The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
81. Penyesalan raja liu



Paviliun raja liu.


Di dalam kamar raja liu terbaring di atas tempat tidurnya. dia masih belum siuman saat di bawa oleh ke dua pengawalnya pulang dari paviliun xia yu.


tidak berapa lama ada pergerakan dari tubuh raja liu. qiu dan sing menghampiri tuan nya dan menanyakan keadaan nya.


"yang mulia apa kah anda baik-baik saja..?" tanya qiu mendatangi raja liu.


"ya aku baik-baik saja.. kenapa aku bisa ada di sini..? bukan nya tadi aku berada di paviliun xia wei." jawab raja liu bangun dari posisi tidur nya. dia bingung kenapa dirinya bisa ada di dalam kamar nya, terlebih lagi kenapa dia bisa tidak sadarkan diri.


"apa kah yang mulia tidak ingat apa yang terjadi tadi di paviliun permaisuri..?" tanya sing sama bingung nya dengan yang di tanya.


"aku tidak ingat.. memang apa yang terjadi..?" tanya balik raja liu sebab diri nya belum mengingat kejadian apa yang terjadi di tempat xia yu.


"maaf yang mulia hamba tidak tahu apa yang terjadi pada yang mulia saat ada di dalam paviliun bersama permaisuri. kami hanya di perintahkan membawa yang mulia kembali kemari dan memberikan surat pemberitahuan kepada kaisar karena yang mulia telah melanggar kesepakatan permaisuri. dan juga ancaman terhadap yang mulia." jelas qiu memberitahukan perintah dari xia yu.


"aku melanggar kesepakatan.. ancaman..? apa maksud kalian aku tidak mengerti.." tanya kembali raj liu masih tidak mengerti .


"maaf yang mulia kemarin permaisuri mengancam. jika yang mulia berani menyentuh nya permaisuri a..a...kan menidurkan pu..pusaka yang mulia. dan mengambil kembali kesempatan yang permaisuri berikan." jawab qiu sedikit gagap karena grogi dan malu membahas area sensitif.


"pusaka..?" tanya raja liu masih tidak mengerti.


"ven*s yang mulia.." lirih sing memberanikan diri. meskipun dia sendiri malu saat mengucapkan kata aurat itu.


"apa....?" jawab raja liu terkejut mendengar ucapan sing. maksud dari kata pusaka yang tadi tidak di ketahui olehnya ternyata adalah organ intim nya sendiri.


"maaf yang mulia hamba tidak bisa mencegah permai..." ujar qiu dan sing meminta maaf tapi terpotong oleh bentak kan raja liu.


"keluar lah.." bentak raja liu membuat qiu dan sing berhenti mngutara kan maaf nya.


"baik yang mulia." jawab m,ereka bersama. qiu dan sing keluar dari kamar raja liu, mereka tetap berjaga di depan pintu.


sedangkan raja liu mulai mengingat-ngingat apa yang terjadi sebenar nya. dia menutup mata nya dan memfokus kan pikiran nya saat bersama xia yu.


raja liu mengingat semua tindak kan nya pada xia yu. dari awal masuk ke kamar sampai ucapan xia yu yang terdengar samar-samar di telinga nya karena tak sepenuh nya pingsan saat xia yu melumpuhkan saraf nya.


'apa yang telah aku lakukan.. kenapa aku bisa lepas kontrol seperti itu.. bagaimana aku bisa memperbaiki hubungan ku dengan nya jika ku melakukan kesalahan terus menerus.' batin raja liu setelah mengingat apa yang menyebab kan diri nya pingsan.


dia malu, sedih, dan bingung. dengan masa keadaan nya sekarang. wajah nya penuh dengan penyesalan yang tiada batas nya.


'bagaimana aku bisa sebodoh ini.. aku belum juga mendapat kan maaf nya, dan kini aku telah membuat hubungan ku dengan nya semakin jauh.' lanjut batin raja liu.


Aaahhhh.. bodoh...prang....prang... suara teriak kan dan barang yang membentur lantai karena di lempar oleh raja liu.


raja liu semakin frustasi di keheningan malam yang menemani nya. dia sangat-sangat menyesal atas tindakan nya.


"xia wei... maaf." lirihnya dalam keheningan malam. terus dia gumam kan dengan deraian air mata penyesalan yang membasahi wajah nya.


rambut yang acak-acak kan tak beraturan semakin membuat miris orang yang melihat nya.


sedangkan ke dua pengawal yang berjaga di luar merasa khawatir dengan kondisi tuan nya yang tengah mengamuk di dalam kamar.


mereka mendengar beberapa kali suar barang yang terjatuh.. mungkin itu adalah vas bunga, gelas, mangkuk, nampan dan masih banyak lagi. di tampah suara teriak kan putus asa dari tuan nya.


malam yang tak di sinari oleh cahaya bulan semakin mencekam menemani ke tiga orang itu.


raja liu tertidur setelah kelelahan menangis dan berteriak karena penyesalan nya terhadap xia yu.


qiu dan sing juga memejamkan mata nya dalam posisi menyandar kan tubuh nya ke dinding kamar.


****tbc


dukung terus author nya dengan amunisi kalian. biar author tetap semangat oke**...