The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
89. Rencana yang sempurna dan adegan film biru



Xia yu memikirkan sesuatu untuk bisa mengikuti permainan dua kakak beradik itu. Terlintas dalam pikiran nya sebuah ide untuk membalas perbuatan orang yang mencoba mencelakai nya.


xia yu mengganti pakaian nya dengan pakaian serba hitam seperti yang di pakai oleh pelayan yang tadi menaruh racun di kamar nya.


dia pergi ke tempat dimana yihua tinggal dengan kemampuan teleportasi nya. secepat kilat xia yu menghilang dan sampai di atas genting kamar yihua. dia dapat melihat kedua kakak beradik itu dari celah genting yang sedikit di buka .


"kak.. besok jala*g itu pasti akan mati kan.?" ujar yue yin bertanya pada yihua.


"tentu saja.. li tong sudah berhasil menaruh racun itu di dalam kamar nya. kau tenang saja dia tidak akan bisa menyakiti mu. aku dengar dia hanya berlatih dengan gerakan yang gemulai bagaikan jala*g yang tengah menari menggoda para lelaki hidung belang." jawab yihua menjelaskan apa yang dia dengar dari laporan li tong saat melihat tingkah xia yu beberapa hari di kamar nya.


xia yu melakukan beladiri *** chi yang di anggap gerakan menari oleh li tong saat dia memata-matai gerak gerik xia yu. tentu nya hanya itu saja yang bisa di lihat oleh li tong, karena xia yu selalu waspada saat melakukan segala hal. dia lah yang memperlihat kan seperempat keahlian beladiri *** chi nya pada li tong agar dia melapor kan kesibukan apa yang di lakukan nya selama dia datang ke kediaman jendral ho.


"bagus lah aku tidak sabar untuk menanti kan kematian jala*g itu." jawab yue yin senang mendengar penjelasan kakak nya.


"sekarang kau kembali lah.. ini sudah malam kau harus istirahat. besok adalah hari sibuk kita untuk berkabung." ujar yihua menyuruh yue yin kembali ke kamar nya dengan senyuman di wajah iblis nya membayang kan hari esok yang akan menjadi hari kematian xia yu pikir nya.


"baik kak.. aku akan kembali dan istirahat.. aku tidak sabar untuk menunggu bulan ini berganti matahari." jawab yue yin bangun dari duduk nya dan pamit pada yihua.


"ya cepat lah sana.. aku juga mau istirahat." ujar yihua dengan lambaian tangan nya.


"semoga mimpi indah.." jawab yue yin meninggal kan yihua.


"dasar anak manja.." gumam yihua di sela kesibukan nya merapikan selimut untuk dia tidur. kemudian dia membaring kan tubuh nya untuk menuju ke alam mimpi nya.


yihua dan yue yin tidak menyadari jika ucapan mereka terdengar jelas oleh xia yu yang tengah menguping percakapan mereka di atas genting.


saat mendengar rencana mereka yang ingin membunuh nya dengan racun. seketika tangan xia yu yang tengah memegang genting itu memperkuat genggaman nya dan satu tangan nya lagi mengepal dengan sangat erat.


"dasar wanita kotor.. lihat lah anak mu mengikuti semua perbuatan kotor mu pada saudari mereka sendiri. kau memang tak pantas hidup, untung saja aku sudah membunuh mu dan kini giliran ke dua anak mu yang akan mendapat kan buah dari hasil tanaman yang mereka tanam dengan pupuk kebencian serta rasa iri mereka." gerutu xia yu. geram melihat sifat mereka yang sama jahat nya seperti ibu nya.


yihua telah tertidur dengan pulas di dalam kamar. dengan cekatan xia yu mengeluar kan botol racun itu dari celah baju bagian bawah dada nya. dan mulai memasuk kan racun itu ke dalam kamar yihua dari celah genting yang dia buka untuk mengintip mereka.


kemudian dia menghilang dan tiba kamar li tong dan memasuk kan botol racun itu ke dalam baju pelayan yang akan di pakai li tong besok pagi. dengan begitu saat terjadi sesuatu pada yihua dia yang akan di salah kan oleh yue yin.


"rencana yang sempurna..hehe" gumam xia yu keluar dari kamar li tong dan kembali ke kamar nya. dia pun tertidur dengan nyenyak nya setelah berganti pakaian nya.


***


Keesokan hari nya xia yu bangun dari tidur nya dengan senyuman penuh arti mengingat ulah nakal nya tadi malam.


_flashback


saat di berteleportasi untuk kembali ke kamar nya. dia tidak tahu kenapa bukan sampai di dalam kamar nya melainkan di sebuah kamar yang di penuhi dengan kain warna merah.


"dimana ini..?" tanya xia yu bingung dengan tempat yang baru saja dia temui.


tiba-tiba terdengar suara yang terengah-engah dan desahan manja dari seorang wanita dan pria tidak jauh dari tempat dia berdiri.


..mmm..ah...akh..akh.. suara desahan dari arah tempat tidur.


"suara apa itu..?" lirih xia yu penasaran dengan suara yang di dengar nya. karena sifat ke ingin tahuan nya yang tinggi dia mulai menghampiri sumber suara itu.


tapi saat sampai di sana xia yu terkejut bukan main. dia melihat dua orang dewasa yang tengah melakukan adegan film biru di sebuah tempat tidur dengan gaya yang extrem.


xia yu melihat jendral ho dan selir xin qian tengah melakukan hubungan suami istri. dengan gaya THE V sebutan posisi gaya bercinta di abad 21.


"iyuuhhh.. apa itu tidak sakit.?," batin xia yu bertanya saat mengintip mereka dari celah sela-sela jari nya. "lupakan aku harus segera pergi sebelum mereka menyadari keberadaan ku." lanjut nya kemudian dia menghilang.


saat sampai di kamar nya xia yu kembali mengingat gaya bercinta kedua orang itu.


dia melihat jendral ho yang tengah berlutut dan membuka ke dua kaki selir xin dan menaruh nya di atas pundak jendral ho.


jendral ho memasukan pusaka nya ke area mis V selir xin qian menembus beberapa kali *-**** rahim selir xin qian dan membuat nya semakin mengerang sakit dalam kenikmatan dunia.


"Oh.. ada apa dengan ku.. kenapa bayangan dan suara mereka masih terngiang-ngiang di kepala ku.? tidaaakk... mata suci ku..telinga suci ku.. hu..hu..hu.. pergilah.. pergilah.." lirih xia yu kesal karena masih mengingat suara desahan mereka. dia mengibas-ngibas kan tangan nya seperti mengusir lalat atau nyamuk. _off


fang yin menghampiri xia yu yang masih melamun dan senyum-senyum sendiri.


"nona.. nona.. nona.." ujar fang yin memanggil xia yu. tapi xia yu tidak menjawab panggilan fang yin.


...puk.. Aaaa.... jerit xia yu terkejut saat di pundak nya di tepuk pelan oleh fang yin.


"maaf nona.. saya mengejut kan anda.." ujar fang yin meminta maaf pada xia yu.


"kau..!! sejak kapan kau ada di sini..?" jawab xia yu bertanya pada fang yin.


"sejak nona melamun dan senyum-senyum sendiri.." jawab fang yin polos.


..blushh.. muka xia yu menjadi merah karena malu. dia ketahuan oleh fang yin saat melamun kan kejadian semalam.


"nona.. kenapa wajah nona memerah..? apa nona sakit..?" ujar fang yin terkejut saat melihat wajah xia yu. dia khawatir jika nona nya sakit.


"tidak..! aku tidak sakit.. sudah lupakan saja, tolong siap kan aku air.." jawab xia yu mengalih kan fang yin.


"baik nona.." jawab fang yin. meninggal kan xia yu untuk menyiapkan air hangat untuk xia yu.


***


xia yu mandi dengan air hangat yang di siap kan oleh fang yin. dia memakai pakaian hanfu hijau dan tidak lupa memakai tudung. karena hari ini dia akan bertanding jadi dia tidak ingin mengekspose wajah nya di depan semua orang yang melihat pertandingan nya di arena pembuktian.



"fang yin.. apa aku terlihat cantik..?" tanya xia yu over PD.


"hm.. nona selalu cantik.." jawab fang yin.


"ya sudah.. ayo kita berangkat.. aku tidak sabar melihat dua cucunguk itu." ujar xia yu mengajak fang yin ke tempat di mana dia akan bertanding karena waktu sudah menunjukan nya untuk bergegas.


"baik nona.. " jawab fang yin mengerti maksud ucapan xia yu.


xia yu selalu menceritakan apa pun itu kepada fang yin, terkecuali rahasia terbesar nya yang berasal dari abad 21.


**tbc