
***
Hembusan nafas lega itu di susul dengan ambruk nya sang tabib di hadapan gadis itu.
..Brukh..
Xia yu terjatuh dengan posisi terduduk. wajah nya terlihat sangat pucat, sedang kan tubuh nya sangat lemah. hingga dia tidak bisa menopang tubuh nya sendiri.
semua orang terkejut.! mata mereka terbelalak kaget. mereka bingung melihat situasi seperti itu di hadapan mereka.
*apa yang terjadi pada tabib itu.?.
*apa itu karena penyakit putri.?
itu lah pertanyaan yang ada dalam hati mereka.
berbeda dengan xia yu. dalam posisi duduk itu xia yu lemah tak berdaya karena tenaga dalam nya terkuras oleh penyakit gadis itu.
..hosh..
..hosh..
nafas xia yu terengah-engah. ada seseorang yang tidak tega melihat hal itu. orang itu adalah su fanghua.
dia menghampiri xia yu dengan membawa satu mangkuk air hangat. entah kenapa perasaan nya makin kuat saat berhadapan langsung dengan sang tabib.
namun dia tidak bisa bertanya di hadapan semua orang. karena jika benar sang tabib itu adalah teman nya. mungkin keluarga nya akan menuntut lebih.
terlebih lagi karena teman nya itu tengah menyamar. su fanghua tidak akan tega membuka samaran nya bukan.? maka dari itu dia lebih baik mengikuti alur nya saja.
"minum lah..!" lirih nya menyerahkan mangkuk berisi air itu. xia yu mengenali suara itu, dengan sigap tangan nya meraih mangkuk itu lalu menenggak habis air minum itu.
..Glegk..
..Glegk..
Dengan satu tegukan air itu habis di minum oleh xia yu. dia melihat ke arah depan. dimana orang yang di kenal nya tengah terlihat cemas. namun xia yu tidak ingin jati diri sebagai tabib nya di ketahui semua orang. jadi dia memilih bersikap tidak goyah pada su fanghua yang telah mencurigai diri nya adalah xia yu.
"terimakasih..!" lirih nya dingin tanpa ada kehangatan dalam ucapan nya.
su fanghua merasa kecewa. karena dia melihat kepribadian yang berbeda dari gadis di hadapan nya. sang tabib yang dia curigai teman nya. terlihat sangat dingin, acuh, tegas, dan memiliki aura kejam dalam sorot mata biru nya.
'dia bukan teman ku.!' batin su fanghhua.
setelah itu su fanghua membantu sang tabib berdiri. sebelum di hampiri oleh su fanghua, xia yu sempat meminum satu pil untuk meningkat kan tenaga dalam nya. kini mereka berdua berjalan mendekati kaisar. xia yu tidak bisa berlama-lama tinggal di istana.
kaisar melihat semua itu. tentu nya dia juga merasa cemas dengan keadaan sang tabib. saat xia yu berhasil berhadapan dengan nya. dia pun mulai bertanya.
"bagaimana keadaan anda tabib..?" alih-alih menanyakan kondisi putri nya. kaisar lebih memilih bertanya dulu keadaan sang tabib. karena dia merasa bersalah telah membuat nya kelelahan dan kehabisan tenaga dalam nya.
"saya baik-baik saja..!" jawab xia yu, kemudian dia melanjutkan ucapan nya. "kondisi putri anda juga telah membaik. dia akan sadar sepenuh nya setelah satu jam ke depan." sambung nya.
mendengar hal itu, mereka senang bukan main. kini gadis yang ceria itu akan kembali seperti semula. namun, kaisar masih ingat dengan ucapan aneh yang xia yu lontarkan. dia pun memberanikan bertanya untuk mengetahui apa penyakit anak nya. "jika saya boleh tahu, sebenar nya apa penyakit putri saya.?"
"penyakit putri anda bukan di karena kan kondisi tubuh nya, melainkan penyakit yang di kirim oleh orang yang iri dan benci terhadap anda.! sebaik nya anda sekeluarga mulai memasang perlindungan diri dari orang yang memahami ilmu hitam. agar orang yang membenci anda tidak bisa lagi menyerang anda dengan kekuatan ilmu hitam lagi.! karena anda tidak bisa menemukan orang yang menyerang keluarga anda dengan cara itu. lebih baik membuat benteng untuk menghalau musuh yang tak terlihat itu." jelas xia yu.
kaisar mengerti penjelasan xia yu. dia bersyukur sang tabib misterius di hadapan nya berhasil mengalahkan mantra dari sihir penyakit itu. dia mengangguk kan kepala nya pelan, tanda dia menyetujui saran xia yu. "baik saya akan melakukan apa yang tabib saran kan.! terimakasih telah menyelamat kan putri tercinta saya.!"
"tidak apa, itu adalah tugas saya sebagai tabib.! maaf saya harus pergi karena tugas saya telah selesai." xia yu pamit berniat untuk segera pergi.
"sebaik nya anda makan dan istirahat dulu tabib.. anda terlihat sangat lemah." tutur kata permaisuri memberanikan diri menghentikan niat xia yu. dia merasa tak tega membiarkan sang penyelamat putri nya putri begitu saja dengan keadaan yang lemah.
'benar juga yang di katakan mereka. sebaik nya aku beristirahat terlebih dulu.' batin xia yu.
"tolong siap kan jamuan makan untuk tabib.. semua makanan enak dan camilan kerajaan." titah permaisuri pada pelayan pribadi nya. kaisar tersenyum manis melihat kebahagiaan pada wajah permaisuri.
"ming'er, fang'er.. tolong kalian antar kan tabib ke kamar tamu." titah kaisar pada pangeran xian ming dan su fanghua.
"baik ayah..! mari tabib.." jawab xian ming dengan senang hati. kemudian su fanghua mengajak xia yu pergi dari kamar gadis itu.
xia yu mengangguk kan kepala nya tanda dia menyetujui. dia mengikuti xian ming dan su fanghua. kepergian mereka di iringi beberapa pelayan dan pengawal dari belakang.
>>>
Tiba di dalam kamar xia yu langsung menyuruh mereka keluar dari ruangan itu. xia yu berniat untuk membersihkan tubuh nya. ingat lah dia sangat suka dengan kebersihan. maklumi saja, sekarang tubuh nya itu sangat bau dengan keringat yang dia keluarkan sepanjang malam.
dia mandi dengan air hangat yang telah tersedia di dalam kamar mandi. seperti nya itu adalah pemandian yang memiliki tungku di luar kamar itu.
xia yu memasuk kan beberapa ekstrak bunga ke dalam air untuk pewangi alami nya. ah.. dia sangat menikmati waktu mandi nya sampai tak sadar jika su fanghua telah kembali bersama beberapa pelayan yang membawa makanan di atas baki yang mereka pegang.
mereka masuk ke dalam kamar yang di tempati xia yu karena tidak mendengar jawaban dari sang empu nya. su fanghua mendengar gemericik air dari arah pemandian. 'ternyata tabib itu sedang mandi.!' batin su fanghua.
tidak berapa lama pintu pemandian itu terbuka yang di ikuti dengan uap dari air panas. harum wewangian berasal dari beberapa jenis bunga menyentuh indra penciuman mereka.
tidak berapa lama muncul lah sosok gadis cantik dengan pakaian biru nya yang seksi. tangan kanan nya tengah membenahi rambut yang dia ikat. terdapat air yang menetes dari rambut yang menjelajahi wajah sampai leher nya. kini paras wajah di tutupi topeng itu telah terlihat oleh su fanghua dan beberapa pelayan yang tengah merapihkan makanan di atas meja.
(maaf jika tidak sesuai dengan visual xia yu. karena ini hanya ilustrasi saja.)
...
semua orang yang berada di kamar itu terpana dengan kecantikan xia yu. mereka tidak menyangka jika masuk tanpa ijin itu bisa melihat kecantikan yang telah di tutupi oleh topeng putih itu.
xia yu terlihat begitu cantik dan dewasa. bibir merah ceri nya seperti candu untuk di pandangi. tidak.! bukan hanya bibir nya saja melain kan semua yang di tampil kan saat ini sangat bertolak belakang dengan penampilan nya dua hari lalu.
"sangat tidak sopan.!" desis xia yu berdecak kesal dengan ketidak sopan nan mereka. dia tidak terlalu risih sebenar nya. itu karena penampilan asli nya tidak terlihat oleh orang-orang itu.
"maaf kan kami tabib misterius.! kami tidak bermaksud untuk menggangu anda.!" ucap para pelayan itu langsung bersujud di hadapan xia yu. mereka merasa bersalah dan takut saat mendengar ucapan xia yu. berbeda dengan su fanghua yang masih terpana dengan wajah xia yu.
"apa kau sudah puas memandangi wajah ku tanpa ijin.!" cibir xia yu pada su fanghua.
su fanghua kelabakan, lagi-lagi dia terpana dengan gadis yang sama. namun dia tidak tahu jika itu gadis yang sama. "ma..maaf.. saya hanya mengantarkan makanan ini.. saya tidak bermaksud untuk tidak sopan, saya hanya khawatir terjadi apa-apa dengan anda." jelas su fanghua.
"pergi lah..." titah xia yu menyuruh mereka semua pergi dari ruangan itu. "mohon untuk di ingat nona.. saya biasa nya tidak membiarkan orang yang telah melihat wajah saya begitu saja. tapi sekarang anda bersama para pelayan anda beruntung karena saya sedang malas menghadapi kalian. jika kalian membuka mulut kalian tentang saya. jangan harap kalian bisa melihat hari esok.!!" dengan aura dingin nya xia yu mengancam mereka.
bulu kuduk su fanghua dan para pelayan itu berdiri setelah mendengar ucapan xia yu. mereka langsung merasa tertekan dengan ancaman nya. dengan ketakutan yang mereka rasakan, mereka keluar dari kamar itu.
wajah mereka terlihat pucat. mereka harus menjaga mulut mereka agar tidak membeber kan kecantikan sang tabib. namun, wajah su fanghua terlihat begitu merona. entah apa yang ada dalam benak nya. setelah melihat wajah cantik sang tabib. dia seperti seorang pemuda yang kasmaran pada pandangan pertama.
iiihh... batin author merinding.
**tbc
semoga bisa mengobati kerinduan kalian pada novel ini..
maaf ya kondisi fisik dan batin author lagi kurang bagus. jadi hanya bisa segini saja. mohon doa nya agar author selalu semangat dan bangkit dari keterpurukan oke..
chayo..✊
like, vote, dan rate jangan lupa ya..
terimakasih..🙏