The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
117. Situasi yang menegang kan..



Di episode ini kalian akan puas karena author berikan 4157 kata buat kalian tanpa ada jeda agar tidak nanggung.


maka dari itu author minta pada kalian untuk tidak pelit memberikan like vote dan rate nya. karena author nulis dari pagi sampai malam untuk menyelesaikan satu episode ini. seharus nya episode ini up sore tadi tapi kejadian tidak terduga author dah nulis 2500 kata dan terhapus kembali jadi author nulis lagi dari 1000 kata melanjutkan yang sudah tersimpan sehabis dzuhur.


harus puas jangan minta panjang lagi ini sudah yang terpanjang dari semua episode novel ini mungkin yang terpanjang dari semua novel.


selamat membaca.. dan terimakasih sudah menyukai novel ini.. ingat jangan pelit..ok..


____________________________________________


RUANGAN XIA YU..


"M...m..maaf kan saya.. bukan maksud saya seperti itu.. tapi karena.." jawab tuan gong namun kembali di potong oleh ucapan xia yu yang membuat nya bungkam.


"tidak ada tapi.. aku bisa mengeluarkan racun di tubuh anak mu tapi aku juga bisa menanam kan nya kembali bahkan lebih ganas dari racun sebelum nya. cabut kembali lamaran yang kau berikan pada keluarga gadis itu. jika aku mendengar kau terus mendekati keluarga itu jangan harap kau bisa lepas dari ancaman ku," (xia yu berhenti untuk mengambil nafas nya dan kembali melanjut kan ucapan nya).


"terimakasih telah membeli pil itu dengan harga tinggi aku akan anggap itu sebagai upah ku menyembuhkan mu dan pergunakan lah pil itu dengan bijak.. kau hanya bisa menggunakan pil itu satu kali dalam lima tahun tapi kau bisa gunakan pil itu jika kau terkena serangan dari lawan mu atau terkena racun untuk membersih kan meridian mu yang terserang." sambung nya melihat ke arah yisan dengan pesan penggunaan pil buatan nya. xia yu berhasil membuat 10 pil pembersih dia lelang 5 dan meminum nya satu untuk sisa lain nya xia yu simpan di ruang dimensi yang akan dia berikan pada ketiga saudara laki-laki jiang dan fang yin.


"Baik nona.." jawab yisan dia menunduk malu dengan sikap nya yang terbilang nekad melamar gadis yang salah tafsiran nya.


"Ulur kan tangan mu.." titah xia yu pada yisan dan dia mengulur kan tangan nya.


Xia yu memeriksa denyut nadi yisan yang berdenyut dengan normal namun sedikit lemah, setelah itu xia yu menarik kembali tangan nya mengetahui tidak ada penolak kan dari efek obat yang dia gunakan untuk yisan, xia yu mengeluarkan satu botol hijau muda yang berisi obat penetral sentuhan akhir dari pengobatan nya.


"Minum ramuan penetral ini.. Untuk menjaga tubuh mu tidak terserang racun yang ada di kamar mu..?" ujar xia yu membuat mereka berdua terkejut.


"Maksud nona..?" ujar mereka berdua bersamaan sedangkan jiang yu hanya memperhatikan merek saja.


"Apa setiap hari kau selalu memasang dupa terapi yang di bakar dalam kamar mu.?" tanya xia y


"Ya.. Pelayan saya selalu membakar dupa itu setiap hari." jawab yisan.


"Buang semua dupa itu.. Mulai sekarang kau tidak boleh menghirup asap dupa karena itu bisa berakibat buruk bagi pernapasan mu dan membunuh mu secara perlahan. setiap malam kau selalu terbangun karena dada mu terasa sesak bukan.?" jawab xia yu dan memberikan pertanyaan.


saat mendengar itu tentu saja yisan terkejut tapi dia langsung membenar kan ucapan xia yu lalu dia bertanya pada xia yu. "benar nona.. Bagaimana anda bisa tahu..? Bukan nya kita baru saja bertemu.?" jawab yisan. Tentu nya xia yu mengetahui itu dari memori nya yang di baca oleh xia yu lewat mata nya. Meskipun tidak secara langsung xia yu menatap nya tapi tetap saja terbaca oleh nya.


"bukan kah baru saja denyut nadi mu keu periksa..? tubuh bagian luar mu memang baik-baik saja namun paru-paru mu telah terinfeksi karena selama kau terbaring di dalam ruangan mu setiap hari kau menghirup udara yang telah tercampur dengan asap dari dupa. jika kau menghirup dupa untuk sesekali itu tidak apa tapi kau telah menghirup nya sepanjang hari selama kau berdiam diri di dalam kamar saat kau sakit." jelas xia yu. kini mereka berdua mengerti maksud xia yu.


"dan aku peringatkan kalian tidak boleh membiarkan para pelayan membakar dupa di dalam kamar yang kau tempati jika bisa di semua ruangan yang kau sering tempati. jika kau tidak sengaja menghirup bau dupa segera tutupi hidung dan mulut mu dengan kain agar tidak mengendap di paru-paru mu." lanjut nya.


"baik nona terimakasih telah berkenan memeriksa kembali kesehatan putra ku.' ujar tuan gong bersimpuh di hadapan xia yu.


namun xia yu langsung menahan kedua bahu nya dan menyuruh nya untuk berdiri. "jangan seperti itu.. aku pernah bilang pada mu jika aku ikhlas menolong kalian.." ujar xia yu.


"terimakasih nona.. terimakasih.. tapi aku benar-benar ingin membalas kebaikan nona.. tolong minta lah sesuatu saya akan mengabulkan apapun yang nona minta.." ujar tuan gong merengek ingin memberi tanda terimakasih pada xia yu.


"ya nona minta lah sesuatu kami pasti mengabulkan nya." sambung yisan.


"baik aku harap kalian bisa mengabulkan permintaan ku." jawab xia yu membuat kedua orang itu langsung terdiam.


"ya nona kami siap mengabul kan nya." jawab tuan gong.


"aku minta kau mengajarkan anak-anak mu dan semua keturunan mu untuk melakukan perbuatan baik seperti yang ku lakukan pada kalian. bersedekah lah dengan ikhlas dan membantu orang orang susah dan lemah dengan harta yang kau punya. belajar lah untuk ikhlas agar kau bisa bahagia dengan sempurna," jawab xia yu mengucapkan permintaan nya. "Apa kau bisa menyanggupi permintaan ku..?" sambung nya.


"Tentu saya sanggup melakukan permintaan nona.. Kami akan mulai bersedekah dan mendidik putra dan putri ku melakukan perbuatan yang mulia seperti nona." jawab tuan gong dia benar-benar bangga mengetahui penolong nya sangat baik dan memliki hati yang suci.


"aku rasa percakapan ini telah selesai.. Jika tidak ada hal lain lagi silahkan kembali ke ruangan anda saya masih memiliki tamu yang ingin bertemu dengan saya." ujar xia yu mengusir secara halus.


"Mm.. Baik nona.. Maaf telah mengganggu waktu anda dan terimakasih untuk obat serta pesan moral yang anda berikan pada saya.. Semoga nona selalu di berikan kesehatan dan berumur panjang." jawab tuan gong memberikan doa untuk xia yu.


"Terimakasih.." jawab xia yu sedikit menundukkan kepala nya berterimakasih atas doa tuan gong. Setelah itu tuan gong dan yisan bangkit dan pamit dari tempat xia yu.


Jiang yu mempersilahkan mereka berdua keluar. Ternyata memang benar di luar ruangan sudah ada tabib dao dan pangeran chang yi yang sedari penasaran dengan kemampuan xia yu. mereka berharap jika xia yu mampu menangani masalah kelahiran permaisuri putra mahkota.


Beberapa saat setelah kepergian tuan gong xia yu memerintahkan jiang yu untuk menyuruh masuk tamu yang sedari tadi menunggu nya.


"Silahkan masuk tuan.." ujar jiang yu.


"Terimakasih.." jawab mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu.


Di dalam ruangan itu mereka berdua melihat sosok putih itu tengah berdiri di dekat jendela melihat orang-orang yang berada di bawah yang saling melemparkan harga pada barang yang sedang di lelang.


jiang yu menghampiri xia yu dan memberitahu jika mereka telah masuk. "nona.." panggil nya.


xia yu berbalik dan berjalan ke arah kursi yang tadi dia duduki. "silahkan duduk.." ujar nya mempersilah kan mereka berdua duduk dan xia yu pun duduk di kursi nya.


tabib dao dan pangeran chang yi terkejut saat mendengar suara xia yu yang terdengar sangat lembut menandakan jika tabib yang mereka kira adalah pria ternyata seorang perempuan. mereka terdiam di tempat nya seperti patung tak goyah sedikit pun. 'suara perempuan..? tabib ini perempuan.?' batin mereka berdua terkejut mengetahui jika sang tabib adalah seorang perempuan.


melihat tabib dao dan pangeran chang yi masih terdiam jiang yu pun mengulang kembali ucapan xia yu dan berhasil menyadarkan keterkejutan mereka. "silahkan tuan.." ujar nya.


"ha.? ah maaf saya terkejut mendengar suara tabib." jawab tabib dao.


"kenapa dengan suara ku..?" tanya xia yu.


"saya tidak menyangka jika anda adalah seorang perempuan.. saya pikir anda adalah pria." jawab tabib dao.


"memang nya kenapa jika saya perempuan..? apakah saya tidak pantas menjadi seorang tabib.? apakah kau pikir perempuan hanya bisa menjadi seorang wanita rumahan yang harus mengabdi pada suami nya saja.?" tanya xia yu dengan suara yang tegas terkesan dingin karena dia kesal dengan jawaban tabib dao yang terkesan meremehkan kaum perempuan.


"bukan itu maksud saya.. tolong maaf saya karena tidak sopan pada anda.." jawab tabib dao meminta maaf.


"jika kau meragukan kemampuan ku.. keluar lah aku tidak mau berurusan dengan orang yang bisa meremehkan orang lain hanya dari pengelihatan nya saja." ujar xia yu telak membuat tabib dao salah tingkah karena merasa bersalah telah meragukan nya.


..brugh..


tabib dao bersimpuh di hadapan xia yu, dia meminta maaf dengan bersimpuh serta menggosok kan ke dua telapak tangan nya pada xia yu. "maaf tabib.. saya tidak bermaksud meragukan kemampuan anda.. saya sungguh minta maaf tabib.." ujar nya.


"benar tabib kami tidak bermaksud.. tolong ampunilah beliau." sambung pangeran chang yi.


'nona sungguh gadis yang sangat luar biasa. dia bisa membuat mereka salah tingkah seperti itu.' batin jiang yu terkesan dengan sikap xia yu yang seperti ice krim. dia lembut, manis, namun dingin saat menghadapi orang yang meremehkan nya.


"bangunlah.. aku tidak suka melihat orang bersimpuh di hadapan ku." titah nya memerintah kan tabib dao bangkit.


tabib dao pun berdiri dan kembali duduk di tempat nya. "terimakasih tabib.." ujar nya.


"katakan lah ada keperluan apa kalian ingin bertemu dengan ku..?" tanya xia yu basa basi padahal dia sudah tahu apa maksud mereka.


"saya adalah dao ying saya bekerja sebagai tabib kerajaan, dan pemuda di sebelah saya adalah pangeran chang yi putra dari kaisar jiazhen.." jawab tabib dao memperkenal kan diri nya.


'aku juga tahu kali..' batin nya menggerutu.


"lalu..?" tanya xia yu jengah meladeni perkenalan diri mereka berdua.


"kabar pelelangan pil anda tersebar di kota dan terdengar oleh kaisar. saat ini di kerajaan ini tengah cemas dengan keselamatan sang pewaris. kaisar memerintah kan saya untuk bertemu dengan anda dengan maksud meminta pertolongan dan bersedia menolong wanita hamil yang tengah berjuang untuk bisa melahirkan pewaris kerajaan xing." jawab tabib dao menjelas kan maksud pertemuan nya dengan xia yu.


"bersedia..? apakah kau yakin aku akan bersedia menolong kalian..? apa yang akan aku dapat kan jika aku bersedia.?" runtutan pertanyaan dari xia yu.


"kaisar berkata jika anda mampu menyelamat kan ke dua nyawa yang berpengaruh bagi kerajaan, beliau akan mengabul kan apa pun permintaan anda." jawab tabib dao.


"benar ayah akan memberikan apa pun. harta, kedudukan dan tempat semua akan di kabul kan asal anda bersedia ikut dengan kami dan membantu persalinan kakap ipar." sambung pangeran chang yi membujuk xia yu.


"jika aku meminta tahta untuk jadi kaisar apa akan di kabul kan..?" ujar xia yu berhasil membuat kedua orang itu terkejut dengan permintaan nya.


'wow.. nona sungguh berani..!' batin jiang yu salut dengan keberanian xia yu.


...BRAKK....


pangeran chang yi menggebrak meja dan membentak xia yu dengan wajah nya yang suram marah pada xia yu. "berani sekali kau..!!" bentak nya.


"tenang lah pangeran.. tabib tolong minta sesuatu yang layak untuk seorang tabib. jika kau seperti itu bukan kedudukan yang akan anda terima melain kan kematian.!" ujar tabib dao dengan tatapan mata nya yang sinis menatap xia yu.


"heh.. kalian ini memang sangat bodoh tidak bisa mengerti pertanyaan dari ku. bukan kah aku berkata jika aku meminta tahta untuk menjadi kaisar. bukan aku ingin meminta tahta kaisar. kalian tidak bisa mengerti dari ucapan ku." ucap xia yu berdecak sebal pada orang yang ada di hadapan nya.


"maksud anda..?" tanya tabib dao tidak mengerti ucapan xia yu.


"sudah lah lupakan.. aku akan meminta permintaan ku setelah urusan ku selesai.. sekarang beritahu aku sudah berapa lama perut wanita itu berkontraksi.?" jawab xia yu dan bertanya keadaan permaisuri putra mahkota.


"sudah empat hari tiga malam kontraksi tidak kunjung hilang dan permaisuri masih belum melahirkan sampai sekarang." jelas tabib dao.


"aku mengerti.. ayo kita berangkat sekarang kemungkinan besar jika sekarang dia tengah kritis berjuang antara hidup dan mati." ujar xia yu bangkit dari duduk nya mengajak mereka berdua bergegas pergi ke istana.


xia yu keluar dari ruangan nya dan pamit pada tuan ji. sedangkan tabib dao memerintahkan salah satu pengawal untuk mengabarkan keberangkatan nya pada kaisar dan memberitahu jati diri sanga tabib bahwa dia adalah seorang perempuan. pengawal itu pun melesat pergi dengan kemampuan nya dan mengendari kuda dengan sangat cepat menuju istana.


kembali lagi pada xia yu yang baru saja turun dari lantai dua yang di kawal oleh ke dua pengawal dari depan dan tabib serta pangeran chang yi menuntun mereka. xia yu menaiki kereta kuda yang tadi dia pakai tidak mungkin dia menghilang di depan banyak orang bisa geger kerajaan ini karena ulah nya.


xia yu memerintahkan jiang yu untuk mengendarai kereta nya dengan sangat cepat agar dia bisa mencegah kematian pada permaisuri putra mahkota. xia yu merasakan sakit di daerah pantat nya karena jalan nya yang tidak mulus. dia memilih masuk ke dalam ruang dimensi untuk menyiapkan obat dan alat untuk melakukan persalinan pada permaisuri dan memasukan semua nya ke dalam cincin ruang nya yang kecil agar tidak menarik perhatian orang-orang di sana tentu nya.


...


..DEG...


xia yu terkejut dengan kehadiran raja liu yang berada di istana. 'cih... bukan nya raja bodoh itu di asing kan ya..? kenapa dia ada di sini..? ah.. masa bodo lah aku tidak peduli toh dia bukan lagi siapa-siapa ku dan aku juga bukan xia wei lagi.' pikir xia yu. dia melangkah kan kaki nya dan melewati raja liu dengan gaya angkuh nya kesal bertemu mantan yang bukan kekasih.


"mari tabib.." ujar raja kangjian menuntun xia yu beserta jiang yu pergi ke kamar putra mahkota di ikuti oleh raja liu, tabib dao pangeran chang yi dari belakang.


sesampai nya di sana xia yu dapat melihat semua anak kaisar tengah berada di lorong menuju kamar putra mahkota. dapat di lihat jika mereka sangat sedih dan cemas dengan keadaan permaisuri mahkota.


...brak..


pitu di buka oleh kangjian dan masuk mengabarkan jika xia yu telah tiba. kaisar pun berjalan menghampiri xia yu dan memohon pertolongan pada nya.


"tabib.. tolong selamat kan menantu saya dan cucu saya" ujar kaisar pada xia yu.


"tenang lah.. saya akan mencoba menyelamat nya semampu saya." jawab xia yu.


"silahkan.." ujar raja kangjian sopan. 'siapa tabib ini kenapa suara nya terdengar tidak asing.' batin nya terkejut mendengar suara xia yu.


'suara ini..?' batin raja liu berpikir untuk mengingat siapa pemilik suara yang di dengar nya tapi tidak menemukan jawaban dari pemikiran nya.


xia yu masuk ke dalam kamar yang akan di ikuti oleh jiang yu namun dia di tahan oleh raja kangjian karena tidak ada orang asing yang masuk ke dalam kamar kakak nya jika bukan perintah kaisar dan pemilik nya. "tolong tinggal di luar saja." ujar kangjian.


"tunggu lah di sini.. aku akan segera kembali.." ujar xia yu pada jiang yu dan di angguki oleh nya.


di dalam kamar xia yu dapat melihat seorang wanita hamil yang tengah terbaring lemah di atas kasur. seorang wanita yang di kenal xia yu sebagai ibu dari putra mahkota yaitu ibu suri tengah menangis di hadapan menantu nya bersama putri shuwan, putra mahkota.



(ini adalah visual permaisuri yang sedang hamil dalam keadaan sehat.)


"..akhh.... shhh.." rintih sang permaisuri merasakan kontraksi hebat di perut nya. wajah nya sudah memucat pasi layak nya orang yang kekurangan darah, bibir nya membiru menahan sakit dan sekujur tubuh nya berkeringat dingin bahkan kuku jari tangan dan kaki nya telah menguning menanda kan jika dia sangat kekurangan darah.


"sayang bertahan lah kau akan baik-baik saja.!" ujar putra mahkota memberi semangat pada istri nya.


"benar sayang bertahan lah..! ibu akan selalu bersama mu.. hu..hu..uuu." sambung ibu suri dengan tangis nya tak kunjung henti.


"bertahan lah kak.. kau harus kuat.. hiks..hiks.." lanjut putri shuwan sama hal nya dengan ibu suri.


xia yu menghampiri mereka dan berniat untuk memeriksa keadaan nya namun tertahan oleh putra mahkota. "siapa kau..?" tanya putra mahkota.


"tenang lah kak.. dia adalah tabib yang di bawa oleh tabib dao.. dia seorang peracik obat yang melelang pil legendaris di toko kemakmuran tuan ji." jawab raja kangjian.


putra mahkota pun melepaskan tangan xia yu dan memberikan ruang untuk memeriksa keadaan istri nya. xia yu memegang pergelangan permaisuri yang dingin kemudian menutup mata nya untuk memeriksa denyut nadi nya namun dia tidak bisa fokus karena tangisan dari ibu suri dan putri shuwan.


"bisakah kalian diam..?!" bentak xia yu kesal dengan kedua wanita yang menangis itu. tentu saja hal itu membuat semua orang terdiam sesaat tidak menduga dengan keberanian seorang tabib yang berani membentak ibu suri dan putri di hadapan penguasa kerajaan.


tapi xia yu tidak memperdulikan tanggapan mereka. dia kembali memeriksa keadaan permaisuri dari denyut nadi, melihat kornea mata, dan memeriksa posisi bayi di dalam perut.


"bagaimana keadaan nya..?" tanya kaisar.


"dia kekurangan darah karena tidak ada asupan makanan dan kurang tidur selama perut nya kontraksi. posisi bayi tidak sesuai dengan mulut rahim maka dari itu permaisuri tidak bisa melahirkan nya meski dia berusaha mendorong keluar bayi nya," (sela xia yu untuk mengambil nafas.) "jika kalian ingin aku menyelamat kan mereka berdua aku minta kalian keluar dari kamar ini dan tinggal kan aku sendiri dengan pasien.." sambung xia yu dan membuat mereka terkejut.


"tidak..!! aku akan menemani menantu ku.." bantah ibu suri.


"ya.. aku tidak bisa membiarkan kau sendirian bersama istri ku" sambung putra mahkota.


"terserah.. jika seperti itu kau segera siapkan acara pemakaman untuk nya." ujar xia yu kembali membuat semua orang yang berada di sana tercengang.


"tabib kami akan pergi tapi biarkan salah satu anak ku menemani mu di sini untuk membantu persalinan nya." jawab kaisar mengalah dari pada keluarga nya akan kehilangan pewaris dan menantu nya.


"aku bersedia ayah.." ujar shuwan mengangkat tangan nya.


"tidak.!! sedari tadi kau menangis bersama ibu mu jika kau berada di sini kau akan menggangu ku dengan tangisan mu." bantah xia yu.


"biar aku saja.. aku suami nya." ujar putra mahkota menaruh tangan nya di dada.


"aku tahu kau suami nya.. jika kau berada di sini kau bisa membunuh ku saat melihat istri mu mengeluarkan darah dari kelamin nya." bantah xia yu.


"ibu saja.." ujar ibu suri.


"cih.. kalian pikir aku sedang menjadi juri kontes ya..?" ujar xia yu berdecak kesal.


"aku akan berhenti menangis tidak akan mengeluarkan sedikit pun suara.." ujar shuwan kembali.


"ya.. sudah kau pegang kata-kata mu jika tidak aku akan menyumpal mulut mu dengan kain jika kau menangis." jawab xia yu pasrah karena tidak ada kandidat lain nya yang berada di kamar itu.


"sudah di tetap kan bahwa shuwan akan menemani tabib, sebaik nya kita sekarang keluar agar tabib bisa mulai persalinan nya." ujar raja kangjian. mereka pun mengalah dan mengiyakan ucapan raja kangjian.


mereka pun keluar meninggalkan xia yu bersama shuwan dan permaisuri. "tolong perintahkan pelayan di luar untuk menyiapkan air panas dan kain bersih." ujar xia yu pada shuwan dia membuka tudung nya dan menampakan wajah nya yang tertutup oleh topeng membuat shuwan terkejut. "ingat jangan mengeluarkan suara dan kunci pintu itu setelah kau kembali." sambung xia yu kembali membuat shuwan bungkam saat dia akan menjerit.


shuwan pun berlari ke arah pintu dengan keterkejutan nya. dia bukan takut tapi kaget karena topeng yang di pakai xia yu sangat cantik sangat pas dengan pakaian putih serta rambut hitam nya. tapi dia tetap menjalan kan apa yang di perintah kan oleh xia yu dan memberitahu pelayan yang berjaga di luar kamar dia juga memberi tahu xia yu memakai topeng di balik tudung nya membuat mereka penasaran dengan penampilan xia yu yang memakai topeng. tapi apa mau di kata mereka tidak di perbolehkan masuk.


berbeda dengan xia yu dia sudah mengeluarkan semua peralatan serta obat yang akan dia gunakan untuk persalinan itu. dia menyuntik kan obat perangsang untuk melahirkan dan menyuntikan cairan penguat serta meminumkan pil merah darah untuk melancarkan darah yang membeku pada pasien nya yang sangat pucat.


setelah itu xia yu mulai memeriksa alat kewanitaan permaisuri dengan membuka kedua kaki nya dan menekuk nya. "aku akan mulai memeriksa pembukaan rahim mu," ujar nya pada permaisuri yang terlihat sangat lemah.


"..uuhhh..." lirih permaisuri saat xia yu memasukan jari tangan nya ke dalam kewanitaan permaisuri, kemudian dia memeriksa mulut rahim nya ada dalam pembukaan ke berapa. "ternyata masih pembukaan empat, masih sangat jauh." gumam xia yu.


shuwan telah kembali ke dalam kamar dengan air panas di dalam baskom tembaga dan beberapa kain di tangan nya dan mengunci kamar itu dengan kayu panjang seperti titah xia yu.


shuwan berdiri tidak jauh dari tempat xia yu dia juga mendengar semua ucapan xia yu pada kakak ipar nya. dan yang pasti dia juga merasakan ngilu saat melihat xia yu memasukan jari nya kedalam kewanitaan permaisuri.


'aku tidak bisa melakukan oprasi sesar hanya ini salah satu jalan keluar nya.' batin xia yu dia berpikir dan menetapkan apa yang akan dia lakukan untuk situasi seperti itu.


"karena nyawa kakak ipar mu berada dalam bahaya aku akan melakukan pemutaran kepala bayi agar kembali ke tempat yang seharus nya." ujar xia yu memberitahu tindakan nya pada shuwan dan permaisuri yang setengah sadar.


xia yu mengambil satu jel putih bening yang biasa di gunakan para dokter kandungan untuk melakukan usg. dia menaruh nya di telapak tangan yang sudah terbungkus sarung tangan. jel itu dia sebarkan di seluruh permukaan tangan kanan nya kemudian dia berdoa. 'tuhan berilah kekuatan pada ibu dan bayi ini agar mereka berjuang bersama untuk melewati masa kritis ini.' doa nya dalam hati.


xia yu mulai memasukan tangan nya kembali kedalam kewanitaan permaisuri dan melewati mulut rahim tentu saja itu akan mengakibat kan sakit yang luar biasa.


....Akhh......


...sakit...


jeritan rasa sakit dan ngilu di bagian rahim di rasakan oleh permaisuri saat jari-jari tangan xia yu berhasil masuk ke dalam rahim nya. tubuh nya melemas dengan air mata nya berlinangan keluar dari sudut mata nya. shuwan tidak tega melihat kakak ipar nya merintih seperti itu dia menutup mata nya saat tangan xia yu kembali masuk ke dalam kewanitaan permaisuri.


...akhh....


jeritan sakit dari mulut permaisuri terdengar jelas dari luar ruangan. namun mereka tidak bisa masuk karena shuwan mengunci pintu nya. dengan cekatan xia yu berhasil memutar kepala bayi sekaligus membuka jalan lahir bagi bayi itu. setelah dia membuka nya dia mencubit kantung ketuban agar pecah karena memang sudah seharus nya bayi itu lahir tapi karena kondisi posisi nya yang melintang jadi menyusahkan nya untuk keluar mencari mulut rahim.


xia yu menarik kembali tangan nya setelah posisi bayi itu kembali ke tempat seharus nya dan air ketuban pun mulai keluar dari lubang rahim permaisuri. (ini versi cepat nya karena saat saya melahirkan anak pertama saya juga seperti ini namun berselang empat jam dari lahiran. persalinan ini adalah pengalaman pribadi saya.)


"hey.. tolong ambil kan beberapa kain, bayi nya akan segera keluar.." titah xia yu pada shuwan yang masih menutup mata nya. pakaian xia yu telah basah karena air ketuban yang langsung menyembur ke arah nya setelah dia mengeluarkan tangan nya karena dia tidak bersiap menghindar. tapi xia yu tidak mempedulikan hal itu meskipun air ketuban itu sangat lah bau karena kehamilan permaisuri sudah menginjak sepuluh bulan.


"permaisuri bertahan lah atur nafas mu.. tarik nafas.. buang.." ujar xia yu memperagakan para dokter kandungan menuntun pasien nya untuk tenang.


permaisuri pun melakukan arahan xia yu selama beberapa menit dan dia kemabli merasakan tekanan di bagian rahim nya seperti dia ingin buang air besar. xia yu dapat melihat jika kepala bayi telah muncul dan dia pun mulai mengarah kan permaisuri untuk ngeden.


"permaisuri bersiap lah untuk melahirkan bayi anda.. sekarang ikuti arahan saya dalam hitungan ketiga kau harus ngeden dengan satu kali tarikan nafas seperti kau akan buang hajat. apa kau mengerti.? jika iya anggukan kepala mu." ujar xia yu di angguki oleh permaisuri sebagai jawaban.


"baik lah saya akan mulai.. tarik nafas...1..2...3.. ngeden" ujar nya memberi arahan.


...EUNNNNN......


"berikan kain itu" lajut xia yu dan meminta shuwan mengambil kan kain untuk darah nifas permaisuri, tapi shuwan terlalu gugup jadi dia salah mengambil kain menjadi baskom berisi air. "menyusahkan..!" gerutu xia yu melihat kecerobohan shuwan.


"ayo permaisuri kau pasti bisa.. tarik nafas.. ngeden..." arahan xia yu kembali.


..EUNNNN.....


..O'AAA....O'AAA....O'AAA...


suara bayi pun terdengar oleh semua orang. mereka tersenyum bahagia mendengar nya bahkan putra mahkota memeluk ayah nya.


"terimakasih dewa telah membantu persalinan kakak ipar." lirih shuwan bersyukur atas kelahiran kakak ipar nya. dia sangat terpesona dengan tabib di hadapan nya yang rela mengotori pakaian nya untuk kelahiran bayi itu. ya pakaian xia yu kini sudah bersimbah darah karena shuwan terlambat menyerahkan kain kain itu karena gugup.


xia yu sedikit menjauh kan bayi itu dari kewanitaan permaisuri karena dia akan mengeluarkan tali ari-ari si jabang bayi. setelah itu dia menggunting tali ari-ari yang tersambung ke pusar perut si bayi dan mengikat nya dengan tali putih agar darah tidak keluar dari tali pusar. setelah itu dia menyelimuti si bayi dengan selimut yang kain emas yang di sediakan oleh shuwan.


"selamat permaisuri anda melahirkan putra yang sangat tampan" ujar xia yu memangku bayi itu dan menyerahkan nya pada permaisuri yang terlihat sangat bahagia berhasil melahirkan bayi nya.


**tbc