
Di dalam kamar permaisuri xia yu masih terbaring di atas tempat tidur yang sangat megah. xia yu membuka matanya dia mengerjapkan penglihatannya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya, xia yu mencoba bangun tapi tidak bisa menggerakan tangan kanannya yang terasa berat, karena penasaran xia yu melirik ke arah tangan itu dan melihat jendral ho yang tertidur dengan menggenggam tangannya.
"kau sudah bangun..?" tanya jendral ho terbangun dari tidurnya karena merasakan gerakan tangan xia yu.
"hn,.." jawab xia yu.
"apa yang kau rasakan..? di sebelah manma kau merasakan sakit..?" ujar jendral ho menanyakan kondisi tubiuh xia yu.
"aku baik.." jawab xia yu singkat.
"xia yu.. maafkan ayah tidak mempercayai mu saat kematian ibumu dan saat kejadian kelam itu, maaf ayah tidak mencoba mencari kebenarannya terlebih dulu dan menyalahkan semua perbuatan selir yenny kepada mu," jelas jendral ho meminta maaf pada xia yu. "dan masalah surat itu ayah benar-benar tidak menulis surat seperti itu, jika kau tidak percaya ayah akan bawa semua balasan surat dari mu saat ayah mengirim surat untuk menanyakan kabar mu dan ingin bertemu dengan mu." lanjut jendral ho membujuk xia yu agar percaya jika dia tidak menulis surat pemutus hububangnya.
sedangkan xia yu menatap mata jendral ho dengan kemampuannya untuk mencari kebenaran dari kata-kata jendral ho dan ternyata memang benar jika dia tidak pernah menulis surat itu.
"aku tidak pernah menerima surat lain selain surat itu dan aku tidak pernah membalas atau mengirim surat kepadamu." jawab xia yu mengikuti alur percakapan jendral ho meski dia sudah tahu bahwa ayah xia wei memang menyayangi anaknya, tapi karena ke serakahan selir yenny dia memisahkan ayah dan anak serta membunuh saudaranya sendiri. ya perlu kalian tahu bahwa selir yenny dan permaisuri xia he atau ibu xia wei masih memiliki tali persaudaraan.
"apa kamu tidak percaya pada ayah..?" tanya jendral ho sedih xia yu tidak mempercayainya.
"aku ingin melihat semua balasan surat yang kau terima dariku, setelah melihatnya baru aku akan percaya." jawab xia yu penasaran dengan isi kata-kata dari surat itu. dia menyungging kan senyuman di bibirnya.
"tunggu sebentar ayah ambil dulu surat itu." ujar jendral jo senang karena xia yu memberi kesempatan padanya untuk mendapatkan maaf darinya. jendral ho keluar dari kamar dan bergegas berlari ke ruang kerjanya, orang-orang yang berada di luar kamar sangat bingung melhat tingkah jendral ho yang tergesa-gesa keluar dari kamar menuju ruang kerjanya yang berada di kamarnya.
"nona.. apa kau baik-baik saja..?" tanya fang yin khawatir, dia baru bisa bertanya saat jendral ho keluar dari kamar.
"aku baik.. tadi aku hanya pusing karena lapar.. sekarang aku sangat kelaparan dan haus." jawab xia yu berbohong.
""baik nona tunggu sebentar yah aku akan segera kembali." ujar fangyin bergegas keluar untuk mengambil makanan.
"dasar bocah.." gumam xia yu melihat tingkah fang yin yang bisa dengan cepatnya merubah ekspresi.
'darel... semoga kau bisa tenang di alam mu sekarang.' batin xia yu mengingat saat dia tak sadarkan diri. 'kakek li menyuruh ku datang ke hutan arwah, sebenarnya mau apa sih dia bikin aku bingung saja.' lanjut xia yu mengingat perintah kakek li si pria keriput.
tidak berapa lama jendral ho kembali dengan kotak di tangannya dia menghampiri xi ayu dan duduk di hadapan xia yu yang sudah berada di posisi duduk bukan berbaring.
"hmm.. " jawab xia yu dengan deheman. dia membuka kotak itu dan terkejut saat melihat isinya yangsudah hampir penuh dengan kertas putih yang tergulung sangat rapih dengan pita merah yang mengikat gulungan kertas.
surat itu memang benar seperti yang di lihatnya dari mata jendral ho yang tertulis jika xia wei lah yang membalas semua surat yang di kirim ke kediaman raja liu dan karena surat ini juga hubungan xia wei dan ayahnya semakin jauh. xia yu bisa menebak jika semua surat ini adalah tulisan dari yihua, dia tahu saat melihat semua kalimat yang tertulis di kertas itu adalah kebencian yihua terhadap dirinya.
"ayah aku memaafkan mu.. maafkan juga sifarku yang tidak sopan padamu" ujar xia yu memaafkan ayah xia wei karena memang dia tidak bersalah. jendral ho sangat senang saat mendengar ucapan xia yu yang memaafkan dirinya saking senangnya dia memeluk xia yu.
"terimakasih nak kau memaafkan ayah.. ayah sangat senang.." jawab jendral ho melepaskan pelukannya dari xia yu.
"nona makanannya sudah siap.." ujar fang yin pada xia yu di belum menyadari keberadaan jendral ho di dalam kamar bersama nonanya. "ma..maafkan hamba tuan besar.." lanjut fang yin terkejut setelah melihat jendral ho dia langsung berlutut di hadapan tuannya.
"bangun lah.. bawakan makanan itu kemari." ujar jendral ho memaafkan ke tidak sopanan fang yin.
"baik tuan besar.." jawab fang yin menuruti titah jendral ho, dia memberikan makanan yang sudah terhidang di atas meja kecil bila memberikan makan pada orang yang sedang sakit.
"ayah suapi kamu yah..." ujar jendral ho membuat fang yin dan xia yu terkejut.
"baik ayah..." jawab xia yu dia bisa merasakan kehangatan yang tulus dari ayah xia wei.
"Aa'...." ujar jendral ho dengan menyodorkan makanan pada mulut xia yu. xia yu menerima suapan itu dan mengunyahnya, suapan demi suapan masuk ke dalam mulut xia yu dengan lahap. xia yu mengeluarkan buliran bening di sudut matanya saat pikirannya melayang membayangkan ayahnya sendiri yang selalu menyuapi makan saat xia yu telat berangkat sekolah.
"kenapa kau menangis..? apakah makanannya tidak enak..?" tanya jendral ho bingung melihat xia yu menegis.
"tidak ayah.. aku sangat senang bisa di suapi ayah lagi." jawab xia yu jujur dia sangat bahagia sekarang, ini pertama kalinya dia merasakan kebahagiaan di kehidupan barunya.
"anak ayah masih sama saja ya.. sangat cengeng jika bersama ayah.." jawab jendral ho juga menangis saat mengingat xia wei yang selalu gampang menangis di hadapannya. dia memeluk xia yu dengan kehangatan keluarga yang selama ini dia rindukan.
fang yin sangat senang bisa melihat kembali kebahagian keluarga yang selama ini dia rindukan di kediaman ini. sejak kehadiran selir yenny semua kehangatan itu hilang berganti dangan kesejukan dari sikap tuannya yang sangat membenci nonanya karena hasutan selir yenny. 'semoga kebahagiaan ini bertahan selamanya.' batin fang yin.
**tbc
jangan lupa beri author amunisi dengan vote rate dan like kalian ya.. biar author nya tetap semangat