The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
276. Pa.. Paman Yuan?



***


Bayangan satu dan Daihe tertegun ketika melihat apa yang terjadi di dalam. Mereka melihat kedua wanita terduduk lemas di sudut ruangan. Sedangkan Tuannya terlihat berkelahi dengan sosok berpakaian merah. Namun perkelahian mereka terlihat seperti bukan berkelahi. Mereka berdua ingin melerai perkelahian itu. Tapi gerakan mereka terhenti karena Tuannya mengisyaratkan untuk tidak ikut campur.


Raut wajah Tuan Neraka sangat suram. Suaranya terdengar penuh amarah ketika dia dia berkata. "Jangan ikut campur, ini bukan urusan kalian."


'Sialan! Kenapa bocah tengik itu sangat sulit di kendalikan?' Decak kesal Bayangan Satu yang mengira jika Xia yu mengganggu acara Tuannya dengan kedua wanita dari Menara Keindahan.


Xia yu kembali melompat ke kanan dan ke kiri mengejar sosok pria bertopeng sambil terus menerus mengarahkan tangannya ke arah wajah pria itu. Namun tangannya masih saja tidak bisa menyentuh topeng itu.


Berbeda dengan Tuan Neraka yang ternyata dia mulai melancarkan aksinya. Pertama-tama dia membuka jubah tebal yang Xia yu kenakan. Lalu melemparkan jubah itu secara asal. Kemudian dia membuka ikat pinggang yang mengikat hanfu luar milik Xia yu, membuat pakaian Xia yu melonggar. dan terbuka.


Menyadari hal itu, Xia yu langsung meraih pita merah panjang yang berada di kepalanya. Kemudian dia menarik pita itu sehingga membuat ikatan pada rambutnya terlepas. Rambut panjangnya terbang seketika dia memutar badan saat mengikat kembali pakaiannya. Lalu ketika dia berhenti rambut panjangnya terjatuh, tergerai dengan sangat indah. Membuat semua orang yang ada di sana terpesona.


Wajah mereka masih tertutup topeng. Xia yu kembali menyerang Tuan Neraka, namun kali ini dia benar-benar sial.


Sudut bibir Tuan Neraka lagi-lagi terangkat, membuat senyuman smirk yang dapat membuat orang merinding. Namun kali ini, senyuman itu bukan ditujukan untuk kekerasan. Melainkan permainan membuka jati diri masing-masing.


Tuan Neraka telah lebih dulu melepaskan topeng milik Xia yu. Gadis itu tidak lagi memperdulikan wajahnya yang tidak tertutup topeng. Juga pakaiannya yang satu persatu dilepaskan oleh pria itu.


Tirai berwarna putih terbang karena angin yang dikeluarkan oleh Xia yu. Kini gadis itu hanya memakai pakaian dan celana berwarna putih. Pakaian itu di sebut baju bagian dalam. Semua pria dan wanita akan menggunakan baju itu sebelum mengenakan pakaian luar.


Celah kerah di bagian tengah sedikit terbuka, memperlihatkan kain putih yang melilit buah dada milik Xia yu. Tuan Neraka menyadari permainannya sudah melampaui batas. Dia tidak ingin anak buahnya melihat tubuh Xia yu. Dia pun mengumpulkan energi di kakinya lalu melompat kearah Xia yu dan membawa gadis itu masuk kedalam kamar.


"Ahhh!"


Xia yu berteriak kaget. Dia sedang lengah dan sekarang seluruh tubuhnya sudah berada dalam pelukan Tuan Neraka.


'Astag*! Tuan memeluk bocah itu dan membawanya masuk kedalam kamar?!'


Wajah Bayangan Satu dengan Daihe langsung pucat ketika mereka melihat pintu kamar Tuannya tertutup dengan suara yang keras. Mereka saling memandang dengan wajah yang terlihat begitu kebingungan dan terkejut. Terlebih lagi ketika Tuan Neraka membawa Xia yu masuk ke dalam kamarnya. Pikiran mereka langsung berlarian mencari jawaban yang masuk di akal.


Di dalam kamar, Tuan Neraka membawa Xia yu kearah tempat tidur dan mengunci tubuh Xia yu dengan tubuhnya.


"YAK! Lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan?"


Teriak Xia yu dalam kukungan Tuan Neraka. Pria itu sama sekali berniat melepaskan Xia yu. Tangannya terulur membelai wajah milik Xia yu. Kemudian, dia bertanya.


Suara Tuan Neraka benar-benar seksi, membuat tubuh Xia yu tegang sesaat. Dengan rasa kesal dan marah, dia menatap pria dihadapannya dan berbicara.


"Aku tidak tertarik dengan wajahmu! Yang membuatku ingin melepaskan topengmu adalah aku ingin tahu siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau menahan sahabatku?" Ucap Xia yu dengan amarah yang membeludak di dadanya.


Xia yu mengingat kembali bisikan Tuan Neraka beberapa saat yang lalu. "Nona Jing, dengarkan aku baik-baik. Pelayanmu yang bernama Feng yi ada ditempat ini. Jika kamu ingin bertemu dengannya, menurut lah padaku. Aku ingin kau merubah penampilanmu sekarang juga!"


Setelah mendengar bisikan itu. Pikiran Xia yu langsung mengingat sahabatnya Fang yin. Dia membayangkan bagaimana keadaan Fang yin saat itu. Detak jantung Xia yu langsung bergemuruh hebat. Amarah muncul begitu saja, membuat wajahnya berwarna merah padam. Tatapan mengintimidasi yang setajam mata pisau langsung dia arahkan pada Tuan Neraka. Lalu dia memilih berteriak padanya dan menyerang pria itu.


Saat ini Tuan Neraka sedang menatap lekat mata Xia yu. Kemudian, dia berkata. "Nona, akhirnya kau ingin tahu siapa aku? Lantas jika aku membuka topengku, apakah kau dapat mengenaliku?"


Xia yu memicingkan matanya dan menjawab ucapan Tuan Neraka. "Jika aku pernah bertemu denganmu, maka sejelek apapun wajahmu tetap akan aku ingat!" Ucapnya dengan sinis dan terkesan merendahkan Tuan Neraka.


"Jelek?"


Ucap Tuan Neraka sambil mengangkat satu alisnya. Dia tidak pernah menduga jika gadis dibawah tubuhnya itu benar-benar tidak ada takutnya sama sekali. Bahkan dalam keadaaan yang terpojok seperti itu pun dia masih bisa bersikap keras kepala. Salah satu tangan Tuan Neraka memegang topeng perak diwajahnya, lalu membuka topeng itu tepat dihadapan wajah Xia yu.


"Bagaimana? Apakah kamu mengenali siapa pemilik wajah jelek ini?"


Dalam jarak sedekat itu, Xia yu bisa melihat dengan jelas pahatan wajah Tuan Neraka. Kedua matanya terbelalak kaget, dia benar-benar terkejut dengan apa yang dia lihat. Wajah yang tertutup topeng itu tidak memiliki cacat sedikitpun. Dan Xia yu dapat mengenali wajah itu dengan sangat baik. Pemilik wajah itu tidak lain adalah sosok berkuasa dan berkarisma yang pernah Xia yu temui sebelumnya.


"Pa.. Paman Yuan?"


Panggilan itu kembali terngiang di telinga Tuan Neraka. Pria itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Ternyata gadis itu masih mengenalinya. Dan dia terlihat senang ketika melihat wajah terkejut Xia yu yang menurutnya sangat lucu.


Bagaimana tidak lucu? Saat ini, kedua mata dan mulut Xia yu terbuka lebar. Bahkan kedua pipinya merah merona, membuatnya terlihat seperti seorang gadis muda yang menahan rasa malu.


Sayangnya bukan Rasa malu yang Xia yu rasakan, melainkan kekesalan yang sudah tidak bisa dia tahan lagi. Dengan cepat dia merubah ekspresi terkejutnya dengan ekspresi kesal. Membuat Tuan Neraka tertawa sampai terbahak-bahak.


"HAHAHAHA!.."


Tuan Neraka mendudukkan tubuhnya diatas kasur dan kembali tertawa sambil memegangi perutnya. Setelah sekian lamanya hidup di dunia ini, baru kali ini dia bisa tertawa lepas. Itu semua hanya karena ekspresi cemberut Xia yu.


Suara tawa Tuan Neraka yang menggelegar itu membuat orang-orang yang di luar kamar terkejut bukan main. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar sampai-sampai Tuannya tertawa keras seperti itu. Selama menjadi pengawal Bayangan Tuan Neraka, mereka tidak pernah sekalipun melihat Tuannya tertawa. Apalagi mendengarnya sampai terbahak-bahak seperti itu.


**tbc