
***
"Oh iya, kak.. Aku perlu membeli satu set jarum perak yang baru. Maukah kamu menemaniku?" Xia yu membutuhkan satu set jarum akupuntur yang baru untuk melakukan pengobatan pada Li zyan.
"Tentu! Ayo kita pergi sekarang." Li Zyan membasuh wajahnya dengan sedikit air untuk membersihkan sisa keringat dari latihannya, sebelum meletakkan pedang di punggungnya, dan dia segera mengikuti Xia yu keluar.
Mereka pergi ke suatu tempat yang di namai paviliun Harta Karun, di sana terdapat banyak barang berharga yang diperjual belikan. Setibanya di sana, Xia yu dan Li zyan di persilahkan masuk oleh penjaga toko. Xia yu langsung merasakan ada orang yang mengawasi mereka dari kejauhan
"Tuan, Apakah satu set jarum perak tersedia di sini?" Li Zyan bertanya dengan sopan.
"Tentu! Tapi, kualitas seperti apa yang tuan muda inginkan? Saat ini, kita memiliki tiga model yang dibedakan oleh tingkat tinggi, sedang dan rendah. Harga dan kualitas setiap tingkat juga berbeda." Penjaga toko menjelaskan sambil tersenyum, dia mengeluarkan ketiga set jarum perak dan menaruh semuanya di depan mereka berdua.
"Yu'er, pilihlah. Jarum perak seperti apa yang kamu inginkan?"
"Mmm, aku pilih yang ini saja." Xia yu mengambil satu set jarum perak yang paling mahal dengan panjang yang berbeda-beda mereka lebih lengkap dan kuat.
Tatapan Xia yu pengaruh pada sarung pedang yang menggantung tinggi di dinding. Kedua matanya berbinar, dan dia bertanya. "Apakah sarung pedang itu dijual?"
Sang penjaga toko menoleh, mengikuti arah pandangan Xia yu. Dia berkata sambil tersenyum: "Nona muda benar-benar punya mata yang jeli. Itu adalah satu-satunya sarung pedang yang unik milik Paviliun Harta Karun kami. Silahkan anda cari saja ke seluruh Negeri Sun Glory, dan pasti anda tidak akan bisa menemukan benda yang mirip dengan itu."
Penjaga toko itu mengambil sarung pedang, lalu melanjutkan penjelasannya. "Ukiran tangan yang terdapat pada permukaannya sangatlah indah, paduan warnanya juga sangat cantik dan anggun, cocok sekali untuk pedang seorang wanita. Sederhana tetapi sangat elegan. Daripada menyebutnya sarung pedang, lebih cocok jika disebut sebagai aksesoris yang menghangatkan hati dan enak dilihat. Keuntungan lain sarung pedang ini adalah, bisa menyembunyikan aura spirit mystical dari pedang tingkat dewa sekalipun. Dan tidak akan ada orang yang tahu bahwa pedang di dalamnya memiliki kekuatan spirit."
Xia yu mengambil sarang pedang itu dan melihatnya, lalu dia berkata. "Baiklah saya ambil sarung pedang ini! Jadi berapa semuanya?"
Penjaga toko itu langsung tersenyum setelah mendengarnya, dia mengajak Xia yu ke kasir dan memberi harga satu juta dua ratus lebih untuk dua barang yang di belinya. Penjaga toko itu juga memberi potongan harga, berharap dengan memberi diskon Xia yu akan kembali untuk berbelanja di sana.
Xia yu membayarnya, dan segera memasukkan sarung pedang serta jarum perak itu ke dalam Pocket Dimensions, sebelum meninggalkan tempat itu bersama Li Zyan. (Pocket Dimensions, itu adalah kantung ruang dimensi milik Zhen shao. Kantung ruang dimensi yang di berikan kepada Fang yin, adalah kantung ruang dimensi kualitas dasar yang terdapat dalam Pocket Dimensions Zhen shao).
Melihat Xia yu yang menggunakan Pocket Dimensions, kedua mata penjaga toko itu terlihat takjub. 'Pocket Dimensions? Sepertinya Nona muda ini punya latar belakang keluarga yang cukup baik! Harusnya sih begitu, kalau tidak kenapa dia bisa membeli sarung pedang itu, yang nilainya lebih dari satu juta tanpa menawarnya sepeserpun?'
Di luar, mereka berdua membeli cukup banyak barang keperluan sehari-hari. Mereka berbelanja seharian penuh sebelum akhirnya kembali. Seseorang mengikuti mereka sedari tadi, dia melihat Xia yu dan Li zyan memasuki rumah kecil dengan halaman depan di daerah luar kota, sebelum akhirnya orang itu melaporkan penemuannya itu pada tuannya.
Di salah satu penginapan, seorang pria paruh baya yang sedang berlatih kultivasi sambil duduk dengan posisi 2 kaki yang bersilang titik ketika pria itu mendengar panggilan suara pelan dari luar kamar, dia berkata.
"Masuk."
Seorang pria dewasa sudah masuk dan menyapa dengan hormat. "Tuan ketiga.. Bawahan anda ini sudah mengikuti dua orang itu selama seharian penuh, saya melihat mereka masuk ke rumah kecil di luar kota. Saya sudah bertanya di lingkungan sekitar dan mengetahui bahwa mereka baru saja pindah ke sana tiga hari yang lalu, dan mengaku kalau mereka berdua bersaudara. Di paviliun harta karun hari ini wanita berpakaian merah itu mengeluarkan Pocket Dimensions milik tuan muda."
Mata sang pria paruh baya itu penuh dengan amarah dan hasrat ingin membunuh. Dia berkata dengan suara yang dalam. "Jelaskan padaku, bagaimana penampilan mereka.."
"Baik." Pria itu menjelaskan karakteristik tubuh dan penampilan Xia yu dan Li zyan, sebelum menambahkan. "Tapi, wanita itu memakai tudung merah yang menutupi wajahnya, maaf saya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas."
Kedua mata pria paruh baya itu semakin suram, dia pun berkata dengan perasaan buang menggebu-gebu. "Lukis wanita berpakaian merah itu, dan kirim lukisannya ke pasar gelap. Pasang di papan pengumuman misi perajurit bayaran dan tunjukkan alamat mereka berdua pada orang-orang di pasar gelap, bilang kalau aku ingin melihat kepala wanita itu besok pagi!"
"Baik!" Pria itu menjawab dengan hormat dan segera keluar dari ruangan.
…
Hari sudah berganti malam, langit benar-benar gelap, sekumpulan awan hitam menutupi seluruh langit, dimana tidak ada satupun bintang yang bisa terlihat.
Terlihat sosok gadis berpakaian merah sedang berbaring di atas atap rumah, satu tangannya menopang kepala, dan satu tangan lainnya memegang Pocket Dimensions yang sedang dia perhatikan. Dia pun bermonolog dalam hatinya. 'Ternyata.. Kamu sudah di tandai dengan penanda roh! Pantas saja, tua bangka itu bisa menemukan ku. Meskipun dia tidak melihat wajahku, orang-orangnya bisa menemukan ku karena penanda roh ini.'
Xia yu menyimpan kembali Pocket Dimensions itu, dia menatap langit malam yang gelap, dan menghela nafas dengan puas.
"Hahh.. Malam ini benar-benar luar biasa! Sungguh malam yang gelap dan berangin, sangat cocok untuk mengirim beberapa nyawa pada dewa kematian." Suara yang acuh tak acuh itu di dominasi dengan nada yang tidak bersemangat, namun terdapat rasa yang tidak terdeteksi, rasa waspada yang tinggi.
Malam semakin larut, Xia yu masih standby di atap, dia bahkan menguap beberapa kali karena mengantuk karena menunggu tamu yang akan berkunjung ke rumahnya. Hingga, separuh kedua malam itu, ketika rembulan yang pucat samar-samar terlihat dari balik awan gelap, seperti gadis pemalu yang bersinar dengan terang menyinari dataran bumi.
Lima sosok hitam yang memegang pedang panjang berlari mendekati rumah kecil itu, tubuh mereka memancarkan aura pembunuh yang tajam dan dingin. Tepat di depan pintu luar halaman depan, mereka mengumpulkan energi Qi untuk melompat. Ketika mereka sudah mendarat di halaman rumah itu, mereka di kejutkan oleh suara yang dingin terdengar tidak bersemangat, layaknya suara orang yang mengantuk.
"Tidakkah kalian tahu, malam ini sangat dingin! Kenapa kalian sangat lamban?" Kelima pria berjubah hitam secara refleks melihat ke arah sumber suara itu.
Mereka pun melihat, seorang wanita berpakaian serba merah sedang duduk dengan malas di atap rumah, pakaian merahnya tertiup angin dan rambut hitamnya yang panjang dihembuskan oleh angin, dibelakangnya bermandikan cahaya rembulan yang pucat. Wanita itu terlihat liar dan percaya diri, memikat seperti iblis, serta terlihat sangat malas. Tapi tidak di pungkiri wajah cantiknya sungguh mempesona, bahkan lekuk tubuhnya terlihat begitu menggoda.
Kelima prajurit bayaran dari pasar gelap yang terkejut itu segera tersadar dari keterkejutannya, tiba-tiba mereka mengeluarkan tatapan yang penuh gairah saat menatap sosok berpakaian merah itu.
"Dia, orangnya? Aku tidak tahu kalau aslinya terlihat lebih menggoda daripada lukisannya."
Salah satu dari kelima prajurit itu tersenyum nakal dengan pikiran kotornya. Dengan tidak sopan, kedua matanya yang keji memperhatikan sosok menggoda berpakaian merah yang berdiri di atas atap.
Walaupun kedua pria itu telah tergoda oleh penampilan sosok berpakaian merah, dan terlihat sangat bernafsu mereka masih tetap berhati-hati. Apalagi saat melihat target mereka tidak menunjukkan sedikitpun rasa panik, melainkan tetap tenang saat berdiri di sana dengan aura yang anggun, mereka pikir itu adalah hal yang cukup aneh.
Salah satu prajurit bayaran dengan brewok yang mengerikan di wajahnya, mengingatkan rekan-rekannya itu dengan suara yang dalam. "Wanita itu tampak sedikit aneh, kita tidak boleh melonggarkan pertahanan kita. lebih baik kalau kita langsung membunuhnya dan segera menyelesaikan misi ini."
"Dia hanya gadis kecil. Kakak pertama, kamu terlalu banyak memberinya pujian." Salah satu prajurit bayaran lainnya berkata dengan nada yang merendahkan, sambil bertingkah acuh tak acuh. Dia melihat sosok berpakaian merah itu, lalu tertawa mengejek. "Ck.. Hanya seorang gadis kecil, aku bisa mengatasinya sendirian."
Prajurit bayaran itu melangkah maju, mengumpulkan kekuatannya lalu melompat ke atas atap, berhadapan dengan sosok berpakaian merah itu.
"Sayang sekali kalau harus langsung membunuhmu, kenapa kita tidak bersenang-senang lebih dulu." Ucapnya sambil tertawa kejam, dia melompat ke depan dan mengangkat tangannya untuk meraih bagian depan baju Xia yu.
Pada saat yang sama, kedua mata Xia yu memancarkan pandangan yang tajam, dengan gerakan yang cepat tangannya mengunci tangan lawannya yang terulur itu secara tiba-tiba, lalu memutarnya ke bawah dengan kuat, hingga terdengar suara retakan yang khas.
'Crack!'
'Argh!'
Suara retakkan tulang bersamaan dengan raungan kesakitan merobek keheningan malam dan merusak keheningan yang damai. Pada saat yang sama, Xia yu menumpukkan kekuatan mistik pada ujung kakinya, lalu menendang ************ pria itu dengan sangat keras, tanpa melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan pria itu.
'Urgh!'
Prajurit bayaran itu tidak mengeluarkan suara lainnya kecuali hanya bisa mengerang dan merintih sambil berjuang untuk bernapas, rasa sakit yang mendera di seluruh tubuhnya begitu tak tertahankan membuatnya meringkuk seperti bola. Kakinya yang gemetar pun, akhirnya membuat dia jatuh berlutut dengan keras.
"Cih... Kekuatanmu hanya sebatas ini?" Xia yu mendengus jijik, melepaskan cengkraman tangannya pada lengan prajurit bayaran itu, tidak lama tangannya sudah melingkar saja pada leher pria itu. Suara retakan keras memecah dinginnya udara, Xia yu mematahkan leher prajurit bayaran itu hingga tewas, dan menendang mayatnya hingga menggelinding jatuh ke halaman depan rumahnya dengan acuh tak acuh.
"Kakak kedua!"
Suara teriakan terdengar khawatir, keempat prajurit bayaran yang tersisa menatap marah pada Xia yu, mereka merasa terkejut pada kecepatan gerakan tangan yang kejam dan tanpa ampun itu. Kecepatan itu tidak memberikan waktu bagi korbannya untuk membalas, mereka hanya bisa melihat kakak kedua kelompoknya terbunuh di hadapan mereka, tanpa bisa melakukan perlawanan apapun.
"Bunuh dia!"
Ketua atau kakak pertama dari kelompok prajurit bayaran itu berteriak marah, suaranya penuh dengan kekejaman yang tidak di tutup-tutupi. Saat suaranya itu terdengar, dia mengumpulkan energi Qi nya dan melompat menuju atap di seberang, dia menambahkan kekuatan mistik pada pedang panjang di tangannya, membuat pedang itu menyala dengan energi yang berbahaya.
"Seorang Warrior level tengah?" Kedua alis Xia yu sedikit naik, memandang rendah kekuatan pria yang di panggil kakak pertama.
Tangan Xia yu bergerak dan mengarahkannya pada pria itu, benda runcing yang dingin keluar dari tangannya, berkilau dengan aura haus darah yang mengancam. Erangan pun terdengar, mata prajurit bayaran itu melotot dan tubuhnya terdiam, sebelum terjatuh dengan kaku ke halaman rumah.
'Dia membunuh kakak pertama dalam satu serangan?' Ketiga prajurit bayaran yang tersisa menjadi semakin ketakutan.
Aura pembantaian yang kuat terpancar dari tubuh Gadis itu, dan aura itu terasa lebih kuat dari mereka yang sejatinya merupakan prajurit bayaran dari pasar gelap, rasa dingin yang mengerikan merayap dalam lubuk hati mereka.
"Lari!!"
Seseorang seperti itu, bukanlah orang yang bisa mereka hadapi. Jika mereka tidak segera kabur, nyawa mereka yang berharga akan dikorbankan begitu saja di sini.
Melihat ketiga prajurit bayaran itu lari terbirit-birit untuk kabur, bibir Xia yu melengkung, memperlihatkan senyuman yang kejam.
"Setelah kalian berani melangkahkan kaki kesini. Jangan harap kalian bisa kembali hidup-hidup!"
Xia yu melompat dari atap, melesat bagaikan cahaya merah seperti hantu yang menebas kegelapan malam menuju ketiga prajurit yang berlari itu. Kedua tangannya mengepal erat, memancarkan kilauan cahaya yang haus akan darah segar. Sesaat kemudian, sosok berpakaian merah itu mengarahkan tangannya pada ketiga pria, yang berlari demi menyelamatkan nyawa mereka. Darah tersembur dari mulut mereka, tubuh mereka terdiam sesaat, dan kembali terjatuh di halaman depan rumah.
Tidak ada tanda-tanda bekas pertarungan, yang ada hanya mayat-mayat yang terbujur tak berdaya. Tidak ada kegaduhan yang dapat mengganggu tidur orang lain, nyawa kelima prajurit bayaran dari pasar gelap itu direnggut oleh tangan sosok berpakaian merah itu. Kedua mata Xia yu menyipit saat tertiup angin, dia melihat lima mayat yang ada di halaman depan rumahnya dengan tatapan yang meredup.
Jika ingin menjadi seorang Kultivator Mystical perlu dilengkapi beladiri yang tinggi, selain melatih kekuatan kultivasi. Hanya saat dua hal itu menyatu, seorang Mystical Warrior bisa memberikan kualitas terbaik dan memperlihatkan kekuatan terhebat. Untung prajurit bayaran itu menyerang di malam hari, dan rumah Xia yu berjauhan dengan rumah lainnya, serta kekuatan Ice Powernya tidak mengeluarkan suara yang keras.
Xia yu mulai mendekati mayat-mayat itu, dia melakukan pencarian pada seluruh tubuh mayat itu, dia seperti bandit kecil yang sedang menggeledah mayat, namun dia bukan mencari benda berharga mereka, dia hanya ingin tahu dari serikat mana kelompok itu. Xia yu berhasil menemukan lencana hitam pada semua mayat itu, di sana terukir sebuah tulisan yang bertuliskan.
"Prajurit bayaran pasar gelap!" Gumam Xia yu.
****tbc
Lanjut besok lagi ya..
Jangan lupa sedekah like, vote dan rate nya.
Terimakasih 🙏😘**