
_flasback
Di dalam kamar. raja liu, qiu dan sing sedang membahas perubahan sikap permaisurinya. mereka bingung kenapa permaisurinya berubah seperti orang yang berbeda.
"apa kalian merasa jika xia wei telah berubah..?" tanya raja liu pada qiu dan sing.
"Ya yang mulia.. hamba merasa jika permaisuri berbeda dengan permaisuri yang dulu.." jawab sing.
"Bagaimana menurut kalian tingkah dan sikap permaisuri sekarang..?" tanya raja liu kembali.
"Menurut hamba permaisuri seperti orang yang berbeda. Dia bukan lagi gadis yang lemah dan maaf berwajah buruk. Ke pribadian nya berubah 99% dari gadis yang pendiam menjadi gadis cantik, berani dan tak mau di tindas. Sifat nya seperti landak Setiap ada ancaman dia akan mengeluarkan duri tajamnya untuk melukai lawan." jawab qiu.
"Saya berpikir sama dengan qiu untuk perubahan permaisuri. " jawab sing.
'Apakah yang mulia. Mulai menyukai sikap dan sifat permaisuri yang sekarang ya.' batin qiu penasaran dengan isi hati raja liu.
'Sepertinya yang mulia mulai membuka hatinya untuk permaisuri. Tapi dengan sikap permaisuri yang sekarang sepertinya hanya akan ada perdebatan saja dalam hubungan mereka.' batin sing.
'Ada apa dengan hati ku.. Kenapa jadi tidak karuan seperti ini. Saat aku memikirkan nya dan berhadapan dengan gadis itu..' batin raja liu bertanya akan perasaan yang baru-baru ini dia rasakan._off.
***
setelah kejadian xia yu yang datang ke kamar raja liu dan mengamuk kepada raja liu di hadapan qiu dan sing.
qiu dan sing memegang pusaka mereka saat xia yu mengancam raja liu. jika raja liu berani menyentuhnya xia yu tidak akan segan-segan untuk membuat pusaka nya tertidur selamanya.
ke dua laki-laki itu merasakan perasaan takut, malu, dan kasihan pada raja liu. harapan untuk bisa hidup sebagai pasangan suami istri sepertinya tidak akan pernah terjadi di antara mereka berdua.
qiu melihat ke arah raja liu yang masih duduk di tempat dia tadi jatuh karena tendangan xia yu. anehnya qiu melihat senyuman dan raut wajah kebahagiaan di wajah raja liu. qiu dan sing membantu raja liu berdiri.
setelah raja liu berdiri. dia berjalan ke arah meja yang berada di kamar, di atas meja itu terdapat cermin.
raja liu duduk di depan cermin dia dapat melihat pantulan dirinya di dalam cermin itu. raja liu melihat wajahnya yang tidak biasa, sebuah senyuman yang indah di bibir lelaki yang baru saja di hianati oleh orang yang menjadi kekasihnya itu.
sedangkan saat xia yu mengancamnya dia tidak mendengarkan ancaman itu. yang dia dengar hanya irama yang merdu dari teriakan, sumpah serapah dan ancamannya.
"qiu, sing.." panggil raja liu.
"ya yang mulia.." sahut mereka berdua bersamaan"
"apakah kalian dengar suara merdunya..?" tanya raja liu membuat qiu dan sing terkejut akan pertanyaan yang di tanyakan oleh tuannya.
"..hah..😲.." jawab mereka berdua terkejut. sampai mulut mereka berdua menganga saking terkejutnya.
"kenapa mulut kalian malah menganga seperti itu..? ada tawon masuk baru tahu kalian" ujar raja liu kesal karena jawaban hah' dari qiu dan sing.
"ma..maaf yang mulia..," jawab qiu dan sing meminta maaf. "kami dengar yang mulia.." lanjut mereka berdua menjawab pertanyaan yang tadi raja liu tanyakan.
"merdu 'kan..?" tanya raja liu kembali memastikan .
"merdu yang mulia.." jawab qiu membuat raja liu kembali tersenyum dan meninggalkan mereka..
'merdu..? bukan nya permaisuri teriak-teriak ya.' batin sing.
'yang mulia.. apakah pendengaran yang mulia masih sehat..?' batin qiu.
mereka teheran-heran melihat respon raja liu terhadap xia yu yang baru saja murka karena pengaduan raja liu saat ke istana.
padahal raja liu bukan bermaksud mengadu. dia hanya ingin memberitahukan keinginan xia yu untuk bercerai.
tapi raja liu juga senang akan penolakan kaisar. karena dia bisa menebus kesalahannya. tapi yang di sayangkan dia tidak tahu jika xia wei yang sekarang sangat berbeda dengan xia wei yang dulu. karena yang sekarang adalah xia yu.
**tbc