The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
129. Ruang dimensi..



>Info


*The story of the alchemist..?


Judul novel yang saya satukan dsri semua kisah yang akan di jalani oleh xia yu. Satu judul bisa mencakup semua kisah xia yu. Dari kisah kematian, kelahiran, balas dendam, petualangan, kesuksesan, asmara, konflik, drama, dan masih banyak lain nya.


Semoga dengan cover ini, tidak ada lagi yang menyebutkan bahwa cover novel saya tidak sesuai dengan isi novel nya.


Selamat membaca..


___________________________keep smile..🙂


***


Xia yu dan fang yin kembali ke rumah sewaan nya. Setelah beristirahat sejenak di dalam kamar masing-masing. mereka kembali berkumpul sesuai dengan perintah xia yu yang mengajak fang yin untuk membahas satu rahasia tentang diri nya. kini mereka berdua berada di dalam kamar xia yu.


xia yu mulai membicarakan dari mana diri nya berasal sampai ke detik ini. semua dia jelas kan pada fang yin tidak ada yang di rahasia kan.


tiba dimana waktu nya xia yu mulai menunjuk kan gelang giok putih yang bisa terlihat oleh diri nya tapi tak terlihat oleh fang yin. xia yu sudah berjanji akan membawa fang yin masuk ke dalam ruang dimensi jika dia menyetujui nya untuk menjaga rahasia ini hanya untuk xia yu dan diri nya.


fang yin sangat terharu mendapat kepercayaan dari gadis yang mengganti nona nya. dia tidak percaya jika diri nya yang hanya seorang pelayan kecil dapat kepercayaan penuh. tak terasa fang yin menetes kan air mata bahagia dan memeluk xia yu dengan sangat erat nya.


fang yin berkata. "nona...hiks.. saya akan berjanji menjaga rahasia nona dan mengabdi kan diri saya pada nona,.. hu..hu..hu.. saya janji nona.. saya janji.. saya sayang nona.. hu..hu..hu"


xia yu membalas pelukan fang yin sama erat nya, dia sangat emosional jika mendapat peukan hangat dari orang yang dia sayang. xia yu pun menjawab ucapan fang yin dengan nada getir nya. "fang yin aku juga sayang pada mu.. kamu adalah satu-satu nya orang di dunia ini yang aku percaya.. jadi aku minta kau tetap bersama ku. maaf jika aku egois." ujar nya melepas kan pelukan nya dan menyentuh kedua pipi fang yin menatap lekat pada mata sayu nya.


fang yin menggelang kan kepala nya pelan. menolak pernyataan xia yu yang menyebut diri nya egois. "tidak nona.. nona tidak egois,.. hiks.. saya sangat bahagia karena nona memilih saya menjadi satu-satu nya orang yang nona percaya. saya telah berjanji pada nona xia wei akan selalau mengabdi kan diri saya pada nona. sekarang nona adalah satu-satu nya yang akan saya patuhi.!"


..pluk..


xia yu memeluk fang yin dengan erat. "terimakasih..." ujar xia yu dengan buliran bening keluar dari ke dua mata nya. mnegucap kan rasa terimakasih nya pada fang yin. mereka pun saling berpelukan untuk beberapa saat.


"fang yin.. apakah kamu ingin melihat ruang dimensi ku.?" tanya xia yu setelah mengusap air mata nya.


fang yin mengangguk kan kepala nya dengan antusias. dia sangat pensaran dengan keberadaan ruang dimensi. seperti apa ruang dimensi itu.?. 'begitu pikir nya.


setelah mendapat jawaban dari fang yin, xia yu mulai menyuruh nya menutup mata nya untuk masuk ke dalam ruang dimensi dan fang yin pun mematuhi titah xia yu.


xia yu mulai memfokus kan pikiran nya dan memegang lengan fang yin untuk masuk ke dalam ruang dimensi.


..blush..


xia yu dan fang yin menghilang dari kamar xai yu dan muncul di halaman depan gubuk xia yu yang berada di dalam ruang dimensi.


sebuah rumah dari bahan kayu yang di kelilingi oleh pohon dan bunga. rumah itu adalah tempat dimana xia yu selalu berlatih, meramu obat, dan beristirahat.



"buka mata mu.." titah xia yu pada fang yin yang masih memejamkan mata nya.


fang yin mulai membuka mata nya, namun dia terkejut karena suasana di dalam ruang dimensi berbeda dengan dunia nya. fang yin pun bertanya. "nona, dimana kita..? bukan nya tadi kita ada di dalam kamar nona.?"


"ini adalah ruang dimensi ku, kita baru saja menghilang dari dunia kita. ayo.. kita masuk." jawab xia yu. lalu dia mengajak fang yin yang masih bengong melihat sekeliling tempat itu.


tidak berapa lama ada sosok binatang buas berbulu hitam mendekat ke arah xia yu dan fang yin dari arah belakang. fang yin langsung tersentak dan bersembunyi di balik punggung xia yu saat melihat sosok hewan buas itu.


"NONA...!!" jerit fang yin menunjuk ke arah hewan buas itu. xia yu berbalik melihat kelakuan nakal hei tian yang mengerjai fang yin.


"ssht.. tenang lah dia teman ku.." desis xia yu menenangkan fang yin. sedang kan hei tian semakin mendekat ke arah xia yu. binatang buas itu menyelusup kepala nya ke arah kaki xia yu. meminta jatah untuk di belai, karena dia sangat merindukan xia yu.


fang yin sedikit menjauh namun masih terlihat cemas. dia pun berkata. "nona.. hati-hati."


tapi xia yu malah menggaruk-garuk dan mengelus hei tian dengan sentuhan lembut dari tangan nya. dia pun menyuruh fang yin agar mendekat. "kemari lah.. kamu harus berkenalan dengan nya, agar dia bisa mengenali mu dengan baik." titah nya.


"tapi nona.." jawab fang yin ragu.


"siapa gadis itu nona.?" tanya hei tian.


"dia adalah teman ku, fang yin. kau harus bersikap baik dan menjaga nya jika aku sedang tidak bersama kalian.!" jawab xia yu berdiri dan mengajak hei tian mendekat ke arah fang yin.


fang yin takut bukan main. seumur hidup nya baru kali ini dia berhadapan langsung dengan hewan buas. padahal manusia lah makhluk hidup paling buas. karena bisa membunuh sesama nya dengan tega tak berbelas kasih saat mengambil nyawa.


dengan ragu-ragu dan bujukan xia yu, akhir nya fang yin bersedia berkenalan dengan hei tian. mereka saling bertatapan. fang yin mulai mengenal kan diri nya sendiri meskipun dia tidak tahu hei tian akan mengerti atau tidak. berbeda dengan hei tian yang masih diam tidak terlalu menanggapi ucapan fang yin. dia hanya menatap nya sekilas dan berpaling kembali pada xia yu.


setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah. ternyata xiao huang berada di dalam rumah dan dia sedang tidur. dia bertengger di salah satu dahan pohon yang ada di dalam rumah. dahan itu memang di siap kan oleh xia yu, agar xiao huang bisa tidur dengan posisi yang selalu di lakukan burung kecil.


berbeda dengan fang yin yang membuka mulut nya karena dia sangat terkejut dengan isi rumah itu. dia tidak menyangka jika rumah yang terlihat kecil itu bisa memiliki ruang yang berbanding terbaik dengan tampilan luar nya.


xia yu mulai membawa fang yin menjelajahi semua ruangan di rumah itu. xia yu menjelas kan semua detail rumah nya, mulai dari ruang depan yang terdapat banyak buku, ruang laboraturium, kamar, dapur, dan ruangan lain nya.




xia yu mulai menjelaskan pada fang yin jika mulai besok dia harus berlatih kultivasi dan beladiri. agar fang yin bisa melindungi diri nya sendiri untuk bisa hidup bersama xia yu yang akan memiliki banyak pesaing di masa depan.


entah itu dari para gadis atau orang yang iri pada diri nya. karena mereka bisa menerima serangan kapan saja saat karir di bidang pengobatan dan beladiri nya di kenal si negri kerajaan itu.


malam semakin larut xia yu dan fang yin keluar dari ruang dimensi. mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing dan beristirahat saat itu juga.


...


xia yu dan fang yin bangun di pagi hari. mereka mulai membersihkan diri dan makan bersama-sama dengan tenang. hanya denting suara peralatan makan saja yang terdengar di ruangan itu.


setelah makan xia yu menyuruh fang yin membeli beberapa bakul daging asap untuk xiao huang dan hei tian, dia juga meminta dua bakul buah apel segar untuk kedua kuda mereka.


tidak berapa lama semua pesanan xia yu tiba di depan pintu pagar mereka. fang yin langsung menyuruh pengantar pesanan nya masuk ke dalam. fang yin menyuruh salah satu pemuda yang membawa bakul buah apel ke hadapan ke dua mereka, dan pemuda yang satu nya di suruh masuk ke dalam rumah untuk menaruh pesanan daging asap nya di sana.


setelah selesai mereka membayar kedua pemuda itu dengan bayaran lebih karena telah membawa pesanan mereka. para pemuda itu pulang ke toko mereka dengan hati yang gembira. bukan hanya karena bayaran yang mereka terima tapi karena mereka bahagia bisa melihat ke dua gadis yang tinggal di rumah itu.


xia yu dan fang yin masuk ke dalam ruang dimensi untuk memberi makan xiao huang dan hei tian. mereka juga akan mulai berlatih dan kultivasi di dalam ruang dimensi selama setengah hari ini.


setelah memberi makan xia yu dan fang yin duduk di bawah pohon. xia yu mulai mengajar kan cara kultivasi yang benar pada fang yin setelah mereka melakukan pemanasan ringan. fang yin langsung memahami beberapa poin utama dari cara yang xia yu ajar kan. dia pun mulai memperagakan nya untuk latihan awal.


kenapa mereka berdua melakukan pelatihan di dalam ruang dimensi.?


itu karena perbedaan waktu yang berbeda jauh dari dunia nyata dan agar mereka bisa tenang dalam melakukan pelatihan.


xia yu memberikan pil pembersih pada fang yin saat melakukan kultivasi. fang yin mulai menyilang kan kaki nya, bermeditasi menyalurkan kekuatan dalam nya ke pusat titik meridian. xia yu juga memberitahu fang yin untuk tetap terjaga jika dia merasakan sesuatu di tubuh nya.


fang yin merasakan lonjakan hebat di dalam pusat meridian nya. wajah nya memucat dengan keringat bercucuran di seluruh wajah dan tubuh nya. fang yin merasakan sakit yang menusuk di bagian dada dan seluruh tubuh nya. dia juga merasakan aliran darah yang berasal dari titik meridian nya kian naik ke area tenggorokan.


xia yu bisa menebak jika sebentar lagi fang yin akan memuntahkan darah kotor karena bantuan dari pil pembersih yang membersihkan tubuh dan meridian nya.


...uhhukk...


benar saja fang yin langsung memuntahkan darah berwarna hitam yang keluar dari mulut nya. dengan cekatan xia yu menahan tubuh fang yin agar tetap dalam posisi awal, kemudian dia berpindah ke arah belakang tubuh fang yin.


xia yu duduk sila dan menempelkan kedua telapak tangan nya ke area punggung fang yin. dia mulai menyalurkan tenaga dalam nya untuk membantu penempatan kultivasi awal di tubuh fang yin.


..uhuk...


fang yin kembali memuntahkan darah kotor nya dan kembali menyesuaikan posisi meditasi nya dengan bantuan xia yu. fang yin merasakan tubuh nya tidak sesakit saat pertama memuntahkan darah itu. kini tubuh nya terasa ringan dan ada aliran hangat dan sejuk di seluruh tubuh nya. fang yin tahu jika xia yu menyalurkan tenaga dalam pada tubuh nya.


>>>


mereka berdua telah melakukan kultivasi selama satu hari penuh dan berhasil membuat fang yin berada di tingkat pemula. xia yu menyuruh fang yin berhenti untuk beristirahat.


fang yin senang karena berhasil berkultivasi. dia memeluk xia yu di hadapan xiao huang dan hei tian sampai membuat mereka terkejut karena pelukan fang yin berhasil membuat xia yu dan diri nya terbaring di atas rumput.


"huh.. bertambah lagi gadis bodoh di hidup kita.!" gerutu xiao huang.


"tidak apa lah jika itu bisa membuat nona senang. aku sudah berjanji akan menjaga nya ketika aku berada di dunia luar." sambung hei tian dengan sikap dewasa nya.


"ah.. aku sangat ingin keluar dari ruangan dimensi ini.. aku ingin melihat sesuatu yang cantik dan manis lalu melahap nya dengan satu suapan." ujar xiao huang dengan ngeces nya membayang kan apa yang di utara kan nya. sedang kan hei tian hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan xiao huang.


tolong jangan salah faham, sesuatu yang cantik dan manis itu bukan para gadis. tapi kue yang cantik dan manis yang dia sukai saat mendapat kan kue osmanthus yang xia yu makan.


kue osmanthus adalah kue yang terbuat dari tepung beras ketan, madu osmanthus dan gula batu. kue itu biasa nya di beri isian kacang hijau atau kacang merah yang sedikit di beri gula batu.


kue ini jika di zaman sekarang telah berisian macam-macam. bisa selai, buah, cream, dan masih banyak lagi. jika anda penasaran resep nya bisa cari dari mbah google karena saya juga dapet dari mbah google.



(nah ini contoh foto kue osmanthus untuk salah satu reader yang minta visual nya. dan jujur kue ini adalah salah satu kue kesukaan author yang sengaja di masukin ke dalam novel ni.)


****tbc


>Di episode ini author ingin kasih tahu kalian satu perbedaan dari novel time travel author. biasa nya 'kan jika novel time travel lain nya, tidak akan mengungkap kan rahasia jati diri nya pada siapa pun. tapi di sini author membuat pengecualian untuk ketiga teman terdekat xia yu, yang memberitahu mereka siapa diri nya.


jadi semoga tidak ada yang membanding banding kan lagi novel author dengan novel yang belum author baca. seperti yang kalian sebut kan di kolom komentar.


tidak enak rasa nya jika karya sendiri di banding-banding kan dengan karya author lain nya dan author lain nya pasti seperti itu. saya merasa koment seperti itu, seperti menuduh saya menjiplak atau memplagiat karya author yang udah nulis dan mikir capek-capek.


jadi mohon berbijak lah dalam berkomentar ya.. maaf jika kata-kata author menyinggung, author hanya menyalurkan apa yang author rasakan**.