The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
161. Surat undangan masuk istana kerajaan bei..



***


"Satu Minggu lagi akan ada acara ulang tahun ibu suri kerajaan bei, aku memiliki rencana untuk hadir di acara itu" Jawab Xia yu sembari mengingat sesuatu dalam pikirannya.


kemarin malam Xia yu tidak sengaja mendengar kabar itu dari para pelayan yang bekerja di kediamannya. pukul delapan malam, kira-kira pekerjaan para pelayan telah usai. namun Xia yu selalu memperhatikan mereka dari atas genting.


dia melakukan hal itu untuk berjaga-jaga, apakah ada pelayan yang berkhianat padanya. tapi dia bersyukur karena tidak ada pelayan yang berkhianat.


ada satu ungkapan pelayan yang membuatnya tinggal lebih lama di tempat persembunyiannya. ternyata para pelayan tengah membicarakan sosok perempuan yang di segani seluruh penjuru negri ini.


_Flashback.on


"Ulang tahun ibu suri satu Minggu lagi.!" seruan dari salah satu pelayan kita panggil saja si A.


"aku dengar beliau mengundang kerajaan tetangga untuk hadir di ulang tahunnya.!" sambung di B.


"beliau tidak sedang mencari calon istri untuk putra mahkota bukan?!" ujar si C terkejut setelah mendengar ucapan si B.


"sepertinya sih begitu.. putra mahkota telah mencapai umur untuk menikah, jadi ibu suri mengundang kerajaan tetangga untuk mencari kriteria yang cocok sebagai permaisuri dari kerajaan ini nantinya." jawab si A.


"putra mahkota kehilangan ibunya saat dia berumur 7thn. kaisar menikahi selir agung dengan resmi dan sekarang selir itu menjadi istri yang sah(permaisuri ke 2). tapi aku dengar hubungan antara putra mahkota dan permaisuri batu tidak baik.."


"ada isu jika permaisuri pertama tiada karena penyakit aneh, dan putra mahkota sangat marah saat mengetahui nya. sampai sekarang dia tidak bisa menerima selir agung menjadi ibu sambungnya."


"tapi itu hanya isu bukan.?"


"ya itu hanya isu.."


"eh kira-kira putra mahkota akan memilih putri dari kerajaan mana ya..?"


"sepertinya akan sulit,."


"maksudmu..?"


"aku dengar jika putra mahkota sangat dingin terhadap perempuan. bahkan sampai sekarang dia belum memiliki selir atau kekasih. beda halnya dengan adik-adiknya yang telah memiliki tunangan, bahkan istri."


"sudahlah itu urusan kerajaan, kita tidak perlu memikirkannya. doakan saja semoga putra mahkota mendapatkan gadis cantik yang baik dan berani.."


"kenapa berani..?"


"berani untuk meluluhkan hati putra yang sedingin es itu..hihihi.."


"hahahaha... kau bisa saja, sudah lah cepat kita tidur, ini sudah sangat malam."


mereka pun mengangguk dengan pelan dan mulai memejamkan mata mereka setelah perbincangan itu usai. sedangkan gadis yang memakai pakaian serba hitam dengan cadar di wajah nya tersenyum seperti mendapatkan sebuah ide.


Xia yu pun kembali ke paviliunnya dengan cara menghilang. sampai di sana dia mendapati Fang yin yang masih terjaga. "Nona..?!" ujar Fang yin.


untuk sesaat Xia yu terkejut merasa dia terciduk ibunya sendiri setelah kabur dari rumah tanpa sepengetahuan ibunya.


"kau belum tidur..?" tanya Xia yu.


"belum nona.. saya menunggu nona,.." jawab fang yin meskipun dia penasaran kenapa nona nya pergi secara diam-diam.


"kau tidak penasaran aku pergi darimana?" tanya Xia yu yang dapat melihat rasa penasaran dari sorot mata sahabatnya itu.


Fang yin terkekeh karena pikiran nya terbaca oleh nona nya. "hehe.. saya sangat penasaran nona."


Xia yu pun memberitahu kemana dia pergi dan memberitahu semua informasi yang dia dapatkan. dia juga memberitahu Fang yin idenya yu untuk tampil di muka umum sebagai orang lain. _Flashback.off


***


"maksud nona kita akan hadir di acara itu..?" tanya Li zyan.


"tapi itu terlalu berbahaya nona.. kita tidak punya undangan untuk bisa hadir di istana." tuan Li wei yang mengetahui betapa ketatnya istana kerajaan bei.


"tenang, aku sudah menyiapkan sebuah rencana untuk di perbolehkan masuk ke dalam istana." Xia yu telah menyusun rencana itu bersama Fang yin semalam.


Xia yu memberitahu rencana nya pada mereka. tuan Li wei, Li zyan dan bibi may terkejut dengan rencana Xia yu yang menurut mereka di luar pemikiran mereka.


rencana apakah yang Xia yu miliki..?


hehe.. scroll terus kebawah jawaban nya ada di bawah, yang pastinya kalian tidak akan duga. maaf ya author nya rada julid..hehe


...


Setelah memberitahu rencananya, Xia yu dan fang yin keluar dari paviliun dua, kemudian kembali ke paviliunnya. di sana Xia yu mengeluarkan Xiao hu uang dan hei tian.


Xia yu memberitahu mereka rencana dan meminta bantuan pada Xiao huang untuk ikut bersamanya mencari surat undangan agar dia bisa hadir di acara ulang tahun ibu suri.


Xiao Huang pun menyetujuinya. mereka pun pergi dari kediaman itu dengan penyamaran. Xia yu memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kain hitam yang menutupi separuh wajahnya. sementara Xiao Huang merubah dirinya menjadi seekor burung.


sebenarnya saat di paviliun dua Li zyan sangat ingin ikut andil dalam mendapatkan sutlrst undangan. tapi Xia yu melarangnya, dia memberitahu Li zyan bahwa belum saatnya dia keluar dari kediaman ini.


tentunya jika dia keluar pasti akan membuat orang-orang yang mencari keberadaannya menemukannya saat dia muncul di keramaian. secara wajahnya yang mencolok (tampan).


tapi Li zyan juga memasih kekeh ingin ikut. dengan alasan yang menyebut dirinya tidak pernah muncul di muka umum. bukan nya di setujui, Xia yu malah menyeringai dengan pemikirannya sendiri. "sudahlah kau berlatih lebih keras lagi, seminggu lagi kau akan keluar ikut bersamaku ke istana." itulah yang Xia yu ucapkan untuk memberi tambahan semangat pada Li zyan.


mau tidak mau Li zyan menuruti perintah Xia yu. benar yang di katakan Xia yu lebih baik dia memantapkan kemampuan nya dari pada mencari selembar surat undangan.


...


Xia yu dan Xiao Huang muncul di atap sebuah kediaman mewah. ternyata itu adalah kediaman seorang menteri. Xia yu menyuruh burung kecil Xiao huang untuk mencari surat undangan di kediaman itu.


namun mereka tidak menemukan nya. mereka pun berpindah tempat ke kediaman lainnya. Xia yu seperti pencuri yang menghilang dari satu tempat ke tempat lainnya. hanya selembar surat undangan yang dia cari bukan harta atau benda berharga lainnya.


sampai tiba di sebuah penginapan kelas atas. Xiao Huang mencari di daerah lain. sementara xia yu masuk ke dalam sebuah kamar. di sana dia menemukan beberapa timpuk kertas dengan beberapa cap dari berbagai istana. xia yu bingung kenapa di dalam sebuah kamar penginapan bisa ada banyak surat undangan. apa penginapan ini di tempati oleh seorang bangsawan atau orang yang bersangkutan dengan istana.


Xia yu tidak mau ambil pusing, dia lebih memilih mencari surat undangan yang di carinya. Xia yu hanya mencari surat undangan yang terdapat cap istana kerajaan bei.


sebuah gulungan kertas putih yang di ikat dengan pita merah menggelinding ke arah kaki Xia yu. xia yu yang terkejut karena ada sesuatu yang menyentuh kakinya pun langsung melihat ke arah bawah. dia raih gulungan itu dan betapa senangnya dia saat menemukan apa yang di carinya.


ternyata surat itu menghampiri Xia yu dengan bantuan seseorang.!


seseorang yang bersembunyi di balik bilik bambu pemisah ruangan. xia yu mengetahui keberadaan orang itu namun dia tidak mau ambil pusing karena orang itu tidak memiliki niat jahat kepadanya.


siapakah seseorang yang bersembunyi di balik bilik bambu pemisah ruangan itu..?


****tbc


apa kalian penasaran..?


sama author juga penasaran, kita sambung besok ya.. author kerja dulu oke..


maaf author telat up karena semalam author terlalu lelah dan mengantuk, di tambah hujan yang begitu deras menambah rasa kantuk author, semoga kalian tidak kecewa ya..


pantengin terus novel ini, karena beberapa episode ke depan author akan menampakan sosok Mr.x yang mungkin jodoh xia yu..


jangan lupa like,vote, dan rate nya. author selalu tunggu komentar kalian juga..


Hanupis..🙏


(hatur nuhun pisan.. bahasa gaul dalam bahasa Sunda yang artinya sangat berterimakasih..)


fighting..✊**