
***
Orang-orang yang ada di sana merasa terkejut ketika mereka melihat pembunuhan yang seorang gadis di depan mata mereka. Sosok gadis dengan tanda hitam di wajahnya baru saja melakukan aksi yang terbilang keji untuk seorang perempuan.
Sosok gadis berpakaian merah itu tidak hanya memiliki kekuatan yang besar, tapi juga kecepatan gerakan bertarung yang luar biasa. Orang-orang yang ada di belakangnya pasti lebih mengerikan. Kalau mereka melawan saat itu, maka pilihannya adalah tewas.
Beberapa penjaga yang di tahan oleh anak buah Tuan Neraka langsung berlutut tanpa mengatakan apa-apa. Tubuh mereka bergetar hebat, rasa takut akan kematian seolah menghantui mereka. Apalagi melihat cara gadis itu membunuh wanita yang ternyata telah menyiksa adiknya.
Para penjaga itu tidak berusaha membela siapapun dan tidak berdebat tentang siapa yang benar atau salah. Mereka tidak ingin menahan lawan dengan mengandalkan jumlah anggota mereka yang hanya tinggal beberapa orang saja. Mereka juga tidak mencari keadilan demi anggota mereka yang telah tewas. Mereka hanya ingin mempertahankan nyawa yang berada di ambang kematian.
Saat itu juga, para penjaga berusaha menyingkirkan keangkuhan diri sebagai klan iblis. Melepas kewibawaan dan merendahkan diri. Tindakan itu bukan demi anggota yang sudah mati, melainkan demi diri sendiri dan anggota mereka yang masih hidup.
Keheningan terjadi di sana. Seluruh pasang mata mereka tertuju kepada Xia yu.
'Siapakah gadis pelayan itu? Bagaimana bisa seorang gadis pelayan membunuh Adik kandung dari Siluman Rubah? Siapa gadis itu sebenarnya? Dan siapa orang-orang berjubah hitam itu?'
Berbagai pertanyaan hanya bisa mereka utarakan di dalam hati. Mereka tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun.
Tuan Neraka dan kelompoknya juga memperhatikan kejadian itu. Tatapannya tertuju pada Xia yu. Jika gadis itu tidak ingin lagi melihat mereka hidup, maka dapat dipastikan Xia yu akan menghancurkan penjara bawah tanah itu tanpa sisa!
Xia yu memicingkan matanya saat menatap para penjaga itu. Kedua matanya terlihat berpikir. Dia bisa memisahkan dendam dan rasa syukur. Jika orang-orang bersikap sopan padanya dan tidak memprovokasi-nya, maka dia tidak akan mengintimidasi mereka.
Tapi, jika sebaliknya.. Dia akan dengan senang hati membuat perhitungan pada mereka. Dia tidak akan menunjukkan belas kasihan sedikitpun kepada orang-orang yang telah berani memprovokasi-nya.
Semua penjaga yang berlutut di hadapannya terlihat tulus. Tatapan Mereka terlihat memohon saat menghadapinya. Xia yu tidak merasa sulit ketika dia harus mengambil keputusan.
Orang yang menginginkan Xia yu adalah Raja iblis. Selama pria itu tidak mengusik keluarganya, dia merasa tidak perlu menghancurkan seluruh klan iblis. Tapi, sayangnya, pria otoriter itu berhasil mengusik bahkan menyiksa fisik dan mental keluarganya.
Seketika bendera perang langsung berkibar di benak Xia yu. Dia tidak akan pernah bisa melepaskan dendam yang tumbuh di hatinya untuk klan iblis. Dalam hatinya, Xia yu bertekad akan menghancurkan kerajaan ini suatu hari nanti. Namun sebelum itu, dia ingin membantai orang-orang keji dan tak berperasaan yang berada di penjara bawah tanah.
Sebuah peringatan!
Perlahan tapi pasti, Xia yu membungkukkan tubuhnya dan mengambil pedang yang sempat di pegang oleh jasad wanita itu. Dia menggeret pedang itu di atas tanah. Membuat suara deritan pedang yang bergesekan dengan tanah terdengar. Seketika suasana di penjara bawah tanah itu menjadi semakin mencekam.
Bau amis darah segar yang menyengat memenuhi udara di tempat itu. Xia yu seperti malaikat maut yang sedang berjalan menghampiri targetnya. Tiba-tiba..
Suara desingan besi yang bergesekan terdengar, di susul dengan ambruknya satu penjaga ke atas tanah. Tubuh penjaga itu mengejang sesaat sebelum berhenti bergerak dan tewas!
Jantung para penjaga itu seakan berhenti berdetak. Melihat temannya tewas hanya dalam kurun waktu sepuluh detik. Tubuh mereka bergetar hebat. Keringat dingin bercucuran, wajah pucat tampak jelas di wajah para penjaga. Mereka yakin bahwa malam ini adalah hari kematian mereka. Hanya tinggal menunggu giliran saja..
Tuan Neraka merasakan kemarahan yang sedang Xia yu lampiaskan. Namun dia tidak ingin gadisnya melakukan hal keji lebih jauh lagi. Dia pun melangkah maju dan menarik Xia yu kedalam pelukannya.
Xia yu yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja memberontak, tapi Tuan Neraka diam tak bergeming. Dia tetap memeluk Xia yu dan berkata dengan lirih.
"Jangan lakukan lagi! Biarkan anak buah ku yang menghukum mereka.. Tenanglah saudaramu dan sahabatmu masih hidup. Kita harus segera melepaskan mereka."
Mendengar kata-kata Tuan Neraka, Xia yu tersadar. Kesedihan dan sakit hati yang dia rasakan tak terbendung lagi. Keteguhan hatinya runtuh bersamaan dengan pondasi air matanya yang sudah tak bisa dia bendung. Buliran bening mengalir membasahi wajah yang masih terasa panas karena marah. Suara tangisan kecil terdengar oleh Tuan Neraka.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.."
Hati Tuan Neraka terasa sakit mendengar tangisan itu. Tak terasa kedua matanya ikut berkaca-kaca. Dia terbawa suasana untuk sesaat, sebelum dia sadar bahwa keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk terbawa suasana. Tuan Neraka pun membelai lembut kepala Xia yu, di sana dia meninggalkan kecupan ringan.
Setelah itu, dia meraih pedang yang Xia yu pegang. Kemudian, melepaskannya dan melemparkan senjata itu jauh dari Xia yu. Setelah itu, dia melihat anak buahnya dan memberikan perintah.
"Bereskan mereka dan lepaskan semua tahanan yang ada di tempat ini. Kita bawa mereka semua." Lirih Tuan Neraka.
Perintah Tuan Neraka segera di laksanakan oleh anak buahnya. Para penjaga yang tersisa menghembuskan nafas terakhir mereka, ketika pedang panjang milik para penjaga bayangan menebas leher mereka. Setelah itu sepuluh anak buah Tuan Neraka melepaskan para tahanan. Tapi ketika Bayangan satu akan melepaskan seorang gadis yang berada di sel sebrang Minghao. Tiba-tiba terdengar suara Xia yu yang baru saja melepaskan pelukan Tuan Neraka.
Lirih Xia yu, dia berjalan memasuki sel dimana Fang yin terpenjara. Hatinya begitu sakit melihat guratan putus asa dari wajah Fang yin, gadis malang itu telah melalui banyak penyiksaan. Mulai dari penculikan, penyiksaan kecil bahkan tubuhnya yang di rusak oleh si Pangeran keji.
"Fang yin.."
Panggil Xia yu, dia meraih wajahnya mencoba menyadarkannya. Seketika gadis itu terperanjat kaget. Mata Fang yin terbuka lebar, guratan kesedihan dan ketakutan bersatu dengan teriakan histeris.
"Jangan sentuh aku! Pergi kalian.. Pergi!!"
Xia yu tidak menanggapi teriakan dan pemberontakan Fang yin. Dia malah memeluknya dan kembali memanggil namanya.
"Fang yin, ini aku.. Xia yu, sahabatmu! Fang yin tenang lah, aku datang menjemput mu!"
"Tidak, lepaskan aku! Kalian manusia jahat! Kalian siluman! Iblis! Pergilah ke nerakaaa.."
Fang yin hanya berteriak histeris, mungkin karena dia terlalu banyak menerima siksaan dan trauma sikis yang dia dapat dari si pangeran keji.
Xia yu tidak bisa lagi menahan tangisnya, dia berteriak dan mengguncang pundak sahabatnya agar sadar. Bahwa di hadapannya sekarang adalah sahabatnya, Nona nya!
"Fang yin, sadarlah ini aku!"
Bukannya sadar, Fang yin malah kembali berteriak bahkan menggila. Fang yin menggigit tangan dan mencakar kulit yang bisa dia cakar.
"Aaaaaa... Mati! Aku ingin mati! Bunuh aku!" Teriak Fang yin dengan tangan dan mulut yang mencari sesuatu untuk di gigit.
Melihat sahabatnya yang histeris, Xia yu dengan cepat menahan mulut Fang yin dan berakhir dengan gigitan keras di tangan mulus milik Xia yu.
Melihat itu, Tuan Neraka segera menghampirinya dan melepaskan gigitan Fang yin. Namun, Fang yin tak melepaskan gigitannya pada tangan Xia yu. Akhirnya Tuan Neraka mengambil inisiatif untuk membuatnya tidak sadarkan diri.
Xia yu yang melihat itu tentunya dia marah. Dia pun melayangkan tatapan tajam dan berteriak marah pada Tuan Neraka.
"Apa yang kau lakukan?!"
Ucapnya sembari menahan tubuh Fang yin yang merosot. Xia yu meneliti wajah dan tubuh Fang yin. Dia melihat jejak luka gigitan dan cakaran tubuh Fang yin. Gadis itu pasti merasa dirinya kotor karena telah terjamah oleh manusia biadab itu.
Tuan Neraka tidak menjawab pertanyaan Xia yu, dia malah meraih dan memangku tubuh Xia yu. Kemudian memberikan perintah kepada Bayangan Satu.
"Bayangan satu, bawa gadis itu. Sisanya bakar tempat ini!"
"Baik, Tuan!"
Dan perintah itu langsung di laksanakan. Para tahanan telah berhasil keluar dari penjara bawah tanah, itu semua berkat para anak buah Tuan Neraka.
Setibanya di halaman penjara bawah tanah, para tahanan itu melihat sebuah kapal megah yang sudah terparkir dengan rapi. Ternyata, tuaon Neraka mengeluarkan artevak kapal terbang miliknya. Sebelum dia masuk ke dalam penjara bawah tanah, para tahanan di naikkan ke dalam kapal. Begitu pula dengan Fang yin dan Minghao.
Tuan Neraka dan Xia yu Tah berada di atas kapal, bahkan Xiao Huang mengitkuti kemana pun Tuan Neraka membawa Xia yu. Burung kecil itu ingin sekali merubah dirinya jadi manusia dan mengambil alih Xia yu dari pelukan Tuan Neraka. Tapi, apa daya Xia yu tidak mengijinkannya.
Kapal terbang itu pun mulai terbang, dan menjauh dari tempat itu. Meninggalkan bangunan di bawah sana yang sudah terlalap api. Para tahanan merasa sangat bersyukur akan kedatangan sosok misterius itu. Mereka berpikir setelah masuk ke tempat itu, mereka tidak akan menghirup udara bebas lagi.
Sementara, sosok menyeramkan yang tidak lain adalah Diyu Emo hanya bisa menahan kekesalan. Dia saat ini hanya seorang diri dan dia masih lemah. Meskipun dirinya telah meminum banyak darah para gadis yang ternyata bukan titisan Dewi sama sekali..
Dan keributan masih terjadi di aula sang pangeran Huang Zhu. Di sana sudah ada raja iblis yang sedang murka. Pria otoriter itu sedang menghukum para penjaga. Dia murka karena kematian dan kebakaran yang terjadi di tempat adik semata wayangnya. Dan dia belum mengetahui tentang pelarian Xia yu dan kebakaran serta pembantaian di penjara bawah tanah.
****tbc
Alhamdulillah, sempat juga**..