
***
Desa kabut adalah sebuah kerajaan yang dulu pernah berjaya pada masanya. Namun kerajaan itu kini tertutup dan seperti terasingkan dari dunia luar. Orang tidak akan pernah mengira jika Desa itu adalah sebuah kerajaan yang pernah menjadi nomor satu dari semua kerajaan yang ada di benua itu. Orang lain akan mengira Desa itu adalah desa yang tertinggal, atau desa yang pernah dilanda penyakit menular.
Kenapa orang lain bisa mengira demikian? Jawabannya tentu bisa di lihat secara langsung dari penampakan pemandangan yang ada di sana. Situasi Kerajaan Kegelapan tampak sangat mengerikan dan menakutkan. Hawa di sana begitu dingin dan terasa pengap. Kegelapan menyelimuti tempat itu, sinar matahari seperti tidak dapat menembus kabut tebal yang menyelimuti kerajaan kegelapan. Pantas saja orang-orang menganggap kerajaan itu telah menghilang, hanya menyisakan Desa kabut.
Setelah melewati gebang utama beberapa kilo meter, Xiao huang dan Hei tian kembali menghentikan laju kuda yang mereka tunggangi. Mereka berdua dapat merasakan ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka dari jarak jauh. Xiao huang dan Hei Tian dapat meyakini kalau mereka adalah Prajurit utusan dari Tuan Neraka yang pernah di sebutkan oleh Xia yu. Para prajurit itu akan bersembunyi dan mengawasi gerak-gerik pendatang yang baru saja melintasi Gerbang desa kabut.
Xiao Huang dan Hei Tian saling melempar pandangan mereka. Seolah-olah mereka sedang melakukan percakapan lewat tatapan mata. Tidak berapa lama, mereka berdua kembali melajukan kuda mereka ke arah puncak gunung.
Baru saja Keli dan Shaku melangkah beberapa meter, dari arah depan terlihat penampakan bayangan hitam yang terbang dan mendarat di atas tanah. Ada sekitar dua puluh prajurit bayangan yang memakai jubah berwarna hitam. Wajah mereka di tutupi topeng menyeramkan. Menampilkan kesan mengerikan bagi siapa pun yang melihat mereka. Orang-orang akan berpikir jika dua puluh orang itu adalah sekelompok bandit gunung yang tinggal di desa kabut.
Wajah Xiao huang dan Hei tian terlihat terkejut dengan kedatangan mereka. Tapi yang sebenarnya mereka hanya berpura-pura. Mereka berdua sudah menduga jika orang-orang yang mengawasi mereka sedari tadi akan menghentikan perjalanan mereka. Xiao Huang berlagak terkejut, dan segera melayangkan pertanyaan pada prajurit bayangan itu.
"Siapa kalian?!" Tanya Xiao huang dengan suara yang terdengar kaget.
Salah satu dari kelompok prajurit bayangan berjalan menghampiri mereka. Dia adalah anak buah dari kakak ketiga yang tidak lain adalah Daihe. Pengawal yang menjaga dan mengawasi kemana pun Xia yu pergi selama dia ada di Kerajaan kegelapan.
"Kalian berdua tidak perlu tahu siapa kami. Sebaliknya kalian harus berkata dengan jujur, ada urusan apa kalian datang ke Desa kabut?" Tanya pria itu.
Dia adalah orang yang menerima kabar dari temannya yang berjaga di pintu gerbang. Beberapa menit yang lalu seekor burung rajawali mendarat tepat di tangannya. Pria itu tahu apa maksud kedatangan burung itu. Dia segera mengambil gulungan kertas kecil yang terdapat di kaki burung itu. Di atas kertas itu, temannya mengatakan ada dua pria yang datang untuk pergi mendaki gunung Kabut yang tidak lain adalah Istana neraka.
Xiao huang memperhatikan pria itu dari atas kepala sampai ujung kaki. Pria itu adalah seorang kultivator warrior tingkat satu, pantas saja dia menjadi pemimpin dari kelompok prajurit bayangan. Xiao huang mengalihkan pandangannya pada Hei tian, tidak berapa lama mereka saling menganggukkan kepala, kemudian turun dari atas kuda.
Setelah itu, Xiao huang dan Hei tian memberikan salam dan sikap hormat lalu menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Pria itu.
"Tuan, tujuan kami bukan Desa kabut. Kami datang untuk menjemput Tuan kami yang berada di Kerajaan kegelapan. Di puncak gunung Kabut." Jawab Xiao Huang.
Prajurit bayangan itu sedikit terkejut dengan jawaban Xiao huang. Dia tidak mengira ada orang luar yang berani menyebutkan keberadaan Kerajaan Kegelapan di Desa kabut. Terlebih mereka tidak tahu siapa dan seberapa kuat orang yang mereka hadapi. Akan tetapi, sebagai pemimpin prajurit dia harus melakukan tugasnya dengan benar.
"Hahaha! Apa kalian sedang berkhayal? Kerajaan kegelapan, tempat seperti apa itu?Hahaha!" Jawab pria itu dengan gelak tawa yang di sambut oleh teman-temannya. Tidak berapa lama Pria itu kembali berbicara.
"Kalian berdua sebaiknya kembali ke tempat asal kalian. Sebelum kalian menyesal telah menginjakan kaki kalian di desa ini." Imbuh pria itu dengan penuh tekanan, tidak lupa dia memberikan sedikit ancaman agar Xiao huang dan Hei tian keluar dari desa kabut tanpa mereka usir secara kasar.
Menyadari pria itu tidak mempercayai kata-katanya, Xiao huang mulai mengeluarkan kartu as nya.
"Tuan, kami berdua tidak mengkhayal. Tujuan kami memang Kerajaan Kegelapan, dan kami berdua adalah orang kepercayaan dari seseorang yang saat ini sedang berada di istana Neraka. Tuan-tuan sekalian pasti mengenalnya Tuan kami." Jelas Xiao huang mulai memberikan alasan kenapa mereka tahu akan keberadaan Kerajaan kegelapan.
'Siapa sebenarnya orang yang di maksud mereka?' Batin pria itu terlihat masih berpikir dan ragu terhadap Xiao huang dan Bai shizi.
Melihat tidak ada tanggapan dari kedua puluh pria itu, Xiao huang kembali berkata. Bahkan kali ini lebih sopan.
"'Tuan, kami benar-benar datang dengan niat baik. Jika anda masih meragukan kata-kata saya, mungkin dengan token ini anda bisa mempercayainya?" Jelas Xiao huang sembari memperlihatkan token berwarna hijau. Token itu adalah sebuah lambang nama dari Tuan yang di maksud Xiao huang.
Pemimpin kelompok itu memerintahkan salah satu temannya untuk mengambil token yang di perlihatkan oleh Xiao huang. Setelah menerimanya, dia langsung membaca nama yang tertera di atas token. Itu adalah nama seorang pemuda yang beberapa lalu di bawa oleh Tuan Neraka. Pria itu menaikkan satu alisnya, melirik kedua pria di hadapannya dan kembali melihat token yang ada di tangannya.
"Siapa Tuan yang kalian maksud?" Untuk memastikan pria itu menanyakan kembali siapa Tuan mereka.
Xiao Huang menaikan satu alisnya, dia melihat pria itu dengan tatapan yang merendahkan, Kemudian Xiao huang berkata. "Bukankah.. di sana tertulis nama seseorang. Apakah Tuan tidak bisa membacanya?"
Pria itu berdecak kesal mendapatkan jawaban seperti itu dari Xiao huang, terlebih yang membuatnya kesal adalah dirinya merasa di remehkan.
"CK.. Aku hanya memastikan kalian tidak membual. Aku takut kalian hanya mengaku-ngaku saja. Mungkin kalian menemukan token ini di jalanan dan secara tidak sengaja, dan kalian tahu bahwa orang yang memiliki token ini mempunyai ketenaran yang luar biasa.." Ucapan pria itu terpotong oleh ucapan Xiao huang.
"Jika Tuan masih mencurigai kami, Tuan bisa memerintahkan anak buah tuan menahan dan membawa kami ke hadapan Tabib Misterius. Anda bisa menanyakan kepada beliau tentang kami. Dengan begitu Anda akan mendapatkan jawaban, apakah kami mengaku--ngaku atau memang kami orang kepercayaan Tabib Misterius." Ujar Xiao huang menantang pria itu dengan ucapannya.
Perdebatan pun terhenti dengan di tahannya Xiao huang dan Hei Tian. Tubuh mereka di ikat dengan Tali ajaib, Xiao huang dan Hei tian tidak memberontak. Mereka akan melakukan apapun agar bisa berhasil, yang terpenting mereka tidak membuat kegaduhan bagi Xia yu.
Sebuah halaman yang di hiasi dengan bunga sakura berwarna merah muda dan putih terlihat begitu indah. Halaman yang mempesona itu terdapat di paviliun sakura. Tempat dimana Tabib Misterius atau Xia yu tinggal.
Di luar halaman, terlihat beberapa pelayan pria membersihkan halaman yang di penuhi kelopak bunga sakura yang berserakan di atas tanah. Kelopak bunga itu berjatuhan karena diterpa angin. Selama satu minggu, para pelayan itu tidak pernah melihat Tabib misterius yang di kabarkan tinggal di paviliun itu. Beberapa orang mengira jika Xia yu sedang melakukan kultivasi. Bahkan Daihe yang di tugaskan menjaga Xia yu tidak pernah bertemu lagi dengannya setelah kepergian Tuan Neraka.
Mereka hanya melihat Minghao, Nan Fefei, dan Fang yin. Pelayan pribadi Xia yu itu memberitahu Minghao dan Nan Fefei bahwa Xia yu sedang membuat obat dan berkultivasi. Dia meminta mereka berdua agar tidak memperbolehkan siapa pun mengganggu Nona nya.
Tepat pukul satu siang, Paviliun itu kedatangan tamu. Ada sekitar tujuh orang dan dua kuda yang datang, dua di antaranya adalah Xiao huang dan Hei tian. Sementara lima lainnya adalah pemimpin tadi dan teman-temannya.
Kedatangan mereka tentu saja membuat kegaduhan. Daihe yang bosan dengan berjaga di atas genting saja dapat mendengar derap langkah kuda dan manusia. Instingnya begitu kuat. Daihe segera menghampiri temannya, sebelumnya dia cukup terkejut karena melihat Tujuh pria itu membawa dua pria tampan yang di ikat dengan tali ajaib. Siapa mereka? itu lah pertanyaan yang pastinya ada di pikiran semua orang. Begitu pula dengan Minghao dan Nan Fefei. Mereka berdua juga langsung menghampiri ketujuh pria itu.
'Apakah mereka penyusup?' Batin Daihe yang juga mendatangi mereka.
Orang-orang di sana tidak akan menduga jika orang yang datang itu adalah sahabat Tabib Misterius. Dan yang lebih akan terkejut adalah lima prajurit bayangan itu. Mereka belum mengetahui identitas asli Tabib Misterius yang tenyata seorang perempuan. Gadis cantik yang akan membuat siapa saja memalingkan pandangan padanya.
**tbc