
***
Sementara di tempat lain, Xia yu baru saja menyelinap keluar dari rumah kecilnya secara diam-diam. Dia pergi kearah puncak gunung yang ada di belakang Istana Neraka. Di sana dia berniat merelaksasi kan tubuhnya, setelah dia mendengar bahwa Tuan Neraka pergi ke Menara Medis.
Bagi Xia yu, mandi air hangat di mata air panas yang ada di gunung itu, akan lebih aman daripada dia berendam di rumah kecilnya. Karena di sana terlalu banyak orang yang berlalu lalang. (Para penjaga dan pelayan pria).
Orang-orang itu bahkan tidak mengetuk pintu terlebih dulu ketika masuk ke dalam rumah. Hal itu tentu saja membuat Xia yu gelisah ketika sedang mandi dan terpaksa mandi dengan lebih cepat.
Bagaimana bisa itu dibandingkan dengan kenyamanan ketika dia mandi di tempat mata air panas? Dia juga tidak perlu takut ada orang yang masuk kapan pun. Karena tempat terlarang bagi orang-orang itu, kecuali sang pemilik dan sepuluh bayangan terpilihnya. Terlebih Tuan Neraka telah mengetahui siapa dirinya. Dan beruntungnya pria itu sudah pergi dari kediamannya.
Setelah berendam selama satu jam penuh, Xia yu keluar dari kolam mata air panas. Dia kembali mengenakan pakaian yang tadi di kenakan olehnya. Setelah itu dia diam-diam meninggalkan mata air panas yang ada di gunung dan kembali ke halaman kecilnya. Xia yu menutup seluruh jendela dan pintu kamar dengan erat. Dia meniup semua lilin yang ada di kamar, mengistirahatkan tubuhnya yang telah bergelut dengan obat-obatan beberapa hari ini.
Sebenarnya dia ingin berlatih Kultivasi, namun dia tidak bisa melakukannya. Karena jika dia ceroboh sedikit saja, maka mereka bisa mengetahui bahwa dia memiliki kekuatan spirit. Jika hal itu terjadi, maka dia akan mendapatkan pengawasan yang lebih ketat.
Sampai pada tengah malam, ketika kesadaran Xia yu sedang menjelajahi alam mimpi. Dia terbangun karena dikejutkan oleh keributan yang terjadi di halaman kecilnya. Dia pun segera mengumpulkan kesadarannya dan segera keluar dari kamar. Saat itu juga, Xia yu melihat pintu rumahnya terbuka.
"Misteri! Cepat ikut aku!" Pak Tua Lin bergegas menghampiri Xia yu dan menyeretnya keluar.
"Pak Tua Lin?" Xia yu menatapnya dengan heran. Dia bertanya. "Apa yang sedang terjadi? Kemana kita akan pergi tengah malam begini?"
"Tuan Neraka pergi ke Lembah Racun, untuk mencuri Teratai Es Surgawi dan Bunga Baibaihe, namun dia malah terluka! Cepat ikut dengan ku untuk memeriksa Tuan!"
Pak Tua Lin datang mencari Xia yu, karena dia tahu bahwa Xia yu memiliki kemampuan yang hebat dalam bidang medis. Dia segera menemui Xia yu setelah mengetahui bahwa Tuan Neraka terluka.
Ketika mendengar perkataan Pak Tua Lin yang berbicara mengenai dua tanaman obat langka, Xia yu menjadi bingung.
"Bukankah di sini gudangnya tanaman obat? Kenapa Tuan Neraka mencuri tanaman obat dari Lembah Racun? Tingkat kultivasi Tuan Neraka bukannya sangat tinggi? Bagaimana dia bisa terluka?"
Meskipun Xia yu berbicara begitu, dia tetap mengambil jubah bagian luar dan mengenakannya. Dia segera mengikuti Pak Tua Lin keluar.
"Kamu tidak akan tahu tempat macam apa Lembah Racun!" Jawab Pak Tua Lin, dia berjalan lebih dulu dari Xia yu. Dan menceritakannya sambil berjalan ke kediaman Tuan Neraka.
"Lembah Racun adalah tempat yang di penuhi dengan racun berbisa. Udara di sana telah terkontaminasi uap tanaman beracun yang di racik oleh alchemist hitam. Terlebih jalan menuju tempat itu di tumbuhi puluhan jenis racun yang sengaja di jadikan perangkap bagi orang luar! Dan, Tuan dari Lembah Racun sendiri memiliki kultivasi tingkat Nascent Soul yang sangat kuat. Dia juga merupakan seorang Kultivator Keabadian yang sangat mahir dalam meracik Racun. Karena dia adalah Ketua Alchemist Golongan hitam. Oleh karena itu, meskipun Tuan kami sangat kuat, maka dia tetap tidak bisa melarikan diri tanpa cedera. Sayangnya dia tidak mendapatkan tanaman obat ajaib yang di inginkan olehnya."
Xia yu terus mengikuti dan mendengarkan penjelasan Pak Tua Lin yang sedang berjalan menuju gedung utama. Ini adalah pertama kalinya Xia yu mendatangi halaman Tuan Neraka. Karena tadi dia menyelinap masuk ke belakang gedung utama, bukan halaman depan.
Pak Tua Lin segera mengantar Xia yu untuk masuk ke kamar tuannya. Dia bertanya dengan cemas kepada Bayangan Satu yang berada di dalam kamar.
"Bayangan Satu, bagaimana keadaan Tuan? Di sebelah mana dia terluka? Apakah lukanya sangat serius?"
Saat itu, Bayangan Satu sedang merawat Tuan Neraka yang berbaring di atas tempat tidur. Pria itu tidak mengenakan pakaian luar, hanya menggunakan ****** ***** yang panjangnya sebatas paha. Memperlihatkan otot-otot kekar yang ada di bagian lengan dan perutnya, yang terlihat sangat gagah dan menggoda.
Tuan Neraka segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Dia menggeram dengan suara yang tajam dan terdengar menghina.
"KELUAR!"
Hembusan angin segera mengarah pada badan Xia yu sehingga tubuhnya terdorong keluar. Xia yu bahkan belum bisa melihat apa yang terjadi di dalam.
Bukan hanya Xia yu yang terkejut, Bayangan Satu dan Pak Tua Lin juga merasa terkejut.
"Tuan!"
"Suruh dia keluar!" Ucap Tuan Neraka sambil menunjuk Xia yu yang berdiri di luar pintu kamar. Pintu itu masih terbuka lebar, namun dia tidak bagaimana keadaan Tuan Neraka.
Ketika melihatnya, Bayangan Satu segera keluar dan berbicara kepada Xia yu yang sedang tertegun.
"Tuan Tabib, kamu harus keluar sekarang. Tu.." Ucapan Bayangan Satu terpotong karena teriakan dari tuannya.
"Bayangan Satu, lempar orang itu keluar! Jangan biarkan dia masuk!" Teriak Tuan Neraka.
Xia yu yang mendengar teriakan itu langsung berbalik arah dan keluar dengan ekspresi wajah yang suram. Dia pun menggerutu dengan kesal. "Cih, aku datang kesini bukan karena keinginan ku sendiri. Kenapa dia harus berteriak seperti itu? Dasar pria aneh!"
Pak Tua Lin bergegas masuk dan bertanya. "Bagian mana yang terluka, Tuan?"
"Beliau digigit ular berbisa di bagian atas paha kirinya. Aku telah membersihkan bisa itu dan merawat luka Tuan. Aku juga sudah mengeluarkan racun itu. Tuan juga sudah meminum Pil Hitam Pembersih Racun. Sepertinya, Tuan akan baik-baik saja sekarang. Namun luka pedang yang ada di tangannya membuat tanagn Tuan Tidak bisa bergerak selama beberapa hari."
Setelah Bayangan Satu selesai berbicara, Tuan Neraka membuka selimut yang menutupi tubuhnya, dia melihat bagian atas paha depannya yang terluka.
Luka Tuan Neraka di sebabkan oleh gigitan ular berbisa, maka dari itu Bayangan Satu memotong sebagian kulit yang dipatuk ular dan membersihkan racun dengan kekuatan Qi yang dia miliki. Dengan begitu dia bisa mencegah racun itu menyebar ke seluruh tubuh tuannya. Dan dia baru saja mengoleskan obat ketika Xia yu dan Pak Tua Lin bergegas datang.
'Mereka berdua adalah laki-laki. Kenapa Tuan mengusir Tabib Misterius?' Batin Bayangan Satu yang merasa ragu, tetapi dia tidak berani menanyakan hal ini kepada tuannya.
Bayangan Satu mundur agar Pak Tua Lin bisa melihat kondisi Tuan Neraka. Setelah mengoleskan obat, Pak Tua Lin membalut kedua luka itu. Tuan Neraka memakai kembali pakaiannya dengan bantuan Bayangan Satu yang sudah terbiasa melakukan hal itu ketika Serigala Abu-abu tidak ada di samping Tuan Neraka.
...
Di luar halaman gedung utama, Xia yu duduk sambil merasa bosan. Dia memandangi bintang-bintang yang ada di langit dan memikirkan nasib Fang yin serta keluarga Li.
Ketika memikirkan hal itu, dia merasa bahwa ini adalah saatnya untuk menyelinap keluar dari tempat ini. Namun setelah berada di tempat ini selama beberapa hari, dia masih belum bisa menebak siapakah Tuan Neraka itu.
Tuan Neraka pergi ke Lembah Racun untuk mencuri Bunga Teratai Es Surgawi dan Bunga Baibaihe, yang di miliki Klan Alchemist Golongan Hitam. Bunga itu adalah salah satu tanaman obat ajaib yang berharga dan paling penting untuk mengobati Racun Api Neraka.
'Racun Api Neraka? Tuan Neraka? Paman Misterius? Bagaimana ketiga hal tersebut bisa saling berhubungan?' Batin Xia yu memikirkannya dengan baik. Saat itu, dia mendengar suara Pak Tua Lin.
"Misteri, kenapa kamu masih di sini? Kamu bisa kembali dan melanjutkan tidurmu! Tuan sudah baik-baik saja," Ucap Pak Tua Lin dengan wajah yang merasa bersalah. Dia mengira bahwa Tuan Neraka terluka parah dan menyuruh Xia yu datang menemuinya. Tapi, dia tidak menyangka bahwa tabib muda itu akan di usir oleh tuannya.
"Pak Tua Lin, Teratai Es Surgawi adalah tanaman obat yang harus ada ketika mengobati Racun Api Neraka. Dan Bunga Baibaihe digunakan untuk kebutaan, Tuan Neraka telah mengalami banyak rintangan untuk mencuri kedua tanaman itu dari Lembah Racun. Siapakah kerabat atau teman Tuan Neraka yang menderita Racun Api Neraka? Hingga dia bersedia mempertaruhkan nyawa." Tanya Xia yu penuh rasa ingin tahu yang kuat.
"Itu.. Kamu akan mengetahuinya nanti." Pak Tua Lin terlihat kikuk, dia bingung harus memberi jawaban seperti apa. Dia pun mengalihkan pembicaraan.
"Ini sudah larut malam. Meskipun kamu tidak ingin tidur, aku harus istirahat. Aku sudah mulai tua dan tidak bisa dibandingkan dengan anak muda sepertimu." Setelah mengucapkan itu, Pak Tua Lin melambaikan tangan dan berjalan keluar.
Xia yu berdiri dan bersiap untuk kembali ke rumah kecilnya. Tanpa di duga, seseorang memanggilnya dari arah belakang.
"Tabib Misterius, kamu harus jaga malam."
Ketika mendengar hal itu, Xia yu menoleh kebelakang. Dia pun bertanya sambil merasa bingung. "Aku, jaga malam? Untuk apa?"
Bayangan Satu menatap Xia yu. Kemudian dia berkata. "Tidak perlu mempertanyakan perintah Tuan. Kaki dan tangan Tuan sedang tidak baik. Kamu hanya perlu melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuan."
Kedua mata Xia yu terbelalak ketika menatap Bayangan Satu yang segera pergi setelah selesai bicara. Mau tidak mau dia pun mengikuti perintah dari Tuan Neraka. Xia yu melangkahkan kakinya menuju gedung utama.
"Masuklah!"
Terdengar suara yang berasal dari dalam kamar. Xia yu menggertakan giginya dan masuk ke dalam. Ketika sampai di dalam kamar, dia melihat Tuan Neraka setengah berbaring di tempat tidurnya. Lalu dia bertanya.
"Ada apa?" Ucap Xia yu dengan ketusnya.
Tuan Neraka melirik Xia yu. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Beberapa saat kemudian, dia berkata. "Bantu aku ganti baju."
"Kenapa kamu tidak meminta bantuan dari Bayangan Satu?"
Xia yu mengatakannya secara spontan. Tuan Neraka langsung menatapnya dengan tajam. Ketika melihat hal itu, Xia yu berjalan mundur dengan tubuh yang lemas. Akhirnya dia bertanya dengan suara yang lirih.
"Di mana pakaianmu?"
"Di lemari pakaian."
'Jawaban yang konyol! Semua orang juga tahu tempat menaruh baju ya di lemari pakaian.' Gerutu Xia yu sambil menatap kesal pria di hadapannya. Dia pun mencari lemari yang di maksud Tuan Neraka. Hingga dia menemukannya. Dan ternyata lemari itu bukan satu.
Pandangan Tuan Neraka tertuju pada Xia yu. Dia melihat Xia yu membuka lemari dan membolak-balik pakaiannya hingga berantakan. Tidak berapa lama, Xia yu mengeluarkan satu setel jubah berwarna putih yang dipasangkan dengan jubah bagian luar berwarna hitam.
Kemudian, Xia yu berjalan ke tepi tempat tidur. Dia menatap Tuan Neraka yang sedang berbaring sambil bertanya.
"Apakah aku juga harus membantu untuk melepaskan pakaianmu?"
"Lepaskan saja."
Tuan Neraka menatap Xia yu. Dia ingin tahu apakah ada sedikit rasa malu dari seorang gadis seperti diam Namun dia sangat kecewa, karena mata Xia yu justru berbinar setelah mendengar ucapannya. Tatapan Xia yu terlihat seperti serigala ketika dia melihat tubuh Tuan Neraka. Tatapan yang sama dia dapatkan saat dia tak sadarkan diri di Hutan Kehidupan. Mata itu benar-benar di penuhi dengan nafsu.
Setelah mendengar ucapan Tuan Neraka Xia yu agak bersemangat. Dia meletakkan pakaian yang dia pegang dia atas tempat tidur dengan wajah ceria. Dia mengulurkan tangan sambil berbicara suara yang gembira.
"Kalau begitu.. Aku akan melepasnya sekarang."
Melihat itu, Tuan Neraka tidak bisa membayangkan keluarga seperti apa yang merawat gadis itu hingga dia tumbuh menjadi gadis yang tidak punya rasa malu seperti saat ini!
Namun, ada hal yang membuat Tuan Neraka terkejut. Dia tidak tahu sejak kapan dia terbiasa dengan sentuhan gadis itu. Dia tidak merasa jijik seperti ketika gadis lain menyentuh dirinya.
"Hanya membantu Tuan mu mengganti pakaian bisa membuatmu bersemangat? Apa yang membuatmu bersemangat?" Tuan Neraka bertanya. Dia berpikir bahwa jalan pikiran Xia yu benar-benar aneh. Dia merasa bahwa gadis ini benar-benar menggelikan.
"Hehe.. Bukankah aku sudah bilang sebelumnya? Kalau aku sangat menyukai pria tampan! Terutama seperti kamu, Tuan Neraka. Mengganti pakaianmu adalah kesempatan langka bagiku. Bagaimana bisa aku tidak merasa senang?"
Kedua mata Xia yu melengkung seperti bulan sabit. Dia membuka jubah bagian atas Tuan Neraka hingga pakaiannya setengah terbuka dan memperlihatkan otot dada yabg sangat seksi. Xia yu menelan ludahnya tanpa henti.
'Sialan! Apakah ini tubuh pembunuh atau tubuh pegulat?!'
Saat ini, di hadapan Xia yu, seorang pria tampan sedang berbaring di atas tempat tidur dengan pose yang menggoda. Jubahnya setengah terbuka. Dia mengenakan topeng perak, sehingga Xia yu tidak bisa melihat wajahnya . Namun sepasang mata yang tajam itu sangat menggoda seperti iblis. Sudut bibirnya melengkung ke atas dan sedikit terbuka.
Kejantanan yang keluar dari tubuhnya begitu kuat, sehingga Xia yu tidak bisa menahan diri dan ingin segera menerkamnya.
'Dia seperti umpan segar agar seseorang bisa melakukan kejahatan adanya. Jika bukan karena kekuasaannya, aku pasti akan langsung menerkamnya! Ckk, apa yang sedang aku pikirkan?'
**tbc