dia kembali tersadar dan terus melaju ke arah api yang masih berkobar.


Sesampainya di hulu sungai, dia berhenti di atas pohon. Dia melihat pemandangan yang membuatnya terkejut. Pikirannya tiba-tiba kosong dan dia tidak bisa memikirkan apa-apa. Menatap pemandangan indah yang membuatnya bergetar.


Di tepi sungai, terlihat sosok bayangan berwarna hitam sedang berdiri menghadap arah angin. Pakaiannya yang hitam dan topeng Phoenix emas yang cemerlang menyala bersama dengan cahaya kobaran api dibawahnya. Itu membuatnya terlihat seperti Iblis.


Rambut berwarna hitam legam berkibar dan terlihat di antara kobaran api yang menyala, Phoenix api mengelilingi bagian atas kepalanya. Apa yang Yuche lihat sangat misterius, begitu indah dan sangat mempesona. Hal itu terlihat benar-benar tidak nyata.


Mungkin karena tatapannya yang tidak goyah membuat sosok itu memalingkan kepalanya. Topeng emas dihiasi ukiran burung phoenix yang memantulkan cahaya kobaran api itu jelas tergambar di dalam benaknya. Sehingga Yuche, tiba-tiba ingin membuka topeng itu dan mengintip bagaimana wajah dibaliknya.


Namun, tanpa menunggu Yuche tersadar dari lamunannya. Tiba-tiba burung Phoenix Api itu menikuk ke bawah melewati langit malam. Saat Phoenix api melaju ke bawah, dia berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam sosok misterius itu, lalu menghilang tanpa bekas.


Pada saat yang bersamaan, sosok misterius itu menghilangkan pandangannya dan mengumpulkan Qi untuk melompat. Sosok itu masuk kedalam hutan seperti hantu, lalu menghilang dengan cepat dalam kegelapan malam.


"Siapa orang itu?" Gumamnya dalam keheningan malam.


Yuche berpikir sepertinya dia tidak bisa membuat tebakan yang cukup akurat. Pakaian serba hitam yang menarik perhatian, orang seperti iblis yang misterius, serta topeng emas yang dihiasi oleh ukiran burung phoenix. Siapa dia sebenarnya?


'Drap! Drap! Drap!'


Ketika Yuche hanyut dalam lamunannya, terdengar derap langkah kaki dari orang-orang yang datang dari berbagai arah. Ketua keluarga klan dari berbagai Klan bergegas datang untuk melihat Binatang Sakral kuno yang muncul di tepi sungai Kerajaan Tiankong.


Sayangnya keinginan mereka untuk melihat binatang itu tidak dapat terkabul. Namun saat mereka melihat sekeliling tempat dan mendapati keberadaan tujuh gadis yang bersandar di atas batu, mereka semua terkesiap.


"Wow!"


"Itu, siapa mereka?"


"Dimana Binatang Sakral Kuno itu? Kenapa ada tujuh mayat gadis yang terkapar di tepi sungai?!"


"Demi Surga! Apakah mereka ketujuh Nona yang menghilang selama satu Minggu ini?"


"Apa benar mereka sudah meninggal?!"


Orang-orang berdebat saat mereka melihat ketujuh gadis itu. Seketika suara tangisan terdengar dari salah satu pria dewasa yang ada di sana. Dan ternyata, orang yang menangis itu adalah anggota keluarga dari salah satu gadis yang menghilang.


Terasa seperti tersambar petir ketika lelaki mendengar orang-orang mengungkit kasus hilangnya ketujuh gadis dari keluarga pejabat dan pengusaha di Kerajaan Tiankong.


Salah satu dari ketua Keluarga menghampiri ketujuh gadis itu. Memeriksa denyut nadi mereka satu persatu. Sampai dia yakin bahwa mereka masih hidup.


"Cepat kemari! Mereka masih hidup!" Teriak ketua keluarga yang memeriksa ketujuh gadis itu.


Sontak saja, orang-orang yang berada di sana terkejut. Mereka mengira bahwa gadis-gadis itu telah berubah menjadi mayat. Namun perkiraan mereka ternyata salah.


"Meimei!"


Suara lirih berasal dari pria yang tadi menangis saat mengenali salah satu gadis yang tak sadarkan diri itu.


"Meimei bangunlah! Meimei.. Hiks, Ini Kakak!" Lirih pria itu semakin menangis tak karuan ketika mendapati adiknya tak kunjung bangun. Hingga salah satu dari ketua itu memberitahu dirinya untuk tenang.


"Tenanglah, adikmu masih hidup. Cepat bawa dia ke balai kesehatan! (Rumah sakit)"


Mendengar ucapan itu. Pria yang mengaku kakak dari salah satu ketujuh gadis itu pun tersadar. Dia segera menyeka air mata yang tersisa di wajahnya. Dan bergegas membawa adik perempuannya ke sebuah tempat yang dimaksud balai kesehatan.


Begitu pula dengan gadis lainnya. Mereka semua dibawa ke balai kesehatan, untuk diperiksa dan diberi pengobatan.


Seketika orang-orang yang berkumpul di tepi sungai bubar dengan sendirinya, menyisakan dua sosok manusia yang berdiri di atas pohon. Salah satunya adalah Yuche yang sedari tadi mengamati pergerakan dan percakapan dari kerumunan orang-orang di sana.


Sementara sosok yang satunya lagi adalah sosok bayangan hitam yang berdiri di puncak pohon. Siapa lagi kalau bukan Xia yu!


"Selamat tinggal.." Lirihnya sebelum menghilang dalam kegelapan malam.


****tbc


Alhamdulillah bisa update malam ini..


Author ucapkan rasa terimakasih atas dukungan semangat dan sedekah like, vote n rate dari kalian. Semoga amal yang tidak terasa ini bisa tergantikan dengan rezeki dan kesehatan yang berlimpah.. Amin 🤲


Maaf ya, kalau ada typo**..