The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
247. Hutan Neraka..



***


Didalam kesunyian hutan yang dingin dan gelap, terlihat sosok bayangan merah berlari melintasi pohon yang tinggi menjulang ke atas langit. Bayangan merah itu terlihat seperti terbang diantara dedaunan pohon yang rindang.


Dari arah belakang terlihat dua bayangan hitam mengejar sosok bayangan merah itu. Mereka adalah kultivator Warrior yang mengejar Tabib misterius, yang melarikan diri dari kerajaan Iblis. Bayangan Merah itu semakin cepat masuk kedalam perut hutan.


Weyang bersama temannya mengejar Xia yu, sementara teman yang satunya lagi pergi istana. Dia yakin sebentar lagi Raja iblis dan anak buahnya juga akan menyusul kepergiannya. Sebelum mereka datang, Weyang harus segera mendapatkan Tabib kecil itu.


Kedua sudut bibir Xia yu terangkat membentuk senyuman yang manis sekaligus meremehkan. Dia mendapatkan sebuah ide cemerlang untuk meloloskan diri dari kejaran dua Kultivator itu.


"Cih, kalian tidak akan bisa menangkap ku!" Gumam Xia yu dalam pelariannya. Dia berlari dan melompat menaiki sebuah cabang pohon besar. Detik berikutnya dia berhenti dan berdiri di atas sebuah pohon. Melihat kedua bayangan hitam yang mengejarnya.


"Berhenti!" Teriak Weyang menghentikan langkahnya ketika melihat sosok bayangan merah yang mereka kejar sedang berdiri di atas pohon. Kedua alisnya mengkerut dan bertanya dalam hati. 'Apa yang sedang dia rencanakan?!'


Begitulah pertanyaan dari ekspresi wajah kedua bayangan hitam itu. Senyum Xia yu semakin mengembang ketika jarak diantara mereka tidak terlalu jauh. Dia tidak berpikir apa-apa lagi. Tanpa mengambil aba-aba, dia menghentakkan kakinya, melompat dari atas pohon dan berlari kearah mereka dengan secepat kilat.


Energi mistik mengalir di kedua tangannya. Seketika energi mistik yang kuat itu lepas dari kedua tangan Xia yu. Terbang melesat ke arah dua pria itu.


"Akhh!"


Jerit kedua pria itu tatkala energi mistik yang secara tiba-tiba menghantam tubuh mereka berdua. Membuat mereka terdorong beberapa meter hingga terhenti ketika tubuh mereka menabrak pohon di belakangnya. Kedua orang itu terpental cukup keras.


Xia yu memanfaatkan keterkejutan mereka berdua. Dia berlari melewati kedua orang itu dengan kecepatan yang sangat cepat. Kemudian menghilang dalam kesunyian hutan.


Weyang dan temannya tampak sangat terkejut. Mereka tidak menduga kalau kemampuan tabib kecil, yang mereka anggap berada di tingkat Fighter itu memiliki kekuatan dalam yang begitu besar. Bisa-bisanya mereka meremehkan gadis kecil tuannya.


Saking kuatnya energi mistik itu, membuat tubuh mereka terlempar dan mengeluarkan seteguk darah segar dari mulut mereka. Dalam keterkejutan itu, mereka segera bangkit dan melihat sekeliling tempat itu. Mereka tidak bisa menemukan sosok bayangan merah yang sedari tadi mereka kejar.


"Sial!" Umpatan itu lolos begitu saja dari mulut Weyang. Ekspresi wajahnya terlihat frustasi.


"Bagaimana ini, kita kehilangan jejak gadis itu?" Ucap temannya yang tak kalah frustasi.


"Kita berpencar! Cari jejak gadis itu, kalau perlu kita telusuri hutan ini." Jawab Weyang mengambil keputusan untuk mencari Xia yu di dalam hutan itu. Dia yakin kalau gadis itu masih berada didalam hutan.


"Mm, baiklah aku akan pergi ke arah barat."


"Aku pergi kearah timur!"


Setelah mengatakan itu, mereka pun berpencar. Mencari jejak yang di tinggalkan oleh Xia yu.


Sementara saat ini, orang yang mereka cari sedang asyik berbaring di atas tempat duduk yang terbuat dari kayu. Xia yu sedang berbaring di luar rumahnya yang ada didalam ruang dimensi. Dunia kecilnya.


"Huufh! Lelahnya.." Lirih Xia yu sembari mengatur nafas yang membuat dadanya naik turun dengan cepat.


Sementara di sebelahnya terdapat lelaki tampan yang saat ini sedang memalingkan wajahnya kearah lain. Meskipun dia seekor binatang sakral, dia tetaplah makhluk hidup yang memiliki perasaan. Melihat apa yang terjadi pada Xia yu, membuatnya malu dan salah tingkah. Xiao huang sedang tersipu malu.


"Xiao huang, tolong ambilkan air. Aku haus sekali!" Pinta Xia yu masih dalam posisi berbaring. kedua matanya tertutup setelah berhasil mengatur nafasnya.


"Ini Tuan." Ucapnya seraya menyerahkan satu gelas berisi air.


Xia yu membuka matanya, lalu dia duduk bersila, kemudian meraih gelas yang berisi air itu. Lalu meminumnya.


'Glegk! Glegk! Glegk!'


Air dingin itu mengalir dengan cepat membasahi tenggorokan Xia yu. Membuat tulang tenggorokannya naik turun saat menelan air itu. Dahaganya telah hilang digantikan dengan kesejukan. Air yang ada di dalam ruang dimensi bagaikan air


"Haahh.. Segarnya!" Ucap Xia yu setelah meminum air itu hingga tandas tak tersisa.


"Lagi?" Tanya Xiao huang penuh perhatian.


"Tidak, terimakasih.." Xia yu menolak karena memang sudah cukup. "Oh ya, Sebentar lagi kita akan naik ke puncak gunung di hutan ini."


"Puncak gunung?! Memang sekarang, Tuan sedang berada di hutan apa?"


"Entahlah, aku tidak tahu namanya. Yang pasti hutan ini masih berada di wilayah Kerajaan Iblis. Kurasa dipuncak gunung aku bisa mendapatkan sedikit informasi tentang kerajaan ini dan Klan Alchemist Golongan Hitam." Jelas Xia yu.


Sebenarnya sebelum Xia yu melarikan diri, dia tidak sengaja mendengar perbincangan antara para penjaga yang berjaga di luar kamarnya. Jangan salahkan dia kalau perbincangan itu terdengar olehnya. Salahkan saja pendengarannya yang begitu tajam.


Xia yu tidak mau tinggal di istana itu terlalu lama. Meskipun dirinya membutuhkan informasi tentang rencana Raja Iblis. Untuk saat ini, mungkin informasi yang didapat dari Alchemist Golongan Hitam itu bisa berguna.


Didalam hutan Neraka, Raja iblis beserta anak buahnya telah sampai. Mereka telah bertemu dengan Weyang dan satu anak buahnya lagi. Raja iblis begitu marah kepada orang kepercayaannya.


"Kalian tidak bisa menangkap gadis kecil yang kultivasinya berada di tingkat Fighter! Apa kalian sungguh seorang Warrior?!" Bentak Huang Zhuzi dengan keras kepada pria yang saat ini sedang berlutut dihadapannya.


"Maaf Yang Mulia. Saya tidak menyangka jika kecepatan dan Energi Mistik yang dimiliki gadis itu lebih besar dari tingkatan kultivasinya. Kekuatannya sama dengan Kultivator Warrior tingkat satu." Jelas Weyang.


"Aku tidak mau tahu, kalian harus mencari jejak gadis kecil ku sampai dapat. Jangan harap kalian bisa kembali sebelum mendapat jejak gadis kecilku!"


"Baik Yang Mulia.." Jawab Weyang. Bagaimana pun, dia telah mendapatkan tugas untuk menjaganya. Dan ketika mereka kehilangan Xia yu, mereka harus mempertanggung jawabkan tugasnya.


Setelah mengatakan semua itu, Raja iblis kembali ke istana dengan menggunakan binatang sakral miliknya. Dia melakukan kontrak dengan beberapa macam binatang sakral. Dan dia juga memiliki binatang sakral yang melegenda. Seekor Ular Naga berwarna hitam. Yang bisa diperkirakan umurnya sudah mencapai ratusan tahun.


Dua puluh kultivator yang menculik Tabib Misterius kini sedang menelusuri hutan. Mencari keberadaan Xia yu yang saat ini sedang berada didalam ruang dimensi.


Sudah seharian penuh mereka mencari Xia yu. Namun sosok yang di cari tak kunjung terlihat, bahkan hanya untuk jejak kakinya saja. Mereka merasa aneh, bagaimana gadis kecil itu tidak meninggalkan jejak kaki sedikitpun. Bahkan para kultivator itu mencari jejak Xia yu dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Sayangnya semua kerja keras mereka tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.


Tabib Misterius itu bagaikan hantu yang tidak memiliki jejak!


****tbc


Maaf ya, seharusnya Author update tadi malam. Namun apa mau dikata, kalau semua kata yang sudah saya tuliskan malah terhapus gara-gara keteledoran saya. Alhasil saya harus mikir dari awal lagi.. Huhu sedih saya**..