The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
149. Kerajaan bei dan kediaman klan li..



***


Langkah xiao huang terhenti karena melihat seorang pria tua yang tengah memegang sebuah makanan. pria itu kembali berteriak sambil menyodorkan dagangan nya pada orang-orang yang lalu lalang di jalan itu.


"TANGHULU..! TANGHULU..!" suara pedangan tanghulu yang tengah menawar kan dagangan nya.


(tanghulu adalah sebuah jajanan yang sangat khas dari kota beijing, china, tiongkok. dan masih banyak kota lain nya. jajanan tanghulu atau bintanghulu adalah makanan tradisional china. tanghulu adalah manisan buah yang dih sajikan dengan cara di tusuk. satu bilah tusuk bambu, biasa nya berisi lima buah sampai tujuh bahkan bisa lebih. tanghulu adalah manisan buah yang di beri sirup gula atau gula yang telah menjadi karamel, ada juga yang membalut nya dengan coklat untuk menarik perhatian orang-orang.)


xia yu melihat gelagat xiao huang yang berhenti berjalan. dia pun mengalihkan pandangan nya pada objek yang tengah di pandangi oleh xiao huang.


kedua sudut bibir xia yu terangkat, menyungging kan senyuman yang indah dari bibir merah cerry nya. dia pun mengajak xiao huang untuk melangkah kan kaki nya ke arah pedagang tanghulu. "kau mau ini bukan..?" tanya nya tanpa ragu pada xiao huang.


sedangkan yang di tanya terlihat membatu. dia diam tak menjawab pertanyaan xia yu. "ambil lah.." titah nya. namun xia huang masih saja diam.


"satu tusuk tanghulu berapa harga nya paman.?" tanya xia yu pada sang pedagang.


"hanya satu koin perak nona." jawab si pedagang.


"hm.. masing-masing dua tusuk," ujar nya melihat xiao huang, hei tian dan fang yin. dia pun melanjut kan ucapan nya. "baik lah saya beli delapan tusuk tanghulu.."


"saya mau empat tusuk nona..!" xiao huang memotong ucapan xia yu. padahal sedari tadi dia hanya diam tak menjawab pertanyaan xia yu.


xia yu tertawa dengan suara pelan menanggapi ucapan xiao huang. xiao huang seperti anak kecil yang meminta lebih dari jatah nya. Xia yu pun menyanggupi permintaan xiao huang. dia tidak tega untuk menolak permintaan pertama nya.


Sepuluh tusuk tanghulu xia yu beli dengan harga sepuluh koin perak. Namun dia memberi tiga koin emas untuk memborong sisa nya. xia yu menyuruh pedagang itu untuk membagikan sisa tanghulu pada anak-anak yang bermain tidak jauh dari tempat nya berdagang. tentu nya hal itu membuat si pedagang senang.


baru kali ini dja menemui pembeli yang memiliki kemurahan hati untuk berbagi. dengan senang hati dia menerima perintah dari sang pembeli yang terlihat misterius dengan jubah hitam nya. wajah nya tertutupi topi jubah yang hanya memperlihat kan bagian bibir merah cerry nya saja.


Sementara xia yu dan kawan-kawan nya melanjutkan perjalanan nya sembari memakan manisan buah itu (tanghulu).


ini visual untuk xiao huang dan hei tian. pria yang berambut merah adalah hei tian dan pria yang memegang manisan tanghulu adalah xiao huang.



(maaf jika gambar tidak sesuai yang kalian pikirkan. karena ini hanya ilustrasi untuk membantu kalian berimajinasi.)


>>>


Xia yu mengajak mereka ke sebuah toko yang menjual pakaian. mereka tidak bisa terus berjalan dengan penampilan seperti itu bukan.?


bagaimana mereka akan berhadapan dengan keluarga kakek li. saat masuk ke dalam ibu kota kerajaan bei. xia yu dan kawan-kawannya telah mendengar desas desus tentang keahlian tabib li zhu dalam mengobati pasien nya.


namun, bukan itu yang xia yu pikir kan. dia lebih memikirkan keadaan anak, cucu serta menantu kakek li. dia khawatir jika tabib li zhu menyalah gunakan kekuasaan nya saat ini sebagai ketua dari klan li. terlebih lagi dengan keserakahan nya yang dapat melenyapkan siapa pun yang menghalangi keinginan nya.


...


Setelah acara belanja nya selesai. xia yu dan yang lain nya bergegas mencari tempat keberadaan klan li.


ternyata tidak susah untuk mencari tempat tinggal klan li. itu karena nama klan mereka telah terkenal di seluruh area kerajaan bei.


mereka tiba di sebuah tempat yang di penuhi dengan orang-orang yang tengah berbaris rapi untuk bisa masuk ke dalam kawasan klan li. klan li telah membuka rumah sakit di dalam area kediaman nya.



xia yu duduk di atas pohon yang tidak jauh dari tempat itu. dia memperhatikan semua yang terjadi di sana.


kemana fang yin xiao huang dan hei tian.?


xia yu menyuruh fang yin untuk membeli satu kereta kuda dan menyuruh xiao huang dan hei tian mencari informasi tentang keberadaan keluarga kakek li dan cara masuk ke dalam kediaman klan li. sementara dia hanya mengawasi tempat itu.


...


Xiao huang dan hei tian kembali dengan informasi yang akan membuat xia yu tercengang. dengan berat hati mereka melangkah kan kaki mereka menghampiri xia yu yang masih berada di tempat nya menunggu.


xia yu turun dari pohon itu saat melihat kedatangan mereka berdua. "nona.." lirih xiao huang yang sedikit terkejut akan tingkah xia yu. namun wajah nya masih menampilkan kesedihan dalam ekspresi terkejut nya.


"bagaimana.?" tanya xia yu.


dengan berat hati xiao huang pun memberitahu semua informasi yang dia dapat kan dari beberapa orang yang mengenal dekat klan li dan keluarga kakek li.


"menurut informasi yang saya dapat kan, keluarga kakek li tidak berada di kediaman klan li. anak dan cucu nya di asing kan di sebuah bukit yang tidak jauh dari ibu kota kerajaan bei. anak nya li wei, di vonis gila karena kehilangan ayah nya. sedangkan menantu nya di angkat sebagai selir oleh tabib li zhu. setelah dia mengakhiri hubungan nya dengan suami nya li wei secara sepihak.


dan untuk li zyan cucu dari kakek li. dia di anggap lelaki tidak berguna di klan li. karena dia tidak memiliki kemampuan untuk meramu obat atau pun berkultivasi. dia dan ayah nya li wei hidup di bukit itu tanpa di beri tunjangan hidup oleh keluarga nya."


jelas xiao huang memberikan semua informasi tentang keberadaan dan keadaan anak dan cucu kakek li.


...huuuffthh...


xia yu membuang nafas nya secara kasar. dia merasa kondisi li wei dan li zyan pasti ada sangkut paut nya dengan tabib li zhu. xia yu juga sangat kesal dan jijik pada istri li wei, yang lebih memilih menjadi selir dari paman suami nya sendiri. dari pada hidup dan mendampingi suami dan anak nya.


namun itu membuktikan jika keadaan suami nya yang gila. pasti ada campur tangan nya juga. xia yu selalu curiga pada orang yang tertawa di atas penderitaan orang lain.


"bagaimana dengan mu hei tian.?" tanya xia yu beralih pada hei tian.


hei tian pun menjawab pertanyaan xia yu dengan ekspresi dingin nya. "pintu sebelah kiri itu adalah jalan masuk bagi para pasien dari kalangan bawah. sedangkan yang sebelah kanan untuk para bangsawan.


pasien dari kalangan bawah akan di tangani oleh tabib lain nya, sedangkan kalangan atas atau bangsawan akan di tangani langsung oleh tabib li zhu. tabib li zhu juga telah menjadi tabib kepercayaan kaisar kerajaan bei." jelas hei tian.


"apakah kita bisa masuk lewat jalan untuk kalangan bangsawan itu.?" tanya xiao huang.


hei tian berdecih. "cih.. tidak segampang itu masuk ke dalam kediaman klan li. lihat semua penjaga itu berada dalam tingkatan fighter. beberapa bulan yang lalu, li zyan cucu dari kakek li datang bermaksud untuk meminta bantuan dari paman nya dan ibu nya agar mengobati ayah nya.


namun, bukan sambutan atau uluran tangan yang dia dapat kan. melain kan sebuah hinaan besar dan rahasia yang dia dapat kan. dia mengamuk histeris dengan pedang yang dia dapat kan dari penjaga itu. berniat untuk menyerang tabib li zhu.


tentu nya hal itu membuat semua orang semakin membenci nya. menurut informan yang saya dapat kan, wajah tabib li zhu terlihat sangat sedih namun itu hanya topeng saja (sandiwara).


saya mendapat kan semua informasi ini dari orang yang menjadi pelayan kakek li. dia sekarang menjadi seorang pengemis karena di fitnah telah mencuri barang dari kediaman mantan istri tuan li wei." jelas hei tian.


**tbc