
Xia yu dan fang yin sampai di kediaman raja liu. mereka berdua berjalan ke arah paviliun gardenia setelah turun dari kereta yang fang yin serahkan pada salah satu pengawal yang tengah berjaga.
raja liu senang karena mendengar kabar kembalinya xia yu. dia sempat cemas karena tadi saat raja liu datang ke paviliun gardenia untuk bertemu xia yu dia tidak melihat keberadaan xia yu.
***
_flashback.on
raja liu masuk ke dalam kamar mencari xia yu. tapi dia tidak mendapatkan sosok yang tengah dia cari. dia menyuruh semua pelayan dan pengawal untuk mencari keberadaan xia yu.
mulai dari kediaman raja liu sampai ke tempat jendral ho. bahkan ke tempat saat permaisurinya di asing kan.
raja liu sangat cemas dan khawatir. entah kenapa dia bisa memiliki perasaan yang seperti itu pada gadis yang telah dia hina dan dia siksa.
apakah perasaan itu adalah rasa bersalahnya atau perasaan lainnya..?
raja liu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur xia yu. dia dapat menghirup bau tubuh xia yu dari selimut yang dia peluk.
bau harum wewangian bunga gardenia dari tubuh xia yu menempel di selimut putih yang tengah peluknya dapat membuat nafsu birahi raja liu bangkit.
bahkan benda pusaka yang menggantung di area sensitifnya ikut merasakan sesak ingin di sentuh oleh pemilik bau harum itu.
"....huufftthhh.... ada apa dengan ku..?" hembusan nafas kasar dari mulutnya. raja liu bertanya dia bingung dengan hawa nafsu nya sendiri.
"xia wei dimana kau..?" lirih raja liu di tengah nafsu birahi nya yang kian memuncak.
dia bangkit dari tempat tidur itu. tangan nya masih memeluk selimut putih milik xia yu kemudian dia melemparkannya begitu saja di atas tempat tidur. dia berjalan ke arah luar dan kembali ke paviliunnya sendiri.
raja liu semakin frustasi dengan nafsu birahinya yang tidak mereda. dia seperti di beri racun afrodisiak atau racun cinta untuk orang yang ingin melakukan hubungan suami istri.
raja liu berjalan ke arah kamar mandi dia merendam tubuhnya dengan air dingin yang tersedia di dalam bak mandi. nafsu birahinya sedikit dapat terkontrol dan mulai mereda.
"...huufftthhh...akhirnya.. junior ku tidur juga... tapi kenapa tiba-tiba aku bisa seperti ini..?" gumam raja liu lega saat berendam di dalam bak dan merasakan birahinya yang kian menghilang dengan sekejap.
"xia wei sebenarnya apa yang telah kau lakukan pada hatiku.. sampai-sampai aku bisa memikirkan hal kotor saat aku mencium bau tubuh mu dari selimut mu." ujar raja liu duduk di dalam bak. membayangkan apa yang di rasakan nya saat di kamar xia yu.
"apa yang harus aku lakukan may..? apakah aku sudah jatuh cinta dengan nya..?" lanjut nya bertanya pada kekasih kecilnya yang telah tiada. _off
***
di dalam paviliun gardenia xia yu tengah mandi berendam air hangat di dalam bak. air itu bercampur dengan kelopak bunga gardenia yang fang yin petik dari halaman. bahkan bau harum itu sampai tercium ke luar kamar dan paviliun.
sedangkan di luar kamar terdengar beberapa langkah kaki yang memasuki kamar xia yu.
sesampainya di dalam paviliun raja liu menyuruh fang yin keluar dan menyuruh kedua pengawalnya untuk berjaga di depan pintu paviliun.
saat raja liu mengalihkan pandangannya ke arah kamar. dia melangkah kan kakinya memasuki kamar xia yu dan mencari sosok yang tengah ada dalam pikiran nya selama seharian penuh itu.
cahaya bulan yang sedang menghiasi malam mendukung gairah lelaki yang sedang melamun menunggu seorang gadis yang tengah mandi. tidak berapa lama terdengar suara lembut dari balik bilik kayu yang membatasi antara kamar dan pemandian.
"fang yin.." lirih xia yu dari dalam pemandian. menyadarkan lamunan raja liu.
"fang yin.. kemarilah tolong bantu aku memakai kemben ini.." panggil xia yu kembali. dia tidak tahu jika teman yang di panggil nya tidak berada di dalam kamar.
xia yu selalu meminta bantuan fang yin saat dia memakai pakaian dalam pada zaman itu. padahal gadis-gadis seperti fang yin tidak pernah memakai kemben seperti yang di pakai xia yu.
raja liu bangkit dari duduknya dia berjalan ke arah pemandian dengan langkah pelannya. raja liu melihat sosok tubuh setengah telanjang membelakanginya. rambut hitamnya tergerai indah meneteskan buliran air di ujung rambutnya.
raja liu mendekati sosok yang tengah kesusahan memasang kemben. yang baru saja di lilitkan olehnya di bagian dada.
tangan raja liu terulur meraih kain putih panjang yang di pegang xia yu. dan mulai membantunya melilitkan kembali dari arah belakang. dia hanya membantu menyodorkan dari sisi kiri dan mengambil dari sisi kanan seterusnya seperti itu sampai ujung kain itu.
"fang yin dari mana saja kau.. kenapa lama sekali.. sedang apa kau sebenarnya.. tidak biasanya kau menghiraukan perintah ku.. kau sedang melamunkan paman dali mu ya.." berbagai pertanyaan yang xia yu tanyakan pada fang yin yang dia kira tengah membantunya.
sedangkan raja liu terpesona dengan lekuk tubuh gadis di hadapannya. bau harum yang membangunkan pusaka nya tadi siang kini kembali menyerang nya.
"terimakasih fang yin.." ujar xia yu belum menyadari jika sosok yang membantunya bukanlah fang yin.
xia yu bingung kenapa fang yin yang sedari tadi dia ajak bicara tidak mengeluarkan suara sekali pun. dia membalikan badannya untuk melihat sosok yang tadi membantunya.
😱.. Tapi betapa terkejutnya xia yu saat mengetahui siapa yang sedari tadi dia ajak bicara dan membantunya memakai kemben.
**tbc