The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
284. Apakah wajahku di penuhi dengan cinta akhir-akhir ini?



***


"Pakailah jubahku saat kamu kembali."


Suara yang serak itu terdengar dari arah belakang Xia yu. Nafas yang hangat berhembus ke telinganya. Itu membuat dirinya merasa geli. Xia yu agak menunduk dan melihat lengan kekar melingkar di tubuhnya dari arah belakang. Lengan Tuan Neraka memeluk Xia yu setelah dia memasangkan jubah di tubuh Xia yu. Dari depan hingga ke belakang, seluruh tubuh Xia yu tertutup oleh jubah itu.


Xia yu tidak menoleh kebelakang. Seluruh tubuhnya membeku. Bukan hanya karena Tuan Neraka yang tiba-tiba memasangkan jubah di tubuhnya, tetapi karena tubuh Tuan Neraka yang menempel di belakangnya.. Dia yang sedang tidak mengenakan sehelai kainpun. Dengan susah payah Xia yu menelan salivanya dan bergumam.


"Ehm, terima kasih."


Xia yu bergumam kemudian bergegas keluar tanpa menoleh sedikitpun. Ini pertama kalinya ada orang yang bersikap sangat menyebalkan padanya. Namun, dia harus berterima kasih untuk hal itu. Sungguh memalukan!


Tuan Neraka melihat Xia yu melarikan diri dengan langkah yang kacau, seolah-olah dia sedang menghindari ajalnya. Sudut bibir Tuan Neraka melengkung keatas dan menunjukkan senyuman bahagia.


Bayangan Satu yang sedang berjaga di luar mata air panas. Tiba-tiba, dia melihat sosok yang bergegas keluar dari mata air panas. Dia sangat terkejut sampai kedua matanya terbelalak.


"Kenapa... Kenapa kamu keluar dari dalam?"


Xia yu hanya melirik Bayangan Satu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Dia menarik jubah luar yang menyelimuti tubuhnya dengan erat. Kemudian, dia berjalan cepat menuju Paviliun Sakura.


"De.. Demi Surga! Apakah aku memang melihatnya dengan jelas? Apakah dia memakai jubah luar milik Tuan?" Bayangan Satu berseru sambil menatap Xia yu yang menghilang di kegelapan malam.


Bayangan Satu terlihat berpikir. Dia ingin berlari masuk ke dalam mata air panas untuk melihat apa yang sedang terjadi. Tapi, ada pembatas yang dipasang di seluruh mata air panas. Dia tidak bisa masuk ke dalam! Lalu bagaimana gadis itu bisa masuk ke dalam mata air panas?


Tuan Neraka segera keluar sambil mengenakan jubah dalamnya saja. Bayangan Satu yang melihat langsung bergegas memberikan salam. Kemudian, dia bertanya dengan perasaan gugup.


"Tu.. Tuan, kenapa anak buah anda.. melihat Tabib Misterius ke.. keluar dari dalam?"


'Mereka berdua tidak mungkin mandi bersama di dalam, kan?' Sambung Bayangan Satu dalam hatinya.


Tuan Neraka terlihat sangat tampan seperti dewa. Dia seperti makhluk dari surga. Apakah dia benar-benar mandi dengan seorang gadis? Membayangkannya saha sudah membuat bibir Bayangan Satu berkedut.


"Kebetulan dia sedang berendam di mata air panas." Jawab Tuan Neraka. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis. Kemudian, dia berjalan menuju halaman rumahnya.


Bayangan Satu menatap langit tanpa bisa mengatakan apa-apa. 'Kebetulan? Apakah itu memang kebetulan? Tuan tidak pernah mandi di mata air panas pada jam seperti ini..' Batin Bayangan Satu.


Wajah Tuan Neraka terlihat sangat bahagia dan berbunga-bunga. Tidak mungkin jika Tuan tidak memiliki motif apa pun..


Setelah kembai ke gedung utama, Tuan Neraka masuk ke dalam kamarnya. Sementara Bayangan Satu sedang berjaga di halaman depan. Tapi, entah kenapa pikiran Bayangan Satu merasa sedikit terganggu. Dia bahkan tidak sadar kalau Serigala Abu-abu sedang berdiri di hadapannya.


"Hei!" Serigala Abu-abu memanggil Bayangan Satu, namun yang dipanggil terus berjalan dengan raut wajah aneh.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia mengabaikan ku?" Serigala Abu-abu bertanya pada dirinya sendiri. Lalu dia menepuk bahu Bayangan Satu.


Bayangan Satu hanya melirik Serigala Abu-abu. Dia tidak berniat untuk berbicara dengannya. Melihat itu Serigala abu-abu menjadi kesal, namun rasa penasarannya mengalahkan kekesalan hatinya. Setelah berpikir beberapa saat, dia melirik pintu yang sedang tertutup rapat. Kemudian, dia berbisik.


"Bayangan Satu, ketika kamu berada di Menara keindahan.. Apakah kamu melihat pria yang sedang bersenang-senang dengan para wanita yang ada di sana?"


"Tentu saja aku melihatnya!" Bayangan Satu langsung merespon dan menjawab pertanyaan temannya itu. Ketika Bayangan Satu mengingat itu, dia langsung merinding. Para wanita yang ada di sana sangat berani.


"Lalu.. Bagaimana pria dan wanita saat melakukan 'itu'?" Polosnya Serigala Abu-abu. Atau mungkin antara polos dan bodoh. Dia belum mengetahui berhubungan lawan jenis itu seperti apa. Untungnya ketika dia berada di Menara Diatas Awan hanya menari, bukan melayani seperti..


"Kamu mau tahu? Kenapa kamu tidak membicarakannya dengan Tuan? Mungkin Tuan bisa mengirimkan kamu ke Menara keindahan untuk memperluas pemikiran mu." Bayangan Satu mencibirnya.


Serigala abu-abu mengabaikan cibirannya. Dia berbicara sambil gelisah.


"Aku sedang mencemaskan Tuan sekarang."


"Apakah kau tidak memperhatikan Tuan memberikan perlakuan yang berbeda pada Tabib Misterius? Aku dengar Tuan menyiapkan paviliun khusus untuk Tabib itu. Kamu mungkin tidak menyadarinya. Tapi, aku pikir Tuan sepertinya sudah benar-benar belok. Buktinya ketika Tuan menanyakan atau membicarakan bocah itu, raut wajahnya terlihat sangat bahagia dan penuh dengan cinta! Ya ampun, aku takut ada sesuatu yang terjadi padanya!"


Bayangan Satu menoleh pada Serigala. Dia mengedipkan mata berulang kali padanya. Serigala Abu-abu pun bertanya dengan bingung.


"Matamu kenapa?" Tanya Serigala abu-abu yang tidak memahami isyarat kedipan mata dari Bayangan Satu.


"Wajah yang penuh dengan cinta?"


Tiba-tiba terdengar suara yang begitu mempesona dari arah belakang Serigala Abu-abu.


Seluruh tubuh Serigala Abu-abu menjadi tegang setelah mendengar suara mempesona itu. Dia menatap Bayangan Satu yang sedang berdiri di sana sambil menundukkan kepalanya dengan hormat. Serigala abu-abu mengutuk dalam hati.


'Dimana letak persaudaraan kita?! Dia bahkan tidak memberitahuku jika Tuan datang!'


Serigala abu-abu segera membalikkan badan dan melihat wajah Tuan yang ada di hadapannya. Sudut bibirnya berkedut ketika dia menyapa Tuan Neraka.


"Tu.. Tuan."


"Apakah wajahku di penuhi dengan cinta akhir-akhir ini?" Tuan Neraka bertanya. Tatapannya yang sangat tajam tertuju pada Serigala abu-abu sehingga anak buahnya itu merinding ketakutan.


"Ti.. Tidak sama sekali." Serigala abu-abu menundukkan kepalanya sambil berbohong. Dia terlihat sangat menyedihkan.


"Tuan mu sepertinya telah mendengar bahwa kamu penasaran dengan perasaan pria? Kalau begitu.. Bayangan Satu, lemparkan dia kembali ke Menara Di Atas Awan! Biarkan dia mengamati perbedaan antara pria yang menyukai sesama jenis dan lawan jenis."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Tuan Neraka membalikkan badan dan kembali ke kamarnya. Meninggalkan Serigala Abu-abu yang terlihat sangat sedih.


"Tu.. Tuan." Serigala abu-abu berteriak di belakang badan Tuan Neraka yang saat ini sedang pergi menjauh.


"Anak buah anda sama sekali tidak tertarik pada pria. Saya juga tidak ingin mencari tahu tentang mereka... Anak buah anda tidak ingin pergi ke tempat laknat itu lagi.."


"Hehe, sudahlah.. Tuan tidak akan menarik kata-katanya. Syukuri saja, kali Tuan hanya menyuruhmu memperhatikan mereka. Tidak seperti kemarin yang harus melayani mereka. Mari ikut denganku. Atas nama persaudaraan, aku akan mengantarmu. Hahaha!" Bayangan Satu menertawakan kesialan Serigala Abu-abu.


"Persaudaraan dengkul Mu?!" Serigala abu-abu menatap Bayangan Satu dengan penuh amarah. "Bayangan Satu! Kamu pasti sengaja, kan?"


"Aku mengedipkan mata berkali-kali kepadamu. Tapi kamu sama sekali tidak menyadarinya! Siapa akan kamu salahkan?" Bayangan Satu menepuk pundak Serigala Abu-abu.


"Ayo, Tuan sudah memberikan banyak belas kasih kepadamu. Kamu hanya diperintahkan untuk mengamati bukan melayani seperti kemarin. Kali ini aku akan menemani mu, karena Tuan tidak memberikan waktu untuk hukuman mu. Di sana kamu hanya perlu mengamatinya agar kamu tidak punya pikiran nakal seperti itu lagi tentang Tuan. Karena Tuan kita pria normal yang hanya tertarik pada perempuan cantik."


"Benarkah?"


Seketika raut kesedihan dari wajah Serigala abu-abu menghilang setelah mendengar kata-kata Bayangan Satu.


"Benar. Kamu akan mengetahuinya besok pagi. Dan sepertinya kamu harus meminta maaf pada gadis yang telah berhasil membuat Tuan kita berubah."


"Hah?!" Serigala abu-abu terkejut mendengar penuturan Bayangan Satu.


"Sudahlah.. Ayo, kita pergi belajar membedakan laki-laki dan perempuan."


Dengan demikian, mereka berdua pun pergi dari gedung utama menuju Menara Di atas Awan. Tempat para gigolo atau pria gay.


Namun semua itu tidak ada hubungannya dengan Xia yu. Dia sedang berada di halaman depan paviliun sakura sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan dua orang yang penting dalam hidupnya.


**tbc