
***
Beberapa saat yang lalu ketika xia yu berada di kediaman mentri wang. di tempat lain fang yin tengah menunggu xia yu pulang. tapi bukan nya kedatangan xia yu yang dia dapat kan, melainkan para komplotan orang berbaju hitam masuk ke dalam rumah.
"s..si..siapa kalian..?" tanya fang yin dengan gagap nya. dia terkejut sekaligus takut dengan orang-orang itu. nyali nya belum sekuat xia yu.
"hey.. nona, dimana tuan mu..?" tanya salah satu pria yang bisa di duga jika dia anak buah lelaki berbadan besar yang berdiri di antara komplotan itu.
"a..aku tidak punya tuan.." jawab fang yin jujur.
...PLAK...
pria itu menampar fang yin dengan tangan kanan nya. "kau berani berbohong..!"
"hey.. jangan terlalu jahat pada gadis kecil itu." ujar pria berbadan besar itu mendekat ke arah fang yin.
"nona, maaf kan anak buah ku yang tidak sopan itu. aku kemari untuk bertemu dengan nona mu. jika saya boleh tahu dimana dia sekarang..?"
"aku..aku tidak mengerti apa yang tuan bilang.. saya tinggal sendiri di rumah ini." jawab fang yin yang mengerti jika orang-orang di hadapan nya ini mencari keberadaan nona nya.
"geledah rumah ini.." titah pria itu pada seluruh anak buah nya.
'nona.. aku mohon jangan dulu pulang..' batin fang yin cemas jika xia yu pulang dia akan ada dalam bahaya. padahal siapa yang sedang dalam bahaya sekarang.
semua anak buah pria itu mencari orang lain yang tinggal di rumah itu. tapi mereka tidak menemukan nya. sampai pada kamar xia yu, fang yin ingin menghentikan mereka. tapi dia berpikir ulang jika dia menghentikan mereka pasti orang-orang itu akan mencurigai nya.
"tuan saya tidak menemukan orang lain di rumah ini. tapi kemungkinan besar jika penghuni rumah ini ada dua orang. satu gadis itu dan satu nya lagi mungkin gadis yang kita cari." jelas anak buah nya.
"hm.. begitu rupanya," pria itu memicingkan mata nya menatap fang yin dengan senyum devil nya. "nona.. seperti nya kau ingin sekali bermain dengan ku ya.? baik lah akan ku turuti mau mu nona." sambung nya.
fang yin semakin gelagapan mendengar kata main. dia mencoba melarikan diri dari tempat itu. tapi segera di tahan oleh anak buah tuan nya. "lepaskan aku..!" jerit fang yin.
fang yin mencoba melawan orang-orang di sana dengan beladiri yang dia pelajari dari xai yu. dia menyerang pria yang menggenggam lengan nya.
...bugh...
satu tendangan fang yin berikan pada anak buah itu dan berhasil membuat nya terlepas dari cekalan lengan nya.
fang yin segera berlari ke arah kamar nya dan mengunci kamar itu dengan kayu yang menempel di salah satu pintu itu.
"huh... gadis ini ingin bermain kucing dan tikus rupa nya." cibir pria besar itu. "hey gadis kecil.. kau ingin sembunyi dari ku..?
"dobrak pintu nya.. aku ingin melakukan pemanasan dengan tikus kecil itu sebelum mendapat kan kelinci putih ku." sambung pria itu dengan mesum nya.
...BAK..
...BAK..
...BRAKK....
Pintu kamar fang yin terbuka setelah beberapa kali anak buah pria itu menendang nya.
fang yin bersembunyi di bawah tempat tidur. ketakutan dalam wajah nya sudah terlihat. keringat dingin dia keluarkan, bahkan dia sampai menahan tangis nya. berdo'a dalam hati semoga seseorang dapat menyelamat kan nya dari keadaan ini.
senyum pria besar itu semakin lebar tatkala mendapati kamar yang kosong. dia sudah menebak jika fang yin tengah bersembunyi. tangan nya memerintahkan beberapa anak buah nya untuk menemukan tikus kecil nya yang bersembunyi.
anak buah nya mencari dari tempat mandi, lemari pakaian, dan tempat tidur. salah satu anak buah pria itu menunjuk ke arah tempat tidur. mereka kompak untuk menangkap fang yin yang masih setia dalam persembunyian nya.
saat fang yin melafalkan harapan nya. dia di kejutkan dengan tangan yang dingin dan besar telah mecekal pergelangan kaki nya yang kecil.
pria besar itu menyeringai saat bersitatap dengan fang yin. raut wajah takut fang yin sangat dia sukai. "hey.. nona, permainan petak umpat nya sudah berakhir.." ucap pria itu dengan senyum smirk nya.
"saya mohon tuan.. tolong lepaskan saya.." rengek fang yin namun tak di indahkan oleh pria itu. sebalik nya pria itu malah menarik kaki fang yin dengan kasar nya sampai membuat kepala fang yin terhantuk pada kayu tempat tidur itu.
...AWW...
pria itu menatap lekat pada fang yin. mata nya meneliti semua wajah fang yin yang cantik untuk ukuran seorang pelayan. gairah lelaki nya mulai dia rasa kan. "ternyata kau lumayan cantik juga, aku sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan nona mu, pasti dia lebih cantik dari mu."
"tidak.. nona ku tidak cantik, dia sangat jelek bahkan lebih jelek dari seorang pengemis di jalanan." imbuh fang yin. dia tidak mau jika pria itu melecehkan nona nya. lebih baik dia yang menerima pelecehan ini.
"benar kah.. tapi jika dia adalah pengemis cantik aku juga tidak akan melepaskan nya. lebih baik sekarang kau diam atau kau akan menyuruh anak buah ku yang bermain dengan mu.. asal kau tahu anak buah ku lebih beringas dari pada aku."
"cuiihh...!! aku tidak sudi di sentuh oleh tikus kotor seperti kalian." fang yin meludahi pria itu dan berhasil membuat nya murka.
"DASAR JALA*G...!!" bentak pria itu bangkit dan menjambak rambut fang yin dengan sangat kasar.
..PLAK...
..PLAK...
..BUGH..
Tamparan dan tendangan dari pria itu mengenai tubuh fang yin. wajah dan tubuh nya telah di penuhi oleh luka. namun pria itu tidak berhenti di situ saja. dia kembali menarik tubuh lemas fang yin dan..
...SREKK...
...SREKK...
pria itu merobek pakaian fang yin dengan kasar. kini setengah tubuh fang yin telah terekspose.
..GLEG...
semua pria di sana menelan saliva mereka saat melihat tubuh mulus fang yin.
kegiatan pria itu terhenti saat salah satu anak buah nya memberitahu kedatangan seorang perempuan yang di duga gadis yang mereka cari.
***
(kembali lagi pada saat xia yu berhadapan dengan pria besar itu.)
Xia yu berdecak kesal pada sosok pria di hadapan nya. xia yu menatap lekat pada mata pria itu. mencoba membaca ingatan nya tapi betapa terkejut nya dia saat tahu jika pria di hadapan nya ini baru saja melakukan pelecehan pada fang yin. dengan tangan yang mengepal xia yu berpura-pura tidak tahu perlakuan pria di hadapan nya. di pun bertanya. "Siapa kau..? kenapa kalian ada di dalam rumah ku dan dimana teman ku.?"
"sabar nona.. teman mu baik-baik saja dia sedang istirahat. karena dia kelelahan setelah bersenang-senang dengan ku." jawab pria itu dengan mata yang tertuju pada kedua gunung surgawi yang berada di dada xia yu.
xia yu semakin cemas saat mendengar kata bersenang-senang. pikiran nya tertuju pada satu adegan pelecehan yang dia lihat di dalam ingatan pria itu. xia yu menghiraukan tatapan mesum pria itu dan beranjak ke arah kamar fang yin.
tentu saja xia yu di halangi oleh para anak buah pria itu. "menyingkir lah..!!" ujar xia yu dengan aura nya yang terlihat kejam.
pria itu menatap ke arah tuan nya untuk meminta persetujuan. si tuan memberi tanda anggukkan pada anak buah nya untuk membiarkan xia yu masuk ke dalam kamar fang yin.
dengan perasaan nya yang campur aduk. xia yu masuk ke dalam kamar fang yin dan betapa terkejut nya dia saat melihat keadaan fang yin yang terlihat menyedih kan.
xia yu sangat terpukul, dia sangat menyesal tidak mengajak fang yin ikut bersama nya. mata nya memerah melihat luka di sekujur tubuh fang yin. "fang yin.." panggil xia yu dengan memeluk tubuh lemas fang yin gemetar ketakutan.
"no..na.. nona.." lirih fang yin dengan suara gemetar nya.
"tenang lah aku di sini.. maaf kan aku telah membuat mu celaka." ujar xia yu.
"tidak nona.. saya tidak apa-apa.. nona sebaik nya pergi dari sini.. mereka sangat jahat nona.."
"aku tidak mungkin membiarkan mereka lolos begitu saja.. tunggu lah di sini aku harus melenyapkan manusia tidak beradap seperti mereka." amarah xia yu kian memuncak. dia tidak rela sesuatu yang dia sayang ternodai oleh orang-orang tidak berakhlak seperti mereka.
xia yu membawa tubuh fang yin dengan ala bridal style ke arah ranjang. dia menidurkan nya dengan gerakan lembut, lalu menutupi tubuh nya dengan selimut. "istirahat lah di sini jangan beranjak dari kasur ini." titah nya pada fang yin.
semua pria yang berada di sana merasa aneh dengan perlakuan xia yu terhadap fang yin. jika hal itu di lakukan oleh seorang lelaki mereka masih faham. tapi ini di lakukan oleh seorang gadis. pemandangan itu seperti seorang pria yang sedang menenangkan kekasih nya.
sungguh tidak masuk akal..
**tbc