
Kita tinggalkan lien hua yang mengamuk di kediamannya kita beralih ke xia yu yang sedang merapikan kediamannya yang baru dia mengambil bunga gardenia yang dia temui di luar dan menaruhnya dalam pot. xia yu mengeluarkan kotak kecil pemberian dari kakek Li dia mulai membayangkan di dalam kotak itu ada satu buah suntikan yang bisa membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh. tidak lama setelah membayangkan kotak itu mengeluarkan cahaya putih xia yu membuka kotak itu dan mendapati apa yang dia bayangkan tadi, xia yumengambilkan suntikan itu dan menyuntikan cairan di dalamnya ke batang tanaman bunga gardenia.
"tumbuhlah dengan cepat putih.." lirih xia yu membelai daun bunga gardenia itu dia juga mencium bunga putihnya.
setelah itu dia mendengar seseorang memanggil nama pemilik tubuhnya.
"selamat pagi permaisuri xia wei.." ujar seorang pelayan wanita dari balik pintu. xia yu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah suara itu berasal dia membuka pintu kediamannya dan terlihat empat pelayan wanita berlutut di depan pintu.
"bangkitlah... ada apa kalian mencariku..?" tanya xia yu tanpa basa-basi
"kami kemari di perintahkan raja liu untuk membantu permaisuri merias diri karena siang ini yang mulia dan permaisuri akan berkunjung ke istana" ujar salah satu pelayan
"tidak perlu akau bisa sendiri" jawab xia yu menolak
"tapi permaisuri.. yang mulia memerintahkan kami...." ucapan pelayan itu di potong xia yu
"aku bilang tidak perlu..!! aku tidak suka manusia bermuka dua seperti kalian" bentak xia y membuat ke empat pelayan itu marah
...plak..plak..plak..plak.. tamparan bertubi-tubi dari xia yu ke pipi pelayan itu sehingga membuat pelayan lainnya mencoba menyerangnya. tapi mereka tidak tahu jika mereka bukan berhadapan dengan xia wei melainkan xia yu yang tak kenal maaf kepada orang telah membuatnya marah. xia yu menendang semua pelayan itu hingga bernasib sama seperti pelayan pertama yang dia tampari setelah melihat mereka menangis xia yu berhenti dan berdiri di depan ke empat pelayan yang telah babak belur itu.
"ini hukuman untuk kalian.... aku peringatkan jika kalian berani mempunyai niat untuk mempermalukan ku lagi dengan riasan bodoh kalian itu. akan ku buat pipi kalian merah bukan karena tamparan tapi dengan darah kalian" ujar xia yu dengan aura yang mengintimidasi. ke empat pelayan itu bersujud di hadapan xia yu memeohon maaf kepadanya.
"maafkan kami permaisuri kami tidak akan melakukannya lagi" ujar pelayan pertama yang bicara sedangkan pelayan yang berani melawannya sudah pingsan saat mendengar ancaman xia yu
"pergilah.. bawa teman kalian yang sok berani itu dan juga beritahu pada lelaki di sana jika dia masih mengintip akan kupastikan matanya ku congkel dengan tangan ku sendiri" jawab xia yu dengan mengibaskan lengannya dan menunjuk ke arah pintu masuk paviliun yang di sana terdapat lelaki berpakaian hitam tidak lain adalah qiu si tukang intip yang selalu ketahuan oleh xia yu.
"baik permaisuri.. kami pamit undur diri" ujar pelayan tadi mereka bertiga undur diri dan membawa teman mereka yang pingsan
xia yu kembali ke kamarnya dia berendam air hangat di pemandian paviliun itu, xia yu mulai berpikir bagaimana membongkar topeng si alien di hadapan si liu liu. 'siang ini aku akan ke istana pasti bertemu alien itu huh.. bikin aku jengkel saja, dia pasti sudah tau kalau aku sudah datang kemari dan juga dia tahu kalau aku mengacaukan tempat ini' (xia yu berpikir sejenak) 'hm... aku punya rencana cantik buat ngadepin si alien sebelum dia berulah aku akan buat dia bungkam seribu bahasa dan aku juga bisa membuat orang lain tahu bahwa dia yang memfitnah ku, akan aku gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.' batin xia yu mendapatkan ide untuk menjatuhkan lien hua. xia yu tidak mau berlama-lama menghadapi lien hua dia akan mengunakan satu cara untuk membuatnya terpuruk.
"xia wei.. pembalasan di mulai..!!" lirih xia yu dengan menampilkan senyuman iblisnya.
****tbc**