
***
Esok pagi, Tuan Neraka telah bangun. Dia berjalan kebagian depan kamarnya dan melihat seseorang sedang meringkuk diatas tempat duduk yang panjang. Gaya tidur orang itu seperti bocah kecil yang meringkuk mencari kenyamanan dalam tidurnya.
Tuan Neraka mendekat dan memperhatikan keseluruhan wajah orang itu. Kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, membentuk senyuman hangat.
'Cantik! Berani! Dan, Misterius! Siapa kamu sebenarnya?' Batin Tuan Neraka atau Yuan Zhu-Ming yang mengagumi Xia yu.
Tuan Neraka terlihat berpikir sesaat. Kemudian, dia kembali berdiri tegak. Dan berkata dalam hati. 'Aku harus menyuruh anak buah ku mencari informasi tentang gadis ini!'
Tiba-tiba Tuan Neraka berdehem, untuk memberitahukan keberadaannya kepada Xia yu. Tapi, gadis itu masih saja tertidur pulas seperti babi.
Tuan Neraka mengangkat satu kakinya lalu menyenggol kaki Xia yu. Namun gadis itu hanya meringkuk dan bergumam.
"Xiao ba. Bermainlah di samping, jangan ganggu aku." (Xiao ba, monyet kecil peliharan Xia yu yang ada di Hutan Kehidupan)
Tuan Neraka mengangkat alisnya. Tatapan matanya terlihat tajam. Dia menatap Xia yu kemudian keluar halaman untuk menyuruh penjaga agar mengambil air mandi.
(Mekipun Tuan Neraka tertarik kepada Xia yu, namun dia tidak tahu harus berbuat apa kepada gadis itu. Jadi dia memainkan karakteristik yang selalu dia tampilkan saja.)
...
Ketika waktu menunjukkan pukul delapan pagi, Xia yu bergerak dan membalik tubuhnya. Dia lupa bahwa dia sedang tidur di tempat yang sempit. Setelah memutar tubuhnya, dia terjatuh ke atas lantai dengan suara yang lumayan keras. Tuan Neraka yang sedang sarapan di luar bahkan bisa mendengarnya.
"Oww!"
Xia yu merintih kesakitan. Dia menggosok lengannya sambil berdiri. Dia benar-benar terbangun karena jatuh. Xia yu tiba-tiba melihat sesosok orang yang berdiri di pintu. Orang itu terlihat gembira. Merasa cukup terhibur saat melihat Xia yu terjatuh.
Xia yu menatapnya dengan penuh amarah. "Apa yang sedang kamu lihat? Apakah kamu belum pernah melihat orang jatuh sebelumnya?" Xia yu berbicara dengan suara berat, khas suara laki-laki.
"Pfftt! Hahaha!"
Bayangan Satu tertawa terbahak-bahak. Dia mengangguk dan berkata. "Aku memang belum pernah melihat orang yang sedang tidur sampai terjatuh dari tempat tidur. Seberapa nyenyak kamu tidur?"
Alih-alih menjawab, Xia yu malah mengabaikan Bayangan Satu. Dia berjalan ke arah Bayangan Satu dan berkata.
"Aku pergi dulu." Tanpa menunggu jawaban dari Bayangan Satu, dia pun keluar.
Ketika Xia yu sampai di halaman luar, dia melihat Tuan Neraka sedang sarapan. Xia yu tiba-tiba memperlambat langkahnya ketika melihat makanan yang tersaji di atas meja. Semua makanan itu terlihat enak dan menggiurkan, dan secara kebetulan perutnya berbunyi minta di isi. Dia segera berteriak kepada penjaga di luar.
"Hey, bawakan aku mangkuk dan sepasang sumpit!" Kemudian, dia segera pergi kearah belakang untuk membersihkan wajahnya dan mulutnya yang bau jigong. Setelah itu dia pergi menuju meja Tuan Neraka dan duduk di meja yang sama. Kemudian, dia berkata.
"Aku pikir kamu tidak keberatan jika aku makan bersamamu." Ucapnya sambil menerima mangkuk dan sumpit yang dibawa oleh penjaga. Kemudian, dia segera mengambil pangsit berwarna putih yang diberi campuran daging, lalu mengunyahnya.
Kedua mata Xia yu berbinar. Dia pun bergumam sambil mengunyah makanan di mulutnya. "Hmm! Dagingnya benar-benar berair! Wangi sekali!"
Tuan Neraka hanya melihat Xia yu yang bersikap seperti kucing rakus yang belum makan selama satu bulan. Dia memperlambat kecepatan makannya dan memberikan perintah. "Suruh mereka membawakan beberapa porsi makanan lagi."
Seketika Bayang Satu mendongak karena terkejut. Dia memperhatikan bahwa Tuannya tidak menunjukkan rasa jijik kepada pemuda yang sedang duduk dan makan bersamanya. Tuannya bahkan memerintahkan penjaga untuk membawa porsi lain. Bayangan Satu memikirkan hal itu dengan lebih serius.
'Tuan biasanya terlihat acuh dan dingin kepada siapapun. Bahkan dia biasanya terlihat bahwa dirinya tidak menyukai seorang wanita. Tapi sekarang, dia menunjukkan perhatian yang begitu besar pada pemuda ini. Mungkinkah.. Tuan benar-benar memiliki ketertarikan pada pria di banding wanita?' Batin Bayangan Satu hanyut dalam pikirannya.
Bayangan Satu mendengar suara Tuan Neraka yang sepertinya tidak merasa senang. Dia segera tersadar dari lamunannya dan melirik Xia yu yang sedang makan dengan rakus. Dia pun segera menjawab Tuannya dengan patuh.
"Baik, Tuan."
Bayangan Satu keluar dan memerintahkan penjaga untuk pergi ke dapur dan membawakan sarapan lebih banyak lagi.
Kedua mata Xia yu berbinar ketika melihat hidangan makanan yang masih hangat serta beberapa camilan. Dia mengambilkan beberapa bagian makanan untuk Tuan Neraka agar lelaki itu tahu betapa enak makanan itu.
"Tuan Neraka, kamu harus makan pangsit ini. Makanan ini benar-benar enak!"
Setelah mengucapkan itu, Xia yu tidak tahu apakah Tuan Neraka memakannya atau tidak. Dia mengambil makanan secara acak dan kembali melahapnya.
Ketika Bayangan Satu melihat Xia yu membantu mengambil makanan untuk tuannya. Dia langsung berdiri di samping, menatapnya dan berkata. "Tabib Misterius, kamu bisa mengambil makananmu sendiri, kenapa kamu memilihkan makanan untuk Tuan? Tuanku tidak makan..."
Kata-kata. 'Makanan yang diambilkan oleh orang lain.' Belum sempat terucap. Karena dia melihat Tuan Neraka menatap makanan di mangkuknya sejenak, lalu mengambil makanan itu dengan sumpit kemudian memakannya dengan perlahan. Terlihat seperti menikmati makanan yang masuk kedalam mulutnya.
Hal itu membuat Bayangan Satu merasa dadanya sesak. Dadanya terlihat naik turun. Dia benar-benar merasa tidak nyaman.
Xia yu melihat Tuan Neraka yang sedang makan. Dia menyipitkan matanya sambil tersenyum dan menganggap bahwa dirinya adalah tuan rumah. Dia benar-benar lupa bahwa dirinya adalah tamu yang sedang menumpang. Sedangkan Tuan Neraka adalah sang tuan rumah.
Xia yu kembali mengambil makanan untuk dirinya sendiri lalu mengambilkan beberapa bagian lagi untuk Tuan Neraka.
"Tuan Neraka, kamu harus mencoba juga yang ini. Kamu sama sekali belum mencobanya!"
Perhatian yang ditunjukkan oleh Xia yu membuat Tuan Neraka mengangkat alisnya. Namun dia tetap mengikuti keinginan Xia yu, dia melahap semua makanan yang gadis itu berikan, dia merasa senang mendapatkan perhatian khusus dari Xia yu.
Mereka berdua terlihat seperti sepasang suami istri yang sedang memadu kasih saat makan bersama. Dan, Hal itu membuat anak buah Tuan Neraka gelisah.
Bayangan Satu sedang menyaksikan mereka dari samping. Dia hampir menangis dan ingin sekali berteriak.
'Tuan, bisakah bersikap dingin seperti biasanya? Kenapa anda menerima perlakuan seperti itu? Kenapa anda memakan apapun yang dia pilih? Orang di depan anda adalah seorang pria! Dimanakah integritas anda?'
Suasana hati Xia yu menjadi gembira setelah sarapan. Dia mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Bahkan dia bersendawa saking kencangnya. Bukan karena dia tidak punya kesopanan. Tapi dia ingin orang-orang di sini ilfil padanya. Terutama lelaki di depannya.
Xia yu berdiri, dan berkata. "Aku harus kembali sekarang! Berhubung perutku sudah terisi penuh. Hahaha!" Ucapnya di akhiri dengan tawa.
Tuan Neraka melihat Xia yu yang baru saja berdiri dan langsung pergi setelah sarapan. Kemudian, dia melihat makanan yang benar-benar bersih di hadapannya. Dia pun bertanya.
"Bukankah dia diberi makan?"
Bayangan Satu menundukkan kepala dan menjawab. "Benar, Tuan. Namun yang dimakan orang lain tidak seenak makanan untuk Tuan."
Makanan yang dimakan Tuan Neraka di buat khusus oleh koki kelas atas yang di datangkan dari perguruan memasak di Negeri Awan. Setiap makanan terasa lezat. Makanan itu tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan makan orang lain.
Setelah mendengar penjelasan dari Bayangan Satu, Tuan Neraka mengangguk. Dia berdiri dan berjalan keluar. Bayangan Satu langsung mengikuti Tuan Neraka. Dia memberikan perintah kepada para penjaga untuk membersihkan meja yang penuh dengan piring kotor. Kemudian, dia segera mengejar Tuannya yang ada di depan menuju Menara Medis.
**tbc