The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Siksaan dan ke khawatiran



Kita tinggalkan xia yu yang sedang bobo cantik di kamar barunya. kini kita beralih ke tempat raja liu, lebih tepatnya penjara bawah tanah kediaman raja liu. di dalam ruangan yang ke kurangan cahaya, terdapat seorang gadis yang tengah di siksa oleh beberapa pengawal.


gadis itu tidak lain adalah lien hua atau si alien jika xia yu memanggilnya. tubuh lien hua terikat di sebuah kayu yang berdiri tegak berbentuk salib\, tubuhnya penuh dengan berbagai macam luka. mulai dari luka cambukan yang di terimanya saat berada di istana dan luka bakar dari cap besi panas yang bertuliskan prmbunuh\, jala*ng\, wanita kot*r dan masih banyak luka lainnya.


di penjara istana ayah lien hua tengah menjalani hukuman mati di hadapan orang banyak, kasim lu mengumumkan jika pria paruh baya yang di hukum adalah otak dari pembunuhan teman masa kecil raja liu yaitu may. kaisar juga menghukum yanto dan antek-anteknya serta mengumumkan jika xia wei nuan anak dari jendral ho adalah korban dari penjebakan selir yenny dan yanto.


semua orang terperangah dengan apa yang mereka dengar, selama ini mereka bersikap buruk pada xia wei jika kelak dia membalaskan rasa sakit hatinya mereka hanya bisa pasrah. akhirnya nama xia wei kembali bersih bahkan ada bebrapa putri dan pangeran yang ingin bertemu langsung dengannya untuk meminta maaf.


kita kembali ke tempat raja liu yang sedang menyaksikan penyiksaan lien hua. raja liu sangat senang sedih dan kasihan mendengar jeritan putus asa dari lien hua wanita yang pernah singgah di hatinya. tapi rasa kasihan dalam dirinya dia buang jauh-jauh tidak ingin membiarkan lien hua hidup atau mati. ini adalah karma yang harus di tebus lien hua karena telah berani memprovokasinya.


"yang mulia wanita ini sudah tak sadarkan diri.." ujar salah satu pada raja liu, dia tidak menyebut nama nya karena di larang oleh raja liu.


"bangunkan dia.. aku belum puas mendengar jeritannya.." jawab raja liu dingin dan acuh.


..chesss... suara besi panas menempel pada kulit manusia.


...Aaakkhhh... jerit lien hua kembali sadar saat merasakan besi panas itu menempel di pahanya.


"May apa kau mendengar jeritan nya..?" gumam raja liu kepada kekasih kecilnya.


"kakak liu.. ampun kak.. aku mohon maafkan aku.. hu hu hu.." rengek lien hua pada raja liu dengan tangisnya.


"pukul dia dengan papan.." bentak raja liu geram mendengar suara lien hua yang menampilkan wajah memelasnya.


"baik yang mulia.." jawab mereka yang menyiksa lien hua.


...bugh..bugh..bugh..  Aakkhh...Aaaa... suara papan yang memukul tubuh lien hua terdengar sangat nyaring di telinga mereka dengan sura jeritan ke sakitan dari mulut nya.


'itu untuk balasan dari fitnah yang kau lontarkan pada xia wei' batin raja liu. mengingat perlakuan nya pada xia wei karena hasutan dan fitnah lien hua.


"siram tubuh bau busuknya.." perintah raja liu kembali saat lien hua kembali mengeluarkan darah dari luka-luka nya. dia kembali pingsan tak kuat menerima hukuman dari raja liu.


..byurr... byurr... aaakkhh... tubuh lien hua di siram oleh air yang telah bercampur garam dan cuka. lien hua semakin putus asa dalam siksaan yang tiada habisnya dari raja liu terhadapnya.


"semua rasa sakit yang kamu terima tidak sebanding dengan rasa sakit may dan xia wei, ini adalah karma yang harus kau tanggung dari semua kejahatan mu." ujar raja liu bangkit dari duduknya. "jangan biarkan dia mati dengan mudah." lanjutnya memberi perintah pada mereka yang menyiksa lien hua.


"baik tuan.." jawab mereka serempak.


"hormat yang mulia.." ujar sing memberi hormat pada raja liu dengan berlutut setelah berhasil menghampirinya.


"kau sudah kembali..bangun lah." jawab raja liu menerima hormatnya.


"ya yang mulia.."jawab sing bangun dari berlutut nya.


"bagaimana..?" tanya raja liu singkat.


"ada satu kejadian yang tidak terduga yang mulia.." jawab sing membuat raja liu penasaran.


"kejadian apa..?" tanya raja liu dengan nada cemas terhadap xia yu.


"saya kurang tau terjadi apa di dalam ruang keluarga jendral ho. saya hanya mendengar teriakan jendral ho memanggil nama permaisuri xia he setelah itu memanggil nama perrmaisuri. tidak berapa lama jendral ho dan para pelayan membawa tubuh permaisuri xia wei masuk ke dalam kamar sepertinya permaisuri tidak sadarkan diri." jelas sing pada raja liu tentang keadaan xia yu di kediaman ayahnya.


"tidak sadarkan diri.." ulang raja liu terkejut setelah mendengar penjelasan sing. dia merasa khawatir mengetahui xia yu pingsan.


"iya yang mulia.." jawab sing membenarkan ucapan nya.


"cepat kita berangkat ke sana." ujar raja liu dengan nada cemas nya. dia mengajak qiu dan sing pergi ke kediaman jendral ho.


raja liu sangat khawatir sampai dia tidak memperhatikan langkah nya sekali pun. dengan kaki panjangnya dia menaiki kuda jantan berwarna coklat pekat dan bergegas memacu kudanya untuk berlari dengan cepat meninggalkan kediamannya menuju tempat xai yu berada.


ke khawatiran raja liu sungguh terlihat jelas di matanya. qiu dan sing hanya bisa mengikuti raja liu dari belakang, mereka menunggangi kuda milik mereka sendiri.


raja liu tiba duluan di kediaman jendral ho, kedatangannya di susul oleh dua pengawalnya. mereka masuk ke dalam setelah mendapat persetujuan dari penjaga gerbang.


"ya..yang mulia.." ujar yihua berpapasan dengan raja liu. pipi nya memerah menahan malu karena pakaian nya masih basah, dia berniat mengadukan kejadian di kolam tadi kepada ayahnya.


"yang mulia lihat pakaian ku dan kakak basah\, ini ulah gadis mura*an itu. dia mendorong kami ke dalam kolam. yang mulia harus menghukum istri jala*g mu itu" adu yue yin pada raja liu dengan rengekan nya menuduh xia yu.


..PLAK... suara tamparan dari tangan sing mengenai pipi mulus yue yin.


semua orang tekejut kecuali dua laki-laki di belakang sing. bahkan qiu memicingkan matanya pada mereka seperti seekor elang yang tengah mendapatkan target buruan nya. raja liu juga sangat geram mendengar cemoohan yue yin dia ingin sekali membunuh gadis di hadapannya sekarang karena menghina istrinya.


**tbc