The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Masa kritis, nyawanya terancam



setelah xia yu meninggalkan putra mahkota dan raja liu dia menghampiri kaisar yang sedang melihat kakek kaisar di periksa oleh tabib dao di temani beberapa orang lainnya yang membantu. xia yu meminta ijin kepada kaisar untuk memeriksa denyut nadi kakek kaisar yang masih tak sadarkan diri mereka yang disana sedikit bingung mengapa kaisar mengijinkan seorang gadis menyentuh pergelangan kakek kaisar.


"maaf tabib apakah kau bisa menjelaskan bagaimana kondisi benjolan kakek kaisar.?" tanya xia yu pada tabib dao membuat si tabib heran kenapa gadis di hadapannya bisa mengetahui ada benjolan pada tubuh kakek kaisar. tabib  dao tidak langsung menjawab dia melihat ke arah kaisar dan mendapati anggukan dari kaisar yang menunjukan bahwa beritahu gadis itu.


"kondisi benjolan sudah semakin besar bahkan telah mengeluarkan nanah" jelas tabib dao membuat kaisar semakin percaya pada xia yu


"apakah beliau suah mulai batuk-batuk dan mengalami pendarahan hebat..?" tanya xia yu kembali


"benar sudah, bagaimana nona mengetahui hal itu..?" jawab dan tanya tabib dao heran pada xia yu


"anda tidak perlu tahu saya tahu darimana... sekarang ubahlah cara kakek kaisar tidur agar tidak membuat benjolannya semakin menyiksa beliau.." ujar xia yu


"bagaimana cara membaringkan beliau dengan benar..?" ujar kaisar saat mendengar ucapan xia yu


"sekarang balikan tubuhnya menjadi menelungkup dan taruh satu bantalan di bawah perutnya, untuk membantu mengeluarkan gas di dalam perutnya yang telah bersarang menyebabkannya rasa sakitnya bertambah" jelas xia yu yang di setujui oleh kaisar "dimana ruangan yang saya minta tuan..?  saya harus cepat membuat obat untuk kakek kaisar" lanjut xia yu bertanya pada kaisar kembali membuat semua orang tercengang karena xia yu memanggil kaisar dengan sebutan tuan.


"putra mahkota akan menunjukan tempatnya.." jawab kaisar sudah terlalu biasa dia sekarang tidak memperdulikan ucapan xia yu yang tidak sopan.


"baiklah terimakasih.." jawab xia yu langsung meninggalkan mereka begitu saja.


xia yu keluar dari kamar kakek kaisar dia mencari putra mahkota dan mendapatinya sedang mengobrol dengan raja dan putri dari kaisar. xia yu menghampiri mereka dan menarik lengan baju putra mahkota begitu saja di hadapan mereka membuat semua orang terkejut dengan tingkahnya tapi xia yu tidak menghiraukan mereka.


"ada apa kenapa kau menarikku...?" tannya putra mahkota pada xia yu 'gadis ini sungguh berani ya' batin putra mahkota tercengang dengan tingkah xia yu tapi yang di tanya tidak mengeluarkan suara. xia yu malah terus menarik putra mahkota ke arah yang sepi sedangkan para pengawal bayangan yang menjaga putra mahkota langsung keluar dari tempat persembunyiannya putra mahkota langsung menghentikan mereka saat salah satu dari mereka terlihat dia mengangkay tangannya mengisyaratkan untuk berhenti, xia yu berhenti saat tidak melihat orang lain lagi.


"masa kritis..? apa kau tidak berbohong..?" tanya putra mahkota kaget


"ya cepatlah aku sedang tidak ingin bercanda.." ujar xia yu dengan wajah serius


"baiklah mari.." jawab putra mahkota meliha keseriusan dari wajah xia yu.


mereka berjalan ke arah ruangan yang tidak jauh dari kamar kakek kaisar. xia yu masuk ke dalam ruangan itu dan menyuruh putra mahkota segera mencari tanaman ungu berdaun lima, sebenarnya xia yu hanya membuat mereka percaya saja dengan tanaman itu, padahal xia yu hanya mencari alasan dari obat yang akan dia ambil dari kotak specialnya masa iya dia bilang bahwa dia sudah menyiapkan obat wasir untuk kakek kaisar.


xia yu juga meminta sebuah tungku khusus untuk meramu obat dia tidak bisa mengndalkan obat butiran saja mereka akan curiga jadi dia akan meleburkannya dengan tanaman ungu yang memang mempunyai kemampuan untuk membantu mengatasi konstipasi, mengetasi luka borok bisul, meredakan nyeri pada radang sendi dan lain-lain.


.tok..tok.. tok.. suara ketukan pintu dari luar xia yu berjalan ke arah pintu dan membuka sedikit pintu dia menonjolkan kepalanya keluar, terlihat putra mahkota bersama pengawalnya.


"apa kau sudah mendapatkannya..?" tanya xia yu masih dalam posisi itu


"ya.. ini ya.." ucap putra mahkota terpotong saat menyodorkan tanaman ungu dan di ambil begitu saja oleh xia yu


"terimakasih.. bukh.." ucap xia yu berterimakasih lalu menutup pintu begitu saja tidak mempersilahkan putra mahkota menyelesaikan ucapannya


'gadis ini benar-benar berani tapi kenapa dia tidak bersikap seperti ini dari awal pernikahannya dengan liu sheng,.. sebenarnya apa yang terjadi..?' batin putra mahkota


**tbc