The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
112. Bulu phoniex api..



"Tuan kita harus segera pergi dari lereng ini sebelum orang orang itu mendatangi tempat ini." ujar xiao huang cemas karena dia telah menampakan tubuh asli nya yang sudah menarik perhatian semua orang yang berada di kerajaan xing dan kerajaan tetangga.


"iya tuan kita harus pergi.." sambung hei tian sama cemas nya dengan xiao huang dia mengerti apa yang di takuti oleh burung yang telah berubah kembali ke bentuk kecil nya sebagai phoniex api kecil.


"kenapa kalian malah memanggil ku tuan sih..?" jawab xia yu risih dengan panggilan mereka berdua.


"cepat lah naik aku rasa orang orang itu telah mendekati lereng ini." ujar hei tian panik karena pendengaran nya sangat tajam di saat malam dia mendengar derap langkah kuda dan langkah manusia.


"baik lah.." jawab xia yu pasrah dia sebenar nya enggan untuk meninggal kan lereng yang di penuhi dengan tanaman obat yang tengah bermekaran di malam bulan purnama dan bertepatan dengan gerhana bulan malam ini.


mereka bertiga bergegas meninggal kan lereng itu dengan kecepatan yang sangat sangat cepat. xia yu kini mengerti ternyata apa yang mereka cemas kan adalah keselamatan nya dia juga sadar jika diri nya belum sebanding dengan para kultivator di zaman ini. bisa saja dia mati jika dia tidak memiliki kemampuan beladiri yang dapat menghindar dengan cepat saat dia di serang oleh mereka.


di gelap nya malam yang di terangi oleh gerhana bulan mereka bertiga dapat melihat para kultivator yang menaiki pedang, ada juga yang menaiki binatang dan artefak lain nya. mereka juga bertemu dengan kelompok kelompok yang mereka temui saat siang tadi.


Author : kenapa para kultivator itu bisa mengetahui jika binatang sakral legenda burung phoniex api telah terlahir di puncak gunung berapi.?


itu karena ada simbol burung phoniex api yang muncul beberapa menit dan kembali menghilang. simbol nya tergambar jelas di atas langit yang gelap tepat di puncak kawah gunung berapi dengan awan hitam yang di hembuskan oleh iblis api yang di kurung di perut bumi. bahkan ada juga suara gemuruh petir yang tidak terdengar jelas oleh semua orang yang berada di kerajaan xing dan kerajaan tetangga.


Suara keras dan kuat meledak di atas langit dengan cahaya jingga yang menyala di tengah tengah kepulan asap hitam. Suara itu di karuniai dengan kekuatan roh surgawi yang bisa di dengar dari area yang luas di daratan itu.


Tapi hanya xia yu yang tidak mendengar ledakan itu karena dia tengah di serang oleh si iblis api. para kultivator dan orang orang yang telah berada di dalam hutan langsung mengetahui jika binatang yang melegenda itu telah lahir, dan karena rasa keinginan untuk memiliki mereka langsung bergegas menuju puncak gunung dengan kemampuan mereka masing masing. seperti mengendarai artefak terbang dan menunggangi binatang sakral seperti harimau badak dan masih banyak lain nya.


salah satu kelompok yang dekat dengan lereng gunung adalah kelompok para pemburu binatang sakral yang lebih dekat dari jarak lereng jadi mereka tiba di sana terlebih dulu dari kelompok lain nya. Di susul oleh kelompok pangeran xian ming dari kerajaan xifang (barat) yang tengah mencari tanaman obat. kelompok nya adalah kelompok yang ke dua tiba di lereng itu, mereka terkejut melihat jejak kaki sepatu dan hewan buas serta beberapa bulu burung berwarna jingga tersebar di atas tanah. Di sana juga terlihat beberapa lubang kecil dari tanah yang gembor seperti jejak lubang tanaman yang telah di cabut oleh seseorang.


"Binatang sakral itu menghilang..!!" ujar ketua kelompok yang lebih dulu tiba dari xian ming menyadari jika binatang sakral yang baru muncul hilang dari tempat itu.


'seperti nya ada yang datang lebih cepat sebelum kita datang.' pikir xian ming teringat pada sosok hitam yang di temui nya di tengah hutan arwah.


"pangeran.." lirih hao yan pengawal pribadi pangeran xian ming. dia memanggil tuan nya dan menunjuk kan satu bulu burung berwarna kuning pekat.


"bulu apa itu..?" tanya xian ming sesaat menatap ke arah bulu dan kembali menatap hao yan.


"hewan buas..? apa bulu ini milik hewan buas yang kau sebut.?" ujar xian ming memegang bulu itu.


"seperti nya bukan pangeran.. saya pikir bulu ini terlihat seperti bulu burung phoniex yang beberapa saat muncul di atas langit." jawab hao tian.


"seperti nya masuk akal." lirih xian ming. Mereka semua bingung kemana menghilang nya binatang sakral yang melegenda itu.


Beberapa saat kemudian orang orang di sana terkejut saat kedatangan pria paruh baya terbang melayang layang di atas tempat orang orang itu berdiri. Pria itu mengeluarkan kekuatan spiritual nya untuk menekan kultifasi orang yang berada di bawah nya, dan benar saja setelah pria itu mengeluarkan kekuatan itu mereka merasakan sesak di dada mereka, seperti ada batu besar yang menghimpit dada mereka.


meskipun semua orang di bawah sana memiliki tingkat kultifasi tapi tidak mereka tidak sebanding dengan kekuatan yang di miliki oleh pria yang tengah menaiki artefak terbang yang berbentuk pedang. Kekuatan tekanan yang di keluarkan nya membuat orang orang itu merasakan sakit dan sesak yang parah sampai darah mereka bergejolak dan memuntahkan nya begitu saja. 'Sungguh kekuatan yang besar..


Xian ming mencoba untuk menangkis kekuatan itu dengan menekan titik meridian nya begitu juga dengan hao yan menvoba tenang menghadapi tekanan itu. Mereka berdua mencoba menahan dengan sekuat tenaga agar darah mereka tidak naik ke tenggorok kan dan memuntah kan darah ketidak berdayaan nya di hadapan pria paruh baya itu.


"dimana burung phoniex api itu..?" suara bariton keras milik pria baya yang baru saja mengeluarkan secuil kekuatan nya menggema di lereng itu karena keheningan yang di buat nya, pria baya itu menunjuk kan sifat seorang tokoh yang sangat di takuti dan di segani.


Pria paruh baya lain nya yang baru saja tiba mengerutkan alis nya dan melihat ke arah pria baya yang baru saja mengeluarkan kekuatan tekanan nya, lalu dia berkata pada pria itu. "tenang lah.. ambil kembali kekuatan mu, tidak kah kau lihat semua orang di sana tidak kuat menahan tekanan yang kau beri. kita dengarkan dulu penjelasan mereka.. siapa yang mengambil binatang sakral itu.?! Jawablah jelaskan pada kami.!" ujar salah satu kultivator lain nya setelah turun dari artefak terbang nya. Dan pria yang di tenang kan nya pun mengambil kembali kekuatan nya. orang orang yang di sana pun mulai berbisik.


"Kultivator abadi..?!"


"Pria itu adalah kultivator abadi..?!"


"Aku tidak menyangka bisa bertemu seorang kultivator abadi"


ujar semua orang yang terkejut akan kehadiran seorang kultivator abadi, Setelah mereka bisa bernafas kembali dengan normal dan merasa lega saat pria baya yang melayang itu menarik kembali kekuatan tekanan nya.


salah satu dari mereka menghadap pria yang baru saja turun dari artefak terbang. Xian ming memberi hormat dengan menyatukan ke dua tangan nya dan berdiri dengan sopan di hadapan kultivator abadi itu. dia pun berkata. "Salam senior yang terhormat. Saat junior ini tiba, binatang sakral itu sudah tidak ada di sini dan saya tidak tahu siapa yang mengambil nya. Semua yang di katakan saya adalah kenyataan dan jika anda tidak percaya anda bisa bertanya pada orang orang di sebelah sana yang tiba lebih dulu dari saya." jelas Pangeran xian ming pada pria baya itu.


**tbc