
***
Malam telah berganti pagi. semua warga yang berada di desa itu telah berkumpul di sekitar penginapan yang xia yu tempati. mereka semua ingin mengetahui siapa sosok gadis cantik yang telah menolong mereka dari para bandit basah yang selalu meresahkan warga di sana. namun mereka hanya bisa menelan rasa penasaran mereka karena kedua gadis itu telah menghilang dari desa itu.
ya xia yu dan fang yin telah keluar dari penginapan itu sebelum ayam jantan berkokok. xia yu memilih pergi diam-diam dari penginapan itu karena dia malas meladeni para warga yang penasaran dengan diri nya nanti pagi. dan benar saja hal itu memang terjadi pada saat para warga mulai berdatangan ke penginapan karena berita perkelahian nya tadi malam telah tersebar pada seluruh warga yang ada di desa itu. untung saja xia yu dan fang yin telah pergi jauh dari desa itu. xia yu hanya meninggal kan satu kantung koin yang berisi tiga koin emas untuk biaya penginapan dan makanan yang mereka makan tadi malam.
Kini xia yu dan fang yin tengah berada di lereng bukit. mereka sedang memperhatikan objek yang menarik perhatian mereka. xia yu dan fang yin sedang melihat kerajaan xifang dari atas bukit. mereka bisa melihat betapa luas nya kerajaan itu dari atas sana.
(ini hanya ilustrasi pemandangan xia yu, ya..)
"nona.. kerajaan xifang sangat besar ya.." ujar fang yin menatap takjub pada objek di depan mata nya.
"hm..." jawab xia yu.
'sembari menuju hutan keabadian, aku juga akan memulai pencarian anak kakek li dari kerajaan ini.! semoga saja aku bisa mendapat kan sedikit petunjuk..' batin xia yu telah menetapkan keputusan nya. dia juga berharap pencarian itu tidak akan menyulitkan nya.
"fang yin.. apa benar kau tidak akan menyesal ikut dengan ku.? jika kau ikut dengan ku, kau akan berada dalam bahaya.!" ujar xia yu menatap fang yin dengan tatapan nya penuh kasih sayang.
"aku tidak akan menyesal nona.. aku telah berjanji pada ibu nona jika aku akan terus bersama mu sampai ajal menjemput ku.. aku akan mengabdi pada mu nona.." jawab fang yin dengan kesungguhan nya.
"tapi fang yin.." ujar xia yu tapi terhenti karena fang yin memotong ucapan nya.
"tidak tapi nona.. saya harus memegang janji yang saya buat.. saya tahu jika nona bukan lah nona ku yang dulu.. sekarang nona sudah lebih dewasa, pemberani, kuat. maka dari itu saya akan lebih rajin berlatih untuk membantu nona mencapai tujuan nona." jawab fang yin membuat xia yu kebingungan dengan jawaban nya.
'kenapa fang yin berkata seperti itu.? apakah dia juga tahu jika aku bukan lah xia wei.?' batin xia yu bertanya keheranan.
"fang yin.. kenapa aku merasa jika kau menyembunyikan sesuatu dari ku.?" ujar xia yu menyelidik.
"tidak nona..! saya tidak menyembunyikan apa pun dari nona." jawab fang yin berbohong.
"jika kau tidak mau jujur lebih baik kau kembali ke kerajaan xing. aku tidak mau berdekatan dengan orang yang menyembunyikan sesuatu dari ku.!" ujar xia yu. dia tahu jika fang tengah berbohong pada nya. xia yu naik ke atas punggung keli dan segera melajukan kuda nya untuk menjauh dari fang yin.
...TAK..TAK...TAK...
suara langkah keli menjauh dari fang yin dengan lari nya. fang yin terkejut melihat kepergian xia yu karena alasan dia menyembunyikan sesuatu dari xia yu. dia pun merasa bersalah dan menaiki kuda nya untuk mengejar xia yu. "nona.. nona.. tunggu saya nona.. saya akan berkata jujur nona, tolong berhenti lah.." ujar nya dengan suara keras karena keli berlari dengan cepat meninggalkan fang yin dan shaku di belakang nya.
"hii..." ujar xia yu menyuruh keli berhenti. keli pun berhenti di bawah pohon yang lumayan besar dan terdapat buah pir yang rasa buah nya sangat menyegar kan karena mengandung banyak air.
...
fang yin berhasil menyusul dan melihat kuda milik nona nya telah berhenti di bawah pohon besar.
"hii.." ujar fang yin memberhentikan shaku di dekat keli. fang yin segera turun dan mencari xia yu di sekitar pohon. "nona.. nona.." ujar nya memanggil xia yu yang tidak ada di sekitar pohon itu. dia semakin cemas karena tidak mendapat kan sahutan dari nona nya.
tidak berapa lama terdengar sahutan dari arah pohon. "fang yin.." ujar suara itu. tapi fang yin tidak mendapat kan sosok dari yang memanggil nama nya.
"nona tolong jangan menakuti ku.. aku tidak akan berbohong lagi, aku akan jujur. tolong kembali lah nona.." ujar fang yin semakin cemas dan takut.
"gadis bodoh..! kenapa kau berbicara seakan aku sudah tiada.? lihat lah ke atas pohon aku di atas kepala mu..!" jawab xia yu dari atas pohon besar itu.
fang yin terkejut dan segera menengadahkan kepala nya ke atas pohon yang lebat dengan buah berwana kuning sebesar kepalan tangan. fang yin melihat xia yu yang sedang sibuk dengan buah kuning di tangan kiri nya sedang kan tangan kanan nya berpegang pada dahan kecil meraih buah lain nya yang masih menggantung. fang yin kembali cemas saat menyadari xia yu bisa saja terjatuh dari pohon itu jika dia terus berada di sana. "nona.. apa yang anda lakukan di sana. turun lah itu sangat tinggi nona bisa jatuh.!" ujar nya penuh ke khawatiran.
xia yu menaruh semua buah pir itu ke dalam kain hitam yang dia ambil dari ruang dimensi, setelah itu dia mengikat nya agar buah itu tidak berjatuhan saat dia memberikan bungkusan itu pada gadis kecil di bawah pohon. kemudian dia berkata pada fang yin. "jangan bicara terus, berdiri lah yang benar dan tangkap buah-buah ini.!~" ujar nya.
"baik nona.." jawab fang yin. dia pun bersiap dan xia yu mulai mengambil aba-aba untuk menjatuh kan bungkusan buah itu.
..1.2..3...
..HAP...
Bungkusan buah itu kini telah berada di tangan fang yin. xia yu turun dari atas pohon dengan ilmu peringan tubuh nya. dia bisa saja langsung turun tapi dia ingin mengerjai fang yin karena dia telah membuat kesal dan tidak berkata jujur pada xia yu.
"nona.. apa nona tidak apa-apa..?" tanya fang yin masih cemas.
"aku tidak apa-apa.." jawab xia yu dia berjalan ke arah batang pohon besar itu dan duduk di bawah nya. "kemarilah.." ujar nya menyuruh fang yin yang masih mematung di tempat nya.
fang yin segera beranjak dari sana dan duduk di dekat xia yu. "nona.. tolong maaf kan saya.. saya tidak bermaksud berbohong pada nona. tapi saya hanya merasa tak percaya dengan apa yang saya.." ujar fang yin menggantung kan ucapan nya.
"kamu impikan..?" sambung xia yu karena dia tahu jika fang yin berubah sikap setelah dia terbangun dari tidur nya tadi malam.
'kenapa nona bisa tahu apa yang saya resah kan.?' batin fang yin. dia terkejut jika xia yu bisa menebak keresahan nya. sedang kan xia yu telah mebuka bungkusan buah itu dan memakan nya dengan lahap. kemudian memberikan nya pada
"nona.." ujar fang yin masih ragu.
"maaf nona.. saya sudah berbohong pada nona. saya berjanji tidak akan melakukan nya lagi," jawab fang yin berhenti sesaat untuk mulai menceritakan mimpi nya. "sebenar nya semalam saya memimpikan nona. tapi di dalam mimpi saya nona memperkenal kan saya pada gadis yang bernama persis seperti nona. " sambung nya.
xia yu dapat menebak jika pemilik nama itu adalah diri nya di abad-21. dia pun berkata pada fang yin untuk melanjutkan ucapan nya karena dia juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi di dalam mimpi fang yin itu. "lanjutkan...!"
Fang yin.pov
Dua bulan yang lalu. saat xia wei nuan mendapatkan hukuman pukulan papan dari raja liu. fang yin mendapat kan mimpi aneh di malam sebelum dia pergi ke pengasingan. setelah kematian xia wei dan kelahiran xia yu.
Mimpi fang yi....
Di dalam ruangan yang berwarna putih. fang yin melihat dua sosok gadis dengan pakaian yang berbeda. satu berpakaian dari zaman kerajaan dan satu lagi berpakaian dari zaman abad-21.
(Xia wei nuan sebelum menikah dengan raja liu)
(Jing xia yu yang masih di abad-21)
"nona.." lirih fang yin yang kebingungan dengan situasi di sana. dia melihat nona nya bergandengan dengan gadis cantik yang tidak di kenal nya.
Xia wei nuan menghampiri fang yin dan memperkenal kan siapa gadis yang memakai jubah putih di samping nya.
"fang yin.. kenal kan dia adalah nona jing xia yu dari masa depan. sekarang dia adalah nona yang akan kamu dampingi. aku telah selesai di dunia ini saat aku mendapat kan hukuman yang sangat sadis dari lelaki yang ku cintai. aku mohon pada mu agar kau tetap berada di sisi nya untuk mendapat kan kebahagiaan di dunia ini,
percaya lah pada nya. nona xia yu adalah gadis baik hati yang mendapat kan penghianatan dari orang yang dia cintai, sama seperti aku. dia di berikan kesempatan untuk hidup kembali dengan menempati raga ku. aku pun memberikan nya karena aku lelah menjalani hidup ku yang menderita. aku memberikan tubuh ku seutuh nya dengan syarat dia membalaskan dendam ku dan memberi keadilan untuk ku dengan melepaskan predikat gadis hina karena fitnahan selir yenny dan keluarga nya.
kelak besok temui lah aku di kediaman pengasingan ku. jika kau tidak mendapat kan ijin. memohon lah pada nenek, dia akan membantu mu agar bisa menjadi pelayan ku lagi. jadi mulai sekarang kau akan mengabdi dengan nona xia yu. bantu dia untuk mendapat kan kebahagian nya di dunia ini. kau juga akan mendapat kan kebebasan mu jika kau bersedia mengabdi pada nya..."
setelah mengatakan semua itu xia wei dan xia yu menghilang dari ruangan putih itu meninggalkan fang yin yang masih tertegun di tempat nya. dia mau percaya tapi dia masih ragu dengan semua apa yang dia dengar dan lihat. tidak lama dia terbangun dari tidur nya. dia ingat jika diri nya sedang tidur di dalam kamar di kediaman nenek xia wei.
pagi hari nya fang yin keluar dari kamar dan mendengar kabar jika xia wei tengah di hukum oleh suami nya. tidak tahu apa yang terjadi dengan perasaan nya. fang yin dengan cepat berlari ke arah kamar nenek xia wei dan merengek meminta bantuan berbicara pada raja liu agar mengijinkan nya menjadi pelayan xia wei. dan dia pun mendapat kan ijin itu dengan bantuan nenek xia wei.
pagi hari nya dia bergegas ke tempat pengasingan xia wei. sampai di sana dia mendapati xia wei yang telah berganti menjadi xia yu yang tengah tidur menungging di atas kasur lepet nya. dia tidak mengingat mimpi yang dia dapat kan saat malam itu. yang dia ingat hanya xia wei mendapat kan hukuman dan merengek pada nenek nona nya. kemudian menjalani hidup nya lagi sebagai pelayan nona nya._off
Malam tadi saat di pennginapan fang yin mendapat kan kembali mimpi itu. dia terbangun begitu saja saat xia wei mengakhiri ucapan nya. dari saat itu fang yin mengerti kenapa nona nya berubah total. dia semakin bertekad akan mengabdikan diri nya pada nona baru nya yaitu JING XIA YU.
>>>
Fang yin menceritakan semua mimpi nya itu pada xia yu. dan dengan serius juga xia yu mendengar kan nya. 'jadi xia wei juga meminta gadis bodoh ini untuk mengabdi pada ku. berarti sekarang aku tidak perlu menyembunyikan semua ini dari fang yin bukan.? toh dia juga sudah tahu jika aku bukan nona nya dan dia tetap mengikuti kemari alih-alih kembali pada keluarga nya.' pikir xia yu.
karena merasa senang xia yu memeluk fang yin dengan sangat erat. begitu juga fang yin yang membalas pelukan itu dengan sama erat nya bagaikan saudara kandung yang tidak akan terpisahkan.
"jadi sekarang apa pendapat mu tentang ku.?" tanya xia yu.
"aku akan tetap mengikuti nona.. karena nona besar telah menyuruh saya agar mengabdi pada nona." jawab fang yin dengan wajah nya yang berbinar.
"hey.. aku menanyakan pendapat mu bukan nona besar mu." ujar xia yu.
"mm.. aku juga senang menjadi pelayan nona, sampai kapan pun aku akan tetap bersama nona. aku berharap nona mendapat kan semua kebahagiaan di dunia ini, dengan menikahi lelaki yang mencintai nona dengan tulus dan memberi ku keponakan yang tampan dan cantik." jawab fang yin dengan penuh harap nya.
"terimakasih.. aku ingin kau berjanji bahwa semua mimpi dan kebenaran jati diri ku tidak boleh ada yang mengetahui nya selain aku dan kau.!" ujar xia yu.
"baik nona.. aku berjanji akan menutup rapat mulut ku tentang nona." jawab fang yin.
"oh.. ya barusan kau berharap untuk aku bahagia di dunia ini." ujar xia yu.
"ya nona saya harap itu semua terjadi."
"tapi sebelum itu terjadi, kita harus menyelesaikan tugas yang di berikan seorang kakek tua yang menarik ku ke dunia ini." ujar xia yu.
"maksud nona..?" tanya fang yin.
"aku datang ke dunia ini dan mengganti kan xia wei karena campur tangan kakek tua itu. dia bernama kakek li dan dia adalah seorang alchemist yang di bunuh oleh adik nya sendiri. dia meminta ku untuk menemukan anak nya dan mengatakan semua apa yang terjadi pada nya saat kepergian nya terakhir kali. tapi aku bingung tidak mempunyai petunjuk apa pun tentang anak nya itu." jelas xia yu.
"jadi nona pergi dari kerajaan xing karena titah kakek tua itu.?" tanya fang yin.
"ya.. kita akan mulai pencarian kita di kerajaan xifang dan aku juga akan pergi ke hutan keabadian sesuai perintah dari kakek li." jawab xia yu sembari mulai memakan kembali buah yang tadi sempat di tinggal kan. dia juga menyerahkan satu buah pada fang yin dan beberapa buah sisa nya pada ke dua kuda di dekat nya.
**tbc