
***
"Serahkan bunga itu..!!" suara lantang menggema dalam keheningan hutan kehidupan, mengejutkan semua penghuni hutan.
Mendengar suara lantang itu, Xia yu menoleh dengan cepat pada suara yang memekakkan pendengarannya. Suara itu berasal dari sebuah kelompok sekitar dua puluh orang. Pemimpin dari kelompok itu adalah seorang pria paruh baya yang terlihat sangat tenang, pria tua itu memakai pakaian yang lumayan mewah, padahal dia sedang berada di dalam hutan.
Di samping kiri pria itu, ada seorang pria dewasa berumur dua puluh tahunan, dan di samping kanannya terdapat sosok gadis muda mengenakan jubah biru dongker. Sementara di belakang mereka terdapat belasan lelaki dewasa dengan pakaian yang sama persis, layaknya seragam pakaian dari sebuah klan perguruan yang sedang menjalankan misi pelatihan.
Xia yu, mengamati kelompok itu tanpa bergerak sedikit pun, tatapannya lebih mengarah pada sosok gadis muda di antara semua pria. Dia memperhatikan penampilan gadis itu dari atas sampai bawah, gadis itu memakai jubah biru tua yang sama persis dengan jubah Xia yu, saat ia berperan sebagai tabib misterius.
Kini pandangan Xia yu beralih pada pria dewasa yang berdiri di sisi kiri pria paruh baya. Tangan pria dewasa itu memegang sebuah busur ajaib dengan beberapa buah anak panah berada di balik punggungnya. Sudah jelas, panah yang mengarah tepat pada Xia yu tadi berasal dari pria itu.
Pemimpin kelompok itu mengamati sosok manusia berjubah merah di hadapannya, pria itu tahu bahwa yang berdiri di hadapannya adalah seorang gadis muda, hal itu bisa di lihat dari warna bibirnya. Tapi, yang sebenarnya sedang ia lakukan adalah membaca tingkat kultivasi gadis itu, entah kenapa pria tua itu tidak bisa membaca tingkatan kultivasinya, atau jangan-jangan gadis itu tidak memiliki tingkat kultivasi. pikir nya. ia pun memilih tidak memperpanjang dan meminta maaf.
"Maafkan keponakan saya nona, dia tidak bermaksud untuk melukai anda.." suara yang dalam membuat orang kagum berasal dari pria paruh baya itu. Dia dengan sopan meminta maaf pada Xia yu, sedangkan yang di ajak bicara malah asik memandangai gadis berjubah biru.
Pria dewasa itu tidak senang dengan kelakuan Xia yu yang tidak menjawab ucapan pamannya dengan terang-terangan. ia pun melayang kan kata-kata yang mecemooh Xia yu.
"Seorang perempuan kampung, bukannya berjongkok di depan tungku api untuk memasak, tapi malah datang kesini untuk cari mati. Apakah kamu sudah bosan hidup?!" mendengar cemoohan pria itu, Xia yu tidak langsung menjawab.
Dalam jarak sepuluh meter, Xia yu bisa melihat dengan jelas penampilan gadis itu. Dari balik jubah biru tua itu Xia yu bisa melihat, jika gadis itu memakai baju berbentuk tube dress (gaun tanpa lengan, dalam bentuk pakaian cina) yang berwarna senada dengan jubahnya. Bagian dadanya sangat terbuka, memperlihatkan dua gunung kembar yang mengintip dari balik kain itu, terlihat sangat menggairahkan bagi seorang pria yang sudah baligh.
Tapi, yang sebenarnya sedang Xia yu lakukan adalah membaca tingkatan kultivasi mereka. bibir Xia yu berkedut setelah ia berhasil membaca tingkat kultivasi mereka.
'Ck.. ternyata sangat mudah membaca tingkatan kultivasi mereka, tidak sia-sia aku berlatih di dalam lingkaran kehidupan!' Xia yu bermonolog dalam hati.
Xia yu terlah mengetahui tingkat kultivasi ketiga orang itu berada di tingkat warrior, pemimpinnya, yaitu pria paruh baya berada di tingkat tiga warrior, si pria dewasa berada di tingkat empat dan gadis berjubah berada di tingkat lima. namun Xia yu bisa melihat jika gadis itu memiliki kemampuan ilmu pengobatan, sementara belasan pria di belakang mereka berada di tingkat Fighter.
Karena telah mengetahui tingkatan kultivasi mereka, Xia yu mengalihkan pandangannya pada pria dewasa itu, kemudian menjawab ucapannya.
"Kenapa kau tidak menyuruh gadis di samping mu pergi ke rumah bordil, dan malah mengajaknya ke hutan dengan memamerkan tubuhnya! siapa yang akan menjadi pelanggannya jika di dalam hutan? apa monyet di sana bisa jadi pelanggannya?" Xia yu mencemooh balik pria itu dengan menggunakan gadis di samping pamannya. bahkan ekor matanya menunjuk salah satu monyet kecil yang ada di atas pohon.
Jawaban Xia yu telak membuat satu kelompok itu tercengang mendengar jawabannya, mereka tidak menduga jika mulut gadis itu bisa dengan mudahnya memprovokasi tuan mereka. Habis sudah! pikir belasan pria yang ada di belakang ketiga orang itu.
Setelah orang-orang di sekeliling gadis itu mendengar cemoohan Xia yu, ekspresi wajah mereka berubah menjadi kejam, dan tatapan mereka bagaikan ujung pedang tajam yang di tujukan pada Xia yu. Hanya pemimpin mereka yang tidak merubah ekspresi.
Wajah pria dewasa itu berubah menjadi merah padam, sangat terlihat jika emosinya telah terpancing karena cemoohan Xia yu.
"Cari mati ya! Baiklah, akan ku kabul kan!" ucap Pria dewasa itu dengan seingai di bibirnya, dia tidak terima jika adiknya mendapatkan penghinaan dari gadis yang mereka duga lemah.
..Khyaa!
Pria itu menghampiri Xia yu dengan amarahnya sembari mengeluarkan belati yang ada di pinggang kirinya.
..Wushh!
Pria itu berlari dengan kecepatan yang melebihi manusia biasa, berusaha menyerang Xia yu dengan belati yang ada di tangan kanannya. sementara busur ajaib nya telah ia masukan kedalam kantung ruang dimensi yang memuat benda mati saja.
Ujung bibir kanan Xia yu di tarik keatas, membentuk lengkungan senyum seringai evil yang mengerikan, ia menyimpan bunga baibaihe di balik jubah merahnya dan mulai meladeni pria dewasa itu dengan tangan kosong.
"Kakak..!" pekik gadis itu, kini dia sudah berada di bawah kukungan Xia yu, dengan belati milik kakaknya menempel di leher gadis itu.
Pria dewasa itu terkejut sambil tertegun sesaat. dia tidak terima kalau dia telah di kalahkan oleh seorang gadis kecil yang mencuri belati darinya setelah dia terkecoh dengan gerakan lincahnya. dia juga cemas karena adik nya kini berada dalam bahaya, dia pun berniat menyerang kembali, namun terhenti karena pamannya melarang.
"Keponakan saya terlalu di manjakan, dia suka seenaknya sendiri. kalau dia telah menyinggung nona, saya mohon nona muda memaafkannya."
Xia yu mendengar kembali suara dalam itu, dia mengangkat kedua matanya untuk melihat pria tua itu, lalu matanya menyipit. Alih-alih menyerang Xia yu dengan kekuatannya, pria tua itu malah kembali meminta maaf atas perilaku keponakannya. Xia yu tahu bawa pria tua itu juga tidak menyukainya, permintaan maaf itu hanya caranya menekan kemarahan dengan ketenangan, benar-beenar mengejutkan!
"Jadi, karena terbiasa di manjakan dan keras kepala, keponakan mu bisa sesuka hati mengambil nyawa orang lain? Jika aku tidak menghindar, mungkin aku sudah di bawa dewa kematian ke dunia lain! Berapa banyak nyawa yang sudah di ambil keponakan mu?"
Xia yu menatap pria tua itu dengan dingin, bibirnya melengkung membentuk senyuman. "Sangat tdak sopan jika saya tidak membalas perlakuan keponakan anda, bagaimana kalau kita bermain-main sebentar." ucap Xia yu dengan seringainya, mulai menekan belati yang ada di leher gadis muda itu.
"Lepaskan aku, kau tidak akan selamat jika melukai ku!" ucap gadis itu memberontak, karena ulahnya, belati yang tajam sedikit terdorong menggores kulit lehernya, setetes darah pun mengalir keluar, terlihat sangat merah dan segar mengalir di atas kulitnya yang putih.
..Ah!'
Gadis itu merasakan sakit dan perih di bagian kulit lehernya yang tergores, badannya menjadi tegang dan tidak berani bergerak satu inci pun, wajahnya dipenuhi rasa takut dan panik.
"Apa yang kau lakukan? jangan gegabah!" bentak pria dewasa terkejut melihat adiknya terluka.
"Aku tidak melakukan apapun, dia yang tidak bisa diam!" Xia yu menggelengkan kepalanya pelan, dan menjawab pertanyaan pria itu dengan wajah polosnya. "Maafkan aku, sepertinya tangan ku terlalu kecil untuk memegang belati besar ini.." sambungnya dengan bibirnya yang sedikit di monyongkan.
Melihat keponakan kesayangannya terluka, wajah pria tua itu memerah. Ekspresinya yang tadi terlihat sopan dan tenang langsung memudar. Dia menatap ke arah Xia yu dan bertanya dengan suaranya yang dalam. "Apa yang kau inginkan? agar kau bersedia melepaskan keponakan ku!"
Mendengar hal itu membuat Xia yu tersenyum. "Apa yang aku inginkan ya? Umm..."ulang Xia yu dengan ekspresi seolah-olah ia tengah berpikir, tidak lama ia pun melanjutkan ucapannya. "Aku ingin busur ajaib mu."
"Lancang sekali kau!" Bentak pria pemilik busur.
Dari awal melihat busur dan panah itu, Xia yu sudah terpikat dengan ukiran dan aura spirit yang terdapat dalam busur ajaib itu. Sementara, kelompok itu tidak menduga jika gadis di hadapan mereka bisa meminta hal yang tidak pernah mereka bayang kan. awalnya mereka menduga jika gadis itu akan meminta koin emas, tapi Xia yu malah meminta benda yang tidak mungkin di berikan oleh pria dewasa itu.
"Aku hanya menjawab pertanyaan paman mu, jika kau tidak mau memberikan, ya sudah! Paling-paling leher adik mu ini akan mendapatkan sedikit goresan lagi, karena tangan kecil ku tak mampu menggenggam belati ini terlalu lama. Jadi, jangan salahkan aku bila luka goresannya bertambah dalam atau panjang." ucap Xia yu dengan nada bicara yang di mainkan seolah dia gadis kecil.
Mendengar ucapan Xia yu, kelompok itu tidak bisa gegabah dalam mengambil tindakan, pria tua itu pun mencoba menenangkan keponakan laki-lakinya dan berbicara Xia yu.
"Nona, Busur keponakan saya tidak bisa di gunakan sembarangan orang, bagaimana jika pilihannya di tukar dengan satu kantung koin emas?" ujar pria tua itu mencoba bernegosiasi pada Xia yu. ia juga menyuruh keponakan laki-lakinya mengeluarkan tiga kantung emas.
Saat itu juga, mata Xia yu diam-diam melirik ke arah kantung kecil milik keponakan si pria tua tadi, setelah pria dewasa itu mengeluarkan satu kantung koin. Menurut ingatan di kepalanya, kantung yang di miliki pria itu adalah kantung ruang dimensi. sebuah benda yang tak ternilai di pasaran, sepertinya kelompok orang-orang ini memiliki latar belakang yang istimewa.
Xia yu mengembalikan pandangannya pada satu kantung koin yang di pegang pria dewasa. "Apa kalian pikir, aku ini sedang mengemis? atau kalian pikir, aku tidak berani memisahkan kepala gadis ini dengan tubuhnya?" ucap Xia yu dengan dinginnya mengintimidasi dan mengancam orang-orang itu, Seketika itu pula mereka kembali gugup, bahkan wajah gadis muda itu memucat saking takutnya.
"Bagaimana menurutmu? apakah belati ini bisa memutuskan kepala mu, TABIB MISTERIUS!" sambung Xia yu berbisik di telinga gadis itu, dan bisikannya berhasil membuat gadis muda itu terkejut dengan penekanan panggilan yang di tujukan untuknya.
Hum siapa gadis itu sebenarnya...?
**tbc